Mengapa akurasi penting dalam jurnalistik, bahkan typo atau salah ketik pun tak boleh ditoleransi?
Daus pasti lebih bisa menjelaskan alasannya ketimbang saya. Dia pandai dalam urusan jurnalisme dan teknik menulis. Kepadanyalah saya sering berguru.
Saya lebih suka menjelaskan ke sampean dalam bahasa yang lebih umum, lebih gamblang, melalui contoh.
Dua kata di bawah ini bisa menjadi contoh mengapa jurnalisme menjunjung tinggi akurasi. Karena, jangankan typo, bahkan ndak salah ketik pun bisa beda artinya.
Cream pie atau creampie?
Facial atau facial?
Itulah alasan mengapa akurasi itu penting, Ki Sanak? ![]()
Sampean punya contoh lain yang sama?










