Penerbit Pecas Ndahe

Juni 3rd, 2008 § 42 Komentar

Jadi begini kelanjutan dari kasus piracy itu. Penerbit buku mengirimkan surat permintaan maaf ke saya, dan berjanji merevisi di edisi berikutnya.

surat minta maaf

Pengarang dan desainer buku juga sudah mohon maaf secara pribadi. Saya memutuskan untuk tak memperpanjang persoalan ini, seraya berharap agar kasus ini tak berulang kembali dan menimpa siapa pun kelak.

Saya mengucapkan terima kasih kepada sampean semua yang sudah membantu, baik melalui kecaman doa maupun komentar, serta khususnya pada Momon dan Tika, yang ikut mengangkat kasus ini di blog.

§ 42 Responses to Penerbit Pecas Ndahe

  • ning mengatakan:

    AGIP.. tenan, Ndorokakung iki.

    Piss… bae lah,
    moga next time gak kejadian lagi.

    *angkat 2 tangan & berharap*

  • elfarid mengatakan:

    Dapat kompensasi royalti gak? Kalau gak siap-siap pecas ndahmu… :)

  • wawanwae mengatakan:

    di jaman sekarang jarang ada orang yang mau mengakui kesalahan dengan lapang dada dan minta maaf dengan tulus. Terus berkreasi bos…

  • kangarul mengatakan:

    amin, semoga komentar/tuduhan ke kang arul juga bisa dan telah diklarifikasi juga…

  • detnot mengatakan:

    siplah kalo udah selese ndoro

  • iqranegara mengatakan:

    bisa ndongkrak penjualan bukunya tuh

  • dilla mengatakan:

    trus, ndoro ndak dapet apa2 selain surat permintaan maap? :)

  • Nayantaka mengatakan:

    sae ing pungkasane, yo sukur

  • Donny Verdian mengatakan:

    Mau tak mau memang blog akhirnya jadi media yang bisa di copy-paste oleh penerbit ya Ndoro :)

  • tikabangetâ„¢ mengatakan:

    akhirnyaa..
    oiya, sebenernya sayah masih penasaran bab proses pemilihan judul buku ituh loh… hihi… :mrgreen:

  • herman saksono mengatakan:

    oh jadi begitu ya duduk permasalahannya? agak repot juga ya nerbitin buku? apalagi kalau penerbit/editor/desainernya tidak teliti, padahal nama kita yang nempel di sampul.

    sebetulnya pengarang berhak mereview manuskrip terakhir sebelum naik cetak nggak sih?

  • yainal mengatakan:

    alhamdulillahh…kelar jg urusannya..

    btw, udah mo cetakan ke-2 ndoro? laris maniss… :)

  • edy mengatakan:

    setelah mas iman lalu ndoro…
    gimana ya andai yg jadi korban itu bukan ‘orang terkenal’?

  • david mengatakan:

    makan makan ™

  • Eka Yudha mengatakan:

    Kalau menurut saya sich, lebih baik gambarnya ada ndoro, cuman kenapa ndoro gak numpang popularitas saja dengan kasus ini?? yach… gimana gimananya biar ndoro yang ngatur dech.. *peace* ndoro, saya ndak ikut2an provokasi koq :)

  • ogi mengatakan:

    wah bagus tuh penanganan dari penerbitnya.
    Lha kalau aku, satu buku tuh njiplak semua dari website ku di trulyjogja.com, tapi setelah tak hubungin orangnya, malah ga ngaku dan kemaki ga karuan.

    bukunya jadi best seller lagi, ugh, piracy yang kebangeten.

    http://o.gi.web.id/archives/119/kasus-plagiat-buku-100-warung-makan-enak-di-jogja/

  • Dhani Aristyawan mengatakan:

    #1 : AGIP ??? maksudnya ???

    Saran untuk ndoro : ndang nuliso buku, mengko ben di-scan karo wong liyo lan didekek nang blog-e, trus nuntut maneh … hehehe …

    Lha iyo, uwong kok senengane mbajak membajak … lha mosok sawah ….

    Ah mbuh, mending nang Glodok, golek bajakane Maia Ahmad “Dhani” … “EGP” … :D

  • Yahya Kurniawan mengatakan:

    Kalo buku saya ndak ada yang mbajak tulisan situ lho, Ndor. Apalagi kartun stripnya. Saya ndak berani, kualat ntar :mrgreen:

  • serdadu95 mengatakan:

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada sampean semua yang sudah membantu…”

    >>Sama-sama Ndoro…, sebaliknya Saya juwega ngucapin tengkiu ke nJenengan nyang tlah ngasih pelajaran gemana cara menyelesaikan masalah/bersikap dgn bijaksana.

