Bungkam Pecas Ndahe

Kenapa kita bungkam? Mengapa kita menutup dialog? Bukankah sebagai manusia –yang begitu beragam — kita butuh berbicara satu sama lain?

Pernah ada yang mengatakan di balik setiap media, apapun bentuknya, ada sesuatu yang murni yang menyebabkan kita bersedia menembus lingkaran-lingkaran monolog yang tertutup.

Seperti anak yang berjalan malam, kita sering takut kepada suara sendiri yang tak berjawab, kata Paklik Isnogud.

Agaknya itu pulalah sebabnya seorang raja, dalam dongeng di sekitar 300 tahun sebelum Masehi, biasa mengirimkan spion-spionnya ke kalangan penduduk.

Bukan buat memata-matai. Mereka menyusup ke dalam kelompok orang-arang malah untuk menerbitkan debat dan diskusi tentang masalah-masalah kenegaraan.

Pendapat mereka digalakkan, untuk didengar, sebab sang raja tidak ingin memilih kesepian dan kemudian kesalahan.

Mengatasi kesendirian, agaknya itulah juga peran semua media … termasuk blog. Jadi kenapa sampean ndak nge-blog sekarang juga?

Layanan ini tak memihak satu golongan. Mereka percaya bahwa kebajikan, juga ketidak-bajikan, tidak menjadi monopoli satu pihak.

Mereka juga percaya bahwa tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.

Mudah-mudahan, semua itu bukanlah omong kosong besar, lima atau sepuluh tahun kemudian.

33 Tanggapan ke “Bungkam Pecas Ndahe”

  1. yuswae Berkata:

    Wah promosi terus saiki,rek. :D

  2. Aris Berkata:

    Ini namanya memasyarakatkan blog dan mengeblogkan masyarakat … :)

  3. Dee Berkata:

    Aku wis sign up lho ndoro…

  4. ngantuk Berkata:

    caranya gimana ndoro?

  5. Anang Berkata:

    sudah mengamankan diri…

  6. venus Berkata:

    lha saya blm daftar. lupa mulu dai kemaren.

  7. tandodol Berkata:

    ga ngerti ndoro dagdigdug

  8. starboard Berkata:

    Ayo ngeblog :D

  9. Titis Sinatrya Berkata:

    Thiiinx: ada yang mau ndak jadi mentor aku.

  10. Nazieb Berkata:

    Yeah, keep blogging everybody!!

  11. andrias ekoyuono Berkata:

    semoga sukses dengan dagdigdugnya ya ndoro ! sudah ada rencana marketingnya ? :-)

  12. Mbilung Berkata:

    “tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.”

    Sabda anyar ini.

  13. Donny Verdian Berkata:

    sudah mbikin indonesia.dagdigdug tapi ya belum kuisi lha wong lom sempet…

  14. annots Berkata:

    saya dagdigdug juga nulis komen ini, karena saya takut dengan tulisan saya sendiri -omong opo to le-

  15. Harry Berkata:

    menuju tkp dulu

  16. Wazeen Berkata:

    Lapor ini udah saya bikin ndoro

  17. sluman slumun slamet Berkata:

    menuju tkp sajah……..

  18. daustralala Berkata:

    izinkan aku berguru padamu…hahaha. eh tapi tampilan dagdigdug masih nggak ok tuh

  19. -tikabanget- Berkata:

    SAYAH NDAK BERPRASANGKA..!!!

    **loh, caps locknya kepencet..**

    situ sahabat nabi yang baru ya.. hihihih..

  20. funkshit Berkata:

    wah .. klo makin banyak yang ngeblog.. tambah makin lebat belantara kata2 ini .. .

  21. detnot Berkata:

    saya udah akuisisi nama sayah di dagdigdug ndoro……

  22. jojo Berkata:

    ngetes pake wordpress gratis nih ndoro…

  23. munyuk pemalu Berkata:

    bukan menyebar prasangka, justru melenyapkannya… hohoho, kena deh gw!

  24. LieZMaya Berkata:

    hidup bloggerindo :D

  25. antobilang Berkata:

    prasangka itu perlu ndoro, untuk membangun kewaspadaan… :D
    ya asal ndak berlebih sahaja.

  26. silent reverie Berkata:

    Spying dunk? akh ndoro, mentang2… (apa sih?)

  27. tsuci Berkata:

    http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=52122

  28. Brahmasta Berkata:

    Baru tahu ada dagdigdug. Kayaknya situsnya perlu diperbaiki. Saya ga bisa ngakses “tentang”. Jadi kurang ngerti itu buat apa.

  29. Hoek Soegirang Berkata:

    “Mereka juga percaya bahwa tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.”
    *trenyuh*
    .
    .
    *terharu*
    ternyata blog sebegidu besar maknanya…

  30. Cemburu, eh? « antobilang™ Berkata:

    [...] Posted Februari 6, 2008 Lelananging jagad itu sudah bersabda : …. bahwa tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan [...]

  31. ika Berkata:

    wew keren,,dag dig dug keren neh,,,promosi mulu,,hihihii

  32. Pers dan Kitab Wicaksono « Annots Berkata:

    [...] Tentu saja kitab ini tidak bermaksud untuk menyesatken pengunjungnya karena memberikan info yang seenak wudel kontributor sendiri. “[…] tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.-ndoro kakung-” [...]

  33. NEWASH Berkata:

    SAYAH NDAH BIKIN NIH,WALO ISINYA BARU SATU..

Tinggalkan Balasan