Pada suatu malam di sebuah ruang keluarga. Seorang lelaki menatap televisi.
Dia memegang remote control dan sebentar-sebentar menggonta-ganti saluran. Film, sinetron, film kartun, siaran berita, pertandingan basket, balik film lagi … begitu seterusnya.
Sang istri — yang duduk di sebelahnya — terganggu. Acaranya nonton tayangan sinetron favorit jadi berantakan. Maka, ngamuklah sang istri.
Istri: Ngapain sih Mas, kamu gonti-ganti saluran melulu dari tadi? Mbok ya nonton sinetron atau film itu saja, ndak usah pindah-pindah ah. Sebenernya kamu mau nonton apa sih?
Suami : Ndak nonton apa-apa?
Istri : Lah ndak mau nonton kok megang remote, terus mindah-mindah saluran. Maunya apa sih?
Suami : Ndak mau apa-apa.
Istri : Ndak mau apa-apa? Piye sih? Ah, ra ngerti aku …
Sampean sendiri, suami, pacar, atau teman pria sampean mungkin pernah mengalami kejadian seperti itu. Paling tidak sampean tentu sering mendengar cerita tentang kelakuan para lelaki yang aneh itu kan, Ki Sanak.
Mengapa para pria sering terlihat menggonta-ganti saluran TV tanpa jelas juntrungannya?
Orang-orang pinter itu katanya pernah bikin penelitian. Hasilnya, menurut mereka, menunjukkan bahwa Mars dan Venus memang berbeda ketika sedang mendapat tekanan atau masalah.
Wanita yang tertekan butuh bicara. Pria memilih diam.
Di bawah tekanan atau desakan, fungsi otak wanita untuk bicara secara otomatis aktif. Kemudian dia mulai bicara — dan sering kali tanpa henti. Karena itu jangan heran, Ki Sanak, kita sering menemukan wong wedok yang bicara merepet, ngoceh tanpa henti. Itu tandanya dia sedang banyak masalah.
Dengan bicara, wanita memang belum tentu mendapatkan jalan keluar untuk masalahnya. Tapi, mereka lega dan nyaman karena sudah nggedabrus.
Bagi wanita, berbagi masalah dengan teman-temannya merupakan sebuah tanda kepercayaan dan persahabatan.
Tips buat para lelaki yang bertemu perempuan seperti itu [yang sedang bermasalah]:
Jangan tawarkan solusi atau mengabaikan perasaannya, tapi tunjukkan bahwa sampean menyimaknya.
Terus kenapa pria suka mengganti saluran TV?
Ketika sedang tertekan, sedih, banyak masalah, lelaki akan cenderung menutup diri dan berhenti bicara. Karena itu wahai para ibu, jangan curigai suami sampean yang tiba-tiba diam saja begitu sampai di rumah. Mereka belum tentu sedang memikirkan pacar baru atau selingkuhan di kantor. Siapa tahu mereka justru sedang memikirkan bagaimana meningkatkan target penjualan dengan budjet pas-pasan seperti yang barusan diperintahkan oleh bosnya di kantor. Halah.
Mengapa para pria yang sedang menghadapi tekanan atau masalah biasanya berhenti bicara? Ia menggunakan otak kanannya untuk mencoba mengatasi masalah atau menemukan jalan keluar.
Pada saat itulah lelaki berhenti menggunakan otak kiri yang berfungsi untuk menyimak dan berbicara. Otaknya hanya mampu melakukan “satu hal dalam satu waktu.” Ia tak bisa menyelesaikan masalah sambil menyimak atau menonton TV. Nah!
Jadi jangan heran bila ibu-ibu melihat para suami cuma duduk di depan TV dan menggonta-ganti saluran. Ia sebenarnya ndak sedang nonton dan menyimak acara yang dilihatnya. Kalau ndak percaya, tanya deh, misalnya berapa skor pertandingan sepak bola yang ditontonnya atau siapa yang baru saja mencetak gol. Kemungkinan besar dia ndak tahu.
