Menulis Pecas Ndahe

Menulis sesuatu yang orisinal untuk blog itu memang pekerjaan yang tak gampang. Butuh waktu, pemikiran, dan energi.

“Writing is 99% perspiration and 1% inspiration” — William Zinsser

Kuncinya: Jangan mudah menyerah. Ayo, sampean pasti bisa!

[untuk seseorang yang tengah berada di simpang jalan]

16 Tanggapan ke “Menulis Pecas Ndahe”

  1. kw Berkata:

    menulis (buruk) gampang kata sarwendo. ayo menulis buruk, kata as laksana (nanti diedit). menulis adalah soal berpikir kata yayan sopyan. :) kataku: menulis harus berpengetahuan kekkekekke
    susah menurutku nulis itu.

  2. Abi_ha_ha Berkata:

    Ayo pasti bisa… apalagi kalo pengalaman ‘wedhok’nya banyak kaya Ndoro kakung ini.

  3. venus Berkata:

    membaca, jaaaaaauh lebih gampang :p

  4. pinkina Berkata:

    pokok’e nulis Ndoro

  5. mbahatemo Berkata:

    iya, mas ndoro..

  6. gita Berkata:

    nah justru 1%nya itu ndoro…..paling menentukan

  7. yati Berkata:

    ma kasih udah diposting disini….lhoo??? seseorang ini, saya bukan yak?

  8. tukang ketik Berkata:

    Saya abis nulis ini :

    Bisnis TI Indonesia dan investor

    Benar2 butuh waktu, pemikiran, dan energi.

  9. Lita Berkata:

    Terimakasih sudah disemangati, om :) *mode Ge-eR*

  10. andi bagus Berkata:

    sip.. :)

  11. mayssari Berkata:

    waktunya itu lho Ndoro, habis buawat nyari inspirasi, begitu dapet inspirasi, eh, waktu udah habis… (deadline maksude….)

  12. Hedi Berkata:

    Berarti keringat sampeyan mengucur deras, sebab sampeyan sering ngebut posting :D

  13. daustralala Berkata:

    blogku disuspend nih, fyuh. udah 2 hari…

  14. peyek Berkata:

    terus-terusan berada dipersimpangan dan terus-terusan mengharap petunjuk!

  15. maruria Berkata:

    Sebenernya kalo cuma sekedar nulis sih gampang ndoro..Tapi menulis sesuatu yang bermanfaat dan menarik minat orang lain, itu yang syusyaaaahhhhh…..

  16. upikabu Berkata:

    thanks for calling me the other night, ndoro. It was so surprised, gak nyangka ternyata ndoro iso kangen karo aku hahahaha..btw mana lanjutan crita diajengnya ? kok dadi ngeplaki bapakku teyus siy :)

Tinggalkan Balasan