Ada yang aneh dari keterangan tim dokter yang merawat Soeharto. Pada Senin lalu, misalnya, dokter menyebutkan kondisi jenderal berbintang lima itu drop, dan terjadi pemunduran di hampir semua fungsi organ.
“Saat ini bisa dikatakan hanya tinggal otak dan pencernaan jenderal berbintang lima itu yang masih berfungsi dengan baik,” kata anggota tim dokter, Christian A. Yohaness

Tapi, berdasarkan pemeriksaan tim dokter pada 2003, disebutkan bahwa Soeharto mengalami kerusakan otak permanen, seperti tertera di situs Jambi Independent.

Bahkan Juan Felix Tampubolon, pengacara Soeharto, pun menyebutkan bahwa kliennya mengalami kerusakan otak permanen.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin organ yang katanya sudah rusak secara permanen itu justru disebutkan masih berfungsi dengan baik???
Jadi siapa yang tolol sebenarnya? Dokter-dokter itu? Pengacara? Atau KITA?
Januari 17, 2008 pukul 3:06 am
Mungkin mereka memeriksa dua otak yang berbeda
Januari 17, 2008 pukul 4:17 am
jangan2 ini semua hanya dagelan hehehe
Januari 17, 2008 pukul 5:51 am
Thiiinx:: semua sudah diserahken sama ahlinya.
Januari 17, 2008 pukul 5:59 am
Thiiinx:: sepertinya dokter dan pengacara itu yang otaknya sudah ketelan sehingga menjadikan kita ndak cerdas.
Januari 17, 2008 pukul 6:10 am
otak khan ada bbrp, klo ndak salah nih (cmiiw miaw miaw), misalnya otak besar dan otak kecil
kali2 aja yang rusak otak yang di dengkul ndoro
tapi kasiyan juga ya klo otaknya di dengkul
jatuh dikit aja gegar otak
poor!
Januari 17, 2008 pukul 6:31 am
Definitely us.
Januari 17, 2008 pukul 7:53 am
ya jelas pengacaranya yg bener…pengacara selalu bener deh pokoknya..
Januari 17, 2008 pukul 8:35 am
emang punya otak?
Januari 17, 2008 pukul 8:46 am
Lho otaknya masih ada to?
Saya kira malah dia nggak punya
Januari 17, 2008 pukul 9:19 am
patut di pertanyaken ke absahannya sodara
Januari 17, 2008 pukul 9:27 am
Berita anda tendensius, kami sedang mempertimbangkan untuk somasi.
Januari 17, 2008 pukul 9:28 am
atau yang rusak otaknya malah yang preksa…..
Januari 17, 2008 pukul 9:28 am
aneh bin ajaib kok…lha orang sakit parah gitu mosok bisa makan pizza, kalo ga salah yang bilang Des Alwi pasca besuk
Januari 17, 2008 pukul 9:37 am
Ya inilah Endonesah
Januari 17, 2008 pukul 9:40 am
kalau aku malah ngerasa otak sama jari dah gak kompak lagi. Pingin ngetik “A” malah kepencet “L” jauh banget. Apakah berarti penyakit saya mirip pak Harto? *garuk²*
.::he509x™::.
Januari 17, 2008 pukul 9:53 am
ooo…
anu, sapa tau tiba2 ada mukjizat gitu…hohoho!
Januari 17, 2008 pukul 9:56 am
waduh jeli banget nih ndoro.
Januari 17, 2008 pukul 10:02 am
nah itulah ndoro, kalo berita tidak ada skrinsyutnya, mana bisa kita percaya dengan begitu saja. HOAX ada dimana-mana
Januari 17, 2008 pukul 10:32 am
mo berfungsi atau tidak, kasusnya harus dilanjutkan!!!!!
Januari 17, 2008 pukul 10:48 am
Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sebaik-baik membuat kebohongan pasti akan ketahuan juga.
Itulah yang sedang dipertontonkan di panggung sejarah. Kebohongan-demi kebohongan mulai terkuak.
Kalau bohong itu mbok ya yang istikomah.
Januari 17, 2008 pukul 11:07 am
KITAA!!
Januari 17, 2008 pukul 11:21 am
[...] trainer thanks berat to Pak Nukman, mas Wicak, bang Enda, isnaini, wawan, dexno, brokencode, ari dan thanks to all panitia yang mensupport sampai [...]
Januari 17, 2008 pukul 11:39 am
oh mungkin yang rusak itu otak mereka sendiri Ndoro
Januari 17, 2008 pukul 12:32 pm
kok “kita”? sampeyan kali… kakakakk
Januari 17, 2008 pukul 1:27 pm
Sebagai menantu baru Bapak, saya tidak terima bila teman-teman berkomentar aneh kepada Bapak…
Lebih baik, membicarakan album baru saya saja..
Januari 17, 2008 pukul 1:45 pm
Waduh…
Januari 17, 2008 pukul 3:13 pm
Mungkin maksudnya otak yang rusak adalah bagian otak yang berfungsi sebagai kontrol memori sedangkan yang dikatakan masih berfungsi dengan baik adalah bagian otak yang berfungsi sebagai kontrol organ tubuh atau motorik.
Untuk lebih jelasnya tanya sama dokter kali yah.
Januari 17, 2008 pukul 4:29 pm
otaknya lebih dari satu?
Januari 17, 2008 pukul 4:50 pm
yaa ampun… sudah relain aja…
Januari 17, 2008 pukul 5:39 pm
Keajaiban telah terjadi!
Januari 17, 2008 pukul 5:59 pm
itulah….. *mencoba tidak peduli lagi pada apapun
Januari 17, 2008 pukul 6:04 pm
hm, bisa jadi yang salah media, ndoro?
melebih2kan…
Januari 17, 2008 pukul 6:25 pm
wong ndak punya otak kok sakit,hihihi…
mbok mendingan kita doakan biar beliau cepat (wasalam ato sembuh?)
buat tim dokter, mbok ya coba eyang kakung digepyok daun kelor sama dadap, sapa tau bisa cepet, lhawong cekelane sak metaram je, ya to ndoro??
hihihihi…
Januari 17, 2008 pukul 6:35 pm
kayanya tolol smua tu ndoro, tapi nggak termasuk “KITA” atau sudah ditularkan ke kita juga tololnya…..embuh g ruh
Januari 17, 2008 pukul 7:09 pm
Mungkin dalam waktu 4 tahun, otaknya sembuh ndoro, tapi organ yang lain ngiri, akhirnya ikut2an mogok ndak mau kerja…
Januari 17, 2008 pukul 7:24 pm
orang endonesa yang tolol…
karena dokter, pengacara dan kita itu adalah orang endonesa…..
Januari 17, 2008 pukul 7:31 pm
[...] trainer thanks berat to Pak Nukman, mas Wicak, bang Enda, isnaini, wawan, dexno, brokencode, ari dan thanks to all panitia yang mensupport sampai [...]
Januari 17, 2008 pukul 11:20 pm
Mungkin otaknya yang rusak sudah diganti tanpa sepengetahuan media masa!
Januari 18, 2008 pukul 12:20 pm
lha… bukannya sebelum jadi presiden emang udah rusak otaknya? Lagu lama aransemen baru ini mah
Januari 18, 2008 pukul 7:16 pm
info terkini tentang soeharto!
Januari 20, 2008 pukul 2:16 pm
Wah ngaco deh berita di Indonesia kalo gitu, susah dipercaya! Atau yang ngasih keterangan yang ngaco (dokternya amatiran, atau pengacaranya yang suka boong… hahahaha..). Jadinya kasihan wartawan diboongi mulu…
Maret 31, 2008 pukul 8:48 am
numpang baca…..