Lompat ke isi

Bungkam Pecas Ndahe

Februari 5, 2008
oleh Ndoro Kakung

Kenapa kita bungkam? Mengapa kita menutup dialog? Bukankah sebagai manusia –yang begitu beragam — kita butuh berbicara satu sama lain?

Pernah ada yang mengatakan di balik setiap media, apapun bentuknya, ada sesuatu yang murni yang menyebabkan kita bersedia menembus lingkaran-lingkaran monolog yang tertutup.

Seperti anak yang berjalan malam, kita sering takut kepada suara sendiri yang tak berjawab, kata Paklik Isnogud.

Agaknya itu pulalah sebabnya seorang raja, dalam dongeng di sekitar 300 tahun sebelum Masehi, biasa mengirimkan spion-spionnya ke kalangan penduduk.

Bukan buat memata-matai. Mereka menyusup ke dalam kelompok orang-arang malah untuk menerbitkan debat dan diskusi tentang masalah-masalah kenegaraan.

Pendapat mereka digalakkan, untuk didengar, sebab sang raja tidak ingin memilih kesepian dan kemudian kesalahan.

Mengatasi kesendirian, agaknya itulah juga peran semua media … termasuk blog. Jadi kenapa sampean ndak nge-blog sekarang juga?

Layanan ini tak memihak satu golongan. Mereka percaya bahwa kebajikan, juga ketidak-bajikan, tidak menjadi monopoli satu pihak.

Mereka juga percaya bahwa tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.

Mudah-mudahan, semua itu bukanlah omong kosong besar, lima atau sepuluh tahun kemudian.

33 Komentar leave one →
  1. Februari 5, 2008 2:01 am

    Wah promosi terus saiki,rek. :D

  2. Februari 5, 2008 3:08 am

    Ini namanya memasyarakatkan blog dan mengeblogkan masyarakat … :)

  3. Februari 5, 2008 5:09 am

    Aku wis sign up lho ndoro…

  4. ngantuk tautan tetap
    Februari 5, 2008 6:09 am

    caranya gimana ndoro?

  5. Februari 5, 2008 6:13 am

    sudah mengamankan diri…

  6. Februari 5, 2008 7:13 am

    lha saya blm daftar. lupa mulu dai kemaren.

  7. Februari 5, 2008 7:16 am

    ga ngerti ndoro dagdigdug

  8. Februari 5, 2008 7:22 am

    Ayo ngeblog :D

  9. Februari 5, 2008 8:34 am

    Thiiinx: ada yang mau ndak jadi mentor aku.

  10. Februari 5, 2008 8:53 am

    Yeah, keep blogging everybody!!

  11. Februari 5, 2008 9:42 am

    semoga sukses dengan dagdigdugnya ya ndoro ! sudah ada rencana marketingnya ? :-)

  12. Februari 5, 2008 10:01 am

    “tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.”

    Sabda anyar ini.

  13. Februari 5, 2008 10:50 am

    sudah mbikin indonesia.dagdigdug tapi ya belum kuisi lha wong lom sempet…

  14. Februari 5, 2008 10:56 am

    saya dagdigdug juga nulis komen ini, karena saya takut dengan tulisan saya sendiri -omong opo to le-

  15. Februari 5, 2008 11:35 am

    menuju tkp dulu

  16. Februari 5, 2008 11:40 am

    Lapor ini udah saya bikin ndoro

  17. Februari 5, 2008 12:04 pm

    menuju tkp sajah……..

  18. Februari 5, 2008 12:19 pm

    izinkan aku berguru padamu…hahaha. eh tapi tampilan dagdigdug masih nggak ok tuh

  19. Februari 5, 2008 12:48 pm

    SAYAH NDAK BERPRASANGKA..!!!

    **loh, caps locknya kepencet..**

    situ sahabat nabi yang baru ya.. hihihih..

  20. Februari 5, 2008 1:15 pm

    wah .. klo makin banyak yang ngeblog.. tambah makin lebat belantara kata2 ini .. .

  21. Februari 5, 2008 1:53 pm

    saya udah akuisisi nama sayah di dagdigdug ndoro……

  22. Februari 5, 2008 3:01 pm

    ngetes pake wordpress gratis nih ndoro…

  23. Februari 5, 2008 3:19 pm

    bukan menyebar prasangka, justru melenyapkannya… hohoho, kena deh gw!

  24. Februari 5, 2008 3:37 pm

    hidup bloggerindo :D

  25. Februari 5, 2008 5:16 pm

    prasangka itu perlu ndoro, untuk membangun kewaspadaan… :D

    ya asal ndak berlebih sahaja.

  26. silent reverie tautan tetap
    Februari 5, 2008 5:49 pm

    Spying dunk? akh ndoro, mentang2… (apa sih?)

  27. tsuci tautan tetap
    Februari 5, 2008 7:44 pm

    http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=52122

  28. Februari 5, 2008 8:14 pm

    Baru tahu ada dagdigdug. Kayaknya situsnya perlu diperbaiki. Saya ga bisa ngakses “tentang”. Jadi kurang ngerti itu buat apa.

  29. Februari 5, 2008 11:32 pm

    “Mereka juga percaya bahwa tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.”
    *trenyuh*
    .
    .
    *terharu*
    ternyata blog sebegidu besar maknanya…

  30. Februari 6, 2008 7:12 am

    wew keren,,dag dig dug keren neh,,,promosi mulu,,hihihii

  31. Februari 9, 2008 2:57 am

    SAYAH NDAH BIKIN NIH,WALO ISINYA BARU SATU..

Lacak Balik

  1. Cemburu, eh? « antobilang™
  2. Pers dan Kitab Wicaksono « Annots

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS