Penerbit Pecas Ndahe

2008 Juni 3
by Ndoro Kakung

Jadi begini kelanjutan dari kasus piracy itu. Penerbit buku mengirimkan surat permintaan maaf ke saya, dan berjanji merevisi di edisi berikutnya.

surat minta maaf

Pengarang dan desainer buku juga sudah mohon maaf secara pribadi. Saya memutuskan untuk tak memperpanjang persoalan ini, seraya berharap agar kasus ini tak berulang kembali dan menimpa siapa pun kelak.

Saya mengucapkan terima kasih kepada sampean semua yang sudah membantu, baik melalui kecaman doa maupun komentar, serta khususnya pada Momon dan Tika, yang ikut mengangkat kasus ini di blog.

42 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Juni 3
    ning permalink

    AGIP.. tenan, Ndorokakung iki.

    Piss… bae lah,
    moga next time gak kejadian lagi.

    *angkat 2 tangan & berharap*

  2. 2008 Juni 3

    Dapat kompensasi royalti gak? Kalau gak siap-siap pecas ndahmu… :)

  3. 2008 Juni 3

    di jaman sekarang jarang ada orang yang mau mengakui kesalahan dengan lapang dada dan minta maaf dengan tulus. Terus berkreasi bos…

  4. 2008 Juni 3

    amin, semoga komentar/tuduhan ke kang arul juga bisa dan telah diklarifikasi juga…

  5. 2008 Juni 3

    siplah kalo udah selese ndoro

  6. 2008 Juni 3

    bisa ndongkrak penjualan bukunya tuh

  7. 2008 Juni 3

    trus, ndoro ndak dapet apa2 selain surat permintaan maap? :)

  8. 2008 Juni 3

    sae ing pungkasane, yo sukur

  9. 2008 Juni 3

    Mau tak mau memang blog akhirnya jadi media yang bisa di copy-paste oleh penerbit ya Ndoro :)

  10. 2008 Juni 3

    akhirnyaa..
    oiya, sebenernya sayah masih penasaran bab proses pemilihan judul buku ituh loh… hihi… :mrgreen:

  11. 2008 Juni 3

    oh jadi begitu ya duduk permasalahannya? agak repot juga ya nerbitin buku? apalagi kalau penerbit/editor/desainernya tidak teliti, padahal nama kita yang nempel di sampul.

    sebetulnya pengarang berhak mereview manuskrip terakhir sebelum naik cetak nggak sih?

  12. 2008 Juni 3

    alhamdulillahh…kelar jg urusannya..

    btw, udah mo cetakan ke-2 ndoro? laris maniss… :)

  13. 2008 Juni 3

    setelah mas iman lalu ndoro…
    gimana ya andai yg jadi korban itu bukan ‘orang terkenal’?

  14. 2008 Juni 3

    makan makan ™

  15. 2008 Juni 3

    Kalau menurut saya sich, lebih baik gambarnya ada ndoro, cuman kenapa ndoro gak numpang popularitas saja dengan kasus ini?? yach… gimana gimananya biar ndoro yang ngatur dech.. *peace* ndoro, saya ndak ikut2an provokasi koq :)

  16. 2008 Juni 3

    wah bagus tuh penanganan dari penerbitnya.
    Lha kalau aku, satu buku tuh njiplak semua dari website ku di trulyjogja.com, tapi setelah tak hubungin orangnya, malah ga ngaku dan kemaki ga karuan.

    bukunya jadi best seller lagi, ugh, piracy yang kebangeten.

    http://o.gi.web.id/archives/119/kasus-plagiat-buku-100-warung-makan-enak-di-jogja/

  17. 2008 Juni 3

    #1 : AGIP ??? maksudnya ???

    Saran untuk ndoro : ndang nuliso buku, mengko ben di-scan karo wong liyo lan didekek nang blog-e, trus nuntut maneh … hehehe …

    Lha iyo, uwong kok senengane mbajak membajak … lha mosok sawah ….

