Bogor Pecas Ndahe

November 18th, 2006 § 4 Komentar

Ini namanya pecas ndahe tenan. Pagi ini saya baca di koran-koran yang mengabarkan bahwa pada Minggu dan Senin nanti, Bogor akan terkurung dan Jakarta siaga satu. Soalnya, Mister George Waduh Nggedabrush mau datang dan tak boleh lecet barang sesenti pun. Apalagi mencret karena disantet.

Bayangkan. Semua kekuatan dan perlengkapan kepolisian akan bersiaga mengamankan kedua kota itu. Semua sudut diawasi. Di Jakarta, misalnya, polisi akan menjaga tiga titik: Istana Kepresidenan, Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan bundaran Hotel Indonesia. Di setiap titik itu, 500 anggota polisi akan berjaga-jaga. Mereka disiapkan menghadapi pengunjuk rasa berkekuatan 200-500 orang. Jika kewalahan, polisi akan meminta bantuan tentara.

Selama dua hari, polisi akan membuka-tutup jalan protokol: Jalan Thamrin, Jenderal Sudirman, dan jalan-jalan di silang Monumen Nasional. Restoran berbau Amerika, seperti McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, dan A&W, pun akan dijaga ketat. Pendek kata, semut pun ndak akan lolos dari intaian aparat.

Di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Komando Daerah Militer Jakarta Raya mengerahkan lima satuan setingkat kompi atau 500 personel. Di Bogor, sekitar seribu orang bala bantuan polisi dari Polda Jawa Barat tiba kemarin. Belasan truk pengangkut pasukan dari Brigade Mobil Polres Garut tiba pada pukul 13.00. Mereka akan menjadi bagian dari sekitar 11 ribu orang polisi dan tentara yang mengamankan kunjungan Bush.

Senin lusa, selama 16 jam jantung Kota Bogor diperkirakan bakal lumpuh. Dalam radius sekitar satu kilometer dari Istana Bogor–wilayah ring dua pengamanan–sekitar seratus ribu warga bakal terkurung di rumahnya. Sebab, mulai pukul 06.00 sampai pukul 22.00, barikade dan pagar betis aparat akan menutup semua gang kampung menuju jalan utama. Yang mau inguk-inguk pun bisa digebuk.

Apa ndak gendeng itu? Terus bagaimana itu nasib orang-orang Bogor ya? Apa ya selama seharian mereka bakal ngadem di rumah saja? Jangan-jangan mereka malah menyerbu Istana Bogor cuma untuk nonton turis gendeng yang sudah membuat mereka sengsara itu dan membuktikan apakah dia benar-benar mencret selama sejam karena disantet Ki Gendeng Pamungkas?

Ayo taruhan, apa benar Mister Nggedabrush itu bakal mencret ….

§ 4 Responses to Bogor Pecas Ndahe

  • kangtutur mengatakan:

    Pertamax….
    Ini posting Pertamax di blog ini, Ndoro?
    *komen-komen kok dihapus?*

  • ruanghatiberbagi mengatakan:

    Keduax ***

    Pengen tau postingan pertama ndoro, eh ini toh simak dulu dah

  • Tio Alexanderâ„¢ mengatakan:

    Hmmm… postingan PERTAMAX ttng Mr. Jorok Water Bus…

    BTW, ketigaX!!

  • Kampung Perawan mengatakan:

    Menilik postingan ndoro kala kali pertama.. Postingan pertama aja udah oke yach.. di tanggal 18 Nov 2006 gini mah aku malah belum bisa hidupin & matiin komputer.he2.. Salut!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bogor Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.