Kantor Pecas Ndahe

Juni 26th, 2007 § 20 Komentar

Hobi kok pindah kantor. Dulu ke Yogyakarta, sekarang ke Surabaya. Apa Istana Negara kantor yang lama sudah ndak nyaman lagi? Kurang gede? Panas? Bosen?

Jangan-jangan cuma mau tebar pesona … :D

§ 20 Responses to Kantor Pecas Ndahe

  • Nukman Luthfie mengatakan:

    Lha kalau ada musibah di mana-mana pada saat yang sama, kantor mana yang mau dipilih?

  • pembaca mengatakan:

    kata juru bicaranya: emang ndak boleh memantau langsung pekerjaan timnya?
    Lha prasaku,timnya itu ra lapo lapo e, Ndoro

  • Hedi mengatakan:

    Ya kalo itu bisa membuat situasinya lebih baik, monggo. Repotnya, kebanyakan orang kita masih bermental budak sih, kalo ada yang ngawasi tertib, kalo enggak malah seenaknya.

  • pitik asli mengatakan:

    akhirnya setelah berhari2 bergelimang masa lalu, ndoro saya ini kembali ke semula…horrreee!!!

  • kenny mengatakan:

    penyegaran tho yo

  • siGUng mengatakan:

    mungkin abis ini ngantornya pindah ke Medan…mau nyaingi koalisinya golk-pdip..

  • didats mengatakan:

    sepertinya ndak cukup ya ndoro..
    harusnya sih orang-orangnya ditindak…

  • inyong mengatakan:

    coba pindah nang bangsari, tek suguhi budin lan lumbu banyu. men kloloden. men ngrasaknya susahe dadi wong bangsari. huh!

  • ahmad simanjuntak mengatakan:

    Jangan berprasangka buruk dulu. Kita tunggu saja hasil dari pindah kantor ini.

  • ahmad simanjuntak mengatakan:

    Kok, commentku barusan gak kelihatan? Ya udah kita tunggu saja hasil dari hijrah mister presiden ini.

  • kw mengatakan:

    payah nih presiden sby, kerja kan gak harus ngantor. kan bisa di “remote” di apartemen “diajengnya”. :)

  • daustralala mengatakan:

    tebar air mata…

  • iway mengatakan:

    **masih di tikar sambil makan kacang n minum teh, nunggu cerita selanjutnya**

  • yati mengatakan:

    jauh2 ke sidoarjo buat nangis2 trus pulang ke jakarta memantau hasil survey pekan ini….ouh, masih layak untuk 2009

  • ~KopDang~ mengatakan:

    *Sembari nongkrong dengan elegan di depan layar komputer, nyeruput kopi (dangdut), mengepulken asep samsuji, dan mendengarkan lagu (kopi) dangdut kucing garong*

    “Hmm..diajeng memang kemayu..”

  • mbahatemo mengatakan:

    kan jakarta macet, mas ndoro?

  • Anang mengatakan:

    BANGSAT BAJINGAN… Rakyat yang menderita di pengungsian porong ga jadi ditemui…. Presiden macam apa ini???

  • Abi_ha_ha mengatakan:

    Mungkin sekedar mencari makna denotatif ‘bernafas dalam lumpur’.
    yah… positif waelah mikire, lha wong ora mikir negatif wae wis do minus tak hingga begini.

  • Moes Jum mengatakan:

    itu Pak Pres cuma mau melihat lebih dekat Sumber Kencono yang masyhur itu … siapa tau bisa sekalian ikut naik

  • peyek mengatakan:

    setahun lebih baru nangis?
    telat!!!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kantor Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.