Lompat ke isi

Spanduk Pecas Ndahe

April 10, 2008
oleh Ndoro Kakung

Spanduk ini saya temukan di kawasan belakang Bandar Udara Soekarno-Hatta tadi pagi. Berkibar-kibar tertiup angin, spanduk kuning ini mencolok karena kata-katanya.

Dalam pikiran saya, spanduk ini mungkin sebuah provokasi. Barangkali juga klaim belaka. Mungkin juga pembuatnya sekadar ingin pamer: kekuasaan, otoritas, keangkuhan, atau kesalehan.

Tapi, saya jadi bertanya-tanya. Dengan logika spanduk itu, apakah mereka yang tak mengutuk goyangan Dewi Persik tergolong masyarakat yang akhlaknya bejat?

Bagaimana dengan masyarakat yang menikmati setiap liukan tubuh molek dan goyangan pantat bahenol Dewi Persik di TV?

46 Komentar leave one →
  1. April 10, 2008 12:44 pm

    Gambarnya kok kecil tho Ndoro?

  2. April 10, 2008 12:50 pm

    Wah, ada vandalisme ndorokakung.com warne amerah tapi ga blink-blink di situ! :lol:

  3. April 10, 2008 12:57 pm

    Oh..dewi persik, malangnya dirimuw…
    Waaa….janganJangan ndoro ini salah satu fans berat dewi persik yaa.. :mrgreen:

  4. April 10, 2008 1:12 pm

    yang tidak mengutuk…..apa dong? lha ngapain ngutukin orang yang ga dikenal ya

  5. April 10, 2008 1:14 pm

    Kasihan …

  6. April 10, 2008 1:37 pm

    Di Bandung malah di cekal

  7. April 10, 2008 1:40 pm

    yang tidak mengutuk…
    mungkin para pengakses YouTube dan blogger-negatif-penyuka-esek esek……

  8. April 10, 2008 1:43 pm

    ah orang-orang yang otoriter nan otoritarian dan tidak otoritatif…I love you dew…

  9. April 10, 2008 1:47 pm

    Jangan2 yg bikin spanduk yg di tolak cintanya sama dewi persik?

    btw
    sempet2nya ada orang bikin grafiti “ndorokakung.com” di bibir sungai.

    *saking nge-fansnya sama blog ndoro mungkin ya ?

  10. April 10, 2008 1:47 pm

    *kelupaan belum siyul-siyul

  11. April 10, 2008 1:57 pm

    kok spanduknya warna kuning sich??? jadi mengingatkan pada …

  12. April 10, 2008 2:11 pm

    Bukankah masyarakat yang beakhlaqul karimah itu suka memaafkan dan tidak suka mengutuki siapapun?

  13. April 10, 2008 2:49 pm

    apakah kita sudah berhak untuk menghakimi orang lain dari hal seperti itu??

  14. April 10, 2008 2:55 pm

    ndoro sekarang ganti profesi jadi pemborong pembangunan saluran air to ?

  15. April 10, 2008 3:22 pm

    [...mbayangin goyangan Dewi Persik...] goyaaaaang teruusss….seeerrr….

  16. April 10, 2008 4:51 pm

    Apakah?
    Aduh… biyung…!

  17. April 10, 2008 4:56 pm

    ayooo kutuk dewi persik jadi batu saudara saudara…!
    *sambil diam diam memelototi belahan dadanya ingin meremasnya….

    duh mesumnya. masih boleh kan? :)

  18. April 10, 2008 5:18 pm

    jah… dapet peringkat 7 terbesar pengakses situs yang di bloh, masih bisa juga pasang baner kayak gitu.

    nb: seandainya dia pasang baner di detik,

  19. April 10, 2008 5:49 pm

    mungkin yang bikin spanduk disuruh sama saiful jamil :)

  20. April 10, 2008 5:53 pm

    saya mengutuk dewi persik…
    bimsalabim!!!
    “jadi kodok!!!”

    om doro kakung juga tak kutuk…
    tulketuk kadal kesit!!!!
    “jadi cecek!!!”

    *lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiii*

  21. April 10, 2008 6:36 pm

    “dewi persik” itu nama klub sepak bola dari mana to, pak?

  22. April 10, 2008 6:36 pm

    ternyata senang mengutuk adalah ciri masyarakat akhlakul karimah
    apakah kutukannya ampuh? irmada itu utusan Tuhan?
    hehehehe

  23. pejalanblog tautan tetap
    April 10, 2008 6:45 pm

    iklan gratis buat dewi persik …
    ntar malah tambah banyak dah yang penasaran pengen liat goyangannya die…

    Sayah mah dukung Persib ajah… Hidup Persib!

    *permios….*

  24. April 10, 2008 9:16 pm

    jadi pengin liat dewi persik…sopo to dia?

  25. April 10, 2008 9:17 pm

    dewi persik goyangnya kaya inul?

  26. April 10, 2008 9:17 pm

    ayu rak?

  27. April 10, 2008 9:40 pm

    kutukan semprul.. :D

  28. April 10, 2008 10:52 pm

    Saya teh bacanya: mengutuk goyangan dewi persik di atas ndorokakung. Emang gitu ya?

  29. April 10, 2008 11:08 pm

    Ndoro, ngapain berdiri disitu? Abis pasang spanduk?

  30. April 10, 2008 11:49 pm

    Goyangan Dewi Persik mah nggak apa-apa dikutuk. Toh yang ditunggu-tunggu orang adalah nip-slip yang seperti disengaja.

    ***ada nip-slip lagi nggak ya?***

  31. April 11, 2008 12:13 am

    ikut prihatin untuk dirimu ya, ndoro…
    kan kalok dia diboikot, panjenengan ndak bisa menikmati goyangannya lagi…

  32. April 11, 2008 1:40 am

    hohoho….jelas, yang suka ngliadh dewi fersik berarti bejadh. kalimadh di sfanduk itu benul-benul nglalu sangadh. IRMADA? artinya ofo tho ndoro?

  33. April 11, 2008 8:48 am

    “masyarakat peduli goyang, mendukung dewi persik”

  34. April 11, 2008 8:51 am

    ndoro lagi Vivis tuh…hehehe…salam kenal yaa ndoro kakung…

  35. April 11, 2008 10:20 am

    kodenya spam protectionya kecil banget ndoro :(

    padahal konon mbak dewi inih di dukung ma kiai :lol:

  36. April 11, 2008 10:52 am

    Yang Pasti setiap mencari berita tentang dewi persik… saya di cubit sama istri Kang Mas…

    BTW boleh Tukerasn Link Pak De…

    Suwun yo Eyang…

  37. April 11, 2008 2:47 pm

    wah jian..mesakke tenan dewi persik.

    mugakno manot karo mas saipul jamel wik :D

  38. April 12, 2008 1:41 pm

    lha kayaknya dewi persik gak cuma perlu dicekal tapi dicekel ae ndoro, he he

  39. palelopeyang tautan tetap
    April 12, 2008 7:48 pm

    itu orang yang dibawah spanduk, jangan2 ndoro lagi mengamati spanduk ya…?? hehehe…

  40. April 13, 2008 10:45 am

    bisa jadi mas..yang semangat dengan goyangan dewi persik bisa jadi bejat…

    salah satu contohnya adalah tragedi “pemegangan payudara dewi persik” kemarin itu lho…

    itu kan terjadi karena kebejatan…dan yang mengumbar nafsu itu justru sang korban…
    dalam hal ini dewi persik…

  41. April 13, 2008 2:21 pm

    spanduk yang ber-logical fallacy..

  42. April 28, 2008 7:58 am

    Sampeyan agamanya apa tho?

    Menurut agama yang saya anut, Islam, goyangan dewi persik adalah suatu hal yang buruk. Dan kita perlu mendukung orang-orang yang ingin menghapus keburukan. Lagian spanduk tidak mengganggu siapa-siapa.

  43. April 29, 2008 12:59 pm

    yang dikutuk cuma goyangannya kok, bukan orangnya. jadi ya masih dalam batas wajar ada spanduk itu

  44. dalban tautan tetap
    Oktober 5, 2008 7:12 pm

    dewi persik wis di emak-emek wong oekeh,
    emoh aku kon kawin kari de’e!
    yo ora dhe

Lacak Balik

  1. ku goyang ku gergaji… | dag.dig.dug
  2. Ndoro Kakung Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS