Setelah Donald Pieter Luther Colopita, wasit karate Indonesia itu, dihajar empat polisi Malaysia sampai babak belur, hubungan kedua negara memanas. Perlukah kita ganyang Malaysia, seperti anjuran Soekarno pada 1963?
“No, no, no … tunggu dulu. Ganyang jangan buru-buru,” kata teman saya, a singer wanna be, menirukan lirik lagu Slow Down Baby-nya She.
“Harus, Mas. Ganyang Malaysia, sikat habis. Tumpas! Tapi, sisakan Siti Nurhaliza buat saya, ya?” kata teman saya yang satunya lagi, seorang aktivis, mantan preman.
Halah, ndasmu, dul!
Agustus 29, 2007 pukul 7:25 am
mau ngganyang? ya situlah … Siti Nurhaliza-nya sudah di rumah saya, sampeyan ambil suaminya saja sana.
Agustus 29, 2007 pukul 7:34 am
petronas nya aja di nasionalisasi
Agustus 29, 2007 pukul 7:41 am
udah yakin bakal menang?
Agustus 29, 2007 pukul 8:49 am
indonesia LEMAH!
Agustus 29, 2007 pukul 9:49 am
wasit karate itu bisa karate ndak to ? kok bisa dihajar ya
Agustus 29, 2007 pukul 11:04 am
wasit’e gek dasun mas eko…
Agustus 29, 2007 pukul 1:56 pm
Semar Mesem emang angel! senjata ne ya kui prengas-prenges tebar pesona.
Pak SBY galak dikit donk… please,
Agustus 29, 2007 pukul 2:59 pm
malay kebangetan tuh, serumpun tapi sama sekali tak bersahabat! udahlah, putusin aja hub sama malaysia biar rugi dia. indonesia dah terlalu banyak nguntungin negara satu itu. kalo perang, aku di barisan depan deh…. hehehe
Agustus 29, 2007 pukul 9:52 pm
ambil aja siti-nya…saya ngambil duitnya…
Agustus 30, 2007 pukul 6:52 am
hmmm…mau diganyang sama datuk kumis ??!!
Agustus 30, 2007 pukul 10:18 am
Ayo GANYANG sego pecel… enak wareg tur gak mateni.
Agustus 30, 2007 pukul 12:24 pm
mungkin siti disuruh nyanyi mengiringi karateka kita menghajar polisi?
Agustus 30, 2007 pukul 12:51 pm
siti sakjoke rabi sek panggah ono seng seneng yo kang??
Agustus 30, 2007 pukul 8:32 pm
Lebih baik protes sama pemerintah RI karena suka menelantarkan rakyatnya sendiri
Agustus 31, 2007 pukul 4:48 am
Nasionalisme Ganyang Malaysia…
Negara serumpun yang tidak ramah itu kembali berulah. Setelah sukses merampok pulau Sipadan dan Ligitan kemudian mencoba menyerobot blok Ambalat kemudian memperlakukan TKI secara kurang manusiawi kemudian membiarkan kayu hasil illegal logging masuk ke …
Agustus 31, 2007 pukul 11:18 am
Jadi inget tahun 60-an nih..Kembali berkonfrontasi sama Malaysia. Tapi kayaknya kita dah ga dihargai gitu loh..Disuruh minta maaf aja ga mau ko..Sementara waktu kebakaran hutan di Kalimantan yang asapnya sampe Malaysia, n mereka minta Indonesia minta maaf, Kita kan minta maaf..Ya tho..??
Pak SBY, segera ambil sikap tegas doong..
Agustus 31, 2007 pukul 2:18 pm
dimana2 polisi sama aja. . .
Nopember 3, 2007 pukul 6:06 pm
SUcks Ar Korang Nih !!