Lompat ke isi

Fraud Pecas Ndahe

Maret 13, 2008
oleh Ndoro Kakung

Aksi pemalsuan kartu kredit belakangan ini benar-benar semakin menggila. Anggota sindikat pemalsunya pun berasal dari berbagai negara.

Bulan lalu, polisi membekuk sindikat pemalsu kartu kredit internasional dari bank-bank besar dunia, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Para tersangka memegang paspor dari beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan tentu saja Indonesia.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti sebanyak 4.500 kartu kredit palsu dari 31 negara dan 80 kartu tanda penduduk (KTP) palsu. Polisi menyita beberapa mesin dan peralatan untuk memalsukan kartu kredit itu.

Menurut salah satu pelaku pemalsuan, selama dua tahun terakhir ini mereka telah memproduksi lebih dari 10.000 kartu kredit palsu dari berbagai bank, termasuk di Indonesia. Gila, kan?

Seorang penyidik menyebutkan jaringan pemalsu kartu kredit itu diduga telah membuat 31 bank internasional rugi lebih dari Rp 30 miliar. Tapi, nilai kerugian sesungguhnya diperkirakan jauh lebih besar karena kalangan bank belum selesai mengumpulkan data semua catatan transaksi dengan kartu kredit palsu itu.

Untuk menghindari kerugian yang kian parah, beberapa bank mengeluarkan kartu kredit baru dengan teknologi keamanan yang jauh lebih canggih. Sistem baru ini dilengkapi dengan chip yang disebut-sebut antifraud alias susah dipalsu.

Harganya? Priceless!

Silakan klik tautan ini untuk melihat iklan kartu kredit baru yang sakti itu.

Kalau sudah ndak sabar, ya klik ini sahaja

27 Komentar leave one →
  1. Maret 13, 2008 12:10 pm

    Waahhhh..Makin canggih saja itu para penipu dan pemalsu. Terus terang saya kok pengen tahu gimana cara bikin kartu2 palsu itu. Tenang ndoro…tenang…nggak akan saya salah gunakan. Saya cuma penasaran aja.

  2. Maret 13, 2008 12:12 pm

    *klik*

    What the… Thai Girl… 8O

  3. Maret 13, 2008 12:14 pm

    mesti…gambare lho, cuma sayang kurang ayu :P

  4. Maret 13, 2008 12:31 pm

    Wah enakan sing wedhok asli, ndoro. Iso langsung ‘nggesek’ kartunya, hahaha….(*Kaburrr*)

  5. Maret 13, 2008 12:42 pm

    hadooh, pak… saya nyesel ngeklik link yg njenengan kasih…

  6. Maret 13, 2008 12:46 pm

    ceweknya asli apa palsu tuh xixixix

  7. Maret 13, 2008 1:04 pm

    lho …. pelanggannya ada yang ketinggalan miliknya.

  8. Maret 13, 2008 1:06 pm

    Forgeting hide the balls???

    HAHAHAHAHAHA….

  9. Maret 13, 2008 1:08 pm

    buka link

    walah…….

    save as

  10. Maret 13, 2008 1:34 pm

    Hutang membentuk perilaku om

    *ngiklan hihihihi*

  11. Maret 13, 2008 1:45 pm

    untung nek kredit isih langsung liwat mendhring…
    dijamin podo cepete entuk dhuwit…
    tur medhringe dhewe sing nagih utang
    ora ono tempo tibo

  12. Maret 13, 2008 1:51 pm

    bisa dipake dan diterima dimana saja itu ndoro?

  13. Maret 13, 2008 2:28 pm

    AHAHAHAHAHAHA… yeeekkkk jijay deh ndoro gamabrnya… Ihhhh

  14. Maret 13, 2008 4:13 pm

    Ndak mau komen….kekekeh….

  15. Maret 13, 2008 5:01 pm

    Wuaah jadi pengen bisa… siapa tau kehidupan berubah. Nyekel pacul sui sui mboseni…

  16. Maret 13, 2008 5:04 pm

    Buahhh… apatarkyu… nggilani

  17. Maret 13, 2008 5:29 pm

    maka-nya ndak pernah make kartu kredit ndoro, dengan dua alasa: ndak punya duit banyak jadi takut ntar nggak bisa bayar, plus emang buat safety dan biar bisa hemat :P

  18. Maret 13, 2008 5:38 pm

    itulah negeri kita tercinta, Indonesia
    tuk hal2 kayak gitu pasti no.1

  19. Maret 13, 2008 6:01 pm

    wah, ambeyennya gede amat yak…

  20. Maret 13, 2008 6:03 pm

    Karena aku gak punya kartu kredit dan juga belum berminat untuk memilikinya, maka ya tidak usah mengharap seperti di iklan ituh.
    Eh.. sekarang ndoro jadi marketing kartu kredit juga rupanya?

  21. Maret 13, 2008 6:30 pm

    wasyem link-e…cewek kok kliatan bijinnya…hi..hi..

  22. Maret 13, 2008 7:13 pm

    Doh, marahi wedhi ki. Padahal nembe wae duwekku diapprove.

  23. Maret 13, 2008 7:51 pm

    jadi ngeri dengan card hackers…
    credit card bukan uang lebih kale…

  24. Maret 13, 2008 11:02 pm

    ternyata ada mafia-nya ya

  25. Maret 14, 2008 12:07 am

    aku dah gak punya kartu kredit.. selamet :D

  26. Maret 14, 2008 8:39 am

    yang gila ya orang yang mbikin sistem kredit itu. bagus lah dipalsu. udah saatnya bagi2 keuntungan.

  27. Maret 14, 2008 1:00 pm

    Yaiikkksss, baru aja habis ngomongin kartu kredit… Gak boleh pake kartu kredit, bikin pusing… baik iman maupun imin!!!…

    Skarang dah gak punya kartu kredit, dan gak minat bikin kartu kredit lagi, apalagi banyak yang palsu gitu!… Trus yang nawarin perempuan koyo ngono?… aduh, gak minat ama perempuan ahhh, mosok jeruk makan jeruk… :-)

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS