Current Pecas Ndahe
Seseorang bertanya, ke mana perginya current issue dari sini? Lah ini, Mas!

Ini? Iya!
Kok bisa? Kenapa?
Karena kasus dua seleb itu mengandung pesan: bisakah kita mencintai seseorang begitu dalam sehingga bersedia melepaskannya?
Bagaimana menurut sampean?
Tulisan ini dikirim pada pada Desember 22, 2007 9:22 pm dan di isikan dibawah Indonesiana, Psikologia. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed.
Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
Desember 22, 2007 pukul 9:32 pm
Itu mah karena emang kykna gak bsa akur lagi ndoro…
Desember 22, 2007 pukul 11:26 pm
‘untuk melupakanmu, aku mencintaimu’
apa ndak begitu kira2,Ndoro?
Desember 22, 2007 pukul 11:50 pm
hahahaha… yang penting ada porsi Hari Ibu dalam current issuenya, walaupun seharusnya “Maia Pecas Ndahe”
Desember 23, 2007 pukul 12:21 am
sekarang gossip artis pun bisa jadi current issue…
Desember 23, 2007 pukul 12:31 am
ndoro ga mau kalah sama infotainment nih
Desember 23, 2007 pukul 12:43 am
current issue gossip… alamakkkkk
Desember 23, 2007 pukul 10:17 am
danni goblok…bocah ayu koyok maya kok dicuekin…eman rek
Desember 23, 2007 pukul 2:34 pm
@atas
dani bisa dapet yang lebih ayu daripada maia seh
lagian maia dah pernah ngelahirin 3x gitu :D:D
Desember 23, 2007 pukul 5:18 pm
Mencintai itu menyakitkan.
Desember 23, 2007 pukul 7:00 pm
Thiinx: Bener Cak Dani, isik iso golek maia-maia liyane sing luwih enom, seger lan rasane mas nyoos..
Desember 23, 2007 pukul 7:13 pm
Lah…Sayah yang protes malah ketinggalan.
** hihihi…akhirnya ndoro kesentil juga sama sayah… **
Kalo sayah sih rela ninggalin yang sayah cintai asalkan dia bahagia karena sayah tinggalin, bukan karena ndak cocok lagi…
Desember 23, 2007 pukul 8:39 pm
ato ini jangan2 taktik dagang? Supaya album Maia berikutnya laku?
Desember 23, 2007 pukul 10:40 pm
Cari dukungan, simpati, atau malah sensasi. Yang jelas dari dulu kalau gw lihat kasus dua orang ini bener2 bikin eneg, ndoro.
Seharusnya lebih tepatnya pertanyaan itu seperti ini:
bisakah kita mencintai seseorang begitu dalam sehingga tidak mengumbar kesalahannya?
Desember 24, 2007 pukul 7:39 am
bisa kok bisa…meskipun nangis-nangis darah juga sih
Desember 24, 2007 pukul 9:26 am
Perceraian hanya menyisakan dendam, kebencian dan permusuhan. Save the family!
Desember 26, 2007 pukul 8:00 am
Kalo saya sih sulit kayaknya ndoro…Soalnya saya posesif. Hakakakakaka…
Ida Arimurti :::
Ga semua perceraian menyisakan dendam, kebencian & permusuhan ko. Tergantung orang yang menjalaninya. Contohnya Dewi Yull sama Ray Sahetapy. Ya to???
Desember 26, 2007 pukul 10:28 am
I guess when we love someone so truly, the only thing we want is his/her happiness.
Even if that means our sorrow to let him/her go.
Desember 26, 2007 pukul 3:40 pm
saya ga setuju!!kalau memang cinta ya berusahalah untuk bersama kecuali jika tidak lagi ada cinta..