Sisifus Pecas Ndahe

Dengan kata apakah kita sebut orang yang jatuh, bangun, jatuh, bangun, dan jatuh lagi, lalu bangun lagi? Tabah? Konsisten? Penuh determinasi? Atau tolol?

Saya ndak tahu. Tapi hampir setiap hari saya melihat orang-orang seperti itu. Artis X menikah, cerai, menikah lagi, lalu cerai, menikah lagi, beberapa kali. Dan akhirnya, impian tentang keluarga yang bahagia itu tak pernah terjangkau.

Ada lagi Bapak Y yang mencoba-coba berusaha jualan, tapi bangkrut dalam sekejap. Dagang lagi, bangkrut lagi. Buka usaha baru, tutup juga. Begitu seterusnya. Dan cita-cita menjadi kaya itu terbang dibawa angin.

“Ah, mungkin karena kita kini hidup tak lepas dari dongeng Sisifus, Mas,” kata Paklik Isnogud.

“Sampean tentu ingat, dalam dongeng Sisifus itu, menurut tafsiran Albert Camus, sejarah manusia berlangsung mengasyikkan tapi di ujungnya harapan besar apa pun tak akan terpenuhi.

Sisifus dihukum para dewa mengangkut batu ke atas gunung terjal. Sesampai di puncak, batu itu menggelinding kembali. Ini terjadi berulang-ulang, tak kunjung habis. Tapi, kata Camus, kita bisa mengatakan bahwa Sisifus ‘bahagia’.

Memang ganjil. Setelah perjalanan ke-20 dan kekecewaan kesekian, bagaimana Sisifus tidak berteriak terhadap situasinya yang gila itu? Bagaimana ia tak tahu bahwa ia tak bisa lagi punya harapan dan karenanya persetan dengan lutut yang lecet dan punggung yang berdarah?

Tidakkah ia akan mengakui bahwa ia tabah, memberontak, tapi tolol?”

“Tapi bisakah kita hidup demikian terus-menerus, Paklik?”

“Bisa, Mas. Toh kehidupan tak akan berakhir dengan bahagia yang lengkap. Manusia tak akan pernah jadi tanpa cacat. Praktis sajalah. Rencana jangan terlalu muluk, kecewa bisa terlalu pahit. Di antara pelbagai pilihan ke masa depan, pilih saja yang paling kurang brengsek, Mas.”

Waduh!

31 Tanggapan ke “Sisifus Pecas Ndahe”

  1. evan Berkata:

    saya biasa memaknai harapan, angan2, bahkan hayalan itu sebagai doa,Ndoro. Soal gagal ato tidak, yo iku urusan mburi.

  2. extremusmilitis Berkata:

    Terima kasih Ndoro untuk pen-cerahan-nya. Aku bisa memahami-nya, dan aku yakin akan ber-guna bagi-ku. :)

  3. Hedi Berkata:

    setuju dengan paragraf terakhir….buat saya, jangan bikin standar yg terkesan pungguk merindukan bulan…

  4. kolorbolong Berkata:

    Weehhh…..topik’e nggenah….nasib….nasib……

  5. Aris Berkata:

    Di antara pelbagai pilihan ke masa depan, pilih saja yang paling kurang brengsek, Mas
    p>

    Bagian ini sepertinya untuk 2009 ya ???

  6. Titis Sinatrya Berkata:

    Thiiinx :: niatkan apa saja yang kita lakukan adalah ibadah ndoro masalah berhasil atau gagal yg jelas kita sudah berupaya… [sing temen bukankah nanti yakin akan tinemu].

  7. Anasmcguire Berkata:

    bener mas… gak usah muluk-muluk..

  8. Anasmcguire Berkata:

    manusia hanya bisa berdoa dan berusaha, berhasil atau tidak adalah urusan yang di atas

  9. didi Berkata:

    persis sing didongeng ke pak kayam

  10. nananias Berkata:

    seringkali, seperti juga dongeng sisifus, semuanya tergantung pada cara kita me’mandang’

  11. Blog Strategi + Manajemen Berkata:

    Tapi penyair M.Iqbal itu pernah bilang begini :

    Berapa lamakah kau akan tetap menggelepar menggantung di sayap orang? Kembangkan sayapmu sendiri, dan terbanglah lepas seraya menghidup udara bebas di taman luas.

  12. sancaludira Berkata:

    Yahhh begitulah nasib saya sekarang Ndoro………

  13. mikow Berkata:

    nggak ingat sisifus :)

  14. orangufan Berkata:

    sisifus apaan yah??
    *googling*

  15. kw Berkata:

    “hidup hanya menunda kekalahan”, kata pak lik chairil.

  16. Dee Berkata:

    mencoba tetap merasa bahagia dalam segala keadaan …

  17. annots Berkata:

    katanya kita harus bangkit satu kali lebih banyak ketika menemui kegagalan, ndoro

  18. bee Berkata:

    Thomas Alfa Edison butuh eksperimen hingga ribuan kali -yg kesemuanya gagal- sebelum sukses menciptakan bohlam. ;)

  19. munyuk pemalu Berkata:

    keren kali bisa kenal pak isnogud ini…, bijak selalu.
    kenalin napa?

  20. om4gus Berkata:

    kalo ngomong kadang kita harus tau waktu yang tepat untuk menyerah, boleh ngga ndoro?

  21. Donny Verdian Berkata:

    *ambil nafas*
    Saya jadi inget omongannya Danarto dalam Godlob nya yang terkenal itu bahwa hidup ini sesuatu yang pahit dan menyesakkan, sayang kita bisa menikmatinya …

  22. daaan Berkata:

    Kegagalan adalah enjoy yang tertunda *iklan bgt*

  23. iman brotoseno Berkata:

    wah kok seperti filosofinya Dhani ahmad ya..???

  24. funkshit Berkata:

    “Dengan kata apakah kita sebut orang yang jatuh, bangun, jatuh, bangun, dan jatuh lagi, lalu bangun lagi”

    orang yang habis ikut persentasi mlm . .. sepertinya

  25. sluman slumun slamet Berkata:

    urip sakdermo ngeloni eh salah ngelakoni :D

  26. Totok Sugianto Berkata:

    jika terus berusaha mungkin akan mendapatkan keberhasilan, mungkin harus sabar aja kali ya ;)

  27. leksa Berkata:

    the best achievement is the better day than tomorrow :D

  28. Mbah Sangkil Berkata:

    berusahalah selagi masih kuat. Kalo udah gak kuat ya berdoalah buat kehidupan seterusnya.

  29. budi Berkata:

    dibandingkan kisah sisifus, kalau saya lebih mengamini dongeng si siput (vs kancil). karena takdir ADALAH kesempatan. tergantung kita dalam memaknainya.

    (mungkin begitu?)

  30. maruria Berkata:

    [...]Manusia tak akan pernah jadi tanpa cacat.[...]

    Ga ada noda ya ga belajar. Wekekekek..

  31. Dony Berkata:

    Sisyphus itu dikutuk, jadi ya mo gimana lagi, wong dikutuk dewa, hehe
    Jadi, mendingan nasib keledai daripada Sisyphus

Tinggalkan Balasan