Bangkit Pecas Ndahe

Juni 2nd, 2008 § 33 Komentar

Bangkit itu susah, susah melihat orang lain senang, dan senang menikmati penderitaan orang lain.

Bangkit itu takut, takut berdialog dan bertindak jujur.

Bangkit itu mencuri, mencuri hak orang dan merampas kemerdekaan kelompok lain.

Bangkit itu marah, marah kalau ada kelompok lain unjuk rasa.

Bangkit itu malu, malu bila tak bisa menipu rakyat kecil dengan menyebar duit.

Bangkit itu tidak ada karena masih sibuk tebar pesona.

Bangkit itu aku … untuk Indonesia remuk!

[mohon maaf untuk Deddy Mizwar atas peminjaman sajaknya tanpa izin]

§ 33 Responses to Bangkit Pecas Ndahe

  • Yahya Kurniawan mengatakan:

    Wah, jangan pesimis dong Ndoro :mrgreen:

  • edy mengatakan:

    sad, but true!

  • nonadita mengatakan:

    >>Bangkit itu marah, marah kalau ada kelompok lain unjuk rasa.

    Ini bukannya nyindir ya, ndoro??

  • JalanSutera.comâ„¢ mengatakan:

    bangkit itu pecasndahe, pecasndahe melihat indonesia yang amburadul terus…

  • Wazeen mengatakan:

    bangkit itu adalah perbuatan :D

  • kopdang mengatakan:

    Tahan….tahan….jangan napsu, Tuan…
    untuk urusan pulitik, biar Bah Reggae, Momon dan saya saja..

    loh emangnya ini urusan politik? :P

  • munyuk pemalu mengatakan:

    bangkit itu sirik. sirik kalo liat orang lain berhasil

    :p

    *perusak puisi

  • Epat mengatakan:

    bangkit itu susah….
    susah buang air besar :-D

  • starchie mengatakan:

    beremuk – remuk dahulu, korupsi kemudian!

  • sluman slumun slamet mengatakan:

    bangkit itu kalau lihat dewi persik

    kabur dan langsung ngumpet takut dianiaya sama FPI

  • PuhMan mengatakan:

    Bangkit itu bingung, mau bediri dimana ?
    dimana-mana sudah sumpeg ndoro…
    seolah-olah ndak ada lagi ruang yang tidak pengap disana

  • manusiasuper mengatakan:

    Bangkit itu laki-laki kalau pagi-pagi…

  • Donny Verdian mengatakan:

    Bangkit itu satu. Satu negara untuk satu golongan saja.. yang lain nyewa!

  • yanuar mengatakan:

    Dari teman saya yang lagi magang

    Anak magang itu susah…
    susah untuk dikasih tahu
    Senang untuk memakai fasilitas kantor
    Anak magang itu Takut…
    Takut kerjaannya ga beres
    Takut tidak ada gunanya
    Anak Magang Itu malu…
    Malu bila dianggap mengganggu
    Malu hanya numpang tidur
    Anak Magang Itu marah…
    Marah dan jenuh bila tidak segera ditempatkan
    Anak Magang Itu Mencuri…
    Mencuri-curi pandang ketika menggunakan fasilitas kantor
    Anak Magang itu Tidak ada…
    Tidak ada yang peduli
    Tidak ada kata menyesal
    Anak Magang itu Aku…
    Aku untuk Indonesia-ku
    **Suara Hati**

  • liemz mengatakan:

    pokoke sing mimpin Indonesia kudu tanggung jawab.

  • mitra w mengatakan:

    ketawa baca comment2nya, :D

  • cyn mengatakan:

    hahahahaha… ketawa trus sedih
    it’s true…
    bangkit dulu, remuk kemudian?

  • Iman Brotoseno mengatakan:

    Bangkit itu kalau bisa pakai jubah dan ubul ubul Diponegoro, lalu keliling kota gebukin orang orang kafir

  • Anang mengatakan:

    Bangkit itu tukang gorengan di kampung saya. pak bangkit

  • Catshade mengatakan:

    Bangkit itu tua…eh, itu mah “bangkot” ya?

  • edratna mengatakan:

    Sajak di atas mengena, untuk menggambarkan keadaan kita sekarang…..

    …Bangkit itu susah, susah melihat orang lain senang, dan senang menikmati penderitaan orang lain….

  • tukangkopi mengatakan:

    dikubur dahulu baru bangkit kemudian…

  • ning mengatakan:

    Bukannya, Bangkit niku “Wungu” Ndoro?…

  • mayssari mengatakan:

    Membaca Tanda-tanda
    (Taufik ismail)

    Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan dan meluncur lewat sela-sela jari kita

    Ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas, tapi kini kita telah mulai merindukannya

    Kita saksikan udara abu-abu warnanya

    Kita saksikan air danau yang semakin surut tampaknya

    Burung-burung kecil tak lagi berkicau di pagi hari

    Hutan kehilangan ranting

    Ranting kehilangan daun

    Daun kehilangan dahan

    Dahan kehilangan hutan

    Kita saksikan gunung memompa abu

    Abu membawa batu

    Batu membawa lindu

    Lindu membawa longsor

    Longsor membawa banjir

    Banjir membawa air

    Air mata

    Kita telah saksikan seribu tanda-tanda

    Bisakah kita membaca tanda-tanda

  • gedongproject mengatakan:

    mas ndorokakung bisa aja nih…

  • tikabangetâ„¢ mengatakan:

    berapa prosentase kita bisa pindah ke pulau sendiri dan bikin negara sendiri? **mikir mikir**

  • anto mengatakan:

    Bangkit itu lilin,meski ditengah gelapnya malam dilaut lepas………..

  • Aan mengatakan:

    Bangkit itu Kue, di Palembang ada namanya kue Bangkit :D

  • Julia mengatakan:

    heheheee.. jgn2 Ndoro terjangkit virus i hate monday..
    hari senin ngomel2.. kan gajian hari ini tho Ndoro..?
    *kabuuurrr*

  • ika mengatakan:

    ah ndak lagi2 deh saya coblos,,cukup sekali tok yang dulu itu,,,kalo buat saya sekarang udah banyak pahlawan kesiangan, ndak pantes dapat dukungan rakyat

  • Ridho mengatakan:

    Bangkit itu, takut. Takut karena ngeliat mayat bangkit dari kubur.

  • Kitz mengatakan:

    BANGKIT itu GW…

    Bangkit itu nggantheng..
    Bangkit itu senang, senang bila punya banyak uang..
    Bangkit itu cakep, cakep bila dilihat dari ujung MONAS..
    Bangkit itu tinggi, tinggi angan2nya tapi ga pernah kesampean..

    Emang nama GW BAngkit….

  • Den Bagose mengatakan:

    bangkit itu sebenarnya yaaaaa bangkit !

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bangkit Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.