Lanang Pecas Ndahe

By Ndoro Kakung

Wong lanang itu sosok yang tangguh, punya jiwa petualang. Lelaki sejati itu harus bebas, lepas, seperti sajak Chairil Anwar.

“Mari kita lepas, kita lepas jiwa mencari jadi merpati.”

Laki-laki juga harus bisa mengajak terbang. The only possible nonstop flight, terbang mengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat …

Yang penting bukanlah suatu arah, melainkan keberanian menjelajah. Yang penting bukanlah satu konklusi, melainkan eksplorasi.

Tak penting merpati itu mungkin capek kemudian dan jatuh. Sebab, kita tahu, ada yang tetap tidak diucapkan/sebelum pada akhirnya kita menyerah.

Takut boleh. Takluk jangan.

Jadi laki-laki harus berani …

[Catatan harian Paklik Isnogud, tanggal 31 Mei 1970]

Waks! Berarti saya masih bayi waktu Paklik menulis jurnal itu … :D … Selamat menikmati libur panjang, Ki Sanak. Semoga kita bisa bertemu di sebuah tikungan perjalanan.

18 Tanggapan ke “Lanang Pecas Ndahe”

  1. kw Berkata:

    selamat ultah ndoro (?) semoga sukses selalu mengiringi…
    :)

  2. thole zaki Berkata:

    Inggih Simbah Ndoro Kakung.
    Dalem ngaturaken sugeng isrirahat
    Panjenengan leres
    Setuju!!!
    Saya yakin Pertemuan itu pasti akan ada
    Pareng Rumiyin………

  3. pudjakesuma Berkata:

    “Takut boleh. Takluk jangan.

    Jadi laki-laki harus berani … ”

    makasih inspirasinya, ya ndoro.

  4. pitik Berkata:

    *nengok ke “bagian bawah” sebentar*

    oh iya saya juga laki2 tibaknya…wah..harus terbang neh..lha tapi burung saya ga punya sayap itu ndoro..trus gmana donk??

  5. gaussac Berkata:

    jadi liburan panjang ini harus bereksplorasi tanpa harus ada rasa takut-takut namun harus menaklukan…menaklukan siapa ndoro? :D

  6. walahwalah Berkata:

    wah susah juga ya jadi laki-laki, kalau bisanya satu arah gimana…? bukan karena takut berbagai hal yang rumit…..! gimana hayo…? menurut saya satu arah kalau berani melakukan hal-hal yang benar meskipun kemudian harus berbenturan sama banyak hal, bisa jadi dia juga laki-laki lho ndoro…!

  7. walahwalah Berkata:

    ….bukan karena takut, tapi karena berbagai hal yang rumit, entah keluarga, budaya, agama dll…….

  8. mbakDos Berkata:

    saya ini perempuan kok, ndoro. bener deh! tulen!

  9. anakperi Berkata:

    lho, di sini juga ada manuk??

  10. pacarkecilku Berkata:

    met weekend…………

  11. yati Berkata:

    :( mmm…saya skrg jadi penakut…saya kehilangan sisi kelelakian…saya jadi pengecut…! harus reparasi kemana?

  12. Hedi Berkata:

    Masih mending sampeyan, mas. Tahun segitu masih bayi, lha aku gurung lahir hehehe

  13. Abi_ha_ha Berkata:

    “takut boleh, takluk jangan”

    Bagus banget, tapi kalo yang diadepi tentara bersenjata lengkap kaya posting kemarin itu terus gimana ndoro?

    “takut boleh, takluk jangan, mati tentu”

    atau mati tanpa takluk juga “laki-laki”?

  14. Moes Jum Berkata:

    lho ndoro mau ganti kelamin? berita terbaru nih …

  15. Woman Berkata:

    *tampang melas on* Saya perempuan ndoro, saya penakut, saya mencari lelaki pemberani untuk melindungi saya, tapi kok ga ada ya… pada penakut semua, suka pada terbang dari kenyataan… hiks dimanakah ada laki2 pemberani?

  16. cyn Berkata:

    semua tentang proses ya ndoro?

  17. peyek Berkata:

    sik..sik… berani apa dulu!

  18. mei Berkata:

    yang panjenengan tulis itu sosok laki2 yang ada di setiap idaman kaum perempuan. kuat, gagah, gentlemen lek jarene bule, lan kesatria lek jarene wong jowo, wes to pokoke gatut koco…

    cuman emang jaman saiki ono gt wong lanang kek gt???ndak ada menurut saya..hehe

Tinggalkan Balasan