Rumah idaman, rumah impian. Home sweet home. Halah. Sekarang bagaimana kita mau menyebut rumah-rumah seperti foto di bawah ini sebagai tempat idaman, lokasi impian?
Boro-boro mimpi, mau tidur saja pasti susah dan sering terganggu. Para penghuni perumahan ini mungkin sudah dari dulu ingin menyingkir jauh-jauh — daripada celaka karena keserempet kendaraan yang lewat di depannya.
Maklum saja, kendaraan itu gede dan puaaaanjaaang seperti ini… ![]()

Tapi mungkin saja ada berkah tersembunyi buat warga perumahan berkonsep train view itu ya?
Misalnya, para penghuni Kompleks Rel Besi Indah itu sewaktu-waktu bisa mencegat kereta api kapan saja, lalu nyengklak atau nggandul gerbong kalau mau pergi ke suatu tempat.
Ada kemungkinan lain. Si masinis mungkin mau menyediakan jasa antarjemput langsung di depan pintu rumah. Apa ndak enak itu? Jarang ada lo servis gratis seperti ini.
Tapi, anak-anak mesti dilarang bermain sembarangan atau lari-larian di halaman. Biar ndak kesamber kereta. Jemuran juga ndak boleh ditaruh di depan supaya ndak terbawa kabur rangkaian gerbong yang lewat.
Apa sampean ya mau tinggal di perumahan yang tiap hari dilewati sepur seperti itu, Ki Sanak? Pecas ndahe tenan, ya?
[terima kasih untuk Puji yang mengirimkan foto-foto yang beredar dari milis ke milis itu]



Mei 25, 2007 pukul 3:46 am
wah dimana itu ndoro? asli saya gak tahu
Mei 25, 2007 pukul 5:33 am
loh, itu kok kayaknya kampungnya asri tenan. itu beneran ada ya?
Mei 25, 2007 pukul 8:09 am
kalo warga lagi punya gawe, jalur kereta dialihkan kemana ndoro?
Mei 25, 2007 pukul 9:03 am
jadi inget di rumah ku sby dolo jaman kecil ku masi ada kereta tebu di dpn rumah tp lama lama diprotes warga karna mengganggu anak2 bermain ..
tp keren juga ya .. kalo seandaina itu benaran ada
tak usah beli kendaraan .. :p
yang jadi pertanyaan itu dimana to ndoro??
*penasaran mode on*
Mei 25, 2007 pukul 9:22 am
ndoro, ada nggak ya pembaca yang tahu kira-kira lokasi perumahan yang mempunyai “fasilitas” rel kereta apai ini ada di mana, ya?
Mei 25, 2007 pukul 9:31 am
aku juga dapet gambar itu dari milis…wah..itu kreto cuma ndas2ane thok..
Mei 25, 2007 pukul 10:37 am
rapat belakang!!
Mei 25, 2007 pukul 10:41 am
saya juga dapat=), semurah apapun rumah itu, aku ndak mau…puyeng karo bunyi peluit..hihi(arep2 ngopo2 keganggu)
Mei 25, 2007 pukul 11:49 am
kayaknya kereta Argo(bromo dkk) ya.. Aku sering naek, tapi ndak perhatiin luarnya (naeknya malem sih :P)
kalo beneran ada, wah sempit banget yak jalurnya..bahaya bgt.
Mei 25, 2007 pukul 11:53 am
“SPOOR REGENCY” wah kalau bener ada emang asyik… tur ngawur pengembangnya.
tapi kayaknya juga bukan sembarang perumahan.
sepertinya iu juga perumahane wong kereta api sendiri. kalau dilihat relnya ada yang pating plengkung, itu juga cuma bisa diliwati kereta pelan2. jadi perumahan itu ada disekitar fasilitas dimana kereta biasanya langsir atau deket bengkel kereta. kereta2 itu cuma liwat kalau mau dibawa masuk ke bengkel/langsir. Mirip yang ada di Jogja, di sekitar stapsiun lempuyangan.
Mei 25, 2007 pukul 12:58 pm
heh??? di mana ini, ndoro? serem amat…
Mei 25, 2007 pukul 1:22 pm
saya juga dapet ndoro..
dimana itu ya..? di solo-wonogiri kali ya..?
paklik isnogud komentar gak apa2 dhe..?
Mei 25, 2007 pukul 1:34 pm
iki neng ndi to ?
Mei 25, 2007 pukul 2:12 pm
gambar hasil rekayasa bukan?
Coba cek metadatanya
*summon roy suryo*
Mei 25, 2007 pukul 2:13 pm
Ndoro
FYI,
poto diatas itu dah melanglang buana dimana2 di milis2 dan forum2.
Poto itu pertama kali muncul di forum kereta api, komunitas para pemerhati dan pencinta kereta api di indonesia (keretapi@yahoogroups.com dan http://www.irps.or.id).
poto itu memang diambil salah satu aktivis IRPS, lokasinya ada di kampung di sebelah timur Balai Yasa Yogyakarta (bengkel pemeliharaan Kereta Api di sebelah timur stasiun Lempuyangan, Jokja).
lokasi kampung itu emang jadi jalur keluar masuk kereta dari dan ke Balai Yasa Jokja. Jadi kereta yang habis dinas ataupun yang perlu perawatan dibersihkan dan diperbaiki disitu.
Nama kampungnya saya lupa, silakan cek di milis kereta api. Kalau nggak salah jalur rel lewat kampung ini terpaksa digunakan setelah dibangunnya jalan layang yang ada disebelah timur stasiun Lempuyangan.
Yang pernah tinggal di Jokja pasti paham posisi stasiun, jalan layang dan Balai Yasa ini.
sekian dan terima kasih. ^_^
Mei 25, 2007 pukul 2:23 pm
komen-nya sekarang dimoderasi ya ndoro
saya sampai posting 3 kali dengan yang ini, hehehe
saya kira posting yang sebelumnya error, jadi saya posting lagi
sorry ngejang
Mei 25, 2007 pukul 5:10 pm
ini sebenarnya sudah basi, kakakaka…ga tau malu!
Mei 25, 2007 pukul 9:14 pm
weleh-weleh sepur masuk kampung…..
itu di Pengok ya.. maap kalo salah
salam
Mei 25, 2007 pukul 9:52 pm
Iyo benul, foto asli itu. Kalo perumahan di yogya yang muuuuepet sama rel KA ya cuma di sebelah selatan Pengok itu (sekitar Sapen). Tapi jalan KA itu cuman buat ngetes lokomitif aja. Iki loooo petane: http://www.wikimapia.org/#y=-7788395&x=110388479&z=17&l=0&m=a&v=2
Mei 25, 2007 pukul 11:43 pm
nun di pengok sana. pengok = mempeng olehe mbengok.
Mei 26, 2007 pukul 12:33 am
Jadi inget lagunya koor artis yang ada Ahmad Albar itu…
“…lebih baik disini…
rumah kita sendiri…
…
semua ada disini…”
(termasuk ndas sepur)
Mei 26, 2007 pukul 12:26 pm
Walahhh serem bangettt rumah kayak begitu, mana ada enaknya…
Mei 29, 2007 pukul 7:23 am
ih, seru ituhhh…!!
harusnya tempat kayak gitu dijadiin wisata ajah..
Juli 2, 2007 pukul 1:25 am
pemilik foto-foto tersebut adalah Fajar Arifianto dengan email bb30003@gmail.com ( bb30003 at gmail.com ). foto-foto tersebut di posting pertama kali oleh Fajar Arifianto (anggota IRPS wilayah Yogyakarta) ke milis keretapi@yahoogroups.com ( keretapi at yahoogroups.com )