Sudahlah Mas, sudah … simpan saja maaf dan penyesalanmu. Aku tahu bahkan sejak kamu belum mengucap janji itu dan akhirnya tak bisa kau tepati.
Tak usah kau pikirkan lagi kesempatan menonton JakJazz yang lewat begitu saja di depan mata kita. Tak usah kau sesali pekerjaan yang menahan langkahmu itu. Tak usah kau ingat lagi perintah tuan-tuan yang membuatmu tak bisa menjemputku itu.
Tahun depan toh JakJazz bakal datang lagi. Daripada kau mengutuk waktu yang lenyap, lebih baik menyalakan harap.
Aku tahu JakJazz itu tontonan yang begitu merangsang sensasi dan menggoda imajinasimu. Aku juga paham betapa kau ingin menunjukkannya padaku.
Tapi, buat aku, kamulah sesungguhnya pertunjukkan hidup yang tak pernah kehabisan pesona. Warna-warni JakJazz bukan apa-apa dibanding seluruh denyut dan gairah kehidupan yang kau tunjukkan setiap hari kepadaku.
Rayuan gombalmu pastilah tak kalah memukau dibanding lecutan stik drum Gilang Ramadhan. Lekukan tubuhmu yang harum tembakau sekoal toh lebih seksi ketimbang suara serak Syaharani. Bahkan senyummu pun jauh lebih menawan daripada finger tap Wayan Balawan.
Jadi buat apa gundah gulana kalau aku sudah mendapatkan semuanya pada sosokmu? Kamu adalah seni, keindahan, tanpa tepuk tangan. Aku toh bukan pemuja hal-hal yang akhirnya bisa diraih banyak oleh orang, betapapun mahalnya.
Kamu tahu kenapa?
Karena keindahan tak cuma hadir dalam sebuah tontonan bertiket sekian ratus ribu rupiah. Kita toh bisa melihat ada yang indah pada etalase rumah makan di Pecenongan, stempel karet di kaki lima Malioboro, sampul album Pink Floyd, pada segala sesuatu yang sehari-hari, yang sementara, yang sepele — seperti dirimu.
Bukankah di Bali juga keindahan bisa didapat pada patung keramik yang besok mungkin pecah?
Kamu lebih dari segalanya itu. Sebab, kamulah cintaku yang paling sempurna …
>> Surat elektronik seorang perempuan kepada kekasih hatinya yang tak pernah sempat terkirimkan.
Nopember 27, 2007 pukul 2:10 am
pertamax..gak mau kalah ama mas puji
Nopember 27, 2007 pukul 3:02 am
keduax….
Nopember 27, 2007 pukul 4:09 am
gampang…tahun depan nonton sama aku aja, wong aku juga ga sempet nonton yg tahun ini
Nopember 27, 2007 pukul 4:25 am
Surat buat Ndoro ?
perasaan banyak jg gundiknya…
*menunggu*
Nopember 27, 2007 pukul 4:26 am
kabuuuuuuuuuuuuuuur
Nopember 27, 2007 pukul 4:34 am
Surat elektronik seorang perempuan kepada kekasih hatinya yang tak pernah sempat terkirimkan
Lho emangnya surat ini udah dibuang ke tempat sampah dan dipungut sama sampeyan? (ehm jadi inget cerita mungut tisu yang memuat kata gelinjang)
Nopember 27, 2007 pukul 6:11 am
[.....Kita toh bisa melihat ada yang indah pada etalase rumah makan di Pecenongan, stempel karet di kaki lima Malioboro, sampul album Pink Floyd, pada segala sesuatu yang sehari-hari, yang sementara, yang sepele....]
Saya suka sekali dengan kalimat diatas….sebuah filosofi yang mengingatkan kita pada buku yang pernah menggemparkan itu, bertajuk The Psychology of Everyday Things.
Nopember 27, 2007 pukul 6:47 am
surat elektronik ki sakjane email toh
lhoh … !!@#$% ndoro tibake seneng bongkar2 komputere wong
Nopember 27, 2007 pukul 7:30 am
Wah, kampanye rokok nih
Nopember 27, 2007 pukul 7:58 am
Hmm…surat dari Diadjeng ya Ndoro?
Ndoro, gimana sih rasanya dapat surat semanis itu?
Nopember 27, 2007 pukul 8:08 am
ndobos (dot) com
Nopember 27, 2007 pukul 8:36 am
nanti kalo kita ketemu, Ade ngamen private deh mas.. biar gak nyesel gak lihat Ade manggung kemarin.
-Ade-
Nopember 27, 2007 pukul 8:51 am
sejak kapan ndoro operasi kelamin dan mencintai laki-laki? *ngumpet di bawah meja*
Nopember 27, 2007 pukul 9:24 am
taelaaaa… ada apa, nihhh????
Nopember 27, 2007 pukul 9:27 am
@hiu.. gundik… komenmu membuatku tersenyum di pagi ini. thx
Nopember 27, 2007 pukul 9:48 am
Aduh Jazz.. musik berat
Aku cuma suka yg ringan2 macam Buble & Cullum ..
Nopember 27, 2007 pukul 10:12 am
wah.. aku luPa.. padahal da punya id buat masuk
sibuk gara gara ujian .. hiks hiks
ga kepakek
padahal tiap taon ga pena absen nongton jak jazz hiks..
pantesan aku ditlponin ama panitianya koq ga dateng..
ga ngeh juga..asem..bin goblok..*heheueueu*
karena aku anggep ga penting..
*wah koq aku curhat* ..maabh
Nopember 27, 2007 pukul 10:24 am
sorry ndoro, kemarin saya tinggal. bukan mo bikin mupeng nih… tapi asli top markotop apalagi satoru shionoya. tahun depan kesana ndoro?? ato mo yg murah like jgtc:D
Nopember 27, 2007 pukul 10:25 am
perempuan yang mana lagi ndoro?
Nopember 27, 2007 pukul 10:38 am
Aku juga gag sempet nonton kemarin, hikss..hiks.
Nopember 27, 2007 pukul 10:41 am
LOL
menghibur diri nih….
Nopember 27, 2007 pukul 11:08 am
cek akeh’e seh perempuan2 itu ???
emang sampeyan tempat sampah curhat yha Ndoro ???
Nopember 27, 2007 pukul 3:00 pm
nemu dimana surat ini Ndoro? padahal belum dikirim kok sudah dibocorkan..
Nopember 27, 2007 pukul 3:49 pm
haiyah, biasane campursari wae kok ndadak jazz-jazz an harang…
Nopember 27, 2007 pukul 4:49 pm
SGA banget………………..
Nopember 27, 2007 pukul 4:58 pm
[versi jawaban]
Sayang…
Tiada untaian kata yang bisa mengobati rindunya hatiku pada komposisi jazz PIG (Pra Indra Gilang) yang menawan, tiada denyutan jantung yang bisa menggantikan rancaknya Shakatak, apalagi ditambah hilangnya asaku merasakan sentuhan fusion dari Spyro Gyra menyentuh telingaku…
Momen itu tak pernah sama….maaf katamu tidak bisa menggantikannya….
*halah*
Nopember 27, 2007 pukul 5:33 pm
Sugeng sonten..
Waduh.. pecas ndah-ku.. moco postingane ndoro kakung (baru pertama ngerti)
Nopember 27, 2007 pukul 5:34 pm
Lah, avatar-ku kok dadi bedes ngunu..
Nopember 27, 2007 pukul 5:59 pm
Wah…….mau donk ikutan JakJazz, gak sempet euy, lagi ngejar skripsi nih…. jadi pecah ndhase…
Nopember 27, 2007 pukul 6:24 pm
aih, manisnya.. gilee, ngga nyangka..
ndoro… balawan ndoro, balawan.. i’m in love.. (ada di multiply ku)
Nopember 27, 2007 pukul 7:04 pm
biasane ndelok karawitan wae kok
sok elit…
Nopember 27, 2007 pukul 7:33 pm
wah…keren! *apa coba? ngga ngerti
Nopember 27, 2007 pukul 9:11 pm
hhhhmmmmm……..
hhhhmmmmm……
Nopember 27, 2007 pukul 10:36 pm
Wah, ternyata jakk jazz dah kelar…
*baru bangun dari hibernasi*
Nopember 27, 2007 pukul 11:47 pm
wah… suratnya sapa buat sapa tuw?
tapi saya ngiri betul, ga bisa nonton jak jazz…
tapi tunggu, saya bakal nonton java jazz 2008
Nopember 28, 2007 pukul 9:41 am
yg lain ngomentarin jazz nya, aku coment isi suratnya ach, so sweet and beautiful message ungkapan cinta and kasih sayang yang begitu manis
Nopember 28, 2007 pukul 10:00 am
episode narsis kang??
*kaborr…*
Nopember 28, 2007 pukul 12:41 pm
saya nonton jazz nya klo kolaborasi ama jamrud aja deh
Nopember 28, 2007 pukul 1:00 pm
Cinta yang sempurna….
Jadi ingat seseorang yang mengungkapkan itu pada saya.
Tapi inget ndoro…nothing’s perfect in this world…
Nopember 29, 2007 pukul 12:08 am
Bagus. Menyentuh sekali. Dalemmmm banget.
Maksudku komentar Hiu sebelum kabur itu.
Desember 2, 2007 pukul 1:24 pm
saya pengin honda jazz…*siul siul*