JakJazz Pecas Ndahe

Sudahlah Mas, sudah … simpan saja maaf dan penyesalanmu. Aku tahu bahkan sejak kamu belum mengucap janji itu dan akhirnya tak bisa kau tepati.

Tak usah kau pikirkan lagi kesempatan menonton JakJazz yang lewat begitu saja di depan mata kita. Tak usah kau sesali pekerjaan yang menahan langkahmu itu. Tak usah kau ingat lagi perintah tuan-tuan yang membuatmu tak bisa menjemputku itu.

Tahun depan toh JakJazz bakal datang lagi. Daripada kau mengutuk waktu yang lenyap, lebih baik menyalakan harap.

Aku tahu JakJazz itu tontonan yang begitu merangsang sensasi dan menggoda imajinasimu. Aku juga paham betapa kau ingin menunjukkannya padaku.

Tapi, buat aku, kamulah sesungguhnya pertunjukkan hidup yang tak pernah kehabisan pesona. Warna-warni JakJazz bukan apa-apa dibanding seluruh denyut dan gairah kehidupan yang kau tunjukkan setiap hari kepadaku.

Rayuan gombalmu pastilah tak kalah memukau dibanding lecutan stik drum Gilang Ramadhan. Lekukan tubuhmu yang harum tembakau sekoal toh lebih seksi ketimbang suara serak Syaharani. Bahkan senyummu pun jauh lebih menawan daripada finger tap Wayan Balawan.

Jadi buat apa gundah gulana kalau aku sudah mendapatkan semuanya pada sosokmu? Kamu adalah seni, keindahan, tanpa tepuk tangan. Aku toh bukan pemuja hal-hal yang akhirnya bisa diraih banyak oleh orang, betapapun mahalnya.

Kamu tahu kenapa?

Karena keindahan tak cuma hadir dalam sebuah tontonan bertiket sekian ratus ribu rupiah. Kita toh bisa melihat ada yang indah pada etalase rumah makan di Pecenongan, stempel karet di kaki lima Malioboro, sampul album Pink Floyd, pada segala sesuatu yang sehari-hari, yang sementara, yang sepele — seperti dirimu.

Bukankah di Bali juga keindahan bisa didapat pada patung keramik yang besok mungkin pecah?

Kamu lebih dari segalanya itu. Sebab, kamulah cintaku yang paling sempurna …

>> Surat elektronik seorang perempuan kepada kekasih hatinya yang tak pernah sempat terkirimkan.

41 Tanggapan ke “JakJazz Pecas Ndahe”

  1. evan Berkata:

    pertamax..gak mau kalah ama mas puji

  2. silentreader Berkata:

    keduax….

  3. Hedi Berkata:

    gampang…tahun depan nonton sama aku aja, wong aku juga ga sempet nonton yg tahun ini :P

  4. hiu Berkata:

    Surat buat Ndoro ?
    perasaan banyak jg gundiknya…
    *menunggu*

  5. hiu Berkata:

    kabuuuuuuuuuuuuuuur

  6. Aris Berkata:

    Surat elektronik seorang perempuan kepada kekasih hatinya yang tak pernah sempat terkirimkan

    Lho emangnya surat ini udah dibuang ke tempat sampah dan dipungut sama sampeyan? (ehm jadi inget cerita mungut tisu yang memuat kata gelinjang)

  7. Blog Strategi + Manajemen Berkata:

    [.....Kita toh bisa melihat ada yang indah pada etalase rumah makan di Pecenongan, stempel karet di kaki lima Malioboro, sampul album Pink Floyd, pada segala sesuatu yang sehari-hari, yang sementara, yang sepele....]

    Saya suka sekali dengan kalimat diatas….sebuah filosofi yang mengingatkan kita pada buku yang pernah menggemparkan itu, bertajuk The Psychology of Everyday Things.

  8. adipati kademangan Berkata:

    surat elektronik ki sakjane email toh
    lhoh … !!@#$% ndoro tibake seneng bongkar2 komputere wong

  9. galih Berkata:

    Wah, kampanye rokok nih :P

  10. Bening Berkata:

    Hmm…surat dari Diadjeng ya Ndoro? ;) Ndoro, gimana sih rasanya dapat surat semanis itu?

  11. balibul Berkata:

    ndobos (dot) com :D

  12. sayap Berkata:

    nanti kalo kita ketemu, Ade ngamen private deh mas.. biar gak nyesel gak lihat Ade manggung kemarin.

