Guru Pecas Ndahe

November 26, 2007 § 30 Komentar

Digugu lan ditiru. Itu wajah guru di masa lalu. Artinya, dipercaya dan diteladani.

Dulu kebanyakan orang mencitrakan guru sebagai sosok yang pintar, lurus, idealis, mengayomi, galak, dan kebanyakan kere — cuma punya sepeda yang bisa “standing dan terbang” seperti lagu Oemar Bakrie yang dinyanyikan dengan getir jenaka oleh Iwan Fals].

Sekarang?

Giliran sampean menilainya, Ki Sanak …

>> Salam hormat saya kepada semua guru — siapapun dan di manapun sampean berada — yang hari ini merayakan Hari Guru Indonesia.

About these ads

§ 30 Responses to Guru Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Guru Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.534 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: