2015 in review

Desember 31, 2015 § 14 Komentar

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 89.000 kali di 2015. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 4 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Lari Pecas Ndahe

Desember 21, 2015 § 27 Komentar

Sebuah situs komunitas hobi lari, marilari.com, mengumumkan rencana penutupan situs tersebut. Dalam pernyataan yang dimuat di situs pada 20 Desember 2015, pengelolanya menulis:

“Karena beberapa alasan serta tekanan dari beberapa pihak tertentu, kami dengan sangat menyesal memutuskan untuk tidak melanjutkan operasional dan pemeliharaan situs MariLari.com. Proses penghentian akan dimulai per 1 Januari 2016.”

Pengumuman tersebut sontak membuat banyak orang, terutama mereka yang mengenal situs tersebut dan para anggota komunitas lari, bertanya-tanya. Ada apakah gerangan?  « Read the rest of this entry »

Anak Pecas Ndahe

November 9, 2015 § 32 Komentar

Bertanyalah pada 100 orang tua cara mengasuh anak. Saya berani bertaruh, sampeyan akan mendapatkan 100 jawaban berbeda-beda.

Ilustrasi parenting. Foto: Pixabay.com

Ilustrasi parenting. Foto: Pixabay.com

Begitu juga seandainya sampeyan meminta nasihat tentang apa saja yang harus disiapkan untuk menyambut kedatangan si kecil. Terutama jika sampeyan adalah calon orang tua yang tengah menantikan kelahiran anak pertama. Niscaya sampeyan akan memperoleh jawaban yang beragam dan membingungkan. « Read the rest of this entry »

Surga Pecas Ndahe

Oktober 21, 2015 § 32 Komentar

Seorang kawan mengirimkan tulisan ini ke grup WA yang saya ikuti. Sebuah tulisan yang menyentuh menurut saya. Dan membuat saya merenung dalam-dalam.

ibu, anak, mother

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Saya kira tulisan ini juga telah beredar dari satu grup ke grup lain. Saya minta maaf jika di antara sampeyan semua, ada yang sudah pernah membacanya. Saya bagikan lagi di sini karena saya ingin agar sampeyan yang belum pernah membacanya bisa beroleh manfaat. « Read the rest of this entry »

Suami Pecas Ndahe

Oktober 16, 2015 § 22 Komentar

Seperti apakah sosok suami idaman? Banyak perempuan mengangankannya, tapi banyak yang kemudian hanya mendapatkan rasa kecewa.

Ada begitu banyak kisah tentang suami yang menyia-nyiakan istrinya, mengabaikannya, meninggalkannya begitu saja, atau bahkan ada yang tega menganiaya ibu dari anak-anaknya.

Oleh sebab itu, saya seperti tersengat setelah membaca kisah tentang suami-istri yang diterbitkan di Beritagar.id ini.

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Alkisah ada seorang istri yang hendak memberi kejutan pada suaminya. Kejutan itu berupa koleksi foto seksi dirinya. « Read the rest of this entry »

Kenangan Pecas Ndahe

September 30, 2015 § 36 Komentar

Bagaimana kita seharusnya merekam pengalaman? Di dalam hati, telepon, laptop, album foto, atau apa? Perlukah sebenarnya kita menyimpan kenangan?

Foto ilustrasi merawat kenangan: Pixabay.com

Foto ilustrasi merawat kenangan: Pixabay.com

Pertanyaan itu menari-nari di kepala saya, menggelitik rasa penasaran, setelah membaca status Path sahabat saya, Tikabanget. Di akun Path-nya, Tika menulis begini …. « Read the rest of this entry »

Brikpiknik Pecas Ndahe

September 28, 2015 § 13 Komentar

Apa masalah terbesar kita? Pendidikan? Kesehatan? Kemiskinan? Korupsi? Pangan? Sandang?

Kalau kita ajukan pertanyaan itu pada seratus orang, kemungkinan besar kita akan mendapatkan seratus jawaban yang berbeda-beda. Tapi menurut Dale Carnegie, masalah terbesar yang mungkin kita hadapi adalah berurusan dengan orang lain.

Boleh saja kita berpendapat bahwa masalah terbesar di Indonesia itu, antara lain korupsi, kesehatan, atau pendidikan. Tapi untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita harus berurusan dengan orang lain: Menangkap koruptor, mendidik orang tentang pentingnya pencegahan penyakit, atau mencetak guru.

Foto ilustrasi: Pixabay.com

Foto ilustrasi pesan oleh Pixabay.com

Berurusan dengan orang lain membutuhkan komunikasi. Ketepatan komunikasi di era sekarang jauh lebih penting dibanding dulu karena kita hidup di masa yang rentan. Ketika pesan yang ambigu atau salah dimengerti bisa menimbulkan bencana.

Risiko yang ditimbulkan pada zaman ini lebih besar karena pilihan media yang begitu banyak. Banyaknya ragam media membuat aktivitas menarik perhatian begitu sulit. Setiap patah kata, setiap isyarat nonverbal, setiap tatapan mata yang hening di zaman sekarang mesti dipelajari dengan saksama, tak seperti sebelumnya. « Read the rest of this entry »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.707 pengikut lainnya