Kenikmatan Pecas Ndahe

Juni 24, 2015 § 54 Komentar

Ramadan membawa berkah. Juga kemacetan. Di Jakarta, saya merasakan jam kemacetan maju 30 menit lebih cepat dari biasanya. Kepadatan lalu lintas pada sore hari yang biasanya dimulai pukul 16.00, menjadi 15.30. Saya duga ini disebabkan oleh banyak orang mengejar waktu berbuka puasa.

Majunya waktu kemacetan ini membuat jalanan nyaris tak pernah sepi dari pagi hingga sehabis senja. Dan orang-orang pun merasakan kemacetan di Jakarta semakin parah.

Saya merasa kemacetan di Jakarta makin parah terutama karena ada proyek pembangunan yang tengah berjalan berbarengan, yaitu jalan layang Ciledug-Tendean dan MRT di sepanjang Blok M-Sudirman-Thamrin.

Proyek Manager Jalur Layang PT MRT, Heru Nugroho, mengatakan kecepatan berkendara di Jakarta pada pagi dan sore hari hanya 5 kilometer per jam. Sebab, jumlah populasi dan kendaraan saat jam pergi dan pulang kerja melonjak. « Read the rest of this entry »

Lombok Pecas Ndahe

Juni 8, 2015 § 35 Komentar

Ke Lombok lagi. Ini yang kedua kali. Kunjungan saya pertama Desember 2009. Hampir enam tahun yang lalu. Meski sama lokasi, kali ini beda tujuan dan teman perjalanan.

gili1

Pada kunjungan pertama dulu, saya dan beberapa blogger (Fany, Ollie, Pitra) diundang Acer Indonesia untuk mengikuti workshop tentang teknologi.

Pada kunjungan kali kedua ini, Mbak Dewi Shintawati, Regional Public Relations Manager – Bali & Lombok, Archipelago International, mengundang saya dan teman-teman blogger, yaitu Ainun Chomsun, Alle, Burhan Abe, Dimas Novriandi, Muhamad Imam, dan Ivan Loviano untuk jalan-jalan ke Lombok. « Read the rest of this entry »

Barca Pecas Ndahe

Mei 7, 2015 § 47 Komentar

Barcelona tumbangkan Bayern Munich dengan skor 3-0 di leg pertama semifinal Liga Champions di Camp Nou, Kamis (07/05). Dan Lionel Messi lagi-lagi menjadi pahlawan klub saat meraih kemenangan itu.

P1040695

Kemenangan yang ditorehkan Messi dan kawan-kawan mengingatkan saya pada perjalanan ke markas mereka di jantung kota Barcelona, Februari 2014.

Camp Nou. Inilah markas legendaris klub sepakbola Barcelona. « Read the rest of this entry »

Taman Burung Pecas Ndahe

April 28, 2015 § 36 Komentar

Pesiar ke Kuala Lumpur tanpa mampir ke Taman Burung ibarat makan pecel ayam tanpa sambal. Karena itulah, ketika akhir Maret lalu ke ibu kota Malaysia itu, saya sempatkan mampir ke sana.

Nah, karena saya hanya mampir sebentar dan tak banyak yang bisa diceritakan, sampean mending nonton videonya saja ya.

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Sampean pernah pesiar ke taman burung mana saja?

Kafe Pecas Ndahe

April 22, 2015 § 56 Komentar

Instagram bagaikan ruang pamer raksasa. Para pemilik akun ramai-ramai mengunggah aneka foto, termasuk foto makanan dan interior kafe. Peluang pemasaran baru?

Saya mendapatkan pemahaman itu setelah membaca tulisan di blog Truly Jogja. Dalam tulisan itu digambarkan bahwa ritual konsumen, khususnya anak muda, saat jajan di sebuah tempat makan telah berubah.

“Mau pakai stroberi gak?”

“Aku gak doyan stroberi, tapi bagus kalo difoto.

Yaudah pakai deh, nanti buat kamu ya?”

Begitulah cuplikan percakapan sepasang anak muda di sebuah kedai es campur, seperti dikutip oleh penulis, Nurlina Maharani, untuk menggambarkan perubahan ritual di rumah makan. « Read the rest of this entry »

F1 Pecas Ndahe

April 7, 2015 § 37 Komentar

Bagaimana rasanya menonton langsung jet-jet darat berpacu di sirkuit Sepang? Apa yang tak kita lihat di televisi saat balapan berlangsung?

Setelah menerima email kejutan yang menyenangkan itu, akhirnya saya berangkat ke Malaysia pada 27 Maret lalu. Dengan benak dipenuhi rasa penasaran dan ketaksabaran, penerbangan dua jam dari Jakarta ke Kuala Lumpur terasa lebih singkat.

GP, F1, Sepang, Ferrari, 2015

GP F1 Sepang, March 30, 2015.

Di bandara KL2 yang baru, sesuai janji sebelumnya, Sohrab Parsa dari Exness Ltd. yang mengundang saya, sudah menunggu di pintu kedatangan. “Welcome to KL,” katanya sambil mengulurkan tangan dengan akrab. « Read the rest of this entry »

Undangan Pecas Ndahe

April 4, 2015 § 31 Komentar

Hidup penuh tikungan mengejutkan. Kejutan itu kadang datang tanpa permisi dan tak disangka-sangka. Saya mendapatkannya lewat kotak surat elektronik sebulan yang lalu.

Di dalam kotak itu saya menemukan surat dari seseorang bernama Yulia Tretyakova. Dari namanya, saya duga ia orang Rusia.

Ternyata benar. Dalam surat itu, Yulia memperkenalkan diri sebagai karyawan Exness Ltd, pialang valas dari Rusia yang kantor pusatnya ada di Siprus. Di Indonesia, situs perusahaan ini bisa dibuka di Exness Indonesia. Untuk mengetahui informasi lebih detail tentang Exness, silakan cari dengan Google. « Read the rest of this entry »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.644 pengikut lainnya.