Senandika Pecas Ndahe

2008 Mei 15
by Ndoro Kakung

Baiklah Dinda, kupersembahkan sebuah senandika. Tentang anak-anak yang menuju mega-mega. Tentang para bidadari yang menemaninya bermain di tepi sorga.

Anak-anak adalah mereka yang mencintai debu, yang berlari di jalan kupu-kupu. Mereka menolak beku dan jemu.

Anak-anak selalu sama di mana-mana. Seperti Totto-chan yang suka menatap ke luar jendela. Buka-tutup buka-tutup daun meja. Entah untuk apa.

Anak-anak mungkin sebuah pesan. Bahwa Tuhan belum bosan pada kita, manusia. Dia beri kita titipan, sebentar saja, untuk segera dipanggil pulang ke haribaan-Nya.

Mungkin Tuhan punya rencana. Kita tak selalu bisa menebaknya. Sebab memang betapa susah sungguh mengingat Dia penuh seluruh.

Mungkin kita cuma bisa meminta agar Dia berikan waktu pada kita untuk tumbuh di jalan cinta dan menyemainya bersama mereka kelak di nirwana …

>> untuk Dinda dan Papin yang baru saja kehilangan putri pertamanya yang tercinta.

22 Responses leave one →
  1. 2008 Mei 15

    Ah, semoga Dinda dan Papin diberikan ketabahan… tapi anak-anak yang masih suci, pastilah berbahagia di sisi-Nya. Amin…

  2. 2008 Mei 15

    Semoga Dinda dan Abang diberi kekuatan.

  3. 2008 Mei 15

    Ina – Abang, semoga diberi kekuatan

  4. 2008 Mei 15

    Ahh, posting ini mengingatkan saya akan kehilangan “calon” anak saya dulu, yg pertama dan kedua… sebelum akhirnya saya “lulus” dikehamilan yg ketiga dan dianggap layak untuk mengasuh dan membesarkan Anya… putri saya.

    well, doa dan simpati untuk mbak dinda dan mas papin, I know this is not easy. Loosing someone that we love so much will engrave such a very sad feelings. I wish I can lend my shoulder for her to cry on, and let the feeling go away.

    She must be in heaven now.. preparing the way for us to follow. Don’t let your self in sorrow.. because God will bless you both with HIS glow.

    My deepest condolences for you both,

    Silly.
    (maaf ndoro… titip doa dan salam saya untuk mereka berdua yach… thanks)

  5. 2008 Mei 15

    dinda – papin, yang sabar ya…

  6. 2008 Mei 15

    dan aku dengan bodohnya mengajukan pertanyaan tentang mengapa tadi ya?. semoga mereka berdua diberikan kesabaran dan kekuatan …

  7. 2008 Mei 15

    yang tabah ya. mungkin belum saatnya, dan pasti kelak ada gantinya yg indah pada waktunya.

  8. 2008 Mei 15

    dia akan menanti di sorga!

  9. 2008 Mei 16
    Hedi permalink

    Buat Dinda dan Abang, semoga sabar dan kuat…

  10. 2008 Mei 16

    aduh saya awalnya mau koment tapi setelah liat pengoment di atas saya jadi bingung…namanya itu loh… :(

  11. 2008 Mei 16

    smoga Dinda dan suami di beri kesabaran :(

  12. 2008 Mei 16

    turut berduka cita yang sedalam2nya. moga2 kuat dan tabah untuk dinda dan papin…

  13. 2008 Mei 16

    :(

  14. 2008 Mei 16

    Saya rasa kehilangan anak adalah hal terberat yang dirasakan oleh seorang ibu. Men pretend that they know the feeling, but they don’t. Yakinlah, Allah tak akan memberikan ujian yang kita tidak sanggup menanggungnya. Ia ’simpan’ anaknya Mbak Dinda di surga.

  15. 2008 Mei 16

    semoga bisa melewati semuanya.

    bela sungkawa buat dinda dan si abang

  16. 2008 Mei 16

    ketika cak nun kehilangan putra pertama dengan novia kolo, gus mus(kalo gak salah) berkata padanya, wah, sampeyan ini bikin aku ngiri aja …..
    karena anak yang masih suci akan mengangkat kedua orang tuanya ke surga …..

    ndoro mas, tulung disampekan bela sungkawaku untuk mbak dinda dan mas papin ya ….
    sebentar lagi terang pasti datang …………………….

  17. 2008 Mei 16

    semoga dinda dan abang tabah, amin! moga dinda juga cepet sehat

  18. 2008 Mei 16

    saya pernah merasakan hal yang sama. Saat itu rasanya beraaat sekali. semoga mbak dinda sabar ya …

  19. 2008 Mei 16

    Moga Dinda dan Abang sabar dan ikhlas. Amin.

  20. 2008 Mei 16

    Yang tabah, Sabar dan iklas ya.
    Yang Kuasa pasti memiliki rencana NYA sendiri untuk kebaikan Dinda dan Abang.

  21. 2008 Mei 17

    Tuhan tahu yang terbaik. Dinda-Abang semuga tabah

  22. 2008 Mei 17

    hidup berjalan terus …

    ketika suatu saat kita termanggu …

    ingat detak jam dinding …

    mengingatkan kita untuk terus menjalankan hidup …

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS