Teror Pecas Ndahe

Mei 16, 2013 § 22 Komentar

“Tak ada kelompok ras atau etnik di Indonesia yang, betapapun kencangnya melakukan agitasi, dapat mengobarkan kekerasan sistematik dengan 1.198 orang tewas (27 di antaranya ditembak), 150 wanita diperkosa, 40 supermarket dan 4.000 toko dibakar, dan ribuan motor, mobil, dan rumah dilalap api di 27 area ibukota hanya dalam tempo 50 jam.”

Tulisan Ariel Heryanto itu saya kutip dari sini. Dan setiap kali membacanya, saya terkenang pada salah satu lembaran paling hitam dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998.

Saya sepakat dengan Ariel yang menulis:

Siapa pun yang mengenal Indonesia sadar betul bahwa tidak ada kelompok sosial di luar kekuatan negara yang mampu untuk menggelar kerusuhan secara dahsyat dan efektif seperti terjadi di Jakarta dan Surakarta beberapa waktu lalu.

Tidak PAM Swakarsa. Tidak juga FPI. « Read the rest of this entry »

ePay Pecas Ndahe

April 15, 2013 § 45 Komentar

Pernah belanja online? Bayarnya pakai apa? Transfer antarrekening? Kartu kredit? Tunai saat penyerahan barang (cash on delivery)?

Saya baru tahu, pekan lalu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkenalkan sistem pembayaran online yang disebut e-Pay. Acara perkenalan sistem ini dilakukan di kawasan Senayan, Jakarta. Saya kebetulan juga datang ke acara tersebut.

Sewaktu di acara peluncuran itu, saya diberitahu bahwa E-Pay BRI merupakan salah satu sarana belanja online yang praktis dan aman. Disebut praktis karena pengguna Internet banking BRI otomatis memiliki layanan yang sangat lengkap, mulai dari transaksi keuangan sampai e-Commerce.

Selain itu, e-Pay BRI merupakan one stop payment solution yang mudah digunakan. Maksudnya, nasabah yang juga pengguna internet banking BRI otomatis mendapat aneka layanan mulai dari transaksi keuangan hingga pembayaran e-commerce. « Read the rest of this entry »

Wat Pho Pecas Ndahe

April 15, 2013 § 16 Komentar

Pada sebuah siang yang lengas di awal Januari 2013, saya melancong ke Bangkok. Salah satu obyek wisata yang saya datangi adalah Kuil Buddha Tidur.

Silakan tonton video pendek tentang tempat yang pernah dikunjungi oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama ini.

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean ingin datang ke kuil ini?

Wat Pho Pecas Ndahe

Februari 18, 2013 § 73 Komentar

Di jantung Kota Bangkok yang sibuk dan riuh, ia rebahan dengan kaki selonjor. Raungan kendaraan bermotor dan deru tuk-tuk seolah tak mengganggu posisinya yang santai. Siapakah dia?

Buddha | Wajah Buddha sedang rebahan

Buddha | Wajah Buddha sedang rebahan

Orang menyebutnya sebagai patung Buddha Tidur atau Reclining Buddha. Berada di dalam kompleks Kuil Wat Pho yang asri, patung ini merupakan salah satu daya tarik wisata Bangkok yang wajib dikunjungi. « Read the rest of this entry »

Tuk-tuk Pecas Ndahe

Februari 13, 2013 § 41 Komentar

Jakarta punya bajaj, Bangkok punya tuk-tuk. Kendaraan roda tiga ini wara-wiri di tengah kota, mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lain.

tuk-tuk bangkok

Tuk-tuk atau “sam lor” dalam bahasa Thai, artinya tiga roda, merupakan kendaraan sehari-hari warga Bangkok, selain taksi, bus kota, dan MRT. Di pagi dan sore hari, tuk-tuk meliuk gesit membelah kemacetan. « Read the rest of this entry »

Chatuchak Pecas Ndahe

Februari 1, 2013 § 29 Komentar

Apa yang dicari orang Indonesia di Thailand? Seorang teman secara berkelakar menyebut 3B: Bangkok, Belanja, Bencong. Saya tersenyum kecut ketika mendengar jawaban itu.

Patung kuda di kios seni, Pasar Chatuchak.

Patung kuda di kios seni, Pasar Chatuchak.

Teman saya itu mungkin benar. Mayoritas orang Indonesia yang berlibur ke Thailand memang ke Bangkok untuk berbelanja. Sebagian lagi hendak menonton pertunjukan kabaret waria yang tersohor itu, Alcazar Show, di Pantai Pattaya.

Salah satu sorga belanja di Bangkok adalah pasar akhir pekan Chatuchak di Jalan Phahonyothin. « Read the rest of this entry »

Lilin Pecas Ndahe

Januari 28, 2013 § 45 Komentar

Bagaimana cara membuat patung lilin seperti di Museum Madame Tussauds? Saat mampir ke museum cabang Bangkok tempo hari, saya memperoleh sedikit gambaran mengenai pembuatan patung lilin. Tentu saja bukan dalam bentuk patung utuh, melainkan hanya sebagian bagian tubuh saja.

foto-a

Museum itu menyediakan layanan membuat cetakan tangan dari lilin. Jasa ini tersedia di ruangan paling ujung. Ongkosnya cukup murah, 150 Baht atau sekitar Rp 48 ribu (satu tangan) dan 200 Baht (dua tangan). Sedangkan proses pembuatannya membutuhkan waktu hanya sekitar 20 menit. « Read the rest of this entry »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 822 pengikut lainnya.