Petang nanti, hanya beberapa jam lagi, sebuah tribute mungkin akan ditulis oleh para penyair, pujangga, wartawan, juga para pengeblog untuk tim sepak bola nasional Indonesia (PSSI).
Pasukan yang dilatih Ivan Kolev itu akan menghadapi kesebelasan Korea Selatan di ajang Piala Asia 2007. Kalau menang, berarti ini untuk pertama kalinya tim Merah-Putih lolos ke perempat final. Sebuah rekor baru. Sejarah. Jika kalah, maaf saudara-saudara, kita masuk kotak.
Tapi, rasanya tak penting benar kita menang atau kalah. Hari-hari ini kita telah melihat bagaimana bergeloranya semangat dan manisnya sikap para suporter, fans, pendukung Ponaryo Astaman dan kawan-kawan. Lihatlah ketika mereka ikut menyanyikan Indonesia Raya. Betapa bergemuruhnya teriakan mereka. Betapa hasrat, passion, telah menyatukan mereka dalam sebuah dukungan bersama.
Terus terang, hari-hari ini, saya jadi ikut bergetar karenanya. Belum pernah rasanya, tim sepak bola kita membuat para pendukungnya begitu sensitif. Sentimentil. Benarkah karena ini merupakan semacam simbol dari seberkas cahaya di ujung lorong yang gelap? (lebih lanjut…)







