Ridla Pecas Ndahe

Januari 13th, 2008 § 17 Komentar

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertahta — [Chairil Anwar]

Tapi justru keridlaan itulah soalnya — sesuatu yang hingga sore ini mestinya sudah harus dimiliki oleh Klan Cendana. Sang kepala keluarga sudah di ujung ajal, berada dalam batas yang sangat tipis antara yang fana dan baka. Hanya ada satu jalan: ikhlas, melepas.

Sebab, sampai kapan juga seseorang sanggup bertahan dari takdirnya? Apakah dia memilih rumah Cendana untuk pulang?

§ 17 Responses to Ridla Pecas Ndahe

  • munyuk pemalu mengatakan:

    huuffffhhhhh…..*narik nafas paaaanjaaaanggg…

    itulah…

  • ojat mengatakan:

    semoga beliau diberikan jalan yang terbaik…amin

  • munyuk pemalu mengatakan:

    bete liat semua koran, tipi, internet….semua mata ke sana, dan besok saat bangun pagi, ga ada lagi yang bisa dimakan karena harga2 makanan naik
    huh! settingan siapa sih ini ndoro?

  • annots mengatakan:

    Ndoro ga ngajak blogger kopdar ke RSPP? Ah jangan2 jumat kemarin Jl. Cendana di jaga ketat polisi gara2 warga BHI ngumpulnya pindah di sana ya ndoro *dikrubung warga BHI*

  • silent reverie mengatakan:

    Is he a hero? #$%&?!@
    Inget pak harto, jadi inget film G30S-PKI. Kata2 dalem yg paling aku inget dari film itu:”cepat telepon bu yani!” (kikikik)

  • evan mengatakan:

    Inget Pak Harto, inget SD Inpres.

  • fisto mengatakan:

    sekarang tinggal tergantung keluarga, eh malah diserahkan ke tim dokter…kan klo gini malah kasian pak hartonya ya…

  • Dee mengatakan:

    yo wis, yen wis kedadeyan regane yo ndang dipundhut, mengko ndak kedisikan dinyang wong liyo

  • Dony mengatakan:

    Nek aku wes ikhlas sih…

  • begundal mengatakan:

    ayo2 mumpung belum mati, buat yang mau nyalon tahun 2009 segera mbesuk.. biar keliatan care :P

  • herru mengatakan:

    saya mah konsisten untuk mengajak masyarakat indonesia untuk berdoa demi kesembuhan pak harto, agar bisa hadir di persidangan beliau

  • saya mengatakan:

    kalo saya sih idem dito sama dony, sudah ikhlas seikhlas-ikhlasnya sejak kali pertama dia sakit ..

  • leksa mengatakan:

    wangsit dan lelaku nya belom di beresin semua ndoro ..

    hihihihi

  • kw mengatakan:

    iya. beritanya berisik banget… :)

  • Titis Sinatrya mengatakan:

    Thiinx:: mugi gusti kang moho agung tansah paring hidayah pemahaman ingkang sae kagem kita.
    [segala sesuatu yang disembunyikan dalam gelap pasti akan terungkap dalam terang *sang nabi dari libanon*]

  • extremusmilitis mengatakan:

    Bagaimana mereka mo rela kalau justru itu yang men-jadi-kan mereka lebih kuat, aku sendiri sih emang benar-benar gak rela sebelum dia ber-tanggung jawab ;)

  • Rystiono mengatakan:

    @atasku:
    Tenang aja mas…dia pasti bertanggung jawab…sekalipun nggak di dunia…pasti di akherat kelak. Nanti, kalo disana nggak ada pengadilan, kita keroyok aja rame2…ya tho??? Hihihihi…

    @ndorokakung:
    Udah mengerahkan para blogger buat menjenguk kanjeng ndoro agung belum? Bisa masuk TV ntar…hihihi…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ridla Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.