Brondong Pecas Ndahe

Agustus 28th, 2007 § 34 Komentar

Kali ini saya mau mengajak sampean berbicara tentang brondong. Hohoho … bukan cemilan dari jagung itu, Ki Sanak. Ini tentang pria-pria muda yang mencari [atau sudah punya pasangan] perempuan yang lebih tua itu.

Kenapa brondong? Karena laki-laki usia 20-an itu ‘napsuan’. Beda banget dengan pria-pria di atas 30-an yang lebih matang dan tahu apa yang diinginkan.

“Kalau lelaki twenty something itu berhubungan dengan perempuan thirty something – yang lebih matang dan tahu apa yang dirinya mau – si perempuan jadi merasa ‘capek deh’.”

Itu bukan kata-kata saya lo, Ki Sanak. Itu komentar teman saya, perempuan kemayu tapi baik hati itu. Demi keamanan bersama, nama dan link blognya ndak saya tulis di sini, kecuali dia berubah pikiran, hehehe …

Profil teman saya itu kira-kira begini. Usia tiga puluh sekian. Lajang. Smart. Relijius. Punya pekerjaan di industri perhotelan di … tempat yang eksotis gitulah. Posisinya lumayan — lumayan rendah atau tinggi, basah atau kering, itu bukan urusan kita, tapi urusan dia. Sekarang lagi hot-hotnya pacaran dengan “brondong” yang terpisah ribuan kilometer.

Nah, dia bilang begini tentang hubungannya dengan brondong, pria lajang di usia yang “napsuan” itu.

“Kalau sama brondong, kita yang bayarin dan manjain, capek deh … Kalau dengan yang seumuran jauh lebih stabil, baik secara finance maupun mental. Masalahnya, nah ini dia, yang seumuran sama kita most probably sudah married. But I am not going to that option, meski sudah ada beberapa suami orang yang mendekati, hihihi …” begitu katanya.

Ups, sounds familiar. Dan, saya setuju seratus persen pendapatnya.

“Tapi gini nduk, saya juga menemukan fenomena perempuan lajang yang lebih suka melirik suami orang. Kira-kira kenapa itu?” saya ganti bertanya.

“Aku pikir sih ndoro, cewek lajang yang sudah 30-an biasanya sudah financially and mentally stable. Dia nggak mau complicate her life. Kalau sama brondong banyakan complicated. Kalau dengan yang seumuran lebih aman. Tapi, ya itu tadi, kebanyakan sudah menikah. Lagian such mature and stable girls attract you guys very much, kan?”

Saya ngakak.

Dia melanjutkan ocehannya. “Cewek 30-an itu biasanya more independent. Mereka tergolong “knows what she wants”. Menantang gitu loooh … Sementara cowok-cowok 30+ juga sudah nggak penting kan pengen jadi hero buat ceweknya. Kalau masih muda, cowok-cowok maunya nyari cewek yang lemah biar berasa jadi hero … ” katanya.

Saya ngakak lagi.

Bagaimana menurut sampean Ki Sanak? Sampean tentu lebih pinter dari saya untuk urusan beginian, kan?

§ 34 Responses to Brondong Pecas Ndahe

  • Aris Heru mengatakan:

    ehm … Diajeng kabarnya gimana ndoro???

  • dandit mengatakan:

    sahur….sahur….

  • nymcast mengatakan:

    ndoro emang paling tahu tentang perempuan … so, diajeng itu masuk yang mana ? girl 20+ vs cowok 30+ ? bukan begitu, ndoro ?

  • nananias mengatakan:

    ahhh sang pengipas ego.

  • iway mengatakan:

    hi mbok! ™ **kaburrr**

  • peyek mengatakan:

    saya lebih pinter, sampeyan lebih pengalaman!

  • andrias ekoyuono mengatakan:

    Kalo menurut saya sih tetep mantepan perempuan usia 20 something lah, lah wong cewek 20 something juga banyak yang udah mapan di jakarta ini. Udah muda, cakep, pinter, mapan, kurang apa coba ndoro ? Pernyataan temennya ndoro itu kan cuman pernyataan ngayem-ngayemin diri dari perempuan berusia 30 something hihihihi.