    Ah mbuh, mending nang Glodok, golek bajakane Maia Ahmad “Dhani” … “EGP” … :D

  18. 2008 Juni 3

    Kalo buku saya ndak ada yang mbajak tulisan situ lho, Ndor. Apalagi kartun stripnya. Saya ndak berani, kualat ntar :mrgreen:

  19. 2008 Juni 3

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada sampean semua yang sudah membantu…”

    >>Sama-sama Ndoro…, sebaliknya Saya juwega ngucapin tengkiu ke nJenengan nyang tlah ngasih pelajaran gemana cara menyelesaikan masalah/bersikap dgn bijaksana.

    *Ternyata saya ndak salah pilih “tempat” buat blajar…*

  20. 2008 Juni 3

    hmm…
    akirnya insyap juga olangnya..

    hmm…
    ndoro gitu loo!!..

    cip2..

  21. 2008 Juni 3

    komik kayak gitu aja dibajak . . . !?!?!?!?!?!?!?!?!?
    ini sungguh2 sangat keterlaluan . . . :P

  22. 2008 Juni 3
    oon permalink

    sukur berakhir dame ya om….
    jadi nantinya dicipratin juga gak tuw? :p

  23. 2008 Juni 3

    Maaf doang tanpa kompensasi? Harusnya si penerbit sekalian menarik semua buku itu dari pasar tanpa harus menunggu terbit edisi cetakan ke-2.

  24. 2008 Juni 3

    kompensasi! lalu makan-makan…. hehehe

  25. 2008 Juni 3

    hum…, ndoro beruntung sang penulis dan penerbit mau minta maaf. ndak malah ngeles serong kanan-kiri

  26. 2008 Juni 3

    saya tetep berpikir betapa sulitnya bikin buku :(
    tapi melihat cara yg ini kemarin, ternyata begitu mudah ya! judul ma isi ga nyambung, boleh nyontek pula

  27. 2008 Juni 3

    waaah…penerbitnya mau mengakui kesalahan. asik asik…

    makan-makan ga nih? :P

  28. 2008 Juni 3

    dapet royalti gak ndoro? :-D

  29. 2008 Juni 3

    Sekali lagi pelajaran buat kita semua dan bersyukur tidak ada pertumpahan darah. Jadi gak perlu di bentuk Front Pembela Ndoro

  30. 2008 Juni 3

    makan makan ndoro

  31. 2008 Juni 3

    Hahahahaha… ya udah ndak jadi silly maki2 pake bahasa pasar kalo gitu… hihihihi… :)

    (gue juga takut sich sebetulnya, :) )

  32. 2008 Juni 3

    btw… keberuntungan berun tun gini kok ndak nraktir makan2 toh ndoro???…

    **kabur sebelum ndoro bener2 ngajakin makan2**

  33. 2008 Juni 3

    happy ending ya :D

  34. 2008 Juni 4

    wakakakkk.. telah terjad kesepakatan damai..
    pk bagi hasil ga ndoro..? traktir dong.. jumat minggu ini di BHI ya.. hahahaaaa

  35. 2008 Juni 4

    wah akhire masalahnya slese juga…

  36. 2008 Juni 4
    ning permalink

    @ dhani

    jadi orang LEGOWO.. apa gak AGIP.
    katanya, orang paling uenak sedunia itu, org yg legowo hatinya, tapi ya… itu susahnya minta ampyuuunn.

    memang segala yg enak itu harus dibayar mahal.

    Terbuktikan! PAMOR mbah KAKUng jadi tambah KINCLONG karena KEBIJAKSANAANYA yg didsari dari hati yg LEGOWO dlm menerima PACOBAN.

    *PISS… yo kANg* ( 2 jari membentuk huruf V)

  37. 2008 Juni 4

    mbajaknya harusnya yg ndak terkenal :D

  38. 2008 Juni 4

    Jadi kalau yang nggak terkenal boleh dibajak? :(

    Hebat juga nih milih namanya…semua orang termasuk penerbit jadi panggil ndoro… (“Kakung”nya boleh kecilan dikit bunyinya…)

  39. 2008 Juli 20

    aduh ndoro… turut senang membaca ini. semoga masalahku berakhir sedamai ndoro ya… *mengurut dada*.

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Salam Jempol Buat Kang Arul « k.a.n.g.t.u.t.u.r
  2. » Victim: Ndoro Momonolog
  3. hidup yang singkat, mari kita rayakan :: buku original bajakan blog :: June :: 2008

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS