Hukuman Pecas Ndahe

Desember 11th, 2007 § 40 Komentar

Perhatikan kata-kata dalam lingkaran putih.

Apakah pembuatnya belum lulus SD?

Saya mendapatkan kiriman foto ini dari Mas Gandrik kemarin. Saya ndak tahu apakah foto yang sama pernah beredar sebelumnya. Mohon maaf kalau “basbang” … hehehe …

§ 40 Responses to Hukuman Pecas Ndahe

  • Totoks mengatakan:

    hehehe… yg nulis itu baru belajar berhitung ndoro :D

  • Aris mengatakan:

    pantesan kereta api gak pernah untung, wong gak bisa membedakan angka 6 dan 3 :)

  • Praditya mengatakan:

    Eh, srius tuh ndoro…

    Wkwkwk… Mau ngakak guling2… :D

  • wieda mengatakan:

    angka 6 bacanya tiga…..klo 3 bacanya opo???

    *pantes pecah ndase* …

    kabooorrrr ah…merem sambil ngakak

  • didut mengatakan:

    kesalahan cetak *membantu ngeles yg buat :p *

  • anangku.wordpress.com mengatakan:

    itu disengaja kali… hahahahaha

  • begundal mengatakan:

    “6″ itu yang seharusnya, nanti bisa dikorting jadi “tiga” kalo nambah uang saku buat aparat :P

  • The Sandalian mengatakan:

    Wakakaka…
    Yang nulis lagi mabok lapen tuh ndoro :D

  • triyani mengatakan:

    Barangkali disengaja untuk menarik perhatian :)
    setidaknya kemarin dimilisku pada rame ngebahas tulisan tsb dan sekarang saya tertarik ikut komen di blognya ndoro heheh.

    Ehh..tapi itu khan ngutip dari undang-undang khan.. perlu di cek juga mungkin UU-nya bilang gitu “6 (tiga)” :(

  • Bening mengatakan:

    Kalau sudah lulus, mungkin lulusan SD Pecas Ndahe tuh Ndoro :D

  • stey mengatakan:

    itu bukan tipuan kamera kan ndoro?

  • venus mengatakan:

    PJK butuh spam protector :p

  • Hoek Soegirang mengatakan:

    Gyaahhh….
    kalo ndak salah, dalam matematika, kek geto itu bentuk ferkalian deh. 6 (3), brarti hasilna 18… *sok ngarang*

  • guntur mengatakan:

    lhah sudah bener gitu kok… *orang ptkai*

  • kenny mengatakan:

    nulisnya salah tapi maksudnya bener, hukuman 6 bulan (3bln aja yg dijalananin) getuuu lohhhh :D

  • genduk anti pedhot mengatakan:

    ndoro…..orang kereta api memang bener2….”mabok”….GUBRAKKK (kaget sambil jatuh dari kursi dgn posisi kaki diatas…:-))

  • Dee mengatakan:

    suruh ke blognya mbok venus dulu, biar belajar berhitung ndoro

  • arya mengatakan:

    cuman bisa ngakak

  • kw mengatakan:

    ha ha … selalu tak serius mereka!

  • eko ambin mengatakan:

    lha wong lulusan ilmu gathuk, hukuman aja pake di mistik
    kok bukan 6 dimistik jadi 9 sekalian ( he he he )

  • nananias mengatakan:

    bukan hal yang mengejutkan kan? bagaimanapun ini (masih) indonesia. kan bagus bisa untuk berkelit dimana diperlukan.

  • annots mengatakan:

    itu karena uang proyek pembuatan reklamenya baru dibayar separo, jadi efeknya separonya dari 6 bulan yang kecetak, kalo dah dilunasi mungkin ganti jadi (enam)

  • Moes Jum mengatakan:

    berarti itu yang moto bisa sulap … hehehe

  • Anto mengatakan:

    sepertinya typo belaka, dan kebetulan bagian cek dn riceknya gak ngeh.

  • Kukuh TW mengatakan:

    itu maksudnya paling lama 6 bulan, tapi bisa dinegoisasi jadi 3 bulan aja.

  • funkshit mengatakan:

    klo di ilmu matematika
    dalam tanda kurung bisa jgua dikalikan
    berarti isnya 16 bulan tuh

  • detnot mengatakan:

    bener2 pecas ndahe :) )

  • mikow mengatakan:

    itu maksudnya penjara paling lama 6 bulan tapi kalo mau “damai” diskon jd 3 bulan deh :D

  • Kardjo mengatakan:

    Bukankah matematika SD ada “Jam empatan” ada “Jam Limaan”. Lha yang ini memakai “Jam Tigaan”. Dalam jam hanya ada angka 1,2,3. Hitungan ke enam jatuh pada angka 3.

  • JoNkeR mengatakan:

    Intinya… Semua bisa dinego, bukan begitu Ndoro?…

  • Tukang nGelindur mengatakan:

    Lagi ngelindur tuh yg ngedesign dan yg nyetak digital print nya juga ngelindur

  • Pacul mengatakan:

    Oooh..itu bacanya berarti 63 bulan…..he..he

    jyan..indonesah banget pokoke lah

  • aRdho mengatakan:

    waakakakakakakakaa =))

  • thea mengatakan:

    Itu billboard nya ga lulus service quality control:D

  • Beta Uliansyah mengatakan:

    Dikorupsi ya?

  • mas tommy gund mengatakan:

    mungkin waktu nulis mikirnya ’69′ jadi 6-9 ketemunya 3… itu hasil yang ‘keluar’ dari ’69′ itu tadi….

    (bentar… ’69′ atau ’96′ ya….. mimpinya apa sih?)

  • kewek mengatakan:

    hidup calo sepur…

  • blogidator mengatakan:

    Saya mah khusnudzon ae. Mungkin itu cuma hoax untuk memecah deretan gigi yang terkatup, nDoro. Dengan olah digital sekarang, kita banyak menemukan hoax seperti foto kepala raksasa bangsa Kana’an yang ukurannya 2 kali orang dewasa. Dengan olah digital, pamflet Djamoe Djago Terpercaya sejak 1911 bisa diubah jadi Terperdaya. Dengan olah digital angka 3 itu bisa dengan mudahnya disulap angka 6. Sayangnya dari foto itu saya tidak menemukan data alamat atau lokasi pendukung yang bisa digunakan untuk membantah bahwa itu sekadar hoax. Funny, though:)

  • Dimas mengatakan:

    Lebih parah lagi justru koran Tempo. Seperti yang diposting di blognya mas Kardjo. Koran yang terkenal sempurna itu saja masih bisa keliru… hihihihi

  • rental mobil mengatakan:

    salam kenal….sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hukuman Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.