Sisifus Pecas Ndahe

2008 Januari 25
by Ndoro Kakung

Dengan kata apakah kita sebut orang yang jatuh, bangun, jatuh, bangun, dan jatuh lagi, lalu bangun lagi? Tabah? Konsisten? Penuh determinasi? Atau tolol?

Saya ndak tahu. Tapi hampir setiap hari saya melihat orang-orang seperti itu. Artis X menikah, cerai, menikah lagi, lalu cerai, menikah lagi, beberapa kali. Dan akhirnya, impian tentang keluarga yang bahagia itu tak pernah terjangkau.

Ada lagi Bapak Y yang mencoba-coba berusaha jualan, tapi bangkrut dalam sekejap. Dagang lagi, bangkrut lagi. Buka usaha baru, tutup juga. Begitu seterusnya. Dan cita-cita menjadi kaya itu terbang dibawa angin.

“Ah, mungkin karena kita kini hidup tak lepas dari dongeng Sisifus, Mas,” kata Paklik Isnogud.

“Sampean tentu ingat, dalam dongeng Sisifus itu, menurut tafsiran Albert Camus, sejarah manusia berlangsung mengasyikkan tapi di ujungnya harapan besar apa pun tak akan terpenuhi.

Sisifus dihukum para dewa mengangkut batu ke atas gunung terjal. Sesampai di puncak, batu itu menggelinding kembali. Ini terjadi berulang-ulang, tak kunjung habis. Tapi, kata Camus, kita bisa mengatakan bahwa Sisifus ‘bahagia’.

Memang ganjil. Setelah perjalanan ke-20 dan kekecewaan kesekian, bagaimana Sisifus tidak berteriak terhadap situasinya yang gila itu? Bagaimana ia tak tahu bahwa ia tak bisa lagi punya harapan dan karenanya persetan dengan lutut yang lecet dan punggung yang berdarah?

Tidakkah ia akan mengakui bahwa ia tabah, memberontak, tapi tolol?”

“Tapi bisakah kita hidup demikian terus-menerus, Paklik?”

“Bisa, Mas. Toh kehidupan tak akan berakhir dengan bahagia yang lengkap. Manusia tak akan pernah jadi tanpa cacat. Praktis sajalah. Rencana jangan terlalu muluk, kecewa bisa terlalu pahit. Di antara pelbagai pilihan ke masa depan, pilih saja yang paling kurang brengsek, Mas.”

Waduh!

31 Responses leave one →
  1. 2008 Januari 25

    saya biasa memaknai harapan, angan2, bahkan hayalan itu sebagai doa,Ndoro. Soal gagal ato tidak, yo iku urusan mburi.

  2. 2008 Januari 25

    Terima kasih Ndoro untuk pen-cerahan-nya. Aku bisa memahami-nya, dan aku yakin akan ber-guna bagi-ku. :)

  3. 2008 Januari 25

    setuju dengan paragraf terakhir….buat saya, jangan bikin standar yg terkesan pungguk merindukan bulan…

  4. 2008 Januari 25

    Weehhh…..topik’e nggenah….nasib….nasib……

  5. 2008 Januari 25

    Di antara pelbagai pilihan ke masa depan, pilih saja yang paling kurang brengsek, Mas
    p>

    Bagian ini sepertinya untuk 2009 ya ???

  6. 2008 Januari 25

    Thiiinx :: niatkan apa saja yang kita lakukan adalah ibadah ndoro masalah berhasil atau gagal yg jelas kita sudah berupaya… [sing temen bukankah nanti yakin akan tinemu].

  7. 2008 Januari 25

    bener mas… gak usah muluk-muluk..

  8. 2008 Januari 25

    manusia hanya bisa berdoa dan berusaha, berhasil atau tidak adalah urusan yang di atas

  9. 2008 Januari 25
    didi permalink

    persis sing didongeng ke pak kayam

  10. 2008 Januari 25

    seringkali, seperti juga dongeng sisifus, semuanya tergantung pada cara kita me’mandang’

  11. 2008 Januari 25

    Tapi penyair M.Iqbal itu pernah bilang begini :

    Berapa lamakah kau akan tetap menggelepar menggantung di sayap orang? Kembangkan sayapmu sendiri, dan terbanglah lepas seraya menghidup udara bebas di taman luas.

  12. 2008 Januari 25

    Yahhh begitulah nasib saya sekarang Ndoro………

  13. 2008 Januari 25

    nggak ingat sisifus :)

  14. 2008 Januari 25

    sisifus apaan yah??
    *googling*

  15. 2008 Januari 25

    “hidup hanya menunda kekalahan”, kata pak lik chairil.

  16. 2008 Januari 25

    mencoba tetap merasa bahagia dalam segala keadaan …

  17. 2008 Januari 25

    katanya kita harus bangkit satu kali lebih banyak ketika menemui kegagalan, ndoro

  18. 2008 Januari 25

    Thomas Alfa Edison butuh eksperimen hingga ribuan kali -yg kesemuanya gagal- sebelum sukses menciptakan bohlam. ;)

  19. 2008 Januari 25

    keren kali bisa kenal pak isnogud ini…, bijak selalu.
    kenalin napa?

  20. 2008 Januari 25

    kalo ngomong kadang kita harus tau waktu yang tepat untuk menyerah, boleh ngga ndoro?

  21. 2008 Januari 25

    *ambil nafas*
    Saya jadi inget omongannya Danarto dalam Godlob nya yang terkenal itu bahwa hidup ini sesuatu yang pahit dan menyesakkan, sayang kita bisa menikmatinya …

  22. 2008 Januari 25
    daaan permalink

    Kegagalan adalah enjoy yang tertunda *iklan bgt*

  23. 2008 Januari 25

    wah kok seperti filosofinya Dhani ahmad ya..???

  24. 2008 Januari 25

    “Dengan kata apakah kita sebut orang yang jatuh, bangun, jatuh, bangun, dan jatuh lagi, lalu bangun lagi”

    orang yang habis ikut persentasi mlm . .. sepertinya

  25. 2008 Januari 25

    urip sakdermo ngeloni eh salah ngelakoni :D

  26. 2008 Januari 25

    jika terus berusaha mungkin akan mendapatkan keberhasilan, mungkin harus sabar aja kali ya ;)

  27. 2008 Januari 25

    the best achievement is the better day than tomorrow :D

  28. 2008 Januari 26

    berusahalah selagi masih kuat. Kalo udah gak kuat ya berdoalah buat kehidupan seterusnya.

  29. 2008 Januari 27

    dibandingkan kisah sisifus, kalau saya lebih mengamini dongeng si siput (vs kancil). karena takdir ADALAH kesempatan. tergantung kita dalam memaknainya.

    (mungkin begitu?)

  30. 2008 Januari 28

    [...]Manusia tak akan pernah jadi tanpa cacat.[...]

    Ga ada noda ya ga belajar. Wekekekek..

  31. 2008 Februari 2

    Sisyphus itu dikutuk, jadi ya mo gimana lagi, wong dikutuk dewa, hehe
    Jadi, mendingan nasib keledai daripada Sisyphus

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS