Indonesia Pecas Ndahe
Maret 17, 2007 § 13 Komentar
Saya kehilangan Indonesia. Rasanya baru kemarin saya taruh di sela-sela halaman buku pelajaran sejarah KEBANGSAAN. Tapi, hari ini tak saya temukan lagi bekasnya.
Saya kehilangan Indonesia. Sepertinya kemarin saya masih melihatnya ada di laci kiri, persis di bawah laci HATI NURANI. Tadi ketika saya tengok lagi, eh sudah tak ada.
Saya kehilangan Indonesia. Saya ingat betul pernah menyimpannya di dalam lemari pakaian supaya tak digigit TIKUS dan dijamah ULAR BELUDAK. Kenapa tiada lagi bekasnya di antara gantungan-gantungan baju WARNA-WARNI itu?
Saya kehilangan Indonesia. Saya sudah bongkar tumpukan KEJUJURAN, KERAMAHAN, KEDERMAWANAN, tapi tetap tak ada jejaknya.
Saya kehilangan Indonesia. Padahal waktu itu saya masih sempat menikmati HUTAN, SUNGAI, UDARA, dan GUNUNG, yang melindunginya. Sekarang saya tak tahu ke mana perginya.
Adakah di antara sampean yang tahu di manakah gerangan Indonesia? Apakah kira-kira kita masih bisa membelinya lagi di kios sebelah? Tunai boleh, kredit pun mau.
Selamat hari Sabtu, Ki Sanak. Selamat mencari Indonesia yang doeloe …
Brigadir Pecas Ndahe
Maret 16, 2007 § 25 Komentar
Seandainya sampean seorang polisi provost berpangkat brigadir satu yang bertugas di ibu kota provinsi. Bujangan. Punya pacar tiga. Setoran tiap hari lancar. Yah, ada sih kalau cuma seratus dua ratus ribu perak setiap hari dari kiri dan kanan.
Lalu tiba-tiba sampean mendapat surat mutasi ke kota kecil, jadi petugas jaga gardu monyet. Tanpa setoran, tanpa sogokan. Pacar berat di ongkos.
Bagaimana reaksi sampean? « Read the rest of this entry »
Adnan Pecas Ndahe
Maret 15, 2007 § 63 Komentar
“Semua blogger penipu … mayoritas di antara mereka adalah perempuan yang mengganggur.”
Terus terang saya agak telat mengetahui kabar penting ini. Saya mengetahuinya secara kebetulan setelah singgah dan membaca posting seorang blogger Malaysia, JerryWho.
Posting yang sama juga saya temukan di bilik digital milik Michael Yip dan M. Shamsaiman. Wah, tampaknya ada gegeran di negeri jiran.
Kenapa? Dalam postingnya itu, tersebutlah berita bahwa Menteri Pariwisata Malaysia Tunku Adnan yang telah menyebut semua blogger itu penipu, dan 80 persen di antaranya adalah perempuan yang tak bekerja alias penganggur.
Hahaha … Dia tak tahu, blogger di Indonesia bukan hanya tukang tipu, tapi juga tukang ndobos, suka iseng, jahil, njelehi, gombal, wagu, ramutu, nggedabrus, payah, pokoknya ngeselin dah. « Read the rest of this entry »



