Lompat ke isi

Kalender Pecas Ndahe

Desember 31, 2007
oleh Ndoro Kakung

Untunglah pergantian tahun dihitung berdasarkan aturan kalender Masehi. Coba seandainya pakai metode melihat bulan dan sebagainya itu, bisa-bisa ada yang sudah merayakan tahun baru hari ini, ada yang besok, dan ada yang kemarin.

Tapi, kenapa ya masih ada di antara kita yang terkesan lebih suka mempersulit hal-hal yang mudah, membuat soal yang gampang jadi rumit?

37 Komentar leave one →
  1. Desember 31, 2007 11:16 am

    pertamax!!

  2. Desember 31, 2007 11:17 am

    kalau bisa dipersulit kenapa hrs dipermudah *denger dimana ya itu :P *

  3. Desember 31, 2007 11:17 am

    bukankah memakai metode bulan itu lebih seksi ndoro? cahaya bulan yang adem-adem itu memancing kita untuk berpikir beda dan menyikapi beda dengan arif.

  4. Desember 31, 2007 11:23 am

    Yg penting gk nglanggar

  5. Desember 31, 2007 11:43 am

    Kesekian.
    bisa saja pakai kalender hitungan bulan. malah seharusnya bisa.. meredam perselisihan hitungan hari/bulan. selama pemerintahnya komitmen & TEGAS.

  6. Desember 31, 2007 11:45 am

    repot ndoro..
    repot itu berharga…

  7. upikabu tautan tetap
    Desember 31, 2007 12:01 pm

    kata malaikatku katanya begini ” orang pintar membuat yang sulit jadi mudah, orang bodoh membuat yang mudah menjadi sulit ” hayo mau jadi orang yang mana ? ;)

  8. Desember 31, 2007 12:01 pm

    Lha nggih to, Ndoro..Kados tiyang kirang pedamelan kemawon..Lha mbok menawi ‘telat bulan’ nggih kesah dumateng Dokter kemawon, lha kok malah mbulet ligrat-ligrut mboten karu2an…

  9. Desember 31, 2007 12:11 pm

    ups, dari judulnya tak pikir ndoro mau posting puisi dengan tema kalender

  10. Desember 31, 2007 1:20 pm

    yup, bener…kalo bisa dipersulit kenapa dipermudah?

  11. Desember 31, 2007 1:39 pm

    biarlah apapun metodenya. Setidaknya kita butuh ikon seremonial.
    Selamat tahun baru 2008 untuk dunia yang lebih baik

  12. Desember 31, 2007 2:49 pm

    Ndoro kebanyakan nonton film Indonesia sih… :p

  13. Desember 31, 2007 3:06 pm

    .. soalnya kalo ndak gitu kita ndak keliatan pinter :D

  14. Desember 31, 2007 4:39 pm

    Thiinx:: itulah tradisi bangsa kita sing salah urus ndoro …

  15. danisby tautan tetap
    Desember 31, 2007 7:09 pm

    That,s Indonesian!

  16. Desember 31, 2007 7:10 pm

    “……masih ada di antara kita yang terkesan lebih suka mempersulit hal-hal yang mudah…..” ini termasuk panjenengan atau bukan nih pak’de.

  17. Desember 31, 2007 8:03 pm

    Ada banyak kalender di planet ini Ndoro. Kalender Masehi alias Kalender Gregorian, Kalender
    Hijriah, Kalender Cina, Kalender Yahudi, Kalender Baha’i, Primidi VendĂ©miaire (Kalender Revolusi Perancis), Kalender Jawa, Kalender Batak, dll. Masing-masing punya aturannya sendiri-sendiri. Kebetulan saja karena kita biasa pake yang sistem Masehi, makanya suka nganggep aneh yang make sistem kalender lain. Ha’ah pok?

  18. Desember 31, 2007 8:36 pm

    karna kurang kerjaan aja :D

  19. Desember 31, 2007 9:00 pm

    kata bang haji..karena eh karena, itu godaan..

  20. Desember 31, 2007 9:26 pm

    wis … wis … kalender apapun, semoga di taun yang baru semua orang dapet rejeki yang baik, yang diridhoi Tuhan. karena katanya angka 8 itu angka yang baik untuk rejeki yang tak putus. dan semoga mbak rejeki yang kemarin putus cinta dapet segera menemuken pengganti yang lebih oke (opo neh iki).
    Selamat Tahun Baru 2008 buat semua.
    maaf ndisiki, soalnya tempatku kan 2 jam duluan dari tempat situ!
    Matur nuwun ………

  21. Januari 1, 2008 1:33 am

    hahaha… kebayang ndoro taun baru mpe 4 versi

  22. Januari 1, 2008 6:11 am

    maaf
    aku taon baruan ikut yang besok
    jd belom bisa comment

  23. Januari 1, 2008 9:47 am

    Aku tahun baruan ikut pemerintah, biasanya aku ngeduluin. Tapi kali ini sekali2 ikut pemerintah lah…. biar seru ada kembang apinya, kalo ngeduluin gak ada kembang api. halah opo to yo?

  24. Januari 1, 2008 1:37 pm

    tahun depan aja yuk bikin 5 versi biar liburnya panjang

  25. Januari 1, 2008 4:11 pm

    Pake bulan kan lebih romantis ndoro…

  26. Januari 1, 2008 4:24 pm

    Iyaa banget mas…
    apa tahun baru ini tidak dianggap agamis kali yaa sehingga dibiarkan apa kata rukyat-rakyat … :)

  27. Januari 1, 2008 6:57 pm

    ndoro sekarang jadi kopiwraiter eklan rokok?

  28. Januari 1, 2008 11:13 pm

    Boleh tau rahasianya Ndoro? Tulisan sak emprit dan nggak penting ini kok laris komen, ya?

    Oh lupa, Ndoro kan seleb blog. hehehe

  29. Januari 2, 2008 5:41 am

    again, it’s politics…

  30. Januari 2, 2008 8:00 am

    tapi kalender bulan nggak punya kesalahan (kelebihan) hari yang dikumpulin tiap 4 tahun sekali. kasihan yang lahir 29 february.

  31. Januari 2, 2008 9:55 am

    Ya enak to ndoro seumpama tahun barunya beda-beda, pestanya nggak cuma sekali :D

  32. Januari 2, 2008 11:24 am

    Orang pinter bahagia kalau ada orang lebih pinter atau bisa membuat orang lain lebih pinter darinya, orang bego paling senang kalo bisa ngebegoin orang bego disekitarnya

  33. guntur tautan tetap
    Januari 2, 2008 4:12 pm

    panjenengan bukannya ikut aturan kalender porno?

  34. Januari 2, 2008 4:36 pm

    hehe, tahun baru juga ada macem2nya lho: ada yg 1 januari, ada yg 10 januari, ada juga yg 7 februari :D

  35. Januari 3, 2008 12:47 am

    yang gampang aj saya g bisa apAlagi yg susah,ndoro..

  36. Januari 3, 2008 6:05 am

    Biar terlambat, saya cuma mau nguapin selamat tahun baru 2008. Semoga di tahun baru bangsa kita menjadi lebih baik dan berharap dapat limpahan kenaikan harga minyak dunia (halah).

  37. Januari 3, 2008 6:06 am

    Maaf, ralat dikit:
    Biar terlambat, saya cuma mau NGUCAPIN selamat tahun baru 2008. Semoga di tahun baru bangsa kita menjadi lebih baik dan berharap dapat limpahan kenaikan harga minyak dunia (halah).

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS