Samurai Pecas Ndahe

Mei 8th, 2008 § 31 Komentar

Kapitalisme memang selalu melambai-lambai. Terserah kalian, mau jadi samurai atau manusia dengan jiwa yang mudah dibeli.

>> Saripati kuliah umum sore hari — setelah beberapa kawan pergi. Pengajar: GM.

§ 31 Responses to Samurai Pecas Ndahe

  • herman saksono mengatakan:

    Lain kali mbok kalau ada kuliah sore bersama GM saya diajak.

  • venus mengatakan:

    GM? wuiihhh….

  • adipati kademangan mengatakan:

    kuliahe kan gak mung kuwi thok isine ?

  • Nayantaka mengatakan:

    Mau jadi samurai yang melambai-lambai

  • mikow mengatakan:

    kuliah untuk calon GM?

  • reza yazdi mengatakan:

    dalem nih…
    ikutan doong ndrooo… kuliahnyaa..

  • Yahya Kurniawan mengatakan:

    Kirain cuma nyiur yang bisa melambai

  • Anang mengatakan:

    melu kuliah calon GM

  • arimurti.com mengatakan:

    ah…kuliah lagi ya….

  • Nazieb mengatakan:

    Jan persis critane The Last Samurai..

    *terharu :cry:

  • silly mengatakan:

    GM???… Gunawan Muhammad khan? Wah, hebat.

    Saya suka sekali teori berliau. Pasti dapet makalah khan??? boleh pinjam??? :D

  • leksa mengatakan:

    saya memilih menjadi “the last ronin” jika menjadi samurai…
    biarlah menjadi yg terakhir, asal setelah berakhir ada matahari timur baru yang terbit

  • andrias ekoyuono mengatakan:

    Saya rasa itu bukan masalah kapitalisme atau samurai, tapi masalah prioritas yang berbeda antara tiap orang serta kemerdekaan seseorang dalam memilih jalan hidupnya.
    *boleh beda pendapat kan ?*

  • sandal mengatakan:

    Saya pilih jadi Ronin daripada Samurai :D

  • Goenawan mengatakan:

    @ leksa: kau memang ronin, seumur hidup freelance… :lol:

    *kabuuur*

  • dina mengatakan:

    emangnya harus milih yaa ndoro?
    saya pilih jadi samurai yang bisa bikin ‘manusia dengan jiwa yang mudah dibeli’ ngeluarin duit buat nyekolahin saya :p

  • daustralala mengatakan:

    ini maksudnya mau pamer kan?

  • kangtutur mengatakan:

    sekadar buat beli obat pusing boleh kali, Ndoro?
    “Bo…bo…bod rek!!!”

  • -tikabanget- mengatakan:

    ayo ajak sayah ngobrol sama si GM.

  • Donny Verdian mengatakan:

    Wah GM!
    Mau Ndorooo!
    Saya ketemu beliau cuma sekali waktu di pemakaman Pram, 2 taon lalu.

  • Mbilung mengatakan:

    Bakmie Gajah Mada memang top!!!

  • kenny mengatakan:

    wes duwe samurai kog

  • Totok Sugianto mengatakan:

    sik ora mudeng :P samurai apa ada hubungannya dengan kapitalis ?? duh musti kuliah lagi nih …

  • yudhi mengatakan:

    sing melambai-lambai sing ning mahakam opo sing ning mangga besar om? mampir mas… *huahuahuauha*

  • kw mengatakan:

    mau jadi samurai yang bisa membeli jiwa…

  • Hedi mengatakan:

    kok yang dibocorin cuma segitu?

  • munyuk pemalu mengatakan:

    banyak kawan pergi? berarti boleh bergabung? :p

    *ronin cari kerja

  • nina harada mengatakan:

    sing genah kudune rak semangat bushido-ne to ndoro masss??????
    ayo gek ndang melu kursus kendo ……..

  • arya mengatakan:

    masa sih persoalannya sesederhana itu ndoro? hihihihi eh tapi, ndoro kok ndak ikut/diajak nyebrang sih? ;) )

  • naruto mengatakan:

    mata kuliahe apa seh?? jadi samurai x aja aha

  • Pandora UK mengatakan:

    I have to express my thanks to you for bailing me out of this particular predicament. As a result of surfing around throughout the the web and seeing notions which are not productive, I believed my entire life was over. Existing minus the approaches to the issues you’ve fixed all through your entire short article is a critical case, as well as ones that would have negatively affected my entire career if I had not come across your web page. That mastery and kindness in controlling all the things was very useful. I don’t know what I would have done if I had not come across such a step like this. I’m able to at this point look ahead to my future. Thanks a lot very much for this skilled and sensible guide. I will not hesitate to refer the sites to any individual who wants and needs assistance about this matter.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Samurai Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.