AIDS Pecas Ndahe

By Ndoro Kakung

Misalkan tubuh sampean dipasangi microchip sehingga ke mana pun sampean bergerak, orang lain bisa tahu. Mau di WC kek, tidur di kamar kek, kerja di kantor kek, main sepak bola, atau sedang mojok di apartemen istri simpenan, sampean pasti ketahuan. Bagaimana rasanya?

Apa pun rasanya, mau stroberi kek, cokelat kek, madu kek, mangga kek, pemerintah daerah Papua telah membuat rancangan aturan pemerintah daerah tentang Pembangunan Kesehatan. Saya baca beritanya di koran cergas itu.

Pasal 35 ayat 4 (i) rancangan peraturan itu menyebutkan, diperlukan alat bantu deteksi yang digunakan untuk mengetahui jumlah, sebaran, gerakan, ataupun aktivitas (seks) pengidap HIV/AIDS. Alat bantu deteksi yang dimaksud adalah microchip, pengkodean, atau penandaan paten pada penderita. Dengan kata lain, para pengidap AIDS akan dipasangi microchip supaya bisa dipantau.

Saya ndak tahu apa latar belakang rancangan aturan itu. Mungkin karena ancaman AIDS di sana sudah begitu mengkhawatirkan. Mungkin lantaran jumlah pengidap AIDS sudah begitu tinggi. Mungkin oleh sebab lain.

Saya cuma merasa ada yang aneh saja. Mosok pengidap AIDS mesti dipasangi microchip? Mosok mereka dianggap sama dengan hewan? Katanya pengidap AIDS itu justru harus kita perlakukan secara manusiawi, dibantu, dan sebagainya. Nah, rancangan aturan itu kok sepertinya bertentangan.

Saya kok jadi ingat film-film fiksi-ilmiah itu. Saya juga terbayang di mana kepingan elektronik mungil itu mau dipasang? Apa orang bebas memilih atau pemerintah yang menentukan organ mana yang akan dipasangi chip? Bagaimana seandainya chip itu harus dipasang di pantat, misalnya? Apa ndak bikin risih dan gatel tuh? Mosok kita jadi garuk-garuk pantat terus?

Ah, embuhlah … Aneh-aneh saja. Apa sampean ya mau dipasangi microchip, Ki Sanak?

19 Tanggapan ke “AIDS Pecas Ndahe”

  1. jalansutera Berkata:

    melanggar hak asasi manusia, ya ndoro…. mengekang kebebasan orang laen…

  2. firman firdaus Berkata:

    saya mau dipasang makrochip.

  3. mas adis Berkata:

    Ini tentang AIDS kan? Bukan ADIS (nama gue) kan? Mudah-mudahan tidak salah ketik.

  4. mei Berkata:

    hahaha…ngekek baca yang ini —>Bagaimana seandainya chip itu harus dipasang di pantat, misalnya? Apa ndak bikin risih dan gatel tuh? Mosok kita jadi garuk-garuk pantat terus?

  5. copet ganteng Berkata:

    hehe…saya mau dipasangi
    kan malah jdi ky most wanted!!
    seru loh ndoro. palagi kalo kita berusaha u/ melepasnya,an membuangnya / memasangkannya di tikus,waw..dah kaya film nya ARNOLD aja ya ndoro…
    setuju ndak ki sanak??

  6. ~Mas KopDang~ yang kondang Berkata:

    gak papa, itu demi kemanfaatan mereka sendiri..
    diberitaken besar-besar, diupayakan ditaruh chip bo’ong-bo’ongan, sekadar sugesti, cuman susuk biasa doang..biar para OHIDA merasa ada yang mengawasi..
    padahal…?

  7. yati Berkata:

    iiihhhh….aneh2 aja aturannya…dah kehabisan akal

  8. kw Berkata:

    mau! tergantung kompensasinya berapa US$ / jam nya?

  9. lenje Berkata:

    di sini udah biasa orang dipasangi detektor, misalnya imigran gelap yang sudah tertangkap dan diberi kesempatan tinggal di sini dalam waktu terbatas sebelum (di)kembali(kan) ke negaranya, atau mereka yang sudah tertangkap karena DUI. udah liat kan pergelangan kakinya Lindsay Lohan?

  10. cyn Berkata:

    wuih.. ga manusiawi banget.. :( come on, maihkah menambah derita lagi?

  11. mbakDos Berkata:

    sik sik… bahkan aktivitas seksual pun bisa diketahui?! waahhh yo emoh! nanti pada ngiri?! :D

  12. tito Berkata:

    haa…njenengan takut ketahuan kalau lagi jajan yaaa…wis, ndoro langsung dipasangi mikrocip saja, nanti kalau lewat sensornya itu langsung bunyi, “tuit tuit tuit..” :))

  13. Lintang Berkata:

    Wah wah wah…itu sih namanya nggak manusiawi, seperti hewan aja yg lg diteliti shg perlu dipasang mikrochip. Tp emang bener2 parah ya di papua… *prihatin*

  14. Titis Sinatrya Berkata:

    Seperti mobil Patroli wae yo ndoro, sing dipasangi GPS kanggo cek Posisi neng ngendi lagi muter2 …. Wek.. wek … wek ….

  15. atta Berkata:

    gak mauuu
    nanti redaktur bisa dengan mudah nyuruh2 kita balik kantor. hihihihihi
    ndak bisa bohong ada di mana bo ;)

  16. apeep Berkata:

    klo lagi melakukan guilty pleasure ketauan ndak ndoro? :P

  17. apeep Berkata:

    mana mau orang yg udah sakit diperlakukan seperti tawanan ndoro??
    ECA pasti…

  18. -tikabanget- Berkata:

    sayah? microchip?
    asal bisa bikin sayah lulus besok, mau sayah..

  19. mathematicse Berkata:

    Hmmmhhh wah kasihan ya…?

Tinggalkan Balasan