Wadehel Pecas Ndahe
Tersebutlah sebuah taman. Di dalamnya tumbuh seribu kembang. Ada yang cantik dan menarik kumbang datang. Ada juga yang bahkan kupu-kupu pun enggan menghampiri.
Tak semua kembang di taman bermekaran. Sebagian bahkan mati sebelum kuncup. Ada kembang yang lekas mekar secepat ia layu. Ada yang butuh waktu lama untuk mekar tapi bertahan hingga detik ini.
Seribu kembang terus bermekaran setiap hari. Mati satu tumbuh seribu. Karena hidup jalan terus, dengan atau tanpa kembang. Semoga yang pergi sempat memberi arti …
*) A tribute to Teguh aka Wadehel, a blogger turns a legend.

Mei 29, 2007 pukul 1:44 am
diduga nanti akan muncul blog baru di wadehek.wordpress hueheuehe
Mei 29, 2007 pukul 2:34 am
meskipun wadehel telah mati, mudah-mudahan Teguh P muncul lagi. aku yakin dia yang tinggalnya di deket masjid, yang sangat tak suka asap rokok, yang vegan sejati , yang tampangnya mirip model iklan coca cola itu tak akan betah tak menulis.
atau jangan-jangan menulisnya sekarang hanya untuk tabloid yang akan diterbitkannya?
atau dia sudah menjadi businessman di pedalaman sumatera yang mengelola berhektar-hektar perkebunan karetnya?
atau dia hanya berhenti menulis sesaat karena sibuk menyiapkan pernikahannya?
apa pum semoga dia baik-baik saja
Mei 29, 2007 pukul 2:56 am
hooh Guh lagi bosen ama OOT di blognya, diskusi ga pernah berkembang padahal niatnya serius bener2 ingin ngajak mikir bareng… ntar dia pasti muncul lagi kok, dalam bentuk lain… aku jd mikir dunia blog ini bener2 maya ya…sak karep aja orang mau melenyapkn diri… tnggal mecas ndahe…
Mei 29, 2007 pukul 3:47 am
wadehel blum mati koq…
kemaren dia juga ngambek.. buktinya kembali lagi…
Mei 29, 2007 pukul 6:33 am
dunia oh dunia….
Mei 29, 2007 pukul 6:47 am
legend?
brarti bisa dibikin pilem nya sekarang?
Mei 29, 2007 pukul 6:58 am
Walau ikut merasa kehilangan, aku ngga sedih. Aku yakin dia ngga akan berhenti nulis begitu aja.
Pastinya ada alasan. Dan biar waktu saja yang menjawab.
Yuk, dukung blogger muda lain yang juga berani menulis
Mei 29, 2007 pukul 9:14 am
hahaha…bahkan seorang ndorokakung nulis tentang kematian wadehel. can u believe it? *wink*
Mei 29, 2007 pukul 9:38 am
heibat … ndoro kakung sampe begitu perhatian … keyennnnn
eh, coba dihek aja tuh blognya … meski wadehel asli sudah gak ada, ada penerusnya yg menyamar jd wadehel
*sekedar usulan gila*
Mei 29, 2007 pukul 11:14 am
Wheladalah, donya blog gonjang-ganjing tenan to iki?
@mbokdhe: ndobos, jarene minggat, kok tetep jedal jedul?
Mei 29, 2007 pukul 11:53 am
……..Selamat istirahat wadehel, sampai kapanpun kamu mau kembali lagi ke dunia blog ini, dengan atau tanpa nama wadehel tentu nya akan sangat membahagiakan………
Mei 29, 2007 pukul 12:10 pm
bedanya teguh sama 4uh4rto adalah: teguh tidak dikudeta oleh rakyat blogsosfer. dia justru matek ketika sedang tenar. 4uh4rto lengser gara-2 rakyat sudah bosen… hihii.. hidup wadehel… longlive wadehel…
Mei 29, 2007 pukul 12:25 pm
dia pasti kembali, gw yakin. hel…kalo lo baca ini, gw mo tanya: emang bakal betah kalo ga nulis?
gw ga enak tau, jadi single fighter…hahaha, maksud lo?
Mei 29, 2007 pukul 1:00 pm
[...] (qoute from pecas ndahe) [...]
Mei 29, 2007 pukul 1:07 pm
hoo…disini juga ada postingannya… mari mari kita tahlilan
Mei 29, 2007 pukul 2:10 pm
Good luck ya hel. Semoga tidak ada buntut-buntut yang tidak mengenakkan.
Herman
Mei 29, 2007 pukul 2:10 pm
teguh tuh siapa ya?
Mei 29, 2007 pukul 7:37 pm
emmm… ndoro juga tho!
Mei 30, 2007 pukul 3:52 pm
“Satu lagi keberanian telah mati. Diantara mayatnya tumbuh seribu anak - anaknya.”
O m a i g a t
Mei 31, 2007 pukul 2:09 pm
weh sampe ndoro nulis ttg wadehel juga…
Juni 2, 2007 pukul 6:28 am
biasa aja deh.. atas keengganan si wadehel….