Lompat ke isi

Seragam Pecas Ndahe

Januari 27, 2008
oleh Ndoro Kakung

Apa lagi yang bisa dikatakan? Mantan presiden Soeharto pergi untuk selamanya hari ini pada 13.10 WIB. Tapi, bahkan setelah meninggal pun, dia masih sanggup menyeragamkan semuanya: fokus perhatian orang, berita di media massa, obrolan di kedai-kedai.

Hari ini, apalagi besok, semua media massa tradisional memasang headline meninggalnya orang kuat dari Cendana itu. Dan beberapa hari berikutnya. Begitu pula pembicaraan orang ramai.

Dahsyat betul pengaruh dan kekuasaannya. Sebagian di antara kita mungkin masih ada yang ingat bagaimana dia begitu mendominasi semua di masa lalu. Tak ada perbedaan, tak ada keragamaan. Hanya ada satu. Yang tak setuju, silakan minggir atau dipinggirkan.

Apa lagi yang bisa dikatakan ketika kematian itu akhirnya datang? Saya jadi ingat petikan sajak Chairil Anwar yang menggetarkan itu.

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertahta

Tapi siapa yang ingat duka orang lain: mereka yang tertindas, terampas?

Bukan kematian itu benar yang menusuk kalbu. Tapi kenyataan, bahwa yang mati hanya pasrah, dan maut datang sebagai manifestasi kekuasaan.

Pada akhirnya kita toh berbicara tentang batas-batas manusia dan kekuasaannya. Orang yang mati tak akan pernah kembali. Begitu juga kekuasaannya.

Memang bukan kematian itu benar yang menusuk kalbu, dan para pemaaf itu juga pada dasarnya berbicara tentang keadilan. Yang kadang tak disadari ialah bahwa keadilan adalah satu hal, perasaan iba adalah hal lain. Keduanya bisa bertemu di satu titik, tapi bisa juga berlawanan.

Apa lagi yang bisa kita katakan? Apa yang ditinggalkan Soeharto?

52 Komentar leave one →
  1. Januari 27, 2008 2:54 pm

    Old generals never die they just fade away, kira-kira beliau masuk surga ndak ndoro?

  2. Januari 27, 2008 2:56 pm

    btw,blog-nya ndoro juga ikut pake seragam juga :D

  3. Januari 27, 2008 3:04 pm

    Akhirnya muncul juga, berita lelayu di halaman pertama, seperti yang ditunggu-tunggu Mas Klowor

  4. Januari 27, 2008 3:14 pm

    Thiiinx:: Turut berbela sungkawa ndoro…

  5. Januari 27, 2008 3:16 pm

    lapor, detik macet :p

  6. Januari 27, 2008 3:20 pm

    selamat jalan mbah harto… :)

  7. Januari 27, 2008 3:31 pm

    Inalillahi….

  8. Januari 27, 2008 3:33 pm

    Sekarang topik yang satu ini lg Hothot nya yaa ndoro…
    semoga amal ibadahnya diterima disisiNya..

  9. Januari 27, 2008 4:15 pm

    Eh…pada ngomongin apa sih..? (sambil kerja lembur demi anak istri)

  10. Kebo Ireng tautan tetap
    Januari 27, 2008 4:59 pm

    Halah……., rung sempat salaman kok pun pejah to Mbah…

  11. Januari 27, 2008 5:09 pm

    akhirnya meninggal….lalu orang2 itu akan rameeee ngomong pemaafan lagi. biar dapet proyek pemaafan

  12. Januari 27, 2008 5:14 pm

    masih hidup selalu dibicarakan, sudah mati malah rame. wes ah ntar gentayangan pulak

  13. Januari 27, 2008 5:55 pm

    hayooo, kita bertobat…. orang paling “berjasa” dan paling “ditakuti” ini aja meninggal :P

  14. Januari 27, 2008 6:45 pm

    Semoga Pak harto betah di alam sana
    *duh ngga punya ide lain buat koment.. habis dari tadi juga nemunya topik ini mulu seh

  15. Januari 27, 2008 6:57 pm

    iya sepakat semua berseragam.. sampe bingung

  16. Januari 27, 2008 7:01 pm

    aku nunggu warisan…

  17. Januari 27, 2008 7:33 pm

    Kok semua berlomba nulis wafatnya Pak Harto ya?
    Saya hanya menunggu upacara khikmat (bukan mewah nan megah) ketika keluarga dan ahli waris Pak Harto mengucapkan kata-kata bijak seperti orang-orang kampung nan nDesit ketika mengantarkan jenazah keluarganya ke perut bumi.
    Orang-orang desa, kata Gus Mus, begitu hati-hati. Mereka dengan rendah hati, meminta maaf bagi yang meninggal kepada semua khalayak dan menanyakan,”adakah di antara bapak ibu sekalian yang pernah disakiti bapak/ibu kami yang meninggal? kalau ada tolong dimaafkan. Adakah bapak/ibu kami meninggalkan hutang pada anda-anda semua? Adakah hak anda-anda semua tersangkut dalam harta bapak/ibu kami yang meninggal? kalau ada, mohon diikhlaskan. Kalau perlu diselesaikan, mohon disampaikan kepada kami–ahli warisnya. Kami akan menyelesaikannya dengan baik agar keluarga kami yang wafat bisa berpulang dengan ikhlas, tenang, dan damai di alam sana.”

    Apakah keluarga Pak Harto akan menyampaikan pidato perpisahan seperti itu? saya ndak tahu juga. Kita tunggu saja.

  18. Januari 27, 2008 7:56 pm

    memang ramai dibicarakan.

    tapi tentu saja yang ramai dibicarakan punya dua pilihan:

    1. gara2 baik
    2. gara2 tidak baik

    hmm…semoga karena alasan yang pertama. Bukan begitu, Ndoro?

    (turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Suharto)

  19. Januari 27, 2008 7:57 pm

    Kirim doa untuk Mbah..

    Alphard-tihah..
    Kalau gak mau alphard, BMW aja..

  20. Januari 27, 2008 8:01 pm

    seragam dan keseragaman adalah salah satu ciri kaum “bawahan”

  21. Januari 27, 2008 8:06 pm

    Akhirnya…

  22. Januari 27, 2008 9:41 pm

    lantas jadi wajar kalo tanpa sadar air mata sempat meleleh di sudut mata?

    …paling gak, buat saya memang demikian…

  23. Januari 27, 2008 11:20 pm

    kasiyan mba tutut. lagi nangis2 disuruh komprensi pers…

  24. Januari 28, 2008 12:02 am

    wah lagi2 sy temui posting ttg mbah harto..
    mmang bener ndoro, pengruhnya luwar biyasa

  25. Januari 28, 2008 1:16 am

    yang ditinggalkan suharto . . . ?
    lha kuningisasi itu . . :P

  26. takut ah tautan tetap
    Januari 28, 2008 2:50 am

    berhubung gue takut postingnya…jadi nebeng aja ah disini hehehe

    “Perginya sang raja jawa – Kontroversi, teori dan konspirasi”

    Sang genius dalam berpolitik…mungkin itu yg cocok untuk bapak yang satu ini.
    Awalnya dengan menggeser Soekarno dengan G30SPKI dan Supersemar yang gue yakin abis2an di support ama CIA, dalam rangka menggeser haluan negara kita agar tidak mendekati RRC dan pak harto yang visioner bisa melihat jika kapitalisme yang akan menang di dekade2 mendatang saat itu…langkah yang jitu untuk menyelamatkan bangsa sendiri.

    Ditahun-tahun berikutnya peristiwa malari, tanjung priok lah, lampung lah dan pergerakan2 lain yang dilihat dapat membahayakan kondisi negara yang sedang membangun ditumpas habis tanpa ampun. Balik lagi…kondisi negara saat itu bukan saatnya untuk melakukan hal-hal yang kontroversial yang melawan arus dunia.

    Dibalik smua hal itu selama 32 tahun dia menguatkan perekonomian dengan gerakan swasembada pangan, berhutang dengan negara2 lain untuk memperkuat negara…coba dipikir…disaat kita sudah tidak tergantung dengan banyak hal…negara dah kuat…abis itu musuin deh yang diutangin ( gue banget ni heuheuhue )

