Setiap kali menjelang buka puasa, saya biasa ngabuburit bersama beberapa buruh di pabrik. Kelompoknya sih gonta-ganti, tergantung siapa yang kebetulan lagi sempat.
Nah, beberapa sore yang lalu, saya kebetulan ngabuburit dengan dua kawan baik saya. Kami memilih sebuah di kedai di dalam sebuah mal, di jantung ibu kota.
Kebetulan kami kebagian meja di sebelah meja tempat empat perempuan muda, kaum urbanis, tengah reriungan. Sepertinya mereka juga mau menunggu bedug adzan Maghrib karena mejanya masih bersih, belum ada minuman dan makanan.
Empat perempuan itu rata-rata berkulit putih, bersih, wangi. Dandanannya tres chic semua. Dan, ini yang penting, sore itu, beberapa menit sebelum bedug tanda buka puasa terdengar, mereka lepas blazer dan menggantungkannya di sandaran kursi.
Olala … Terlihatlah blus-blus sleevless yang memamerkan lengan-lengan pemiliknya yang mulus bin halus. Wadoh, moga-moga puasa kami sore itu ndak hanya mendapatkan lapar dan dahaga belaka deh …
Nah, mereka itu ternyata ndak cuma nggaya dengan pakaiannya, tapi juga nggaya dalam obrolan. Maksudnya, mereka itu ngerumpi sambil cekakak-cekikik sampai cekakakan. Halah.
Saya penasaran, pengen tahu juga apa yang mereka obrolkan. Untungnya, karena suara mereka agak kenceng, saya ndak perlu mendekatkan-dekatkan kuping dan dikira mau nguping [padahal memang iya].
Tiba-tiba, salah satu perempuan yang berambut keriting bertanya pada temannya.
“Eh, lo masih sama si bapak itu, bow? Awet banget sih?”
“Ya iyalah. Gue kan setia. Lagian si bapak itu pengetian banget,” jawab yang ditanya.
“Tapi gue lihat lo jalan juga ama anaknya,” si keriting bertanya lagi.
“Iseng-iseng berhadiah bow, hehehe …. Abis, anaknya lucu juga sih.”
“Ah, itu sih bukan setia, tapi like father, like son,” teriak perempuan yang satunya lagi.
“Maksud lo?”
“Bapaknya lo embat, anaknya juga.”
“Huahaha … ” perempuan-perempuan itu ngakak bareng.
Dalam hati saya mengumpat, sontoloyo! Memangnya beginikah kelakuan perempuan-perempuan urban zaman sekarang?
Ah, sampean pasti ndak setuju kan, Ki Sanak?
September 24, 2007 pukul 3:44 pm
Nempil dong, tuan nDoro…!
September 24, 2007 pukul 3:46 pm
Waduh… pecah ndasku kang… sampeyan kok yo sek sempat nguping obrolannya mereka… jangan2 sampeyan juga sering curi2 pandang kalee…. Istighfar kang..
September 24, 2007 pukul 4:18 pm
sempat nyatet no hapene gak, ndoro? mau dong. astaghfirullah….
September 24, 2007 pukul 4:56 pm
trus… cewe-cewe urbanis itu tetep puasa ya mbah?
September 24, 2007 pukul 5:09 pm
trus tidur eh salah, sahur bareng mereka ndak ndoro?
September 24, 2007 pukul 6:04 pm
ckckck…. harusnya mereka ikut transmigrasi ya, jangan urbanisasi…
*muka oon
September 24, 2007 pukul 7:24 pm
kisaran umur pinten pakdhe ? awkawkawkkawka
fs nyah apah ?
September 24, 2007 pukul 7:56 pm
Ndoro kiy,poso2 cek sempat2e nguping ckckckckckck
September 24, 2007 pukul 8:36 pm
ndoro jangan marah yaaaa
September 24, 2007 pukul 9:25 pm
Untung anak sampeyan masih kecil, kalo udah gede bisa diembat juga hehehe
September 24, 2007 pukul 11:25 pm
wakakakakaka…
bukan ngembak itu ndoro..
kapal keruk tu.. wakakakaka
September 24, 2007 pukul 11:27 pm
batal..batal posone wong nguping kog
September 24, 2007 pukul 11:33 pm
anak pakdhe lucu tho?
lha pakdhe rela ndak diduwain sama anak pakdhe?
*salah tangkep..*
September 25, 2007 pukul 12:54 am
Wah pasti ndoro nggak sempat tanya apakah anaknya si bapak itu lucu ‘kiyut’ apa lucu ‘hahaha’?
September 25, 2007 pukul 1:05 am
hobinya kok ngurusin hidup orang lain to yoooo???
September 25, 2007 pukul 4:54 am
mereka temen2nya diajeng bukan? hehe
September 25, 2007 pukul 5:22 am
Itu mejanya sedekat apa ndoro? Kok bisa sampai detil gitu dengernya? Jangan-jangan ndoro semeja ya sama mereka…
September 25, 2007 pukul 12:36 pm
kok ngga pake skrinsyuut seh. . .
September 25, 2007 pukul 2:01 pm
semoga dia selingkuhan bapak saya, hehehehe
September 27, 2007 pukul 2:54 pm
tenanan tho iki…kok kayak obrolan di sinetron2 endonesah ya
September 27, 2007 pukul 7:33 pm
enak ajah ndoro…asal jeplak hehehehe… kebetulan kali ndoro..
eh, “perempuan” kayak gitu ternyata puasa juga yah ndoro?
eh, atau cuma satu perempuan ajah kali yang kayak gitu, yang lainnya mungkin sahabatnya, atau satunya temen milisnya, atau satunya temen temenya di milis yang jadi wartawan.. hahahahaha
September 30, 2007 pukul 2:19 pm
kapan-kapan kalo ngabuburit yang asyik kayak gitu hubungi saya, Ndoro ?…… he3