Kumis Pecas Ndahe

Mei 9th, 2007 § 14 Komentar

Percaya atau tidak, ternyata tak ada polisi lalu lintas berkumis di Jakarta.

Kedengarannya memang aneh bin ajaib dan rada-rada kurang meyakinkan. Tapi saya pun baru tahu setelah iRadio tadi pagi mewawancarai dua orang Polwan.

Menurut mbak polisi itu, Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya memang punya aturan yang melarang polisi lalu lintas di jalan memelihara kumis. Aturan itu diteken oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan sudah berlaku kira-kira setahun. Halah!

Kalau ada polisi yang nekat pakai kumis? Kata Mbak Polwan ada sanksinya: push up atau potong gaji. Serius?

Iya. Aturan itu dibuat, kata Mbak Polwan, demi memperbaiki citra polisi lalu lintas yang selama ini kurang baik, menakutkan, dan tak ramah. Polisi ingin mengubah citra itu menjadi lebih bersahabat dengan masyarakat.

Nah, katanya, kumis itu dianggap sebagai lambang yang tak bersahabat. Kesannya menakutkan gitu. Karena itu, Pak Komandan Polisi lalu bikin aturan tentang larangan polisi berkumis.

Sayang, Mbak Polwan itu ndak kasih penjelasan apakah larangan itu hanya berlaku untuk petugas laki-laki atau termasuk yang perempuan. Soalnya kan ada juga perempuan yang berkumis? :D

Ah, sampean pasti masih belum percaya ya?

Baiklah, kalau sampean belum percaya juga, mulai besok silakan perhatikan setiap polisi yang sampean temui di jalanan. Cek saja apakah ada yang berkumis. Kalau sampean menemukan satu saja, silakan laporkan ke komandannya. :D

§ 14 Responses to Kumis Pecas Ndahe

  • Herman Saksono mengatakan:

    Baiknya sekarang polisi Jkt diwajibkan memiliki six pack, soalnya polisi2 di jakarta itu gendut2 nggak lincah. Tidak seperti polisi Jogja.

    pulisi jogja kurus karena setorannya kecil sih :D

  • -tikabanget- mengatakan:

    wakakakakkk…!!!
    mo pake kumis, mo pake sarung, mo pake apa kek..
    tetep aja galak..

    nyokot dong :D

  • Herman Saksono mengatakan:

    “Apapun facial-hair-nya, dalemnya tetap galak” gitu tik?

    iki saru ya?

  • Hedi mengatakan:

    ooo peraturan tho, untung aku ga dadi polisi hehehe

    iyo, untung kon gak dadi polisi, hed :D

  • mbahatemo mengatakan:

    kalo kumisnya kayak jojon gimana? masih dibilang galak ndak ya?

    galak sih enggak, cuma wagu :P

  • peyek mengatakan:

    saya bagian yang ngecek polwan ndoro!

    wow, maunya sing ayu-ayu wae .. :D

  • Anang mengatakan:

    wah kalo gitu obat penumbuh kumis bakalan larisss

    firdaus oil? lah nanti kumisnya malah tumbuh di ujung jari :D

  • itonk mengatakan:

    pakai kumis model tukul aja ndoro, yang ditilang malah ngakak…..

  • galih mengatakan:

    Halah, mau pakai kumis atau nggak pakai kumis kalau sukanya masih seneng mencegat pengendara motor dan mencari-cari kesalahan, citra pulisi tetap aja jelek begitu.

  • boladewa mengatakan:

    kacian dech istrinya pak-pak polisi itu… gak bisa digeli-geli pake kumis pak pol donk…

  • Goio mengatakan:

    Mungkin ini efek dari ‘citra buruk kumis pak Polisi’ di iklan A-M*ld??…

  • mei mengatakan:

    kumis bikin geli yang lihatnya!!

    geli-geli enak kan ;)

  • mathematicse mengatakan:

    Kumis bukan ukuran yang bikin para pengguna takut pada polisi. Tapi, itunya tuh… yang bikin takut, lagi2 UUD.

  • PUPA mengatakan:

    sebelum peraturan police g boleh berkumis, kelompok PPSM (persatuan penjual sate madura)berunjuk rasa di gedung kapolri, tuntutan mereka agar police ga usah berkumis, napa….?dagangan saya ga laris pak Ndan…yang beli takut kena tilang katanya….kok bisa…?lha yg dijalan bagian nilang polisinya berkumis kabeh kayak kita….heee garing ya…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kumis Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.