    -Ade-

  13. annots Berkata:

    sejak kapan ndoro operasi kelamin dan mencintai laki-laki? *ngumpet di bawah meja*

  14. hanny Berkata:

    taelaaaa… ada apa, nihhh????

  15. kw Berkata:

    @hiu.. gundik… komenmu membuatku tersenyum di pagi ini. thx

  16. Jiewa Berkata:

    Aduh Jazz.. musik berat :D Aku cuma suka yg ringan2 macam Buble & Cullum ..

  17. omith Berkata:

    wah.. aku luPa.. padahal da punya id buat masuk
    ga kepakek :( sibuk gara gara ujian .. hiks hiks
    padahal tiap taon ga pena absen nongton jak jazz hiks..

    pantesan aku ditlponin ama panitianya koq ga dateng..
    ga ngeh juga..asem..bin goblok..*heheueueu*
    karena aku anggep ga penting..

    *wah koq aku curhat* ..maabh

  18. ndahmaldiniwati Berkata:

    sorry ndoro, kemarin saya tinggal. bukan mo bikin mupeng nih… tapi asli top markotop apalagi satoru shionoya. tahun depan kesana ndoro?? ato mo yg murah like jgtc:D

  19. aprikot Berkata:

    perempuan yang mana lagi ndoro? :P

  20. sarah Berkata:

    Aku juga gag sempet nonton kemarin, hikss..hiks.

  21. haikal Berkata:

    LOL
    menghibur diri nih….

  22. pinkina Berkata:

    cek akeh’e seh perempuan2 itu ???
    emang sampeyan tempat sampah curhat yha Ndoro ???

  23. Totoks Berkata:

    nemu dimana surat ini Ndoro? padahal belum dikirim kok sudah dibocorkan.. :D

  24. guntur Berkata:

    haiyah, biasane campursari wae kok ndadak jazz-jazz an harang…

  25. ~Mas Kopdang ~ Berkata:

    SGA banget………………..

  26. andrias ekoyuono Berkata:

    [versi jawaban]

    Sayang…
    Tiada untaian kata yang bisa mengobati rindunya hatiku pada komposisi jazz PIG (Pra Indra Gilang) yang menawan, tiada denyutan jantung yang bisa menggantikan rancaknya Shakatak, apalagi ditambah hilangnya asaku merasakan sentuhan fusion dari Spyro Gyra menyentuh telingaku…
    Momen itu tak pernah sama….maaf katamu tidak bisa menggantikannya….

    *halah*

  27. Riff Berkata:

    Sugeng sonten..
    Waduh.. pecas ndah-ku.. moco postingane ndoro kakung (baru pertama ngerti) :D

  28. Riff Berkata:

    Lah, avatar-ku kok dadi bedes ngunu..

  29. deniar Berkata:

    Wah…….mau donk ikutan JakJazz, gak sempet euy, lagi ngejar skripsi nih…. jadi pecah ndhase…

  30. Rara Berkata:

    aih, manisnya.. gilee, ngga nyangka.. :D
    ndoro… balawan ndoro, balawan.. i’m in love.. (ada di multiply ku)

  31. begundal Berkata:

    biasane ndelok karawitan wae kok :P sok elit…

  32. eriek Berkata:

    wah…keren! *apa coba? ngga ngerti :)

  33. ulatdaun Berkata:

    hhhhmmmmm……..

    hhhhmmmmm……

  34. Sharon Berkata:

    Wah, ternyata jakk jazz dah kelar…

    *baru bangun dari hibernasi*

  35. iphan Berkata:

    wah… suratnya sapa buat sapa tuw?
    tapi saya ngiri betul, ga bisa nonton jak jazz…

    tapi tunggu, saya bakal nonton java jazz 2008

  36. V3 Berkata:

    yg lain ngomentarin jazz nya, aku coment isi suratnya ach, so sweet and beautiful message ungkapan cinta and kasih sayang yang begitu manis :)

  37. mei Berkata:

    episode narsis kang??

    *kaborr…*

  38. funkshit Berkata:

    saya nonton jazz nya klo kolaborasi ama jamrud aja deh

  39. maruria Berkata:

    Cinta yang sempurna….
    Jadi ingat seseorang yang mengungkapkan itu pada saya.
    Tapi inget ndoro…nothing’s perfect in this world…

  40. Paman Tyo Berkata:

    Bagus. Menyentuh sekali. Dalemmmm banget.

    Maksudku komentar Hiu sebelum kabur itu.

  41. adis™ Berkata:

    saya pengin honda jazz…*siul siul*

Tinggalkan Balasan