Tempura Pecas Ndahe

By Ndoro Kakung

ELEK NENG ECO | Para pedagang makanan keliling selalu punya kiat tersendiri agar mampu bertahan di tengah kompetisi yang ketat. Begitu juga pedagang tempura kelas kampung yang saya temukan di pusat grosir batik Pekalongan, Jawa Tengah, ini. Mungkin karena merasa kualitas dagangannya kalah jauh dibanding tempura bikinan resto/kafe Jepang elit di kota besar, penjual tempura keliling ini lalu menulisi gerobang dorongnya kalimat promosi: najan olo neng eco [biar jelek tapi enak]. Halah! Sing penting pe-de yo, Pak?

8 Tanggapan ke “Tempura Pecas Ndahe”

  1. dandit Berkata:

    leh mu turu ki jam piro to cak, eh, ndoro..? postingan anyar kok selalu tengah malem. abis deadline, ya? btw, fotomu olo, ning yo eco, hehe…!

  2. kw Berkata:

    traktir dong ndoro? ayo kapan dimana?
    oh ya boleh dong ndoro id ymny apa? ha ha

  3. mbakDos Berkata:

    lho, panjenengan gak tau kan kalo si bapak itu gak kalah teknik marketingnya sama yang ada di resto2 itu lho!

  4. Pogung177 Berkata:

    kang… traktir sak sunduk wae oleh ra paling mung Rp500

  5. evi Berkata:

    di pekalongan nyoba makan soto ga ndoro…? atau makan megono….?

    kangen pekalongan dah 5 bulan ga pulang.

  6. bangsari Berkata:

    moso ndorokakung jajane tempura kelas kampung. apa ndak sakit perut nanti? :D

  7. ojat Berkata:

    enak ngga tempura kampungnya ndoro kakung? he he jadi ngiler :P

  8. funkshit Berkata:

    marai luweee

Tinggalkan Balasan