Untunglah pergantian tahun dihitung berdasarkan aturan kalender Masehi. Coba seandainya pakai metode melihat bulan dan sebagainya itu, bisa-bisa ada yang sudah merayakan tahun baru hari ini, ada yang besok, dan ada yang kemarin.
Tapi, kenapa ya masih ada di antara kita yang terkesan lebih suka mempersulit hal-hal yang mudah, membuat soal yang gampang jadi rumit?
Desember 31, 2007 pukul 11:16 am
pertamax!!
Desember 31, 2007 pukul 11:17 am
kalau bisa dipersulit kenapa hrs dipermudah *denger dimana ya itu
*
Desember 31, 2007 pukul 11:17 am
bukankah memakai metode bulan itu lebih seksi ndoro? cahaya bulan yang adem-adem itu memancing kita untuk berpikir beda dan menyikapi beda dengan arif.
Desember 31, 2007 pukul 11:23 am
Yg penting gk nglanggar
Desember 31, 2007 pukul 11:43 am
Kesekian.
bisa saja pakai kalender hitungan bulan. malah seharusnya bisa.. meredam perselisihan hitungan hari/bulan. selama pemerintahnya komitmen & TEGAS.
Desember 31, 2007 pukul 11:45 am
repot ndoro..
repot itu berharga…
Desember 31, 2007 pukul 12:01 pm
kata malaikatku katanya begini ” orang pintar membuat yang sulit jadi mudah, orang bodoh membuat yang mudah menjadi sulit ” hayo mau jadi orang yang mana ?
Desember 31, 2007 pukul 12:01 pm
Lha nggih to, Ndoro..Kados tiyang kirang pedamelan kemawon..Lha mbok menawi ‘telat bulan’ nggih kesah dumateng Dokter kemawon, lha kok malah mbulet ligrat-ligrut mboten karu2an…
Desember 31, 2007 pukul 12:11 pm
ups, dari judulnya tak pikir ndoro mau posting puisi dengan tema kalender
Desember 31, 2007 pukul 1:20 pm
yup, bener…kalo bisa dipersulit kenapa dipermudah?
Desember 31, 2007 pukul 1:39 pm
biarlah apapun metodenya. Setidaknya kita butuh ikon seremonial.
Selamat tahun baru 2008 untuk dunia yang lebih baik
Desember 31, 2007 pukul 2:49 pm
Ndoro kebanyakan nonton film Indonesia sih… :p
Desember 31, 2007 pukul 3:06 pm
.. soalnya kalo ndak gitu kita ndak keliatan pinter
Desember 31, 2007 pukul 4:39 pm
Thiinx:: itulah tradisi bangsa kita sing salah urus ndoro …
Desember 31, 2007 pukul 7:09 pm
That,s Indonesian!
Desember 31, 2007 pukul 7:10 pm
“……masih ada di antara kita yang terkesan lebih suka mempersulit hal-hal yang mudah…..” ini termasuk panjenengan atau bukan nih pak’de.
Desember 31, 2007 pukul 8:03 pm
Ada banyak kalender di planet ini Ndoro. Kalender Masehi alias Kalender Gregorian, Kalender
Hijriah, Kalender Cina, Kalender Yahudi, Kalender Baha’i, Primidi VendĂ©miaire (Kalender Revolusi Perancis), Kalender Jawa, Kalender Batak, dll. Masing-masing punya aturannya sendiri-sendiri. Kebetulan saja karena kita biasa pake yang sistem Masehi, makanya suka nganggep aneh yang make sistem kalender lain. Ha’ah pok?
Desember 31, 2007 pukul 8:36 pm
karna kurang kerjaan aja
Desember 31, 2007 pukul 9:00 pm
kata bang haji..karena eh karena, itu godaan..
Desember 31, 2007 pukul 9:26 pm
wis … wis … kalender apapun, semoga di taun yang baru semua orang dapet rejeki yang baik, yang diridhoi Tuhan. karena katanya angka 8 itu angka yang baik untuk rejeki yang tak putus. dan semoga mbak rejeki yang kemarin putus cinta dapet segera menemuken pengganti yang lebih oke (opo neh iki).
Selamat Tahun Baru 2008 buat semua.
maaf ndisiki, soalnya tempatku kan 2 jam duluan dari tempat situ!
Matur nuwun ………
Januari 1, 2008 pukul 1:33 am
hahaha… kebayang ndoro taun baru mpe 4 versi
Januari 1, 2008 pukul 6:11 am
maaf
aku taon baruan ikut yang besok
jd belom bisa comment
Januari 1, 2008 pukul 9:47 am
Aku tahun baruan ikut pemerintah, biasanya aku ngeduluin. Tapi kali ini sekali2 ikut pemerintah lah…. biar seru ada kembang apinya, kalo ngeduluin gak ada kembang api. halah opo to yo?
Januari 1, 2008 pukul 1:37 pm
tahun depan aja yuk bikin 5 versi biar liburnya panjang
Januari 1, 2008 pukul 4:11 pm
Pake bulan kan lebih romantis ndoro…
Januari 1, 2008 pukul 4:24 pm
Iyaa banget mas…
apa tahun baru ini tidak dianggap agamis kali yaa sehingga dibiarkan apa kata rukyat-rakyat …
Januari 1, 2008 pukul 6:57 pm
ndoro sekarang jadi kopiwraiter eklan rokok?
Januari 1, 2008 pukul 11:13 pm
Boleh tau rahasianya Ndoro? Tulisan sak emprit dan nggak penting ini kok laris komen, ya?
Oh lupa, Ndoro kan seleb blog. hehehe
Januari 2, 2008 pukul 5:41 am
again, it’s politics…
Januari 2, 2008 pukul 8:00 am
tapi kalender bulan nggak punya kesalahan (kelebihan) hari yang dikumpulin tiap 4 tahun sekali. kasihan yang lahir 29 february.
Januari 2, 2008 pukul 9:55 am
Ya enak to ndoro seumpama tahun barunya beda-beda, pestanya nggak cuma sekali
Januari 2, 2008 pukul 11:24 am
Orang pinter bahagia kalau ada orang lebih pinter atau bisa membuat orang lain lebih pinter darinya, orang bego paling senang kalo bisa ngebegoin orang bego disekitarnya
Januari 2, 2008 pukul 4:12 pm
panjenengan bukannya ikut aturan kalender porno?
Januari 2, 2008 pukul 4:36 pm
hehe, tahun baru juga ada macem2nya lho: ada yg 1 januari, ada yg 10 januari, ada juga yg 7 februari
Januari 3, 2008 pukul 12:47 am
yang gampang aj saya g bisa apAlagi yg susah,ndoro..
Januari 3, 2008 pukul 6:05 am
Biar terlambat, saya cuma mau nguapin selamat tahun baru 2008. Semoga di tahun baru bangsa kita menjadi lebih baik dan berharap dapat limpahan kenaikan harga minyak dunia (halah).
Januari 3, 2008 pukul 6:06 am
Maaf, ralat dikit:
Biar terlambat, saya cuma mau NGUCAPIN selamat tahun baru 2008. Semoga di tahun baru bangsa kita menjadi lebih baik dan berharap dapat limpahan kenaikan harga minyak dunia (halah).