Pacaran Pecas Ndahe

Februari 13th, 2008 § 49 Komentar

Mestinya saya blog walking, melakukan riset, demi memenuhi permintaan saudara Herman Laksono, blogger kondang dari Jogja itu. Dia meminta saya [tanpa membayar] menulis tentang Lembaga Sensor Film yang tengah jadi sorotan Masyarakat Film Indonesia itu.

Tapi, saya malah mendapatkan kutipan menarik dari Una, R Husna Mulya:

Pasangan yang berpacaran, jangan terburu-buru tergoda untuk terlibat intim secara seksual. Karena yang akan membuat suatu hubungan kuat, bukan keintiman secara seksual, tetapi ikatan emosional. Pacaran adalah waktu untuk membangun kenangan bersama, waktu untuk saling mengenal sedetil mungkin. Berusaha untuk mengetahui apa yang paling disukai, apa yang paling ditakuti, apa yang membuat sedih, apa yang paling berarti, apa cita-cita dan mimpi masa depan masing-masing, dan lain-lain. Dan bersabar untuk tidak melakukan hubungan seksual, sampai saatnya tiba. Sehingga indah dan membahagiakan.

Apakah sampean setuju pada pendapat dia?

§ 49 Responses to Pacaran Pecas Ndahe

  • nyubo komen ... mengatakan:

    dengan kata “sejenisnya”

  • jalansutera mengatakan:

    kok postingan ini ngalor ngidul. pertama ngomongin LSF. tapi ujug-ujug malah minta pendapat ttg pacaran. binun saya jadinya…

  • detnot mengatakan:

    setuju ndoro

  • detnot mengatakan:

    yuhuuuuu 3 besar

    *syukuran di angkringan tugu

  • annotnymous™ mengatakan:

    itu pacaran yang ideal ndoro, tapi kalo seperti pendapat Una kadang malah di putus, serba salah jadinya ndoro

  • Donny Verdian mengatakan:

    Tul! Nek diputus malah jadi kepikiran “wah kalau gitu untuk pacaran selanjutnya langsung sikat aja ketimbang keburu diputus lagi”

  • Goen mengatakan:

    Bloger kondang? Bukannya bloger kurang ajar?
    *dikejar Momon pake golok*

    Bener ini ngalor ngidul… Lha…

    Mbuh, pacaran atau gimana aku ga peduli, yang penting turn on! (lha???)

  • yuswae mengatakan:

    lha..apa hubungannya antara permintaan momon dengan car-pacaran?

  • Titis Sinatrya mengatakan:

    Thiinx :: yups begitulah kiranya ndoro…

  • kopisusu mengatakan:

    Wah…ndak tahan kalo ndak komentar…(dari kemarin cuma mbaca2 komentar)….hehehe…kebanyakan udah “KDBN” ndoro….”KAWIN DULU BARU NIKAH”…halah…(Ngaciiirrr…)

  • kopisusu mengatakan:

    Clingak-clinguk…(Ngacir lagi…)

  • munyuk pemalu mengatakan:

    weih…menarik! dan setuju!
    tapi jangan lupa ma tulisan permintaan Momon, Ndoro. saya juga pengen baca

  • -=«GoenRock®»=- mengatakan:

    Saya belum baca yang kutipannya, tapi ngakak duluan setelah naruh cursor diatas nama Herman Saksono. Guk guk guk!!! Ditunggu tulisannya yang direquest kang Momon ndhoro.

  • Wazeen mengatakan:

    Kayaknya perlu juga mendirikan Lembaga Sensor Blog (LSB), dan Kantor Urusan Pacaran (KUP),pasti jeng Sastro mencak-mencak :D

  • dino mengatakan:

    wah kesuwen bosss…. langsuung tancap aja…..

  • Mbah Sangkil mengatakan:

    kalo sama-sama suka dan sama-sama sadar ya silahken aja. Yang gak boleh tuh kalo ada pemaksaan….

    Bukankah sex juga salah satu cara pengenalan diri yg lebih dalam?

  • bodrox mengatakan:

    kutipannya ane kutip lagi: “Pacaran adalah waktu untuk membangun kenangan bersama, waktu untuk saling mengenal sedetil mungkin.”
    maksudnya ‘sedetil’ itu kira-kira apa ya bos???

  • aprikot mengatakan:

    kalau begitu apa bedanya pacaran denga persahabatan ndoro? :D

  • kw mengatakan:

    sepakat, pacaran dulu. meski cuma pacaran sebentar, selama minum kopi ( basaha pasnya apa ndoro) di kedai kopi lalu intim secara seksual.

  • daustralala mengatakan:

    tapi kan perlu nyobain dulu…

  • unai mengatakan:

    “itu pacaran yang ideal ndoro, tapi kalo seperti pendapat Una kadang malah di putus, serba salah jadinya ndoro”
    ini copas punya annots ndoro…sok dimauin yah dia…:P

  • masnyus mengatakan:

    tapi dengan hubungan intim, ikatan emosional jadi lebih kuat ndoro…

  • abihaha mengatakan:

    Kalo ndak salah info, biang perceraian bersebab disfungsi seksual pria itu bilangannya sudah 2 digit persen lho.
    Siapa mau beli kucing dalam karung?

  • abihaha mengatakan:

    lewat lagi ah…
    Barusan komen dulu baru ke TKP, mba/mas yang dikutip Ndoro itu pasti belum nikah.
    Lha wong kesuwen “membangun kenangan…” malah di’salip kiwo’ sama wong liyo. Kethok’emalah ada yang’nyalip intim’ sisan.

  • perpatih mengatakan:

    ya setuju dan tidak setuju…tapi yang jadi pertanyaan satu juta dolarnya adalah sepuh dahulu berpacarannya seperti apa ya? hehehe… (kaga nyambung, sama seperti isi postingan sepuh)

    *berayun melarikan diri sama jane…*

  • -tikabanget- mengatakan:

    berdasar pengalaman dan survey pasar, ituh bener bozz..

  • Brahmasta mengatakan:

    Setujuh!

  • mrbambang mengatakan:

    Kalau untuk urusan pacaran atau cinta cintaan, tanyakan dong kepada ahlinya. chincay Lawra

  • Roy mengatakan:

    postingane koq gak konsisten

  • blu3shoes mengatakan:

    Gimana ya rasanya pacaran?

    Udah lupa, sangking lamanya…

    *glodak*

  • tandodol mengatakan:

    belom pernah pacaran tapi yang nunggu banyak..

  • leksa mengatakan:

    Ngga seru ah …

  • cah kene mengatakan:

    cah kene pacaran neng kono…, halah…

  • Gage Batubara mengatakan:

    saya kurang setuju terhadap kalimat ini:

    “waktu untuk saling mengenal sedetil mungkin”

    lah.. kalo sedetil mungkin masa “anu”nya ga di coba juga? mesti detil toh?

  • venus mengatakan:

    setuju aja dah :D

  • mitra w mengatakan:

    terlalu menggampangkan :)

  • Totok Sugianto mengatakan:

    iya deh ndoro… saya setuju… trus gimana dengan LSFnya? :P

  • nananias mengatakan:

    kapan sih institusi berjudul pernikahan mulai?

  • emhade mengatakan:

    Saya sih, setubuh aja ndoro ama yg dikata Una. Cuba ntar aku tanya temenku yg jadi doi’nya Una, soal membangun kenangan bersama hehehe…

  • suprie mengatakan:

    wah ndoro, saya mah setuju banget kaya gituh :d , tapi mana tahan… saya lebih setuju pacaran abis nikah, toh pacaran lama – lama belum tentu langgeng toh

  • ika mengatakan:

    setujuuuuu,,,,opa irama setuju kok,,haha

  • [...] yang bisa dicerna dengan baik olehnya. Tak mungkin saya ngomong panjang lebar menjelaskan soal pacaran ala ndoro. Bisa bisa saya malah akan dicerca dengan pertanyaan apa itu teribat intim secara [...]

  • Oma mengatakan:

    Very agree!
    aku pernah denger: cewek bersedia untuk berhubungan intim apabila dia merasa yakin dan dekat dengan si cowok; sedang cowok berhubungan intim untuk bisa mengenal lebih jauh si cewek.
    So, how we can balance these two different point of view is the challenge.

  • Juliach mengatakan:

    Pacaran w/o making love rasanya bagai makan tanpa garam. Bagaimana kita bisa mengekspresikan rasa cinta kita.

    Itu Una pakai teori macam apa pula? “Sampai saatnya tiba” kapan ya?

    Orang yang sudah menikah aja bisa-bisa ditinggal kawin lagi. Oh….endak lucu si Una itu….

    Menurutku tak ada salahnya mengekspresikan rasa cinta kita dengan sentuhan-sentuhan lembut. Itulah cinta. Blesss….semua masalah rasanya hilang…kepala jadi enteng…Lebih baik pacaran terus daripada menikah. Kalau sudah menikah lain lagi rasanya. Pastilah ada tanggung jawab rumah tangga. Boro-boro bisa bercinta 1 minggu sekali…1 bulan sekali aja sudah hebat banget…

  • maruria mengatakan:

    jaman siki ya kaya kuwe, mesti test drive dhisit. tapi nek bisa ya aja lah..sabar sethithik.
    lha panjenengan, pripun ndoro???

  • brendel mengatakan:

    kadang bener kadang salah,da yang maen duluan tp permohonan ma yang laen.mesakno to…nek menurut ndoro kpripon??????ya angger kaya ngene karep2mu lah.tapi karo una setubuh…setubuh.he99

  • silly mengatakan:

    halah… kenapa ada artikel menye2 kayak gini disini…

    Pacaran itu kalo kata org bener, ya saling mempelajari kecocokan masing2, supaya nanti kalo udah menikah gak sering berantem karna hal2 sepele doang…

    Pacaran kalo kata org gendeng, ya… saling membelajari titik2 erotis pada tubuh masing2, supaya nanti ketika menikah tidak lagi bertanya, “kalo aku sentuh ini… kamu suka gak???”

    Ahahahahahahahahahaha…

    Kalo kata saya mah, pacaran yachhhh… berbagi kasih sayang, baik AFEKSI maupun PASSION… hmmmm… :-)

  • [...] ternyata ketemu blognya jeng APRICOT wahhh, udah pernah main kesni, trus ternyata link ke ndoro juga… lahhhh… perasaan artikel ini pernah dishare ama sapa gitu ke aku… [...]

  • Adhini Amaliafitri mengatakan:

    setuju!! ;)
    sabar2,,
    klo udah halal baru deh bisa sepuasnya,hahaha..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pacaran Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.