Kenikmatan Pecas Ndahe

Setiap kali berpuasa, godaan itu terlihat semakin menawan. Es kelapa muda. Es blewah. Es jeruk. Es cendol. Baso urat. Soto ceker. Sate & sop kambing Casmadi. Halah.

Sampean mungkin bisa menyebutkan lebih banyak lagi daftar makanan dan minuman yang paling mengundang selera di bulan puasa ini.

Tapi, bayangkan ketika malam hari. Apa sampean ya masih pengen menjejali perut dengan aneka makanan itu? Apa sampean masih kebelet menenggak soda dingin dan teman-temannya itu? Rasanya kok tidak, kecuali sampean memang punya perut berisi tujuh kere lapar.

Begitu tanda waktu buka puasa tiba, seseruput teh manis dan secuil kurma manis rasanya sudah melebih segalanya. Kita seolah mendapatkan kenikmatan yang tiada banding.

Dari mana sebetulnya kenikmatan itu datang, Ki Sanak?

Paklik Isnogud punya cerita begini. “Syahdan ada anak raja berburu ke hutan. Ia tersesat, kelaparan.

Ia tiba di sebuah pondok petani miskin. Di sini si ibu tani menolongnya, dan menyajikan makanan yang ada padanya sehari-hari — karena ia tak tahu bahwa tamunya adalah anak raja.

Tapi, betapa nikmatnya santapan itu bagi sang pangeran.

Kemudian, setelah berhasil kembali ke istana dan beristirahat beberapa hari, sang pangeran pun memesan hidangan gaya petani yang pernah dicicipinya dulu. Makanan itu dihadapkan, tapi sang pangeran tak mendapatkan rasa lezat yang dicari.

Tahukah sampean penyebabnya, Mas?”

Saya menggeleng.

“Kenikmatan tak datang pada orang yang kenyang. Ada sesuatu yang hilang daripadanya, sebagaimana ada sesuatu yang indah dalam hidup seadanya.

Petani di pondok dekat hutan itu berbahagia, lebih dari sang pengeran, karena ia tak mencari-cari.”

“Ooo … gitu ya, Paklik? Intinya kita tak perlu mencari-cari?” tanya saya.

Paklik Isnogud hanya tersenyum memamerkan parasnya yang meneduhkan.

14 Tanggapan ke “Kenikmatan Pecas Ndahe”

  1. jalansutera Berkata:

    dab, kalo puasa tanpa godaan, anak kecil juga bisa. tapi, kalo puasa penuh godaan dan sampeyan bisa menahan godaan itu, wah itu baru namanya jempolan. kalo di bulan ini semua restoran tutup, semua panti pijat tutup, tukang bakso gak keliling, gak ada godaan dong…

  2. imam Berkata:

    kata orang kakek nenek saya dulu, “makan itu paling enak kalau lauknya lapar”

  3. bangsari Berkata:

    lebih enak lagi kalo casmadinya gratis ndoro… hehehe

  4. bangsari Berkata:

    nanti buka bersama di sindang reret ndoro?

  5. balibul Berkata:

    dan semua rakyat bhi seraya berteriak

    ” sateeeeee casmaaaaaaaaaaaadi ”

    hahahahaha, cerita yang bagus ndor !

  6. bee Berkata:

    Bukanya bercinta ama diajeng dong, juragan. :D

  7. langit biru Berkata:

    @ jalansutera : plus di bulan puasa ada iming-iming bonus pahala pula!
    Lalu klo minta maap cuma gara-gara sekarang bulan puasa, gimana menurut Ndoro?

    ya ndak gimana-gimana toh?

  8. andrias ekoyuono Berkata:

    lebih enak kalo makan bebek ginyo tebet, atau ayam bakar ganthari, slurrrpppp….
    kalo laper sih apapun kayaknya enak ya ? :-D

  9. pitik Berkata:

    sate casmadi itu dimana to ndoro?

    jalan kuningan barat, jalan mau ke gedung cyber itu tuh …

  10. adipati kademangan Berkata:

    panganan opo sing paling uenak ?
    panganan sing halal tur geratis tur pas luwe … tur ora kakehan.

  11. venus Berkata:

    saya juga mau ditraktir, ndoro. halah.

    btw, ada yang nyaingin pesta blogger ya?

    piss! :D

    oh ya? kenapa harus saingan ya?

  12. balibul Berkata:

    wah ojo dipelintir mbok

    asyem ik, ojo salah tompo

    kui mok gojekan…wong aku karo ndoro

    yo ga neson kok, nek ono ulem soko ndoro aku yo melok nang HRC kok :P
    padune kowe tho sing pengen delok ndoro nesu

    poso-poso kok nesu sih? mbok urip ki sing penak wae, rasah golek musuh. yo ra bal … :D

  13. mei Berkata:

    aku dadi penikmat waelah =)

  14. funkshit Berkata:

    makan itu nikmat jika sedang lapar, jika bersama sama atau makan gratis

Tinggalkan Balasan