    Hal yang terakhir ini sudah nyaris dilakukan…dengan mulai pembelian peralatan2 militer hanya dari rusia ( sukhoy vs f16 ), mendirikan ASEAN karena pak harto sadar Indonesia sendiri tidak akan kuat melawan kekuatan sedashyat US, sejarah membuktikan dengan persamaan rumpun lebih mudah untuk disatukan ( majapahit ). ASEAN udah solid…baru dimulai dengan menggagas mata uang bersama ASEAN…coba dipikir…kalau waktu itu jalan kita seperti EURO…dijamin utang yang banyak itu jadi sedikit karena nilai mata uang ditopang oleh banyak negara sekaligus…sayangnya…US emang jauh lebih cepat pergerakannya dengan menerjunkan George Soros dengan dana yang unlimited untuk mengobrak ngabrik seluruh mata uang di negera2 ASEAN…menerjunkan CIA untuk mengaduk2 ABRI…hasilnya…perekonomian runtuh…persatuan di militer terpecah2…sisanya tinggal di goyang lewat rakyat ( eh mahasiswa tepatnya ). Penembakan2 mahasiswa terjadi di beberapa tempat tidak menimbulkan sebuah memontum sampai akhirnya dipilih salah satu Universitas yang terkemuka dan dipilih waktunya disaat sang raja jawa sedang berada di luar negri ( ini jawaban kenapa ada sebuah surat dari sekneg yang menyarankan kepada mahasiswa kampus ini untuk ber demo pada hari itu )….Disaat momentum terbentuk..dikirimlah ratusan orang yg melewati Merak dengan puluhan truk yang dikawal ABRI…aneh bukan ?…puluhan orang di drop didepan CitraLand untuk memulai sebuah aksi…bakar membakar disaat kampus sebelahnya sedang berkabung…setelah itu bagaikan bola salju..kerusuhan melesak keseluruh penjuru dengan etnis cina sebagai target agar dunia melihat ke indonesia…coba tanya seluruh saksi mata siapa orang2 yang berbuat…smua akan menjawab sama…”kami tidak kenal orang2 tersebut…mereka bukan orang daerah kami”…aneh kan.

    Pak harto dengan segala kebijaksanaannya melihat..pengorbanan selanjutnya harus dilakukan dengan mendeclarekan diri untuk turun takhta karena kondisi negera yang mengharuskannya.

    Tapi Tuhan memang maha adil, sang dalang pada kerusuhan yang menelan korban ratusan ribu rakyat tak berdosa itu…sampai sekarang tidak jadi apa2, bahkan kabarnya dijauhi dari kalangannya sendiri.

    Sementara US ingin memastikan tidak terjadinya kesalahan yang kesekian kali dengan mengobarkan semangat…kroni2, korupsi…membuka jumlah harta pak harto…ingat yang terjadi pada Soekarno, sampai penguburan pun di asingkan ke luar Jakarta oleh pak Harto dengan alasan bermacam2…yang sekarang terjadi ya nyaris dibilang karma.

    Well my point is…pak Harto adalah jenius dalam bermanuver untuk kepentingan yang sangat besar…banyak hal yang dia korbankan untuk menempuh tujuan mulianya. Jadi tinggal kita pintar2 melihat dari sisi sebelah mana…Dia tetap manusia…dengan jasa2 yang luar biasa…selamat tinggal Raja Jawa…

  27. Januari 28, 2008 7:23 am

    Hanya satu yang saya ingat begitu nyebelin dari pak Harto.

    Dulu, tahun ’94 beliau ini mau ke ponorogo, otomatis lewat madiun. Nah, anak2 SD (termasuk saya) disuruh bawa bendera berdiri di pinggir jalan kayak orang gila gitu (tapi rame2). Nah, begitu rombongannya lewat, boro2 liat mukanya, jalannya RI-1 saja seperti mobil F1…wush…wush…wush…

    Cape’ deh…padahal kita dah nungguin selama hampir 3 jam kepanasan… :(

  28. Januari 28, 2008 7:54 am

    “Hari ini, apalagi besok, semua media massa tradisional memasang headline meninggalnya orang kuat dari Cendana itu.”

    Turut berduka cita tapi maaf Ndoro…, aku gak mo ikut2an yg lain, hari ini aku posting ttg METALLICA di http://www.serdadu95.wordpress.com

  29. Januari 28, 2008 8:03 am

    gw sampe mewek kemarin..hihi

  30. Januari 28, 2008 8:35 am

    Lapor Jend..eh..Ndoro..Seragam sudah saya kenakan.

    Ndoro ikut ngelayat ga?

  31. Januari 28, 2008 8:35 am

    Thiiinx :: 1000 orang yang suka dan simpatik kepada kita masih ada 1001 orang yang tidak suka dan tidak simpatik kepada kita, maka itu waspadalah ………

  32. Januari 28, 2008 8:49 am

    Ya wajar toh Ndoro. 32 taon fokus perhatian negeri ini di tangannya, ya heboh semuanya :D

  33. Januari 28, 2008 9:16 am

    Turut berduka cita

  34. Januari 28, 2008 9:20 am

    *ikut berduka cita*
    kurang lebih itulah manusia, Allah gak akan salah memberi balasan…
    sekarang kalau mau proses hukum, fokus pada yang hidup aja

  35. Januari 28, 2008 9:23 am

    Inalillahi…….

  36. Januari 28, 2008 9:25 am

    cuma bisa terdiam

  37. Januari 28, 2008 9:51 am

    wah ternyata pak harto juga manusia…

  38. Januari 28, 2008 10:25 am

    saya kok ndak liat ndoro pake seragam di tipi ya? apa ga ngadain kopdar di cendana ndoro? :D

  39. Januari 28, 2008 10:40 am

    saya maapkan dan mendoakan pribadinya
    tapi saya gak pernah memaapkan jabatan masa lalunya hu uh

  40. Januari 28, 2008 10:51 am

    “Tapi, bahkan setelah meninggal pun, dia masih sanggup menyeragamkan semuanya: fokus perhatian orang, berita di media massa, obrolan di kedai-kedai.”

    Termasuk menyeragamkan postingan di blog-blog ya Ndoro? :mrgreen:

  41. Januari 28, 2008 2:47 pm

    Juga blog jd seragam, semua memuat tentang soeharto :D

  42. Januari 28, 2008 6:51 pm

    rss readerku penuh dengan tema orang ini. ahhhhhhh………

  43. Januari 28, 2008 9:41 pm

    pada akhir-nya manusia akan mati, ber-tanggung jawab akan baik dan buruk yang telah di-lakukan-nya
    aku juga ber-tanya hal yang sama Ndoro, bagaimana dengan mereka-mereka yang telah “di-korban-kan” ketika dia sedang ber-kuasa?

  44. Januari 29, 2008 1:03 am

    mulai banyak yang ketar-ketir nih, ditinggal ama bos besar. dulu semuanya seenaknya gantungin dirinya ama bos besar, sekarang bos besar udah ga ada, bingung pasti mo sapa lagi bergantung, jadi inget cerita harmoko, waktu pecinya tertiup angin, mo diambil ama ajudannya, “sebentar! jangan diangkat, saya mo minta petunjuk dulu dari pak harto” seraya berjalan ke telpon umum (dulu belum ada hp bos!)

  45. guntur tautan tetap
    Januari 29, 2008 8:22 am

    tapi omong2, korane ndoro hari senin lengkap banget nulis soal simbah. Puwas pokoke bacanya. Pasti udah disiapin sejak lama ya, ndoro… =)

  46. Januari 29, 2008 1:47 pm

    kapan bangsa ini akan muncul kembali sosok pemimpin yang kayak pak Harto ya? sedih deh, sisi positif kepemimpinan pak Harto yang sangat jelas, negara tetangga ga ada yang berani macem2 tuh. Ga kayak skg, lagu, kesenian, bahkan kabarnya makanan pun dicolong ama negara tetangga sebelah..

  47. Februari 1, 2008 4:26 pm

    Enaknya jadi Pak Harto, setelah wafat dia didoakan oleh banyak orang. Mesjid2 menggelar sholat ghoib dan tahlilan, sekaligus memintakan pengampunan dosa.
    Luar biasa, bukan? Bukan….

  48. Februari 2, 2008 5:39 pm

    nyuwun pangapunten eyang,cucumu mboten saget melu layat ning astana giribangun hiks

  49. cah salatiga tautan tetap
    Februari 3, 2008 8:18 pm

    saya tidak ikut mengibarkan bendera setengah tiang. lha pripun.. wong saya kena langsung imbas represifnya sang diktator.
    sedherek2, mbok jangan cepet lupa to dengan sejarah. atau, cari tau sedikit lebih banyak.

    demikian.

    seerius temen tulisanku.

Lacak Balik

  1. 17ApriL(dot)com » Blog Archive » A.k.h.i.r.S.a.n.g.J.e.n.d.e.r.a.l
  2. Warung Kapucino » Soeharto
  3. Iman Brotoseno » Please saya bukan plagiat

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS