Mourinho Pecas Ndahe
Nopember 28, 2006Malam itu, setelah Chelsea bermain imbang 1-1 ketika bertemu Manchester United, suasana murung terlihat di ruang ganti. Seseorang berbisik, pelatih Chelsea, Jose Mourinho, sedang tak enak hati. Ada apa gerangan?
“Frustrasi terbesarku dalam sepak bola bukan saat aku kalah, tapi ketika kalian tak melakukan sesuatu untuk menang,” kata Mourinho dengan masgul.
Drogba, Ballack, Lampard, dan Cole, membisu dalam kelu seperti menelan biji duku. Sebab, siapa berani menentang pria elegan dari Portugal, arsitek ulung berwajah murung itu?
Pertandingan memang usai sudah, tapi perjalanan masih jauh. Kompetisi Liga Inggris belum setengah jalan. Mengapa Mourinho merasa dunia sudah kiamat? (more…)









