Rudyanto Pecas Ndahe

Februari 15th, 2008 § 32 Komentar

Hidup itu penuh perjuangan. Sungguh susah kalau cuma bisa jual abab, omong ndobos, sana-sini. Seperti halnya nge-blog, bekerja itu butuh krenteging ati, niat teguh, juga upaya yang benar-benar keras.

Maka dari itu, segala daya upaya pun mesti dikerahkan. Bila perlu sampai harus menyediakan jasa touris (tanpa t) dan travel.

Semua usaha itu demi meraih gelar yang terhormat dalam Ilmu Manajemen pada Program Pasca Sarjana IBII (Institut Bisnis dan Informatika Indonesia). Karena jualan mie saja ternyata tak cukup.

Ki Sanak, mari bantu teman kita itu meraih gelarnya dengan mengisi kuesioner penelitiannya di sini.

§ 32 Responses to Rudyanto Pecas Ndahe

  • Anang mengatakan:

    sik mengamankan pertamax dulu

  • Anang mengatakan:

    hahaha.. nunggu serangan balasan….

  • Herman Saksono mengatakan:

    Oalah, jadi acara ke Bali itu sebetulnya cuma red herring to?

  • chiw mengatakan:

    :lol:

    *nguakak pol*

    peperangan masih belum berakhir rupanya…

    posisi sementara 2-1 untuk pak Dhe wicak…

  • Mbilung mengatakan:

    gyahahahahahaha …. di Surabaya pula. Sambil jualan mie.

  • mikow mengatakan:

    Hushushushshs… serangan balik :)

  • munyuk pemalu mengatakan:

    huahahaha…makin seruuuuuuuuuuu!!!

    *harap2 cemas…nunggu pembalasan

  • aprikot mengatakan:

    perang dilanjutkan….

    pakdhe hadjaar

  • gatotburisrowo mengatakan:

    mumpun sampean lagi girang, saya mau lapor sekaligus mohon pencerahan. begini:
    Mertua saya diabetes, kaki luka dan harus di amputasi. Malem-malem, cari kamar di RS jawabanya seragam, penuh, atau kalau mau VIP yang harganya jut-jutan. Akhirnya beliau cuma di kasih antibiotik untuk menghadang infeksi. Besoknya kakak kembali ke RS tempat mertua biasa dirawat. Jawaan sama. Bingung kita. benar benar bingung sementara mertua makin drop. Kok kakak-ku punya ide mbagi-mbagi duit dan kue ke suster-suster itu. lembar-lembar Rp 50K berterbangan kemana-mana. Nyatanya terus ada kamar kosong dan mertua saya bisa masuk dirawat disana. Bayangkan, untuk mendapat kamar saja, sudah keluar duit, stress dan keringat begitu rupa.
    Disebelah pembaringan mertua sebelum masuk kamar itu, tergeletak bocah SD kelas enam yan sudah enam hari mengidap DB. Ibunya cerita baru bisa bawa anaknya ke RS karena baru hari itu bisa ngumpulin duit utangan. Tapi di rumah sakit di gelatikin begitu saja karena ‘kamar penuh, adanya VIP’.
    Menghadapi situasi seperti itu sontak saya geram, tapi dipikir-pikir cuma menghabiskan energi batin. Mereka itu sakit pak de, kemana mereka harus berobat ya???

    Sorry pak Dhe kalau tidak berkenan

  • Roy yang bukan Suryo mengatakan:

    ada apa ini? hampir tiap hari ndoro sama mbilung koq selingkuh
    apa gak kasiyan istrinya.

  • annots mengatakan:

    skornya sudah berapa ini? Pakdhe ndobos vs ndoro kakung vs paman tyo, besok kalo seri trus hom pim pa :D

  • mbakDos mengatakan:

    baru aja ditinggal beberapa hari sama sir mbilung, udah saling merindukan begini sih?! :D

  • daustralala mengatakan:

    hahaha, kena terus nih…

  • kopisusu mengatakan:

    Penonton…(bingung…)

  • ekowanz mengatakan:

    pakde wicak…maaf fotonya saya exploitasi yah :p

    *lariiiiii sblm konangan*

  • fahmi! mengatakan:

    wetset… duel maut antar sesepuh! paman tyo mana nih? kok belom ikut turun tangan?

    kami yg masih ijo minggir aja, nonton dari jauh.

  • Dee mengatakan:

    gonjang-ganjing ing ndonya trimaskenthir! mana nih, suara paman tyo? kok baru ndoro sama pakde mbil yang saling telikung?
    harap-harap cemas nunggu brontoyudo joyobinangun

  • aad mengatakan:

    paman tyo ??? where are you ???

  • Ina mengatakan:

    *jadi penonton aja*

    Adegan selanjutnya apa nie ndoro???

  • nico mengatakan:

    wahai tukang wiki… liat tuh, ndoro sudah menulis “krenteging ati”. segera di wikikan*kabur*

  • iway mengatakan:

    mbok tolong itu mbok venus digeret ke glanggang pertempuran sini, biar seru ada ceweknya ga cuman batangan :D

  • Goenawan Lee mengatakan:

    *nungguin serangan yang pakai photostrip*

  • tikabanget™ mengatakan:

    wakakakk..
    jadi serial balas dendam gini

  • Wazeen mengatakan:

    waduh perang baratayuda neh….

  • Totok Sugianto mengatakan:

    hoala.. masih berlanjut toh.. :P

  • Hedi mengatakan:

    Apa posting model begini bisa meningkatkan page rank untuk adsense, bos? :P

  • yuswae mengatakan:

    Biarlah mereka bertarung di padang karbala blogsphere, kita cukup menonton saja.

  • maruria mengatakan:

    wah..smash yang mantap dari ndoro kakung..gyahahahahah…

  • stey mengatakan:

    bwahahaha..seri dua Balas Dendam Ala Ndoro..

  • detnot mengatakan:

    hueheueuee hanya mrk yg tau :D

  • Spasi Kopidangdut mengatakan:

    Mana ya Sugriwa mana yang Subali, kisanak?

  • Supermoto mengatakan:

    Seru juga ya™

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Rudyanto Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.