Saya tahu, para istri seperti ibune bedes-bedes di rumah itu memang jadi sebel jika melihat para suami — seperti saya dan sampean — tiba-tiba diam membisu. Tapi, ya bagaimana lagi, lelaki itu sudah dari “sono”-nya memang begitu.
Harap maklum, ya …

Maret 21, 2007 pukul 7:38 am
saya ndak punya tivi maupun istri, ndoro. njur piye kuwi?
Maret 21, 2007 pukul 8:16 am
namanya juga laki2, masih mending gonta ganti saluran, nggak gonta ganti istri.
Maret 21, 2007 pukul 8:48 am
bicara pria stress, saya ada nulis nih ndoro…
lihat
Maret 21, 2007 pukul 8:56 am
halah… remotenya dah dirusakin.
tapi hobi gonta-ganti channel, sambil tiduran pake jempol kaki kanan.
Maret 21, 2007 pukul 9:11 am
akhirnya saya tahu jawaban tentang saya selaman ini
nuwun ndoro
Maret 21, 2007 pukul 9:44 am
daripada nonton TV, lebih baik nonton dvd saja. nggak ada iklan, bisa dimajumundurin. atau kalo punya uang ya langganan astro sajah…
Maret 21, 2007 pukul 10:45 am
pengalaman pribadi, ya
jadi, kalo aku bebas dong, wong belum punya istri hehehe
Maret 21, 2007 pukul 11:28 am
tp kalo lagi ngga punya duit kenapa laki laki kok cenderung misuh misuh bojone ndoro?
Maret 21, 2007 pukul 11:38 am
weiss remote di buak ae!! kembali ka’ jaman dulu kala, cape’ ndiri kan kalo mo ganti2 chanel
Maret 21, 2007 pukul 12:12 pm
dan akhirnya sayapun tau kenapa bojoku sering banget gonta ganti channel ndak jelas dan bikin saya agak mumet bin gak seneng..
tengkayu kang…
Maret 21, 2007 pukul 12:50 pm
diem?? gonta ganti channel?? gitu yah..baguslah drpd dua2nya rewel
Maret 21, 2007 pukul 12:55 pm
hemmm….
kok masih ada sangkutannya dengan topik “Kesasar” kemarin ya ndoro.
Hohohohoho…
Rupanya minggu ini adalah hari-hari tekanan buat njenengan ya, ndoro?
Pesen saya, jaga konsentrasi kalo berangakt atau pulang kantor ndoro. Nanti kesasar ke bonbin lagi. Kan repot. Masa nge-blog dari bonbin??
*uhuehuehuehue… kaburrrr*
Maret 21, 2007 pukul 1:52 pm
betul sekali
Maret 21, 2007 pukul 2:12 pm
kok ndoro akhir2 ini posting soal mars-venus terus yak? maksudnya bukan nyindir mars-venus yang punya blog itu kan?
Maret 21, 2007 pukul 2:37 pm
TRus kalo keduanya sama-sama bermasalah gimana jadinya ya…
Maret 21, 2007 pukul 3:37 pm
Kayaknya kalo gak rebutan remote gak seru ndoro, ibaratnya itu adalah perwujudan dari semangat berkompetisi di segala suasana, hehehe
Maret 21, 2007 pukul 5:49 pm
penghuni Mars ini memang sulit dipahami, ucap penduduk Venus
hihihihi
Maret 21, 2007 pukul 7:20 pm
saya justru lebih banyak diem kalo lagi ada masalah. gak mau ngomong sama siapa-siapa, gak mau chatting sama njenengan, gak mau nulis. pokoknya diem.
saya venus atau mars? bingung to? sama
Maret 22, 2007 pukul 3:00 pm
trim atas pencerahannya ndoro, jadi selama ini saya ndomblong sambil ganti2 chanel karena sedang mikir to?
Maret 23, 2007 pukul 11:53 am
Hmm.. aku kok belum pernah ya stress sambil gonta-ganti saluran TV ? Aku memang jarang sih stress sambil nonton TV.
Maret 23, 2007 pukul 6:07 pm
mesti ini abis diomelin nyonya.
trus curhat di blog..
Maret 25, 2007 pukul 12:59 pm
gak punya tipi