    Atau karena memang usia saya masih 20 something juga kali ya

  • ayamjagobanget mengatakan:

    sekarang umur 20an juga dah jadi presdir hik hik yang wanita dah jadi marketing manager (nek tuo yo ra payu dodolan)

    si indie baca ini gimana reaksinya yaa… hihihihih gimme a call yak!!

  • ayamjagobanget mengatakan:

    o iya…. nasib’e diajeng piye? wiihh… dah lumutan tur jamuran pasti dia nunggu sendirian di restoran di puncak. kedinginan… hhuhuhuhuh

  • kw mengatakan:

    aku suka ciblek aja. “no feeling” heheh

  • roi mengatakan:

    jadi ndoro, masih ada ‘peluang’ nih dong ya…
    hehehe

  • balibul mengatakan:

    kalo para penghobby ada istilah iku loh pak wicak ” old boys old toys ” bcoz what? bcoz girl are toys ..

  • galih mengatakan:

    Saya suka gaya mbah kung menokohkan sang wanita. dengan gaya bahasa yang campuran inggris-indonesia, sang wanita sangat terkesan sebagai wanita karier yang matang, kaya, berwawasan luas. sangat khas wanita karier metropolis. saya bahkan bisa membayangkan penampilan wanita itu dari tulisan mbah kung: perokok, modis, rambut dicat kecokelatan dengan potongan rambut terbaru.

  • ndoroputri mengatakan:

    ini mewakili suara perempuan…*lho*….
    kalo sama brondong, capeknya setengah mati
    kalo sama suami orang, enaknya setengah mati
    kalo sama suami, pura – pura mati
    wakakak….

    • mulyawan mengatakan:

      halo neng salam kenal dari surabaya susanto

    • putri malu2in mengatakan:

      hahahahahah…. setuju

  • anima mengatakan:

    hidup brondong!

  • venus mengatakan:

    ndoro, hari ini, saya juga posting soal yg mirip ini. eh sebenernya gak mirip. baca aja deh.kebetulan, atau ndoro yg ikut2an? huh!

  • yati mengatakan:

    sama kek komentar pertama: kabar diajeng gimana ya?

  • upikabu mengatakan:

    ndoro bener kan crita diajengnya ditunggu lanjutannya, kok ndak percaya tho kalo ini suara hati pembaca2mu hehehe, tolong diperhatiken yaa :)

  • pinkina mengatakan:

    melu2, kabar Diajeng gimana?

  • tuginem ndomble mengatakan:

    bojo wong pancen gurihhh…

  • apeep mengatakan:

    akika juga masih brondong lho, bo’!
    *kok malah jadi brondong bencong?*
    :P

  • birong mengatakan:

    brondong? buat gue gak banget. rata-rata mereka cuma numpang hidup. teramat sangat menyedihkan jika seorang pria (berapapun usianya) hobi menjadi benalu. pride dunk ah… tp buat mereka yang doyan brondong, ya urusan masing-masing sih, gak usah karna udah dikejar umurlah akhirnya memutuskan untuk bersama pria. cuma demi status gituh? daripada ngempanin anak orang mending kita bantu orang-orang sekitar bukan? keluarga atau saudara atau teman atau tetangga.. c’mon, life isn’t about guys only eventhough we know we’re lonely without them.

  • Kania mengatakan:

    Sepakat dengan apa yang ditulis oleh Birong :D .

  • mei mengatakan:

    sepakat juga yang di tulis tuginem..=P

  • siotong mengatakan:

    boleh juga ndoro ini….

    kalo blog ndorokakung apa termasuk blog brondong..???

  • funkshit mengatakan:

    saya masih brondong loh

    • putri malu2in mengatakan:

      masa si, boleh ditest

  • teja angoro mengatakan:

    ni saya brondong asli.yang kenalan hub saya.05117336072 siap menemani ok

  • ary mengatakan:

    dosa tuh,inget jgn gtu2 lg.taubat!!!!!!yg comment 081289170985 sni ja yach!

  • putri malu2in mengatakan:

    woyy, inget dosa lockh!!

  • ucak bileti mengatakan:

    Thank you for the shares in this blog. I will visit it again.

  • Sie haben einige schöne Punkte gibt. Ich habe eine Suche über den Gegenstand und fand vor allem die Menschen mit Ihrem Blog Zustimmung.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Brondong Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 316 pengikut lainnya.