Banjir Pecas Ndahe

Oktober 30th, 2007 § 37 Komentar

Baru dihajar hujan barang sebentar saja, beberapa wilayah Jakarta sudah kebanjiran. Bagaimana nanti kalau musim hujan mencapai puncaknya?

Bang Fauzi Bowo, numpang tanya dong, bagaimana sampean mau mengatasi masalah tahunan ini? Kalau sampean ndak njawab, nanti sampean bakal dikirimi kaos ini loh.

Halah, kok ngancam? :D

[PS: yang mau pesen kaos, silakan klik gambar di atas. thanks]

§ 37 Responses to Banjir Pecas Ndahe

  • jalansutera mengatakan:

    siapapun gubernurnya, jakarta pasti tetap banjir. mau gubernurnya si jampang, si gendut, atau si kumis. jadi, ya kita siap-2 saja banjir…

  • Andri Setiawan mengatakan:

    aku mau juga dikirimin kaosnya, tak nggone nggo keset :-D

  • kw mengatakan:

    wah keren juga… pesen ahhhh

  • Maylaffayza mengatakan:

    Saya mau pakai kaosnya…

  • Avante mengatakan:

    Coba keluarin kaosnya waktu jaman kampanye dulu Pak…
    pasti banyak yang beli :)

  • adit mengatakan:

    aku mau juga ndoro kaosnya, tapi ukurannya yang XXL dan bukan berdasarkan asumsi kalau orang indonesia itu kecil-kecil.

    Ndoro kalau pake kumis kayaknya lebih mantep tuh hihihi

  • [...] Untuk sekarang kita cuma pesen kaos aja clipped from ndorokakung.com [...]

  • balibul mengatakan:

    haduh komen nduwur ku marai deg-degan huaaa

  • Anto mengatakan:

    Kelarin tuh BKT,masa itu proyek ga ada kelanjutannya.
    Gimana mau ga banjir kalau bikin solusinya setengah-setangah.

  • Nico mengatakan:

    Hmm, menurut pendapat saya, untuk mengatasi masalah banjir ini, tidak bisa semua di salahkan kepada pemerintah. Memang walaupun pemerintahlah yang paling bertanggung jawab atas masalah ini. Banyak kali kali di jakarta yang seharusnya menjadi tempat mengalirnya air, menjadi tidak berfungsi semestinya fungsinya yang berubah menjadi tempat sampah.

    Kesalahan terbesar dari pemerintah menurut pandangan saya terhadap masalah banjir ini adalah pemberian ijin untuk membangun di Jakarta. Pemerintah dengan sangat ceroboh memberi izin mendirikan bangunan tanpa melakukan

  • Pesen kaosnya satu dong Ndoro. :)

  • Aduh masih jadi munyuk… *nasib* :P

  • nananias mengatakan:

    makanya to pindah ke bali aja :D

  • Fauzan mengatakan:

    5, 4, 3, 2, 1
    Bapak2 ibu2 harap tenang …
    banjir telah datang :D

  • daustralala mengatakan:

    nggak muncul gambarnya kok ya…

  • kenny mengatakan:

    musim di Indonesia kan skr 4 tho, kemarau,hujan, demam berdarah, banjir

  • funkshit mengatakan:

    pesen kumisnya donkksss

  • mariskova mengatakan:

    Saya mau dong kaosnya. Tapi gambarnya tolong lebih di-samar-in. Gak ikhlas aja make foto itu…

  • iphan mengatakan:

    kaosnya bagus ndoro…. saya mau…!

  • Totoks mengatakan:

    Saya pesen kaosnya dong Ndoro? Lumayan pesen sosialnya menohok :D

  • evan mengatakan:

    cocok untuk seragam wartawan balaikota dki tuh…

  • fauzi bowo mengatakan:

    ditahan/disumpel pake kumis, ndoro!

  • NuDe mengatakan:

    ndoro, aku pesen yang brengosnya sudah dicukur ada ndak?

  • Hedi mengatakan:

    Banjir juga bisa jadi bisnis…walopun margin kecil hehehe

  • venus mengatakan:

    waduh, serem. mudah2an jangan banjir gede lagi…

  • Irvan mengatakan:

    tuh kan, takut si kumis ama banjir pas dialog ama metro tv. hihihi.

    *yang penting tempat saya ga banjir*

    -IT-

  • ojat mengatakan:

    gimana kalo kaosnya pake bonus pelampung :D hehe *zzz

  • abrehoh mengatakan:

    Weeleh…Jakarta bakal kebanjiran kaos nih.

  • Hiu mengatakan:

    Ah….
    Banjir….

  • pakde mitro mengatakan:

    ndoro, pesan sosialnay bagus. idem ditto sama salah satu rekan kita yg mengusulken supaya kaos itu dipakai para wartawan yg tugas di balai kota :p.

    ndoro kaosnya apik, bahannya apik juga nggak? kalo bahannya apik & awet kan bisa dipakai di musim-musim banjir berikutnya :p

  • evan mengatakan:

    kalo pesen stengah lusin, apa dapat diskon Ndoro? banyak yg berminat tuh..

  • use mengatakan:

    Bagi2 kaos??? Emang udah masa kampanye???

  • Arham mengatakan:

    harusnya di pemilihan kemaren dibikin peraturan yang kalo dalam 3 taun dan dalam menuju ke 3 tahun tersebut tidak ada perkembangan yang memuaskan untuk rakyat jakarta maka, gubernur wajib, harus di ganti dengan saingannya yang kalah ato kalo ngak ada saingan wajib diadakan pemilihan singkat untuk taun sisanya….gmn , kerenngak solusinya..?

    Arham
    http://road-entrepreneur.com

  • anggunpribadi mengatakan:

    seragam yang lucu kalau dipakai pas kita ngungsi kebanjiran.. Rumah ku bulan feb kemarin sepinggang banjirnya.. ckckckck..

  • hardjo mengatakan:

    salam kenal, ndoro. hari ini sudah pesan kaosnya. kalau sudah sampai pasti cocok dipakai bedes-bedes kecil kota besar seperti saya ini.

    (btw, sampainya stlh brp hari ya, ndoro?)

  • Enno mengatakan:

    Kaosnya keren ndoro…
    peseeeen….!!!! kekekek

  • evan mengatakan:

    Waduh ndoro, omah evan kebanjiran maneh…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Banjir Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.