Jadi begini kelanjutan dari kasus piracy itu. Penerbit buku mengirimkan surat permintaan maaf ke saya, dan berjanji merevisi di edisi berikutnya.
![]()
Pengarang dan desainer buku juga sudah mohon maaf secara pribadi. Saya memutuskan untuk tak memperpanjang persoalan ini, seraya berharap agar kasus ini tak berulang kembali dan menimpa siapa pun kelak.
Saya mengucapkan terima kasih kepada sampean semua yang sudah membantu, baik melalui kecaman doa maupun komentar, serta khususnya pada Momon dan Tika, yang ikut mengangkat kasus ini di blog.
Juni 3, 2008 pukul 9:40 am
AGIP.. tenan, Ndorokakung iki.
Piss… bae lah,
moga next time gak kejadian lagi.
*angkat 2 tangan & berharap*
Juni 3, 2008 pukul 9:54 am
Dapat kompensasi royalti gak? Kalau gak siap-siap pecas ndahmu…
Juni 3, 2008 pukul 9:57 am
di jaman sekarang jarang ada orang yang mau mengakui kesalahan dengan lapang dada dan minta maaf dengan tulus. Terus berkreasi bos…
Juni 3, 2008 pukul 10:02 am
amin, semoga komentar/tuduhan ke kang arul juga bisa dan telah diklarifikasi juga…
Juni 3, 2008 pukul 10:04 am
siplah kalo udah selese ndoro
Juni 3, 2008 pukul 10:12 am
bisa ndongkrak penjualan bukunya tuh
Juni 3, 2008 pukul 10:12 am
trus, ndoro ndak dapet apa2 selain surat permintaan maap?
Juni 3, 2008 pukul 10:16 am
sae ing pungkasane, yo sukur
Juni 3, 2008 pukul 10:20 am
Mau tak mau memang blog akhirnya jadi media yang bisa di copy-paste oleh penerbit ya Ndoro
Juni 3, 2008 pukul 10:30 am
akhirnyaa..
oiya, sebenernya sayah masih penasaran bab proses pemilihan judul buku ituh loh… hihi…
Juni 3, 2008 pukul 10:53 am
oh jadi begitu ya duduk permasalahannya? agak repot juga ya nerbitin buku? apalagi kalau penerbit/editor/desainernya tidak teliti, padahal nama kita yang nempel di sampul.
sebetulnya pengarang berhak mereview manuskrip terakhir sebelum naik cetak nggak sih?
Juni 3, 2008 pukul 10:58 am
alhamdulillahh…kelar jg urusannya..
btw, udah mo cetakan ke-2 ndoro? laris maniss…
Juni 3, 2008 pukul 11:07 am
setelah mas iman lalu ndoro…
gimana ya andai yg jadi korban itu bukan ‘orang terkenal’?
Juni 3, 2008 pukul 11:12 am
makan makan ™
Juni 3, 2008 pukul 11:14 am
Kalau menurut saya sich, lebih baik gambarnya ada ndoro, cuman kenapa ndoro gak numpang popularitas saja dengan kasus ini?? yach… gimana gimananya biar ndoro yang ngatur dech.. *peace* ndoro, saya ndak ikut2an provokasi koq
Juni 3, 2008 pukul 11:41 am
wah bagus tuh penanganan dari penerbitnya.
Lha kalau aku, satu buku tuh njiplak semua dari website ku di trulyjogja.com, tapi setelah tak hubungin orangnya, malah ga ngaku dan kemaki ga karuan.
bukunya jadi best seller lagi, ugh, piracy yang kebangeten.
http://o.gi.web.id/archives/119/kasus-plagiat-buku-100-warung-makan-enak-di-jogja/
Juni 3, 2008 pukul 12:05 pm
#1 : AGIP ??? maksudnya ???
Saran untuk ndoro : ndang nuliso buku, mengko ben di-scan karo wong liyo lan didekek nang blog-e, trus nuntut maneh … hehehe …
Lha iyo, uwong kok senengane mbajak membajak … lha mosok sawah ….
Ah mbuh, mending nang Glodok, golek bajakane Maia Ahmad “Dhani” … “EGP” …
Juni 3, 2008 pukul 12:18 pm
Kalo buku saya ndak ada yang mbajak tulisan situ lho, Ndor. Apalagi kartun stripnya. Saya ndak berani, kualat ntar
Juni 3, 2008 pukul 12:29 pm
“Saya mengucapkan terima kasih kepada sampean semua yang sudah membantu…”
>>Sama-sama Ndoro…, sebaliknya Saya juwega ngucapin tengkiu ke nJenengan nyang tlah ngasih pelajaran gemana cara menyelesaikan masalah/bersikap dgn bijaksana.
*Ternyata saya ndak salah pilih “tempat” buat blajar…*
Juni 3, 2008 pukul 12:36 pm
hmm…
akirnya insyap juga olangnya..
hmm…
ndoro gitu loo!!..
cip2..
Juni 3, 2008 pukul 12:49 pm
komik kayak gitu aja dibajak . . . !?!?!?!?!?!?!?!?!?
ini sungguh2 sangat keterlaluan . . .
Juni 3, 2008 pukul 1:07 pm
sukur berakhir dame ya om….
jadi nantinya dicipratin juga gak tuw? :p
Juni 3, 2008 pukul 1:19 pm
[...] Ndoro Penerbit Pecas NdaheBangkit Pecas NdahePancasila Pecas [...]
Juni 3, 2008 pukul 1:27 pm
Maaf doang tanpa kompensasi? Harusnya si penerbit sekalian menarik semua buku itu dari pasar tanpa harus menunggu terbit edisi cetakan ke-2.
Juni 3, 2008 pukul 1:27 pm
[...] (June 3rd, 2008) The publisher issued an apology regarding to the copyright infringement, which was claimed [...]
Juni 3, 2008 pukul 2:02 pm
kompensasi! lalu makan-makan…. hehehe
Juni 3, 2008 pukul 2:16 pm
hum…, ndoro beruntung sang penulis dan penerbit mau minta maaf. ndak malah ngeles serong kanan-kiri
Juni 3, 2008 pukul 4:09 pm
saya tetep berpikir betapa sulitnya bikin buku
tapi melihat cara yg ini kemarin, ternyata begitu mudah ya! judul ma isi ga nyambung, boleh nyontek pula
Juni 3, 2008 pukul 4:18 pm
waaah…penerbitnya mau mengakui kesalahan. asik asik…
makan-makan ga nih?
Juni 3, 2008 pukul 4:47 pm
dapet royalti gak ndoro?
Juni 3, 2008 pukul 7:33 pm
Sekali lagi pelajaran buat kita semua dan bersyukur tidak ada pertumpahan darah. Jadi gak perlu di bentuk Front Pembela Ndoro
Juni 3, 2008 pukul 8:37 pm
makan makan ndoro
Juni 3, 2008 pukul 8:44 pm
Hahahahaha… ya udah ndak jadi silly maki2 pake bahasa pasar kalo gitu… hihihihi…
)
(gue juga takut sich sebetulnya,
Juni 3, 2008 pukul 8:47 pm
btw… keberuntungan berun tun gini kok ndak nraktir makan2 toh ndoro???…
**kabur sebelum ndoro bener2 ngajakin makan2**
Juni 3, 2008 pukul 11:41 pm
happy ending ya
Juni 4, 2008 pukul 8:48 am
wakakakkk.. telah terjad kesepakatan damai..
pk bagi hasil ga ndoro..? traktir dong.. jumat minggu ini di BHI ya.. hahahaaaa
Juni 4, 2008 pukul 9:12 am
wah akhire masalahnya slese juga…
Juni 4, 2008 pukul 9:59 am
@ dhani
jadi orang LEGOWO.. apa gak AGIP.
katanya, orang paling uenak sedunia itu, org yg legowo hatinya, tapi ya… itu susahnya minta ampyuuunn.
memang segala yg enak itu harus dibayar mahal.
Terbuktikan! PAMOR mbah KAKUng jadi tambah KINCLONG karena KEBIJAKSANAANYA yg didsari dari hati yg LEGOWO dlm menerima PACOBAN.
*PISS… yo kANg* ( 2 jari membentuk huruf V)
Juni 4, 2008 pukul 10:57 am
mbajaknya harusnya yg ndak terkenal
Juni 4, 2008 pukul 1:21 pm
Jadi kalau yang nggak terkenal boleh dibajak?
Hebat juga nih milih namanya…semua orang termasuk penerbit jadi panggil ndoro… (”Kakung”nya boleh kecilan dikit bunyinya…)
Juni 4, 2008 pukul 6:29 pm
[...] penulis: jospephine k. christian aka rulli nasrullah. ada komik yang diambil dari blognya ndorokakung. namun seperti yang di tulis di webnya dia sudah minta maaf. "kalo saya hanya menyerahkan naskah saja… tidak gambar, tidak ilustrasi, dan tidak berkaitan dengan perwajahan. dan penerbitnya juga sudah minta maaf ke yang punya komik [...]
Juli 20, 2008 pukul 2:08 am
aduh ndoro… turut senang membaca ini. semoga masalahku berakhir sedamai ndoro ya… *mengurut dada*.