Eh, rokok ini ternyata sudah ganti kemasan ya? Tagline-nya juga. Dulu “Cool Menthol with G-Spot”. Sekarang jadi “Cool Menthol — Lebih Punya Taste, Lebih Terobsesi!”
TVC rokok ini juga baru. Saya sudah beberapa kali melihatnya di layar kaca. Adakah yang bisa menjelaskan mengapa sebuah produk mengganti kemasan, tagline, juga positioning baru?

Januari 29, 2008 pukul 4:12 am
Weh, apa ada hubungannya sama rokok yang dikonsumsi Tika saat Bloger Bekisar lalu yah…
*kaboer dari sergapan*
Januari 29, 2008 pukul 4:23 am
saya tetep setia dengan kretek termahal Indonesia - 234 -
ndak memperhatikan perubahan ini demikian rupa, Ndoro. Selain pengetahuan kecil saya “Bahwa Branding adalah tombak utama marketing”
Januari 29, 2008 pukul 5:50 am
selain repositioning, mungkin karena produk tersebut kurang laku
*menyamar jadi ahli marketing*
Januari 29, 2008 pukul 7:44 am
@ Gunawan :
weks… masnya merhatiin sayah?
**jingkrak jingkrak**
Januari 29, 2008 pukul 7:44 am
“Cool Menthol with G-Spot”
yaa disesuaikan …
ternyata G-Spot tidak butuh rokok bakar …
Januari 29, 2008 pukul 7:45 am
secara saya gak mail maniak, ya cuma bilang paleng limited edition ndoro
Januari 29, 2008 pukul 7:52 am
itu kan cuma mo ngirit warna aja ndoro
Januari 29, 2008 pukul 8:08 am
biar tambah laris ndoro
Januari 29, 2008 pukul 8:09 am
mungkin biar gak salah ketik jadi G-String kan repot kalo salah getu …
*waton ya? karo kukur2*
Januari 29, 2008 pukul 8:15 am
Thiiinx :: Yo sing ngendi sing laku wae ndoro, mengko nek ra laku maneh, lama kelamaan dijual tanpa kemasan. he he he ………
Januari 29, 2008 pukul 8:25 am
mungkin jajaran direktur marketingnya ganti ndoro, jadi kemasannya ikutan ganti, biar di bilang ada inovasi baru
Januari 29, 2008 pukul 8:40 am
Karena kemasan baru sedikit banyak akan menimbulkan rasa penasaran pada konsumen sehingga mungkin membuat mereka ingin membeli produk tersebut…
Januari 29, 2008 pukul 9:21 am
please dong deh, jangan mempromosikan rokok….
Januari 29, 2008 pukul 9:30 am
Latar belakangnya bisa macem2 sih ndoro, yang jelas mestinya diawali dengan research terlebih dahulu. Nah penggantian kemasan dan tagline bisa merupakan upaya “mempermuda” brand untuk menarik konsumen2 first time smoker, bisa untuk me”refresh” komunikasi biar tidak dilupakan orang (orang kan bosen kalo terus menerus melihat hal yang sama), bisa juga merupakan langkah untuk melakukan repositioning untuk mempertahankan bahkan meningkatkan market share.
Saya rasa sih starmild melakukan “refresh” komunikasi agar Starmild masih tetep diingat, dan packaging baru memancing calon konsumen untuk mencoba rasa baru mereka. Harapannya sih akan bertambah para first time smokers yang mencoba dan gandrung pada starmild.
Januari 29, 2008 pukul 9:31 am
yah.. seperti blog kalo ganti template gitu deh
Januari 29, 2008 pukul 10:34 am
ndoro, dilarang meniru shah ruhk khan!…haduh, gimana sih tulisan namanya yang bener?
ganti juragan, ya?
Januari 29, 2008 pukul 11:00 am
Hehehe, udah nonton iklan-nya, lucu
Aku pernah baca supaya lebih menarik saja dan so pasti brand image-nya jadi gampang di-ingat ama konsumen Ndoro
Januari 29, 2008 pukul 11:07 am
saya sudah ndak merokok jadi gak ngikutin perkembangannya
Januari 29, 2008 pukul 11:41 am
Ganti suasana aja kali. Bosen sama mode yang lama. Kali aja bisa mendongkrak penjualan. Hehe..
Januari 29, 2008 pukul 11:52 am
Mungkin G-Spotnya sudah nggak merespons dengan baik jadi butuh titik rangsangan baru *halah*
Januari 29, 2008 pukul 12:01 pm
mungkin lama2 tu rokok makin mengecil aja bungkusnya dan trus mengecil dan enyah .. dari permukaan bumi sebai perusak paru2
hanya itukah fungsinya ..? So Far Ya..
Januari 29, 2008 pukul 12:08 pm
@ tika : merhatiin rokokmu…
Januari 29, 2008 pukul 1:24 pm
Nggak pernah beli starmild
Januari 29, 2008 pukul 2:10 pm
Others can only follow..
Januari 29, 2008 pukul 2:20 pm
mungkin karena sudah bosan dengan ROTD (Rokok of the day) seperti yg ada di BOTD-nya wordpress.com
Januari 29, 2008 pukul 2:59 pm
ngomong2 ttg G-Spot, tolong tanya Paklik Isnogud, sudah ketemu belum, hehehe….
Januari 29, 2008 pukul 3:36 pm
ya ya ya… saya lihat kotak rokok ini di meja kedai semalam… dan saya baru tau kalo yang duduk di sebelah saya ndoro. kalo tau saya pasti minta tanda tangan…
Januari 29, 2008 pukul 4:16 pm
wah…jangan-jangan…(nggak jadi ah…hehehe)
Januari 29, 2008 pukul 4:49 pm
@ -tikabanget-: Sesama smoker kan basodara.

Kekekeee… Mau gimanapun iklannya, saya tetep keukeuh sama Laki Straik Mentol.
Setbuh kayak mikow, ganti templet teros.
Januari 29, 2008 pukul 8:00 pm
Kalo pendapat akuh sih…karena nggak laku…akhirnya bikin bungkus & tagline baru supaya dikenal lagi…
* nyamar jadi “pakar” survey pasar *
Januari 29, 2008 pukul 9:46 pm
kalo blogger butuhnya with hot spot ajah……..
Januari 29, 2008 pukul 10:45 pm
biar lebih terobsesi ndoro hehehehe kaleeeeee
Januari 29, 2008 pukul 11:27 pm
ndoro rasanya kemasanya berubah karena sang “sutradara” potong dan ngecat rambutnya, jadi si produsen merasa harus ngikutin seleranya sang “sutradara”
Januari 30, 2008 pukul 12:08 am
khan pinter pinternya biro iklannya membujuki kliennya dengan segala persuasi dan riset yang ‘mbuh’valid apa nggak ?
Januari 30, 2008 pukul 12:26 am
Heh… Merokok itu gag baik buat kesehatan lhoo..!
Januari 30, 2008 pukul 4:00 am
masih bagus baru ganti kemasannya doang, kalo ganti rasanya itu baru aneh .. misalnya tadinya menthol jadi durian
Januari 30, 2008 pukul 6:44 pm
Kalok ndak salah, doloo nyang ngajarin juwalan rokok model gonta ganti getoo ya Djarum.
Djarum mbikin rokok gonta ganti merek dan model kemasan, seperti mobil nyang tiap taon kluwar model baru, mungkin biar ndak bosen, sekaligus menjaring konsumen baru anak-anak remaja nyang bljar ngerokok.
Padahal rasanya ya sama sajah tuh…
Januari 30, 2008 pukul 6:55 pm
rebranding biar orang ngeh lagi sama produk dia padahal produknya cuma yang itu2 aja hehehe, maksa
Januari 31, 2008 pukul 2:51 am
tapi untung bukan bintangnya yg diganti…
tau sendiri kan akibatnya ndoro
Februari 1, 2008 pukul 3:37 pm
Itu berarti pihak sonohnya ngerasa tagline mereka kurang catchy, atu emang mau memaintain target marketnya aja ndoro.. Liat aja coca cola.. saban berapa taun sekali ganti tagline lho.. padahal taglinenya selalu ngena.. Pernah “Enjoy”, pernah “always cocal cola”, tapi tetep aja diubah juga.. Sekedar share.. kita kan care..