Bola Pecas Ndahe

November 7th, 2007 § 37 Komentar

Bukan maksud saya mau melecehkan perempuan, Ki Sanak. Tapi, saya cuma mau meneruskan obrolan dua penyiar iRadio, Poetri Soehendro dan M. Rafiq.

Menurut mereka, perempuan itu bisa diibaratkan olahraga/permainan bola. Maksudnya?

>> Perempuan berumur 20 tahunan itu seperti sepak bola. Bolanya satu, yang berebut 22 orang.

>> Perempuan usia 30-an seperti olahraga basket. Bola satu buat rebutan sepuluh orang.

>> Perempuan yang sudah 40-an tahun seperti pingpong. Yang main cuma dua orang, bolak-balik mukul satu bola yang sama.

>> Nah, kalau perempuan 50-an tahun itu katanya mirip olahraga golf. Mainnya sendirian. Kalau ketemu bola langsung dipukul jauh-jauh. Halah!

Apa benar begitu, Ki Sanak?

§ 37 Responses to Bola Pecas Ndahe

  • aprikot mengatakan:

    lha embuh.

    halah

  • aprikot mengatakan:

    eh pertamax yaks

    *ngloyor*

  • jalansutera mengatakan:

    Pertamax… bensin, solar…

    >> Perempuan di bawah umur 20 tahun seperti bola bekel yang mudah mentak ke sana ke mari, lentur dan sulit diprediksi arah geraknya…
    >> Nah, kalo perempuan berumur lebih dari 50 tahun, seperti bola kasti. Begitu mendekat, langsung dipukul sejauh mungkin (kualat!…)

    hihihi…

  • pitik mengatakan:

    bolaku dua ndoro…sampeyan?

  • adipati kademangan mengatakan:

    wow … cek nemen men
    No Women … I Cry …

    Belum ada yang nyangkem. Buruan tulis pertamax.

  • antobilang mengatakan:

    hm.. ini masih tentang model usia 20-an itu kah ndoro?

  • ann!sha mengatakan:

    hahahaha asyem!

  • adit mengatakan:

    Ngga setuju ah. Ini pelecehan. Ini kan berarti berlaku ke ibu, adek, anak, dan saudara-saudara perempuan kita juga. Teganya… :(

  • Vavai mengatakan:

    Karena perempuan ingin dimarahi, *gubrak*

  • kw mengatakan:

    gak juga ndoro. buktinya masih banyak tante girang. :)

  • RIZKI EKA PUTRA mengatakan:

    h aha ! apa iya ndoro?

  • andrias ekoyuono mengatakan:

    hahahaha…ternyata kita mendengarkan radio yang sama :-)

  • Andri Setiawan mengatakan:

    tak andakke ndoro putri loh … :-P

  • la mendol mengatakan:

    Nggak juga ah. Semua tergantung perawatan fisik dan onderdilnya juga Ndoro. Contohnya Mbak saya. Mbak Demi More, umur boleh 40 tahun, tapi lelaki mana yang nggak ngecess liat body-nya.

  • Totoks mengatakan:

    bagaimanapun bola itu tetaplah bundar.. artinya bagaimanapun cara memainkannya entah ditendang, dipukul, dilempar, tetap saja enak untuk dimainkan.. *ini membicarakan bola kan?* :D

  • gali mengatakan:

    yup
    tinggal yang ikut main gimana

    tapi main golf itu tidak cuman tujuan nya di pukul jauh jauh aja kan….

    dia juga masih di lirik lirik dulu, di elus elus..
    kadang juga masih ada yang di cium juga

  • NuDe mengatakan:

    kalau 60-an, ndoro? gerakan tanpa bola ya?

  • Hedi mengatakan:

    apapun…yg namanya perempuan tetep asyiklah…ilmu relativitas berlaku :D

    Eh ndoro, ini ada tebakan, apa bedanya pemain bola dengan laki-laki? :P

  • merahitam mengatakan:

    Kok aku nggak ngerti ya?

  • mikow mengatakan:

    kalo perempuan 60-an kyk bola api ya? nggak ada yg mau nangkep :)

  • Hasan mengatakan:

    # NuDe : “kalau 60-an, ndoro?”

    Klo 60-an mirip OLAHRAGA BILIAR kali ya ndoro… orangnya 2 bolanya 15, semuanya disodok atu2 ampe jauh and nyeplos semua ke lobang. Hehehe :D *becanda ndoro,peace!*

  • omith mengatakan:

    wanita dijajah pria sejak dolo..
    dijadikan perhiasan nan.. tralala..

    wanita wani di toto..
    wanita penakluk laki2..

    …bila wanita ta ada niscaya kehidupan akan MATI..
    karna wanita adalah sumber dari kehidupan..

    wkakakaka so .. sujud lah para lelaki pada wanita..wakakak
    karna .. surga ada ditelapak nya..

    *tuing*

  • per-empu-an mengatakan:

    para aktivis gender mo maen ke sini katanya…
    lalu?

  • sarah mengatakan:

    kalo belum 20 yg maen bola brp org ndoro?? halah…hahaha.

  • Aris mengatakan:

    baca judulnya kirain ngomongin nurdin halid, enggak tahunya masih soal awewe, aya aya wae ndoro ini …

  • hoek mengatakan:

    hoooo…
    hooooooo…….

  • iphan mengatakan:

    wuihh… becanda yang keterlaluan!

  • cyn mengatakan:

    wakakakakakaa… lucu…
    asik juga ya diumpakan bola..
    pake liga nya juga dong ndoro.. ;-)

  • phy mengatakan:

    ndoro, hobi main golf kah ?! *lugu mode*

  • Toga mengatakan:

    … tambah satu lagi Ndoro, di atas 50-an, seperti bola salju… dingin, beku, dan membekukan.

    (astaga, nyokap kan udah di segmen itu? Luv u Mom…)

  • agung mengatakan:

    maksudnya, ndoro siyap bersaing sama antobilang buat rebutan sarah .. gitu ya ndoro ? :D

    *kabuur*

  • evi mengatakan:

    ternyata kita mendengar radio yang sama. mereka berdua emang gila….

    kalo pagi ini topiknya mayat yang tetap utuh walau telah dikubur puluhan tahun dan si murni itu…. :D

  • funkshit mengatakan:

    klo umur 20 an harusnya bola bowling.. sekali jalan bisa merubuhkan 10 batangan (bener kan 10, . katrok ngga pernah boling) . . .

  • kenny mengatakan:

    gak masalah ndoro dianggep bola apa aja, yg penting tetep iso ngglundung :P

  • Anto mengatakan:

    Bukannya kaya bola softball kalo yang umur 20,
    bolanya 1 yang ngrebutin banyak,pake adu fisik lagi.

    ( bener softball kan yang mainnya pake tubruk2an ? )

  • Anang Pangestu mengatakan:

    kalo ndoro putri masuk yang mana ndoro, apa ndoro masih suka maen sepak bola……..:))

  • arya mengatakan:

    nek laki2 kebalikannya ya ndoro? dgn umur ndoro sekarang, pasti ndoro bagaikan bola rugby yg direbutin pakdhe ndobos 30 orang. hehehe

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bola Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.