Monyet Pecas Ndahe

Maret 10th, 2008 § 52 Komentar

Perang [iklan] tarif antaroperator telepon selular memang sudah ndak masuk akal. Yang satu mengiming-iming tarif nol koma sekian rupiah per detik, satunya lagi ndak mau kalah masang ongkos nol koma sekian-sekian rupiah per detik.

Akibatnya, para pelanggan, terutama sekali, kartu pra bayar seperti monyet beneran: pindah sana pindah sini mengikuti tarikan sang dalang. Gimana ndak kayak monyet coba?

Pekan ini ada diskon di operator A, orang ramai-ramai memburu kartu murah. Enam bulan kemudian, ada promo di operator C, kerumunan orang pun berpindah. Kartu lama dibuang dan pindah ke operator baru.

Jadi jangan heran bila tingkat kartu hangus di negeri ini cukup tinggi, sampai 10 persen. Di negara Asia-Pasifik lainnya, seperti India, cuma 4,5 persen, Cina juga 3 persen.

Karena saya bukan monyet, saya ndak pernah tertarik maupun tergiur bujukan iklan. Sejak pertama kali punya telepon selular, saya ndak pernah ganti nomor telepon maupun operatornya.

Tapi, saya sedih. Kenapa orang-orang seperti saya, juga jutaan pelanggan pasca bayar, justru ndak pernah dihargai? Kenapa saya ndak pernah dikasih bonus ini dan itu? Kenapa tak ada pekan promo buat kami? Kenapa kami seperti anak tiri?

Padahal saya ini pelanggan setia. Catat sekali lagi, pelanggan loyal. Artinya, sudah lebih dari sepuluh tahun memakai layanan yang sama.

Apakah saya mesti kawin lagi sama monyet agar mendapat perhatian dan penghargaan dari operator? Haloooo …

§ 52 Responses to Monyet Pecas Ndahe

  • kalengkrupuk mengatakan:

    Saya ndak pindah-pindah, nDoro… Kasian tukang tagih kartu kredit kalau ganti2 nomer…
    :D

  • nananias mengatakan:

    mereka tidak menganaktirikan kok ndoro. lha saya tiba-tiba entah bagaimana prosesnya menjadi anggota telkomsel priority. dari namanya sepertinya keren sekali membership itu.

    what they failed to communicate adalah apa fungsi keanggotaan itu selain sms ucapan selamat ulang tahun, tawaran diskon disana-sini, dll.

  • Operator selular kayaknya terjebak dalam “red ocean competition”….brutal, dan berdarah-darah. Juga tanpa ujung.

    Karena itu, ARPU (average revenue per user) para operator kian meluncur ke bawah.

    Ya, sebagai pelanggan loyal, saya sendiri tak pernah tertarik dengan sergapan iklan murah itu.

    Yang saya nanti tarif internet broadband unlimited = Rp 100,000 per bulan. Nah ini baru BERITA BESAR….

  • Hedi mengatakan:

    nomor satu macem aja jarang dihubungi orang, kok malah pingin ganti :D

  • kangtutur mengatakan:

    Apakah saya mesti kawin lagi sama monyet agar mendapat perhatian dan penghargaan dari operator? Haloooo …

    Sudahkah ada calonnya Ndoro? :wink:

  • Effendi mengatakan:

    Saya malah pengen punya banyak nomor tuh ndoro… *siul2*

    *dicipok monyet*

  • annots mengatakan:

    “Apakah saya mesti kawin lagi sama monyet“,

    mbaca bagian ini kok saya berasumsi rada nyleneh ya, ah mungkin cuma salah pemenggalan kata saja

  • leksa mengatakan:

    dengan kata lain,
    operator pasca bayar itu seperti monyet…

    hmmm…

  • munyuk pemalu mengatakan:

    nasib pelanggan setia :d bertahun2 saya pake kartu A, ga pernah dihargai. pas ganti kartu ke B, eh di A malah banjir bonus. itu ga dihargai atau ga rejeki yak? :p

  • fahmi! mengatakan:

    iyak persis. aku juga sudah sekian tahun jadi pelanggan pasca bayar. keuntungan yg aku dapet cuman pd situasi emergency nggak pernah kesulitan komunikasi karena keabisan pulsa. selebihnya mbuh… :p

  • Mbilung mengatakan:

    Ndoro Bedhes.

  • Mas Kopdang.. mengatakan:

    *ngakak liat komen di atas saya..* :lol:

  • pns gila mengatakan:

    saya seh gak melok2 ngonoan, ndoro. wis benno ae, biar saling ‘bunuh’ aja, hehehe…

  • mikow mengatakan:

    saya sudah 8 tahun tetap setia sama operator yg itu tuh..

  • kw mengatakan:

    promonya selalu menjebak.

  • silent reverie mengatakan:

    Aku juga orangnya setia :)
    Ih, ndoro narsis banget deh…!

  • dian mengatakan:

    ndoro, karena wajahku sudah kau monyet-kan di sini, maka aku setuju untuk memperbaiki keturunan dengan tidak mengawini monyet.
    bagaimanapun, aku masih punya kebanggaan karena bisa setia (walaupun hanya pada nomer HP)

  • kenny mengatakan:

    aku jg tms tipe setia ndoro

  • starboard mengatakan:

    Ada iklan dari Indosat, 0,00000000000000sampe puas001
    ke seluruh 110 juta pelanggan…

    ngitung nya dari mana ya :D

  • Cerita Indonesia mengatakan:

    Dalam percakapan dengan Boss salah satu provider,..menarik ternyata justru angka keuntungan diraup dari pelanggan pasca bayar. Saat itu mereka memiliki 13 juta pelanggan, dimana 10 juta adalah konsumer pra bayar..Jadi tetap saja yang 3 juta pelanggan setia jadi target market yang terpinggirkan

  • Abihaha mengatakan:

    Berarti ndoro dan kawulo balunge sami, balung sugih!
    Tapi dompetipun dompet kere he he he…

  • liemz mengatakan:

    perang tarif terus aja..biar nanti sukur sukur malah ada yang gratis tis tis tis…:D

  • merahitam mengatakan:

    Sejak awal punya HP sampai sekarang, saya tetap setia sama si provider A, meski cuma jadi pelanggan pra bayarnya. Tapi Alhamdulillah sering kebanjiran bonus macam-macam, tuh ndoro. Termasuk internet broadband unlimited Rp.250ribu per bulan. Jadi makin cinta sama si A :)

  • -=«GoenRock®»=- mengatakan:

    Ngganggo HT ae ben ngirit.

  • ika mengatakan:

    saya dari pertama punya hape ndak peranh ganti2 nomor,,yeah hidup IM3!!!

  • ebeSSe ndoro mengatakan:

    monyet ya monyet . . . pecas ndahe ya pecas ndahe aja!
    klo monyet pecas ndahe . . . . ya
    lebih baik ga lahir kaleeeeeeeeee . . :P

  • detnot mengatakan:

    iy anih, kita2 juga pelanggan setia

    mbok sekali2 dpt award gitu :D

  • suprie mengatakan:

    wah ndoro , saya juga gak di perhatikan, gak ada bonus buat kita – kita… udah mana tagihan gak jelas…

  • zam mengatakan:

    hiya.. sama, ndoro..

  • ana gustini mengatakan:

    ah nanti juga bosen sendiri, fenomena ini lama2 akan berubah ke perang kualitas layanan kok….hehehe itu menurutku loh!

  • sarah mengatakan:

    Wualaah jangan ndoro, jangan kawin sama monyet.
    He he he

  • Paman Tyo mengatakan:

    Gini, Ndoro Bedhes. Paling hemat itu kalo ndak nelepon dan nge-SMS. Cukup menerima panggilan dan SMS saja. Percayalah.

  • Chic mengatakan:

    iyah ndoro, saya udah sepuluh tahun jadi pelanggan pasca bayar nya operator merah itu ndak pernah dapet apa-apa kecuali ga pernah keabisan pulsa :P yang penting mbayar.. hehe

    kalo “mesti kawin lagi sama monyet” kok asumsi saya ndoro pernah kawin sama monyet gituh? wehehehehehe *peace*

  • aLe mengatakan:

    [...]Apakah saya mesti kawin lagi sama monyet agar mendapat perhatian dan penghargaan dari operator?[...]

    lha ndoro masih pengen dapat penghargaan gak?
    klo pengen ya silahkan kawin lagi ndoro :D
    coz, klo berharap lebih ke layanan yg uda ada kyaknya ibarat ‘ngenteni ndog blorok’ *halah* :lol:

  • unai mengatakan:

    yaaaa makanya ganti aja, bukan monyet kok …layanan pascabayar memang payah, nah ganti saja Ndoro

  • sapto mengatakan:

    saya juga belum pernah ganti nomer Ndoro,
    eman2, beli pas jaman perdana hampir sama dengan harga HP-nya :P

  • andrias ekoyuono mengatakan:

    itulah alasan saya tetep pakai prabayar, dulu sempet migrasi tapi malah ndak da untungnya, akhirnya balik ke prabayar lagi. Kalau mau 3G, kan ada datacard yang bener2 pake kartu yang berbeda.
    btw, awalnya sih perbedaan fasilitas itu terjadi karena billing system prabayar umumnya memang lebih canggih sehingga mudah dikustomisasi. Kan prabayar teknologi yang lebih baru dibanding pasca bayar ?

  • Yahya Kurniawan mengatakan:

    Lama-lama bakalan muncul tarif yang super aneh, misalnya 0.1 pangkat 1000 pentung (faktorial).

  • Kang Kopi Susu mengatakan:

    Terus terang tiap bulan saya dapet pulsa gratis senilai Rp.200.000, Ndoro…tapi bukan dari operator manapun…(jatah dari Pak Boss)…hehehe…enak tenan!

  • pinkina mengatakan:

    lha mbok sampeyan itu coba protes, ato kirim keluhan, kritik dan saran ke Big Bosku yang katanya temen’e smpyn itu, mungkin bisa jadi masukan untuk Pabrik Panci tempat saya nguli Ndoro. kasih saran dan kritik ke big bosku, kirim uangnya ke aku :D

  • yuki tobing mengatakan:

    gak semuanya terpengaruh, saya juga tidak tuh, dari pertama punya HP 12 tahun lalu memang sudah 5 kali ganti nomer, cuma itu gak ada hubungannya sama sekali ama acara banting tarif ini, entah karena hpnya hilang atau nomernya hangus saja.

  • silent reverie mengatakan:

    Aku juga setia, udah 5 taun.
    Pic-nya bangus…, ndoro narsis banget! :)

  • funkshit mengatakan:

    saya malah mikirnya mereka itu ngga memikirkan pelanggan.. cuman memuaskan ego dalam persaingan aja

  • david mengatakan:

    lhaa gimana mo di anak emaskan sampeyan ini ndoro dan para pasca bayar’ers.., wong mbayarnya belakangan kok.., pake dulu baru mbayar.
    Lihatlah jiwa sukarelawan para pra bayar’ers yang suka rela memberi duit dulu ke operator walo blon tau mo digunakan nelpon opo nges’em’es itupun ndak habis sehari.Kalau perlu ampe dihanguskan opo masa berlaku habisnya dipercepat biar segera setoran lagi…
    Loyal kan kalah ama Royal ndoro.
    Setor duit duluuu ndoroo baru anak mas..,

  • bootdir mengatakan:

    Kalo saya dapat bonus ‘kesetiaan’ yang aneh Ndoro. Kartu prabayar saya mempunyai masa aktif sampai Juli 2009. Ini bener-bener bonus, bukan karena masa aktif yang selalu nambah kalo diisi (kayak IM3). Itu saya dapet sejak tahun 2007. Jadi sekarang diisi apa nggak, gak ngaruh masa aktifnya. Pengin nomer ini diistirahatkan dulu, tapi males woro-woro ganti nomer.

  • Totok Sugianto mengatakan:

    pasca bayar nyaris tak tersentuh promo, saya juga gak tahu sampai kapan dianaktirikan seperti sekarang ini..

  • Genduk Anti Pedhot mengatakan:

    Ndoro,
    yg penting punya 2 nomer, pasca bayar n pra bayar….. biar irit!!!
    tp pasca bayar saya yg bulan lalu lumayan jg dapet bonus 100rb.
    amin!

  • dee mengatakan:

    lha itu ada berapa nol nya Ndoro..?
    Kalau saya sih dari dulu nggak ganti2 Ndoro…
    Memang kasihan nasib pelanggan pasca bayar…

  • V66 mengatakan:

    saya pake dua-duanya ndoro yang janjiin nol kom sekian-sekian. sama yang murahnya seketika. buat ngenet pake hape doang.

  • thea mengatakan:

    Sabar ya ndoro, kan operator dah ditegur BRTI jadinya ga ada lagi cerita anak tiri2 an.

  • iqranegara mengatakan:

    ga cuma pascabayar aja kok yg loyal. ak yg prabayar aja jg loyal. ganti nomor means kasihan temen2 :D

    *lam kenal Ndoro

  • [...] Ndoro Kakung : "Monyet" [...]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Monyet Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.