e-Learning Pecas Ndahe

Pendidikan itu sebenarnya tanggung jawab siapa? Pemerintah? Publik? Orang tua? Atau kita semua? Diskusi soal ini bisa panjang dan berliku.

Kita bahkan bisa membahasnya sehari semalam, dan dilanjutkan besoknya lagi. Mungkin tanpa hasil sama sekali dan jawaban yang memuaskan semua pihak.

Tapi, tanpa banyak cingcong, menunggu perintah atasan atau doa restu pejabat Departemen Pendidikan Nasional, seorang blogger langsung memulai dan menunjukkan bahwa dia tak cuma bisa berdebat, usul ini dan itu yang ndak jelas, apalagi sekadar menghamburkan bandwidth untuk kesia-siaan.

Blogger itu namanya Ristiana Manao aka Nana. Dia telah memberi contoh bahwa siapapun bisa ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dengan membuat blog Pedapa.

Pedapa yang mengusung tema — agak narsistik — “English is Fun, learning english cannot be more fun than this!” adalah sebuah e-learning blog tentang bahasa Inggris.

Dikemas dengan bahasa tutur yang ringan, renyah, dan interaktif, Pedapa sangat informatif. Ia membantu siapapun yang ingin belajar bahasa Inggris tanpa harus berkerut jidat.

Lihat bagaimana dia menjelaskan, umpamanya, tentang perbedaan pemakaian kata “who” dan “that” dalam posting ini:

… kalo “who” dipake untuk menjelaskan seseorang atau bagaimana seseorang itu, maka “that” dipake ketika kita membicarakan benda. pake contoh aja ya?

this is the book that i have been looking for.
she lost the ring that he gave her.
i do not really like the shoes that he bought for me.

tapi sebenernya that juga bisa dipake untuk menjelaskan seseorang atau bagaimana seseorang itu.

misal nih.

the man that i talked to last night has travelled to europe twice.
the girl that lives next door is pretty.

lho jadi that bisa buat jelasin seseorang ataupun benda?

yap. bener banget …

Sederhana dan sangat personal. Tuturannya jauh dari kesan menggurui. Saya yakin siapapun yang membacanya akan menyukai gaya belajar seperti itu.

Terus terang saya kagum dan menjura padanya karena profesinya bukan guru. Meski sesekali memberi les bahasa Inggris, Nana itu pekerja profesional di bidang perhotelan. Ia mengelola sumber daya manusia di sebuah kumpeni berjaringan internasional.

Rupanya Nana memiliki talenta sebagai guru yang baik — hanya belum banyak diketahui orang. Ia ibarat mutiara yang terpendam di timbunan lumpur Lapindo, dan menunggu gosokan agar lebih moncer dan memberi manfaat pada anak-anak di delapan penjuru angin.

Ia menunjukkan beginilah mestinya blog memainkan daya sihirnya di era Web 2.0. Blog tak cuma mantra-mantra ajaib yang menipu seperti yang dikeluhkan beberapa orang.

Blog itu cuma alat, pesannya bisa bermacam-macam. Serius bisa, cengengesan ndak dilarang, ngeselin pun dipersilakan. Pilihan ada di tangan blogger dan para pembaca blog.

Nana memang bukan yang pertama. Di luar sana ada banyak guru lain yang juga bikin blog berisi materi pelajaran, sebuah distance learning. Mereka memperkaya ranah Internet dengan hal-hal yang berguna, tanpa menunggu pidato pembelaan dari pejabat atau Ketua RT, RW, atau Pak Lurah.

Kita memerlukan lebih banyak lagi guru-guru dan Nana-Nana berikutnya. Sekarang giliran dia. Besok, atau lusa giliran sampean, Ki Sanak.

Ayo, buktikan kalau sampean juga bisa melakukannya … Ogey?

>> Disclaimer: Saya memang mengenal Nana dengan baik, tapi saya ndak beroleh bayaran atas review ini.

23 Tanggapan ke “e-Learning Pecas Ndahe”

  1. ngantuk Berkata:

    swit.. swit.. mana nana??

  2. Wiellyam Berkata:

    iya nih aku selalu mampir tiap hari untuk belajar di pedapa. bagus baget dan menarik

  3. indo-blog.com Berkata:

    Review nggak dibayar yang menarik :) Sering-sering aja…

  4. kw Berkata:

    salut buat nana. harus di teladani. (* cuman kepintaranku masih dikit)

  5. venus Berkata:

    seragam sama postingan mbilung. janjian yaaa???? :p

  6. annots Berkata:

    ini ndoro sama pakdhe mbilung contek2an postingan ya? *kabuur*

  7. starboard Berkata:

    review yang mantabs :D ngelihat nana ahh.. pamit dulu ndoro :D

  8. dewi Berkata:

    nanti saya yang akan mintakan , ndoro. sebagai perwakilan ndoro di bali :D dan hm, nana keren yah?! *biar bayaran diperbanyak*

  9. aprikot Berkata:

    jd nda dpt bayaran dr nana, lho pdhl smalam nana bilang…oops nanti deh ndoro saya bilang ke nana, ogey? :D

  10. nico Berkata:

    saya bisa belajar. asikk.
    btw pakdhe, owkeynya tika mode on, itu termasuk slang juga bukan ya?

  11. GenthonX Berkata:

    Pendidikan yang baik itu harus mendapat dukungan dari segala lini…baik pemerintah, swasta, keluarga, masyarakat, sekolah ataupun lini lainnya.

    Tapi keberhasilannya seh lebih disebabkan faktor kitanya masing - masing seh, lha kita yang bisa nentuin arah hidup kita. Yang lain cuma sarana dan prasarana semata…

    Maap kalo salah opininya

    Salam kenal, GenthonX

  12. Blog Strategi + Manajemen Berkata:

    O ternyata Nana orang HR juga. Saya pikir dulunya seorang penyair. Bohemian. Ternyata a white-collar worker.

  13. nananias Berkata:

    pedapa yang mengusung tema — agak narsistik

    err. saya. :D

  14. kalengkrupuk Berkata:

    Saya juga belajar banyak dari sana, Ndoro… Menyenangkan. Fun. Asik. Gratis pulak…

  15. munyuk pemalu Berkata:

    saya….murid di sana, ndoro :D
    *laporan ga penting :p

  16. dina Berkata:

    iyya..kereeeen..saya mau pamerin ke temen2 aah..

  17. merahitam Berkata:

    Saya udah buka dari minggu-minggu kemarin kok ndoro dan mulai belajar darisana.

    Salut dan makasih buat Mbak Nana. :)

  18. suprie Berkata:

    menuju ke TKP ndoro…

  19. Tuhu Berkata:

    Wah langkah kecil yang sangat berarti buat orang lain… Salutttt

  20. kopisusu Berkata:

    ikutan meluncur ke TKP…..

  21. antobilang Berkata:

    ndoro kapan bikin yang serupa? dengan tema lelanganging jagad katurangganing wanito?

  22. Nazieb Berkata:

    Walah, saya jadi malu karena sudah jadi bloger yang “sekadar menghamburkan bandwidth untuk kesia-siaan”
    :oops:

  23. mastogog Berkata:

    semoga segera bermunculan “nana-nana” yg lain

Tinggalkan Balasan