Bugil Pecas Ndahe
Sebuah SMS aneh masuk ke HP saya sore itu. Saya sebut aneh karena berasal dari nomor yang tak saya kenal. Dan isinya pun menyengat perhatian.
Begini bunyinya:
Saya heran, sejak kapan nama saya jadi Gwen? Saya pun tak punya kawan bernama Laras. Dan, ini yang penting, saya belum pernah menawari siapa pun untuk berpose tanpa busana. Baca selanjutnya…
65 Tahun Pecas Ndahe
Bloggers, Facebookers, Tweeps, dan teman-teman sebangsa dan setanah air,
Hari ini kita memperingati 65 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Di hari yang berbahagia ini, mungkin ada baiknya kita merenungkan beberapa hal: Masih adakah yang membuat kita bangga sebagai bangsa dan negara? Mampukah kita selamat mengarungi perjalanan panjang sebuah bangsa merdeka dengan segala kemudahan dan kesukarannya?
Jika kita adalah bagian dari sebuah bangsa yang pesimistis, bisa saja kita mengatakan bahwa rasa bangga itu telah terbang bersama nilai-nilai luhur yang kita miliki. Segala macam keruwetan dan keberengsekan sama-sama kita alami hari-hari ini. Korupsi yang memboyot dan menggerus akal budi. Kekerasan yang meruyak di mana-mana. Aksi teror yang mengintip setiap saat. Kemiskinan. Kemacetan lalu lintas dan seterusnya. Baca selanjutnya…
Perempatan Pecas Ndahe
Sekali-sekali, perhatikanlah pemandangan di sebuah perempatan di Jakarta pada setiap tiap hari kerja. Ketika jarum jam mendekati titik pukul jam tujuh pagi, di perempatan mana pun, dari keempat arah, puluhan — atau ratusan — kendaraan serentak berjejal berebut di depan.
Sebuah kemacetan dahsyat pun segera tercipta. Klakson memekik-mekik. Brisik! Orang mengumpat-umpat dan berteriak-teriak. Di dalam bus-bus penumpang merengut, cemas, berkeringat. Di sedan-sedan yang bagus dan mengkilap, orang juga merengut sambil membaca koran pagi. Tapi mereka tak berkeringat. Maklum, mobil mereka dilengkapi AC dan kacanya dibalut selapis seluloid hitam untuk menahan terik matahari.
Lampu lalu lintas perempatan itu normal, ada setrumnya. Tapi rupanya orang-orang tak sabar. Juga para sepeda motor yang, seperti kuda kecil yang lapar, melontarkan diri ke depan. Lampu menyala merah di depan mereka. Tapi siapa peduli? Bukankah orang dari sebelah sana para pengguna jalan lain juga melanggarnya? Baca selanjutnya…
Koneksi Pecas Ndahe
Bayangkan sampean mahasiswa di Wates, Yogyakarta. Tapi sampean bisa mengikuti kuliah seorang dosen di ITB yang tengah menerangkan mesin traktor lewat konferensi video jarak jauh di telepon genggam.
Bayangkan sampean seorang petani di Gorontalo. Tapi sampean dapat mengikuti program penyuluhan pertanian hijau dari petugas lapangan di Bogor melalui siaran video jarak jauh di laptop.
Kualitas siaran video itu begitu jernih, koneksinya tak pernah terputus, sebagus sampean menonton siaran televisi saat ini.
Semua itu kemungkinan bisa terwujud bila di negeri ini sudah tersedia jaringan koneksi nirkabel dengan teknologi LTE.

Uji coba video streaming tiga dimensi (3D) yang diakses menggunakan teknologi Long Term Evolution (LTE).
LTE adalah generasi keempat (4G) dari teknologi radio untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan dari jaringan telepon selular. LTE konon lebih cepat dan efisien dibanding generasi sebelumnya (3G). Baca selanjutnya…
Hoax Pecas Ndahe
SMS dan email hoax kian gencar menyerbu belakangan ini. Nyaris setiap hari mereka masuk ke handphone dan inbox kita. Pertanda banyak orang iseng atau hidup makin susah?
Begitulah. Syahdan pada sebuah pagi yang muram. Langit mendung kelabu. Tiba-tiba handphone saya berdering-dering tanda ada pesan pendek masuk. Dalam hati saya bertanya-tanya, siapa yang sepagi ini nekat mengganggu kesunyian? Adakah warta genting yang datang?
Dengan setengah malas saya buka dan baca SMS itu. Olala! Ternyata bukannya kabar penting yang datang melainkan ternyata lagi-lagi orang menawarkan kredit murah tanpa agunan. Baca selanjutnya…