    *Ternyata saya ndak salah pilih “tempat” buat blajar…*

  • kucluk mengatakan:

    hmm…
    akirnya insyap juga olangnya..

    hmm…
    ndoro gitu loo!!..

    cip2..

  • ebeSS mengatakan:

    komik kayak gitu aja dibajak . . . !?!?!?!?!?!?!?!?!?
    ini sungguh2 sangat keterlaluan . . . :P

  • oon mengatakan:

    sukur berakhir dame ya om….
    jadi nantinya dicipratin juga gak tuw? :p

  • [...] Ndoro Penerbit Pecas NdaheBangkit Pecas NdahePancasila Pecas [...]

  • Ben mengatakan:

    Maaf doang tanpa kompensasi? Harusnya si penerbit sekalian menarik semua buku itu dari pasar tanpa harus menunggu terbit edisi cetakan ke-2.

  • [...] (June 3rd, 2008) The publisher issued an apology regarding to the copyright infringement, which was claimed [...]

  • windede mengatakan:

    kompensasi! lalu makan-makan…. hehehe

  • ngodod mengatakan:

    hum…, ndoro beruntung sang penulis dan penerbit mau minta maaf. ndak malah ngeles serong kanan-kiri

  • munyuk pemalu mengatakan:

    saya tetep berpikir betapa sulitnya bikin buku :(
    tapi melihat cara yg ini kemarin, ternyata begitu mudah ya! judul ma isi ga nyambung, boleh nyontek pula

  • cK mengatakan:

    waaah…penerbitnya mau mengakui kesalahan. asik asik…

    makan-makan ga nih? :P

  • Epat mengatakan:

    dapet royalti gak ndoro? :-D

  • sofyanr mengatakan:

    Sekali lagi pelajaran buat kita semua dan bersyukur tidak ada pertumpahan darah. Jadi gak perlu di bentuk Front Pembela Ndoro

  • geblek mengatakan:

    makan makan ndoro

  • Silly mengatakan:

    Hahahahaha… ya udah ndak jadi silly maki2 pake bahasa pasar kalo gitu… hihihihi… :)

    (gue juga takut sich sebetulnya, :) )

  • Silly mengatakan:

    btw… keberuntungan berun tun gini kok ndak nraktir makan2 toh ndoro???…

    **kabur sebelum ndoro bener2 ngajakin makan2**

  • kenji mengatakan:

    happy ending ya :D

  • Julia mengatakan:

    wakakakkk.. telah terjad kesepakatan damai..
    pk bagi hasil ga ndoro..? traktir dong.. jumat minggu ini di BHI ya.. hahahaaaa

  • ika mengatakan:

    wah akhire masalahnya slese juga…

  • ning mengatakan:

    @ dhani

    jadi orang LEGOWO.. apa gak AGIP.
    katanya, orang paling uenak sedunia itu, org yg legowo hatinya, tapi ya… itu susahnya minta ampyuuunn.

    memang segala yg enak itu harus dibayar mahal.

    Terbuktikan! PAMOR mbah KAKUng jadi tambah KINCLONG karena KEBIJAKSANAANYA yg didsari dari hati yg LEGOWO dlm menerima PACOBAN.

    *PISS… yo kANg* ( 2 jari membentuk huruf V)

  • dobelden mengatakan:

    mbajaknya harusnya yg ndak terkenal :D

  • Retty mengatakan:

    Jadi kalau yang nggak terkenal boleh dibajak? :(

    Hebat juga nih milih namanya…semua orang termasuk penerbit jadi panggil ndoro… (“Kakung”nya boleh kecilan dikit bunyinya…)

  • [...] penulis: jospephine k. christian aka rulli nasrullah.  ada komik yang diambil dari blognya ndorokakung. namun seperti yang di tulis di webnya  dia sudah minta maaf. "kalo saya hanya menyerahkan naskah saja… tidak gambar, tidak ilustrasi, dan tidak berkaitan dengan perwajahan. dan penerbitnya juga sudah minta maaf ke yang punya komik [...]

  • miund mengatakan:

    aduh ndoro… turut senang membaca ini. semoga masalahku berakhir sedamai ndoro ya… *mengurut dada*.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Penerbit Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.