Lompat ke isi

Lapindo Pecas Ndahe

Februari 18, 2008
oleh Ndoro Kakung

Ah, untungnya para wakil rakyat itu ndak sekalian saja mengatakan bahwa lumpur Lapindo itu peristiwa biasa-biasa saja.

Cuma saya jadi mikir, mengapa mereka membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mengatakan bencana dahsyat itu peristiwa alam?

Karena informasi yang tak cukup? Pengetahuan geologi yang tak dipunya? Prasyarat politik? Atau sekadar setoran yang kurang?

46 Komentar leave one →
  1. Februari 18, 2008 9:42 am

    pikirane ora nyandak ndoro, lha wong anak TK kabeh … ;)

  2. digision tautan tetap
    Februari 18, 2008 9:48 am

    nyaris pertamax..
    jangan-jangan nanti dibilang sudah takdir … korban disuruh pasrah saja …

  3. Februari 18, 2008 10:07 am

    sial bener kita jadi rakyat indonesia yak

  4. Februari 18, 2008 10:08 am

    @mas kw
    lebih sial lg jadi rakyat sidoarjo mas

  5. Februari 18, 2008 10:22 am

    untuk mengendalikan massa kali ya? soale waktu itu kan penduduk sidoarjo lagi emosi tinggi, marah abis2an sama lapindo. kalo pas waktu itu dinyatakan lapindo nggak bersalah, bisa brutal. mungkin sekarang situasinya sudah dinilai lebih adem. mungkin kalo sudah sama2 bisa mikir jernih fakta bisa dipelajari secara obyektif.

    kasusnya mirip dg buku “detik2 yg menentukan” tulisannya habibie. draft buku itu harus disimpen sampek 6 tahun baru bisa dipublikasikan. maksudnya untuk memastikan buku itu nggak bakal bikin kontroversi aneh2. eh kenyataannya masih juga ada yg kesenggol, prabowo.

  6. Februari 18, 2008 10:22 am

    duhhhhhhhh salah ketik, imel’e ketok :(

  7. Februari 18, 2008 10:27 am

    Knapa namanya masih lumpur ‘LAPINDO’???

    Dengan pernyataan itu, kerugiannya ditanggung oleh APBN yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal lain yang seharusnya jadi tanggung jawab pemerintah..beneran!

  8. Februari 18, 2008 10:35 am

    kalo menurut ndoro sendiri, bagaimana?

  9. Februari 18, 2008 10:49 am

    karena mereka banyak kerjaan, pakdhe.
    jadi lapindo ada di urusan nomer sembilan ratus tujuh puluh tiga..

  10. Februari 18, 2008 11:04 am

    wakil rakyat udah dapet “lumpur” juga, atau malah takut tenggelam di tengah lumpur? karena si empunya lumpur menduduki jabatan di kementerian?

  11. Februari 18, 2008 11:04 am

    kalo saya jadi alam, pasti saya akan marah2 di jadikan kambing item begidu :D

  12. Februari 18, 2008 11:07 am

    Walah,…
    Ndak tau sayah ndoro…

  13. Februari 18, 2008 11:15 am

    namanya juga a****g!
    akhirnya yg bayar negara lagi (kalo dibayar). ical aman2 aja, ga bakal diapa2in ma SBY. lumpur lapindo diganti jadi lumpur sidoarjo, enak aja….yg bikin lumpur, lapindo kok yg dituduh sidoarjo.
    rrggghhhh…..ngamuk!

  14. Februari 18, 2008 11:18 am

    lho.. memang benar “peristiwa alam” toh?

  15. Februari 18, 2008 12:30 pm

    gak usah ngurusi pernyataan DPR rek . . .
    kate sedina, setahun, satus tahun . . .
    rungokna suarane arek Porong nyanyi lagune Roma Irama :
    “duwik . . . duwik . . . semua orang butuh duwik”
    *ga oleh duwe duwik . . ketam mari!

  16. Februari 18, 2008 12:37 pm

    alamku, bukan alammu, atau alamnya mereka. :D

  17. Februari 18, 2008 12:43 pm

    alam gaib, apa alam bawah sadar, apa alam jahanam ya?
    sajake njaluk didublak lumpur satu trek ndoro!

  18. Februari 18, 2008 1:01 pm

    only in indonesia….

    :nohope: :sedih:

  19. Februari 18, 2008 1:36 pm

    demo rame-rame piye… gedung wakil rakyat pindahin ke porong, trus di delok masih tetap peristiwa alam apa jadi peristiwa ngalem?

  20. Februari 18, 2008 2:13 pm

    Lha itu nek anggota DPR ada yang kena santet juga bisa dibilang karena alam lho, Ndoro :)

  21. Februari 18, 2008 2:35 pm

    mungkin karena di sana ga ada yg bisa diproyekin sama anggota dpr

  22. Februari 18, 2008 2:44 pm

    HAH!! Kamprett!!!
    LUMPURNYA emang alami, bukan buatan,..
    tapi
    Bocornya itu BUKAN ALAMI, akibat serakahnya manusia….!! Dah baca report kesalahan teknis pas hari kejadian ngga sih si kunyuk2 ituh???

    sigh, prihatin dengan Warga Sidoarjo.

    Aturan Maen :
    Karena alami = Bencana Alam = Masuk dalam program Rokonsiliasi Bencana Alam = pemerintah yang nanggung biaya = Ical CS ongkang2 kaki

  23. Februari 18, 2008 3:18 pm

    dpr kan sibuk, sibuk banget, banget, suer deh, sibuk abis :D

  24. guntur tautan tetap
    Februari 18, 2008 4:12 pm

    DPR nyatakan lumpur lapindo peristiwa vetty vera…

  25. Februari 18, 2008 4:42 pm

    seandainya rumah mereka terendam lumpur
    apa mereka masih mengatakan peristiwa alam?

    seandainya tidak ada pengeboran sebelumnya
    mungkinkah lumpur akan keluar?

    yahhh… kita bisanya cuma berandai-andai

  26. Februari 18, 2008 6:54 pm

    Semestinya parlemen dibubarkan saja, seperti yang di Malaysia. DPR tidak mutu seperti itu kok tetep kita pertahankan.

    Susah rek, dipimpin bakul. Mikire mung bathi.

    oh beda mas. parlemen di malaysia itu dibubarkan karena mau pemilu, bukan karena ndak mutu. :D

  27. Februari 18, 2008 7:05 pm

    Ah, mereka ngomong gitu itu juga peristiwa alam lho..

  28. mastogog tautan tetap
    Februari 18, 2008 9:30 pm

    demo yo demo.. dpr ra kanggo gawe ra isoh/wani mbelo rakyate..

  29. Februari 18, 2008 10:12 pm

    alam terus sing disalahke …
    mesake alam …
    coba alam iso ngomong …
    mesti njaluk pembelaan neng pengadilan …

  30. Februari 18, 2008 10:19 pm

    yg gak habis pikir, orang2 DPR itu nyadar gak yah mereka itu digaji dr duet rakyat, seadenya saya org sidoarjo mungkin si bakri dah ku injek2

  31. Februari 19, 2008 12:01 am

    hiks, aku yang orang sidoarjo nggak habis pikir sama kejadian2 itu

    Gimana kalau kita ga usah ngributi orang2 aneh dan ga jelas di dpr itu…

    Cukup : jangan bayar pajak, uang untuk bayar pajak dibuat buka usaha baru yang melibatkan orang2 korban lapindo… :) Ide bagus bukan? Daripada uangku dibuat makan mereka yang ga perlu dikasih makan

  32. Februari 19, 2008 8:27 am

    Karena otak mereka biasa-biasa saja…..

  33. Februari 19, 2008 9:19 am

    wakil rakyat mana yang mereka wakili ?
    rakyat yang punya duit banyak ? :P

  34. Februari 19, 2008 10:00 am

    Cek dari pak bakri baru bisa dicairkan…

  35. Februari 19, 2008 10:02 am

    DPR isane mung komentar thok.komentar wae rung mesthi bener. Ning kok dibayar yo ..klo komentator di blog bayarane opo ndoro?

  36. Februari 19, 2008 3:40 pm

    Atau sekadar setoran yang kurang?

    AKU YAKIN KARENA ITU

  37. Februari 19, 2008 5:27 pm

    ahhhh, anggota DPR!
    jangan coblos lagi di 2009!
    lha yang menang di sidoarjo siapa ya?

  38. Februari 19, 2008 8:23 pm

    harusnya mereka belajar dari Suhu Rovicky ya ndoro…

  39. gunawan tautan tetap
    Februari 20, 2008 7:43 am

    wo..salahe alam to??
    lho terus mbakyune kae pie? sopo jenenge lali aku?

  40. Maret 27, 2008 11:24 am

    Lebih baik pakai cara saya saja untuk menghentikan semburan lumpur lapindo, lihat saja caranya di website saya di http://www.ignitionmp200.com , mudah2an tokcer

    Utopo

  41. April 2, 2008 4:51 pm

    mungkin waktu itu orang lapindo gi panik,jadi nggak kepikir bahwa itu pristiwa alam.lagi pula yang benar-benar merasakan akibatnya kan orang bawahan.

  42. April 2, 2008 4:54 pm

    MUNGKIN WAKTU ITU MASYARAKAT LAPINDO GI PANIK, JADI G’ KEPIKIR ITU ADALAH PRISTIWA ALAM. LAGI PULA YANG MERASAKAN AKIBAT DARI ITU SEMUA KEBANYAKAN MASYARAKAT AWAM.

  43. April 9, 2008 4:14 pm

    Ah, apa yang diharapkan dari (yang katanya) wakil rakyat itu. Mereka kan bagian dari orkestra besar yang dikondaktori oleh si Om Abu’jahal’ Bakrie. Apa yang diputuskan oleh DPR itu hanya membuktikan satu hal, yaitu, lengkaplah sudah negeri ini dikangkangi oleh pemodal. Setelah pemerintah dan pengadilan dibuat tidak berkutik, sekarang giliran parlemen.
    Bisa ngomong apa lagi kami sebagai korban!? Hanya harapan bahwa masih ada warga bangsa yang cukup waras untuk melihat kebusukan ini, sehingga mau membantu perjuangan kami.

    salam keprihatinan dari Sidoarjo

    korbanlapindo

  44. April 23, 2008 12:58 pm

    itulah wakil rakyat negeri ini … entah rakyat mana yang mereka wakilkan

  45. Agustus 8, 2008 11:08 am

    ya……….begitu dech kita orang punya ……
    yg berduit pasti di bela
    kan ada semboyannya waktu kampanye dulu
    maju tak gentar membela…………..yang bayar…………….
    makane mending pikir pikir dech kalo pilih wakil rakyat
    jangan yang ngasih duit trus DI PILIH
    jadinya ya gitu
    KALO GAK BAYAR ……………….YA GAK DI BELA
    BETUL KAN……………………………………….

Lacak Balik

  1. STRIP|Hi Mat! | Visit Lumpur Indonesia 2008

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS