Wong lanang itu sosok yang tangguh, punya jiwa petualang. Lelaki sejati itu harus bebas, lepas, seperti sajak Chairil Anwar.
“Mari kita lepas, kita lepas jiwa mencari jadi merpati.”
Laki-laki juga harus bisa mengajak terbang. The only possible nonstop flight, terbang mengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat …
Yang penting bukanlah suatu arah, melainkan keberanian menjelajah. Yang penting bukanlah satu konklusi, melainkan eksplorasi.
Tak penting merpati itu mungkin capek kemudian dan jatuh. Sebab, kita tahu, ada yang tetap tidak diucapkan/sebelum pada akhirnya kita menyerah.
Takut boleh. Takluk jangan.
Jadi laki-laki harus berani …
[Catatan harian Paklik Isnogud, tanggal 31 Mei 1970]
Waks! Berarti saya masih bayi waktu Paklik menulis jurnal itu …
… Selamat menikmati libur panjang, Ki Sanak. Semoga kita bisa bertemu di sebuah tikungan perjalanan.

Mei 31, 2007 pukul 3:07 pm
selamat ultah ndoro (?) semoga sukses selalu mengiringi…
Mei 31, 2007 pukul 3:22 pm
Inggih Simbah Ndoro Kakung.
Dalem ngaturaken sugeng isrirahat
Panjenengan leres
Setuju!!!
Saya yakin Pertemuan itu pasti akan ada
Pareng Rumiyin………
Mei 31, 2007 pukul 3:34 pm
“Takut boleh. Takluk jangan.
Jadi laki-laki harus berani … ”
makasih inspirasinya, ya ndoro.
Mei 31, 2007 pukul 3:42 pm
*nengok ke “bagian bawah” sebentar*
oh iya saya juga laki2 tibaknya…wah..harus terbang neh..lha tapi burung saya ga punya sayap itu ndoro..trus gmana donk??
Mei 31, 2007 pukul 4:21 pm
jadi liburan panjang ini harus bereksplorasi tanpa harus ada rasa takut-takut namun harus menaklukan…menaklukan siapa ndoro?
Mei 31, 2007 pukul 5:00 pm
wah susah juga ya jadi laki-laki, kalau bisanya satu arah gimana…? bukan karena takut berbagai hal yang rumit…..! gimana hayo…? menurut saya satu arah kalau berani melakukan hal-hal yang benar meskipun kemudian harus berbenturan sama banyak hal, bisa jadi dia juga laki-laki lho ndoro…!
Mei 31, 2007 pukul 5:03 pm
….bukan karena takut, tapi karena berbagai hal yang rumit, entah keluarga, budaya, agama dll…….
Mei 31, 2007 pukul 5:11 pm
saya ini perempuan kok, ndoro. bener deh! tulen!
Mei 31, 2007 pukul 5:15 pm
lho, di sini juga ada manuk??
Mei 31, 2007 pukul 5:18 pm
met weekend…………
Mei 31, 2007 pukul 6:46 pm
Mei 31, 2007 pukul 6:46 pm
Masih mending sampeyan, mas. Tahun segitu masih bayi, lha aku gurung lahir hehehe
Mei 31, 2007 pukul 8:17 pm
“takut boleh, takluk jangan”
Bagus banget, tapi kalo yang diadepi tentara bersenjata lengkap kaya posting kemarin itu terus gimana ndoro?
“takut boleh, takluk jangan, mati tentu”
atau mati tanpa takluk juga “laki-laki”?
Mei 31, 2007 pukul 10:55 pm
lho ndoro mau ganti kelamin? berita terbaru nih …
Mei 31, 2007 pukul 10:59 pm
*tampang melas on* Saya perempuan ndoro, saya penakut, saya mencari lelaki pemberani untuk melindungi saya, tapi kok ga ada ya… pada penakut semua, suka pada terbang dari kenyataan… hiks dimanakah ada laki2 pemberani?
Juni 1, 2007 pukul 12:12 am
semua tentang proses ya ndoro?
Juni 1, 2007 pukul 9:45 am
sik..sik… berani apa dulu!
Juni 4, 2007 pukul 1:06 pm
yang panjenengan tulis itu sosok laki2 yang ada di setiap idaman kaum perempuan. kuat, gagah, gentlemen lek jarene bule, lan kesatria lek jarene wong jowo, wes to pokoke gatut koco…
cuman emang jaman saiki ono gt wong lanang kek gt???ndak ada menurut saya..hehe