Lompat ke isi

Flexi Pecas Ndahe

September 14, 2007
oleh Ndoro Kakung

Sampean pelanggan Telkom Flexi? Bila iya, sebaiknya sampean hati-hati. Di blog sebelah, saya membaca ada telepon Flexi wartawan yang disadap padahal dia bukan pelaku kejahatan, bukan pula buronan polisi.

Lah, kenapa teleponnya disadap?

Rupanya, wartawan itu sedang menelusuri dugaan penggelapan pajak di anak perusahaan Raja Garuda Mas. Nah, beberapa pekan setelah investigasi itu, beredarlah rekaman komunikasi lewat pesan singkat (SMS) antara si wartawan dan sumbernya. Rekaman yang berasal dari Telkom Flexi itu lalu menyebar di kalangan wartawan lain.

Hmm, kasus yang aneh. Lebih aneh lagi Telkom sebagai operator. Kenapa rekaman SMS itu bisa bocor? Sebetulnya seberapa serius Telkom menghormati privasi pelanggan — sesuatu yang dijamin undang-undang telekomunikasi? Mengapa pula rekaman itu beredar ke mana-mana?

Bukankah Pasal 42 Undang-Undang Telekomunikasi menyebutkan, “Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib merahasiakan informasi yang dikirim dan atau diterima oleh pelanggan….” Dan, Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi juga mengatur hal itu.

Sepengetahuan saya, rekaman komunikasi lewat telepon hanya boleh dibuka dengan sejumlah syarat. Di antaranya untuk keperluan penyidikan tindak pidana tertentu (narkoba atau tindak pidana yang tuntutannya lebih dari lima tahun, seumur hidup, atau mati). Permintaan itu harus diajukan oleh jaksa atau polisi dengan tembusan ke Menteri Komunikasi.

Telkom kabarnya beralasan bahwa pemberian rekaman kepada aparat sesuai dengan hukum. Tapi privasi si wartawan itu jelas tidak bisa diinjak-injak karena ia bukanlah orang yang terlibat kasus pidana. Ia hanyalah jurnalis yang melakukan investigasi dan menjalin pembicaraan dengan sumbernya, Vincentius Amin Sutanto, mantan karyawan anak perusahaan Raja Garuda Mas.

Kasus ini jelas membuat para pengguna jasa telepon, khususnye pelanggan Telkom Flexi, patut cemas. Ternyata rekaman komunikasi lewat telepon, baik suara maupun teks, mudah jatuh ke pihak yang tak berwenang tanpa memandang apakah sampean itu blogger, saudagar, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau tukang becak.

Telkom, juga operator telepon lainnya, mesti ekstrahati-hati dalam memenuhi permintaan aparat. Mereka harus memilah-milah mana permintaan yang sesuai dengan undang-undang dan mana yang datang dari polisi yang suka mengada-ada. Di negara maju seperti Amerika Serikat, penyadapan dan pembukaan rekaman komunikasi telepon hanya boleh dilakukan setelah ada penetapan pengadilan.

Jangan sampai permintaan polisi itu hanya sekadar untuk meneror seseorang. Jika praktek kotor ini dibiarkan, kepolisian dan operator telekomunikasi akan menuai banyak protes dan gugatan.

Bagaimana menurut sampean, Ki Sanak?

37 Komentar leave one →
  1. September 14, 2007 1:39 am

    Pelanggaran privasi.
    Tinggalkan aja Telkomsel, heran juga, jutaan orang pilih operator gak profesional kaya gitu.

  2. nymcast tautan tetap
    September 14, 2007 1:54 am

    telkom gitu lohh, pleki lagi … murah kok njaluk slamet. Jangan2 di telkom asalkan bisa siapkan upeti, apapun bisa kita sadap

  3. September 14, 2007 7:03 am

    Ketiax™…..

  4. September 14, 2007 7:22 am

    selalu yang tak beres itu yang berhub dengan punya negara. hu hu hu. tak profesional….

  5. September 14, 2007 7:30 am

    duh, sebetulnya saya mau setuju sama ndoro..
    tapi pikir punya pikir, gara-gara di pojok atas blog ndoro sudah memakai rek-lame sebuah produk pesaing, jangan2 ndoro dapet pesan sponsor…
    makanya saya usul:
    “tetap pake telkom flexy, karena bukan telepon biasa..
    supaya ndak disadap, caranya: jangan jadi wartawan …” ;)

  6. September 14, 2007 7:57 am

    telkom perusahaan telekomunikasi?
    ah… bukannya keranjang sampah?

  7. September 14, 2007 8:06 am

    kalau menyalahkan “yang murah khok mau selamat” ada banyak operator lain yang malah lebih menawarkan kemurahan d banding telkom, esia contonya.

    jadi masalahnya bukan karena murah atau tidaknya, mungkin memang ada oknum pegawai yang ndak beres atau lain ahl yang sudah sangat biasa terjadi d negara indonesiah tercinta ini…mungkin untuk bikin jera, ya d hukum aja telkomsel =) atau denda yang buanyakkkkkkkkkk hehe

  8. September 14, 2007 8:07 am

    gimana kalo indosat ndoro? apa sama juga kah?

  9. September 14, 2007 8:20 am

    untung saya udah meninggalkan telkomsel sejak jaman baheulak!

  10. September 14, 2007 8:31 am

    syarat untuk bisa disadap kalo ndak salah seseorang itu harus menjadi tersangka, begitu ndoro….
    mending kita pake semaphore aja ndoro, susah nyadapnya
    wkwkwkwkwkw

  11. September 14, 2007 8:38 am

    endonesia sekali…

    saatnya mengundang kompetitor lebih banyak lagi.biar telkom ndak menang sendiri.

    btw, semalem ditungguin pakde gombal ndoro…

  12. September 14, 2007 8:48 am

    telkom kui memang …. eh ndak boleh marah-marah, puasa.

  13. September 14, 2007 8:48 am

    ndoro, sekarang mah nggak peduli siapa operatornya, pasti komunikasi lewat hape dipantau terus sama teman kita di Amrik sana (kok ya keingetan Simpson The Movie ya….)
    Yang jadi pertanyaan adalah, kok bisa ya disebar luaskan begitu saja?
    Tadinya mau beli Telkom Fleksi, tapi kalau begini kok ya harus mikir lagi nih….

  14. September 14, 2007 8:59 am

    @ roi
    lha, iya sampeyan kudu mikir..mending buat ongkos pulang kampung dari pada jadi buronan mertua …

  15. September 14, 2007 9:01 am

    mau sedikit nambahin buat para komentator, telkom flexi masih dikelola oleh Telkom, sementara Telkomsel sudah menjadi perusahaan sendiri meskipun masih bernaung di bawah grup Telkom..gitu..
    *bukan orang telkom ataupun telkomsel*

  16. September 14, 2007 9:18 am

    Usul saya sederhana saja. Tutup Telkom. Bikin baru. Dari dulu Telkom udah rese. Ingat kasus VOIP? Padahal belum ada undang-undangnya eh penyedia layanan wartel VOIP malah dinyatakan bersalah. Emang aja Telkomnya bodoh. Ga cepat mengadaptasi teknologi.

  17. September 14, 2007 9:24 am

    gak mo comment macem2, itu produknya kompetitor pabrik panci tempat saya nguli hihihi………

  18. September 14, 2007 9:55 am

    Saya ndak mau ikutan komentar ah, mBah nDoro… Ntar kalo komentar trus tiba-tiba sayanya ‘menghilang’ kan ciloko mencit… Mendhing thethengukan di balik koran sambil menunggu waktu pulang kantor… :)

  19. ndoroputri tautan tetap
    September 14, 2007 11:09 am

    sesuai dengan motto TELKOM …. commited to you KOMISI TO ME…

  20. Panji tautan tetap
    September 14, 2007 11:27 am

    Saya sudah lima tahun pakai Flexy,
    Hasilnya:
    1. SMS dari lawan sering terlambat (bisa lebih dari 24 jam)
    2. Sering menerima kiriman SMS Spam, kadang pada dinihari
    3. Flexy Combo gagal (tidak bisa dihubungi orang lain, dengan pesan saya tidak mau dihubungi)
    4. Suara kecil

    Ingin ganti, tapi terlanjur pakai nomor itu.

  21. September 14, 2007 11:28 am

    untung saya bukan wartawan, dan untung saya ngga pake pleki

  22. September 14, 2007 11:42 am

    tanya sama kuncoro aja

  23. September 14, 2007 2:38 pm

    makanya saya ga pake pleki…jorok, suka buang air sembarangan… :(

    perlu aksi solidaritas? hihihi…kangen demo :p

  24. September 14, 2007 6:03 pm

    Loh aku pikir Ndoro itu Oom Wicaksono juga.

  25. September 14, 2007 9:21 pm

    entah knafa saia tiba-tiba bisa nyasar disini…

    *clingak-clinguk anak ilang*

    lam knal aja ndoro kakung?!

    sori OOT >.

  26. September 14, 2007 10:16 pm

    tenang… sapa tau lebaran besok telkom kirim kartu ucapan mohon maaf lair dan batin.. piye jal? :D

  27. September 14, 2007 10:29 pm

    Wah nggak bisa didiemin nih. Bisa dituntut nggak ndoro?

  28. September 15, 2007 2:16 am

    eeee cabeee deeee

    aku gag pake telkom dari lama…
    cuma ada telkom buat telpon rumah aja.
    lah, kita gag bisa milih kan kalo telpon rumah…

  29. September 15, 2007 11:05 am

    Rupanya udah gk ada lagi privasi di negara ini ndoro ….

  30. September 15, 2007 11:36 am

    intel masuk ke telkom juga? intel inside, idiot ouside? ckckck…

  31. September 16, 2007 4:31 pm

    ko bisa bocor kya gtu….????
    privasi org dah g bsa dihargain lg dong..
    apa kata dunia??!!!

  32. September 16, 2007 8:57 pm

    @kuya:: sepertinya anda salah ketik. Flexi adalah produk Telkom bukan Telkomsel.
    Kasihan ntar pihak Telkomsel yang tidak tahu-menahu masalah ini ikut kena getahnya.

    BTW, ingat slogan mereka “Telkom Flexi, bukan telepon biasa”. Makanya kalau yang biasanya lancar, mereka suka ngadat. Kalau biasanya rahasia aman, mereka gak aman. Kalau biasanya jarang dropcall, mereka sering.

  33. agung tautan tetap
    September 16, 2007 10:11 pm

    baru saja saya dapat informasi. kalau
    ingin mengetahui detail sms suatu nomor telepon, cukup siapkan 300 sampai 500 ribu rupiah dan tinggal sebutkan nomor mana yang anda inginkan.

    “emang di negara ini ada berapa persen orang sih yang nggak mempan sama duit”

  34. September 17, 2007 11:32 am

    Wahduh…trus dimana nih jalur komunikasi yang aman jika berhubungan dengan masalah privasi? via telpon disadap, ponsel disadap, email mungkin saja juga bisa disadap. . . :(
    apa telepati aja ya?? :D

  35. September 17, 2007 12:24 pm

    serba ndak selamet.

    naik garuda bisa diracun (munir)
    make fleksi bisa disadap (metta)

  36. Penjahat_kelamin tautan tetap
    September 28, 2007 8:36 am

    Jadi bingung nich ??? Telkom flexi bukan telepon biasa atawa Metta bukan Wartawan biasa

  37. September 30, 2007 10:28 am

    padahal baru aja dapet nomer ganteng…

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS