Artalyta Pecas Ndahe

2008 Juni 17
by Ndoro Kakung

Siapakah sebenarnya Artalyta Suryani? Pengusaha wanita? Makelar perkara? Kurir? Boneka? Dalang atau …

Sebelum sampean mengambil kesimpulan, marilah bertamasya sejenak menelusuri kliping-kliping media massa.

Untuk membantu sampean, saya bagikan apa saja yang sudah saya peroleh. Mungkin sampean juga sudah pernah mendapatkannya dari blog, milis, atau sumber lain. Saya cuma ikut mereproduksi belaka.

artalyta di the jakarta post
[fotonya pinjam paman tyo]

Kisah ini diawali ketika Kejaksaan Agung mengumumkan penghentian penyelidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang menyangkut Sjamsul Nursalim pada 27 Februari 2008.

Sore harinya, Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta berkomunikasi lewat telepon. Beginilah petikan percakapan mereka. Artalyta (A), Urip (U).

A: Halo? Sudah beres?
U: Sip. Sudah beres. Pokoknya nggak ada macam-macam.
A: Pokoknya ini Minggu (2 Maret 2008), aku sudah ada. Aku sudah siap. (uang US$ 660 ribu).
U: Garuk-garuk ya? Aku kan garuk-garuk tangan ini.
A: Garuk-garuk tangan?
U: Ngerti toh?
A: Oh iya..
U: Pokoknya tenang aja, aman sekali pokoknya.
A: Ya udah ini jangan terlalu lama, barang itu di rumahku kelamaan, di brankasku.
U: Aku kan juga mengamankan dokumen-dokumen itu semua nanti ya itu kan. Yang ex-ex kemarin itu harus tak amankan semua. Jangan sampai muncul ke mana-mana. Tapi sesuai aku bilang kemaren nggak ini.
A: Yang bilang kemarin berapa? Kan enam.
U: Belum bonusnya ya? Aku garuk-garuk kepala itu?
A: Aku udah komit, aku udah putus bicara itu sama ibu.
U: Gitu ya…tambahi dikitlah…

Pada 2 Maret 2008, dua hari setelah Kejagung menghentikan penyelidikan kasus BLBI, keduanya kembali bercakap-cakap. Urip menanyakan alamat tempat pengambilan uang kepada Artalyta.

U: Jalan apa?
A: Terusan Hang Lekir. Kawasan Simprug WG9. WG nomor sembilan. Rumahnya itu di huk, yang gede tinggi itu.

U: Nomor mobil DK 1832. Halo ibu, saya sudah di depan rumah ini.
A: Ooo … klakson aja klakson.

Setelah itu, aparat Komisi Pemberantasan Korupsi meringkus jaksa Urip.

***

Selain dengan jaksa Urip, Artalyta berhubungan dengan Kemas Yahya Rahman (saat itu Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) pada 29 Februari 2008. Beginilah petikan percakapan antara Artalyta (A) dan Kemas (K):

A: Halo.
K: Halo.
A: Ya, siap.
K: Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe.
A: Good, very good.
K: Jadi tugas saya sudah selesai.
A: Siap, tinggal…
K: Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi.
A: Bagus itu.
K: Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka?
A: Aaah … Rakyat Merdeka nggak usah dibaca.
K: Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu ya…
A: Sama ini mas, saya mau informasikan.
K: Yang mana?
A: Masalah si Joker.
K: Ooooo nanti, nanti, nanti.
A: Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang.
K: Nanti, nanti, tenang saja.
A: Selasa saya ke situ ya…
K: Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah pesan dari sana. Kita….
A: Iya sudah.
K: Sudah sampai itu.
A: Tapi begini, Bang…
K: Jadi begini, ini sudah telanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti dalam perencanaan …

***

Nah, di bawah ini petikan rekaman percakapan via telepon antara Artalyta alias Ayin dan Untung Udji Santoso (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara). Percakapan terjadi beberapa jam setelah jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap pada 2 Maret 2008. Begini petikan wawancara antara Untung (U) dan Ayin (A).

U: Memang dikasih berapa duit?
A: 660 ribu dolar.
U: 4 M.
A: 6 M.
U: Lailahailallah!
A: Jadi bagaimana ini menyelamatkan itu semua, orang-orang kita?
U: Nggak iso ngelak kalau 6 M. Gila.
A: Jadi gimana?
U: Tak pikir enam atus juto gitu.
A: Nggak, itu banyak. Gimana?
U: Itu untuk siapa?
A: Ah, ya udahlah. Sekarang kita jalan keluarnya gimana?
U: Aduh biyung gimana?
A: Heh.
U: Sik…sik… Kalau kayak gitu, susah itu.
A: Aku kena loh, Mas kayak gini.
U: Lah iya.
A: Aku bilang kan ajudanku.
U: Ajudan kok duite samono gede ne. Soko ngendi? Ngarang ae. Yo wes. Gimana caranya hubungi Antasari.
A: Ya, coba sampeyan telepon dulu.
U: Udah, mati teleponnya.
A: Mati? Dicari. Suruh nyari dong. Feri (Direktur Penuntutan KPK Feri Wibisono) suruh nyari.
U: Feri juga nggak ngangkat.
A: Jadi gimana? Ini kan mesti ngamanin bos kita semua.
U: (terdiam lama).
A: Aku jawabnya apa ya? Sekarang anakku kan masuk lewat belakang. Dia pegang juga. Dia masuk (tiba-tiba terinterupsi, Artalyta seperti menyuruh seseorang di rumahnya melakukan sesuatu).
U: Usahakan cepat you keluar. Nyari Antasari deh.
A: Ya, di mana dia rumahnya?
U: Di anu, di BSD. Waduh, tapi saya tidak tahu juga rumahnya. Tapi jangan, jangan ke rumahnya. Ketemu di mana, di hotel atau di mana gitu deh.
A: Ya, aku kan udah mau dibawa. Sampeyanlah yang kejar, yang nyari dia, Mas. Kan nggak kentara kalau sampeyan.
U: Ya, iya. Tapi teleponnya aku nggak ngerti rumahnya (suara Untung terdengar gelagapan). Teleponnya nggak diangkat, aku sudah minta Wisnu (Jaksa Agung Munda Intelijen Wisnu Subroto).
A: Sekarang susulin.
U: Tak telepon dulu.
A: Sekarang sampeyan susulin, gerilya sama Wisnu.
U: Aku udah telpon Wisnu, demi Allah ini.
A: Kata Wisnu apa?
U: Aku sudah dibuka teleponnya. Aku juga nggak buka. Kamu punya nomor lainnya nggak? Nggak punya, lah gimana? (Untung menirukan perkataan Wisnu padanya ke Artalyta).
A: Sekarang aku kan mau dibawa. Supaya keterangannya sama gimana? Nanti kan kena gimana? Kan jangan sampai kena semua.
U: Kenapa sih kok bingung gini? Aduh, gawean ae.
A: Makane. Makanya, aku dari luar Jakarta, dia (Jaksa Urip) maksa (ambil uang US$ 660 ribu) hari ini.
U: Uhhh, kacau kabeh. (menghela nafas). Saya kira you di rumah saja. Nanti you ditangkep kejaksaan.
A: Hah?
U: Ditangkep oleh jekso. Mau diskenariokan gitu loh…
A: Hah? Kenapa-kenapa Mas?
U: Mau diskenariokan begitu. Namun, neng endi iki?
A: Nggak, udah aman. Ini nomor lain. Aku di dalem rumah.
U: Nanti biar saja, kamu nanti yang ngambil kejaksaan.
A: Ho..oh
U: Si Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan) dicekal KPK. Awakmu di kejaksaan. Loh ini kok sudah penyelesaian begini. Kok ada uang begini. Maksudnya apa begini loh kenapa-kenapa?
A: Kan saya bilang, saya tidak ada keterkaitannya juga dengan BLBI dan saya nggak ada….
U: Jangan ngomong begitu. Nggak ada keterkaitannya. Biar saya saja yang mancing. Bilang saja ada hubungan dagang sama dia. Terserahlah.
A: Lalu bilang apa?

***

Oke, Ki Sanak. Apa yang ada di pikiran sampean sekarang? Silakan direnung-renungkan dulu sebelum berkomentar atau mengambil kesimpulan.

Buat saya, ini sebuah dagelan paling ndak lucu di Republik Suap. Bayangkan, yang tersangkut perkara ini adalah para jaksa, penuntut perkara, penegak hukum. Apa ndak kelewatan itu?

Ndak heran kan bila wabah korupsi benar-benar susah diberantas. Lah wong jaksa itu salah satu harapan kita membasmi penyakit laknat itu je, eh kok mereka malah berselingkuh dengan penjahat.

Tapi, jangan patah semangat, Ki Sanak. Selalu ada cahaya di ujung lorong yang gelap. Dan, selalu lebih baik menyalakan lilin ketimbang memaki gelap, kata pepatah usang itu …

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Siapa yang pertama kali sampean telepon hari ini?

72 Responses leave one →
  1. 2008 Juni 16

    semangkin sangar saja republik dagelan ini :-D

  2. 2008 Juni 16

    rekayasa, dari acara remaja sampai berita, semua rekayasa

  3. 2008 Juni 16

    Blekuthuk monyor-monyor, bojleng-bojleng iblis laknat, tambah gak karu-karuan

  4. 2008 Juni 16

    Tapi lucu lho, Ndoro. Yang paling lucunya itu waktu Jamdatun (Untung Udji Santoso) membantah kalau penangkapan Ayin itu memang sudah diskenariokan Kejagung. :)

    Dan untung saja, KPK berhasil menghentikan dagelan lucu ini. Semoga nggak semakin lucu lagi.

  5. 2008 Juni 17

    masih berapa panjang ujung lorong itu ndoro?
    yang akan aku telepon hari ini, supervisor pabrik. minta ijin berangkat siang. :)

  6. 2008 Juni 17

    Ya, asal jangan sampai terowongan itu ambruk terlebih dahulu…
    Hari ini saya malah belum telpon siapa-siapa.. :mrgreen:

  7. 2008 Juni 17

    walaupun menyalakan lilin, saya tetep memaki kok ndoro, saya ikhlas loh memakinya..

    *ndoro, nomer telpon ndoro berapa? sini, tak telpone*

  8. 2008 Juni 17

    tante girang ya?

  9. 2008 Juni 17

    kok koyo dagelan metaram ngene ndoro…

  10. 2008 Juni 17

    ya harapan kita untuk masa depan indonesia yang cerah tinggal blogger…

    untunglah saya bukan blogger .. lho.. :lol:

  11. 2008 Juni 17

    Aku ndak bisa nelp siapa2..
    ESIA ku gak ada pulsanyaaa

  12. 2008 Juni 17

    hahaha….
    terlalu banyak korupsi terungkap akhir2 ini …
    Sesuai hukumnya,.. selalu ada gerbang besar buat keluarnya duit biaya ongkos ini itu ..
    itu sih teorinya, ndoro …

    oh ya satu lagi… ini

    A: Jadi gimana? Ini kan mesti ngamanin bos kita semua.
    U: (terdiam lama).

    see?

  13. 2008 Juni 17

    anehnya manusia itu: gak punya duit, susah. banyak duit, susah juga… jadi piye? :-?

  14. 2008 Juni 17

    Seharusnya pertanyaan pertama saat menelpon adalah :

    Is this line secured?
    OK, let’s talk business.

  15. 2008 Juni 17

    Wah, ndoro, tengkyu untuk posting ini. Semakin jelas masalahnya sekarang.

    Cuma bisa bilang… GILINGAN YEEEEE… :(

  16. 2008 Juni 17

    bener-bener ndak lucu

  17. 2008 Juni 17

    Wah dagelan tenan ndoro, ijin kopas ke milis ya ndoro ;)

  18. 2008 Juni 17

    Mohon maaf sebelumnya Ndoro, mau tanya saja, source dari percakapan ini legal kah (maksud saya : dari sumber yang jelas kah) dan tidak dilakukan pengeditan sama sekali ?
    Masih kurang faham juga, apakah rekaman percakapan bisa digunakan sebagai alat bukti di pengadilan ?
    Kalau tidak bisa dibuat sebagai alat bukti, dagelan ini nampaknya cocok diperagakan aja di depan meja hijau….terus dibuat Live Event :)

  19. 2008 Juni 17

    A: 660 ribu dolar.
    U: 4 M.
    A: 6 M.
    U: Lailahailallah!

    udah bikin dosa, masih aja sempat-sempatnya bilang Laillahailallah. Astaghfirullah :(

  20. 2008 Juni 17

    6 m itu sebanyak apa om?? aku belom pernah liat ujud nya

  21. 2008 Juni 17

    Ada pembeli dan ada penjual Ndoro, jadi rame dehhh…..

  22. 2008 Juni 17

    # Mas Galih !
    Istighfar dan mengucap Tahlil Lailahailallah adalah kewajiban sebagai Ummat Muslim. Alloh, SWT Maha Pengampun. Kebetulan yang berbuat dosa ini menghasilkan banyak uang, lha …. sekali berdosa aja dia dapet 6M… coba kalau kita bicarain orang lain, udah dosa, nggak dapet duit lagi….. :)

  23. 2008 Juni 17

    Saya hari ini pertama kali telpon Ibu…..
    Bilangnya gini…..ketoprak humor vs Dagelan yang menang pasti sutradaranya….:))

  24. 2008 Juni 17

    belum semua di buka itu om rekamannya.
    kalos emua di buka lebih geger lagi :D .
    Mantep euy kpk. polisi harusnya pake sadapan juga dung, alat sadapnya jangan cuma dipake sadap aktifis doang

  25. 2008 Juni 17

    Komplit… komplit… komplit!
    >> Semangat hari Selasa Ndoro, siapa lagi yang akan disadap hari ini?

  26. 2008 Juni 17

    Semoga keadaan semakin seri di hari-hari mendatang dan bisa mengalihkan perhatianku dari Euro 2008.
    Mulai pake bahasa simbolis di telpon! :D

  27. 2008 Juni 17

    Bener-bener dagelan yang ndak lucu di selasa pagi yang lengas ini, Ndoro…

    Yang pertama kali kutelepon pagi ini, Aa, Ndoro. Mengingatkannya minum susu dan mengirimkan doa untuk mengumpulkan rejeki yang berkat.

  28. 2008 Juni 17

    Gak iso ngomong, ndoro…

  29. 2008 Juni 17

    Selasa ini, telpon jaksa ah… mo minta ijin liat tumpukan duit

  30. 2008 Juni 17

    asyu!!!!!!!

  31. 2008 Juni 17

    selasa pagi, aku ditelpon mantan pacar, yg ngebangunin biar gak telat ngantor… :P
    dan beneraaan… aku gak kenal sama U1 & U2, gak kenal sama A apalagi sama K… *haiyaah* aku bukan pedagang berlian… juga bukan ibu rumah tangga…

  32. 2008 Juni 17

    Pengen nelpon sampeyan, neng ndak punya nomer teleponne sampeyan….

    Selamat hari selasa, juga. Habis baca ini ngelu endasku pak…

  33. 2008 Juni 17

    saya hari ini mau tilpon tante Ayin, kok “jatah” saya belum di transfer…
    Padahal saya sudah habis-habisan.. :D

  34. 2008 Juni 17

    duite kira2 brapa meter yaaa???

  35. 2008 Juni 17

    Hari ini, yang kutelp pertama kali teman saya Ndoro, malam tadi jam 00.15 WIB. Mau kangsenan nonton balbalan bareng!

  36. 2008 Juni 17

    U : nggak iso ngelak nek 6 M.

    (lagi mbayangke nek aku salah satu dari mereka) deuuhh panik panik….

  37. 2008 Juni 17

    ini versi lengkapnya tho Ndor..? wah, nda’ asik baca Kompas, mo usul ama kantor tukar langganan Tempo aja opo ya..

    btw Ndor, saya baru kepikir.. gimana korupsi bisa dibrantas lha wong penegak hukumnya sontoloyo gitu..
    untung ada KPK.. uhm.. KPK ngemban amanah nda’ ya..
    apa ini cuma gebrakan pembuka trus nanti2nya juga sama aja..?
    Nda’ tau lah Ndor, nda’ brani berasumsi.. think positif aje kali ye..

    hari ini belom tilpun siapa2, soalnya saya lg ngirit pulsa nih

  38. 2008 Juni 17
    ning permalink

    isthigfar untuk segala dosa,
    amin untuk segala doa.

    belum telpun siapa2, lagi nesuan je..

  39. 2008 Juni 17

    Ya gitu deh, ternyata wajah ayu cuma sebagai sarana untuk memperoleh kekayaan dan menyiasati, jadilah kemayu tapi bahaya dan penuh tipu daya, begitupun masih sanggup untuk berbohong didepan khalayak dengan wajah yang seolah tidak berdosa ! ya ini contih manusia berbulu domba… kira2 dia nanti masuk syurga atau neraka ya?

  40. 2008 Juni 17

    ini bener2 bikin ngakak ndoro,,hehe
    btw satu2nya hal yang bikin aku malu jadi indonesian citizen tuh cuman atu, bukan..bukan soal sampah tapi soal banyaknya mafia korupsi inih,, ;p

  41. 2008 Juni 17

    apakah di republik ini ada konspirasi semacam di sinetron ‘prison break’ itu ???
    klo jaksa saja korupsi… bisa-bisa dari dulu kerjaannya cuma kongkalikong aja tuh ama para koruptor…

    btw.. blom nelpon sapa2 ndoro…

  42. 2008 Juni 17

    bisa dbikin pilem bioskop tuh…

  43. 2008 Juni 17

    tiap tanggal 24 biasanya saya garuk2 tangan juga :p

  44. 2008 Juni 17

    Keren yak..kayak di pilem2…. *wakakak*

  45. 2008 Juni 17

    heheee.. nyengir baca percakapan nya
    ayo dibongkar smuanya..
    biar makin jelas deh borok2nya.
    tp kalo udah kebongkar, kasusnya mo dituntaskan ato mo di-peti-es-kan..?
    inget, ini endonesah nDoro.. smua bisa terjadi..
    *bikin pesimis..*

    brapa nomor nDoro? saya mo tilpun nDoro ajalah..

  46. 2008 Juni 17

    gak siya-siya anggaran milyaran ituh…*tika pake akun nico*:D

  47. 2008 Juni 17
    Abu Ridla permalink

    Hendarman Supanji harusnya lebih jantan seperti Habib Riziq yang pasang badan atas kesalahan “pengikutnya”, karena “korps kejaksaan” adalah tanggung jawabnya. Monggo Mas Hendarman mundur mawon…

  48. 2008 Juni 17
    gessh permalink

    OOT

    kalo diliat dari percakapan itu mereka “wong jowo” semua yaa…ck ck ck ngisin-isini

  49. 2008 Juni 17

    Tengkyu mai Pren..
    Yu sudah meringanken tugas ane’..

    Asal yu jangan coba cari ungkit kesalahan ane di masa lalu..

    ente bakalan kalah kertu… ;)

  50. 2008 Juni 17

    >> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Siapa yang pertama kali sampean telepon hari ini?

    sayah nelepon nganu…
    Pake Esai..

    *kipas2in gosip sekalian*

  51. 2008 Juni 17

    Ndor, Panjang gitu, mana yang di jadiin ringtone?

  52. 2008 Juni 17

    wuih… dapet dari mana ya sadapan telp ini?
    serams!

    ah mending nyadap pohon karet kekekeke
    selamat hari slasa juga ndoro ;-)

    rekaman ini diputar dalam persidangan artalyta pekan lalu.

  53. 2008 Juni 19

    Tadi pagi sih nyobain nelepon ndoro. Tapi “tut tut tut tut” terus. Ndoro udah masuk KPK yah sekarang? Jabatannya apa? :lol:

  54. 2008 Juni 19
    giyem permalink

    Dicari operator telpon yg ga bisa disadap!

  55. 2008 Juni 19

    Ehm… bisa minta rekaman percakapan Paman Tyo sama Ndorokakung gak yach?? Buat tak posting di Bloqku *peace*

  56. 2008 Juni 19

    Oalah. Jadi begitu toh ceritanya? Ck…ck…ck…Mbulet terus ya.

  57. 2008 Juni 19

    kalau semua telepon jaksa disadap, mungkin akan banyak kursi jaksa yang kosong karena banyak yang terlibat dalam jual-beli perkara ….

  58. 2008 Juni 19

    Sepertinya dari RI akan berganti nama menjadi *RR* dan bukan tidak mungkin menjadi RS :D

    RR: Republik Rusak

  59. 2008 Juni 19

    6M = 6 kali Mencret2x .. ck ck ck .. semakin edan dunia ini …

  60. 2008 Juni 19

    mantep ya ndoro… salut saya dengan ibu ayin itu.. bisa ngangkangi aparat “pengangkang hukum indonesia”

    tapi bener.. selalu ada harapan…

    asal ndoro mencalonkan diri jadi KEJAGUNGnya :D

  61. 2008 Juni 19

    Indonesah Bubar ajalah…

  62. 2008 Juni 21

    sepertinya kalau dilihat dari logatnya, si “U” ini blogger juga

  63. 2008 Juni 22

    komodifikasi…

  64. 2008 Juni 23

    Keliatan agak mencurigakan. Bahaya juga nih orang.

  65. 2008 Juni 25

    duh… bayangin aja, berapa anak SD yg bisa dibiayain dengan duit segitu :(

    mudah2an Kau ampuni mereka, Gusti…

  66. 2008 September 5

    wualahhhhh,,,mangkin runyam aja nih,,,,

  67. 2008 September 18
    rio permalink

    howeeeek.numpang muntah paku cilik2…

Trackbacks & Pingbacks

  1. tikabangetâ„¢ » Kisah Kasus Sadapan Telpon KPK ituh..
  2. Berpikir Merdeka
  3. ~ .:: Z43n’s 182 Blog ::. ~
  4. Cobaan Bagi Hendarman « Putra Daerah
  5. Kronologis Kasus BLBI [HABIS] « Dan Semua Adalah Konspirasi…

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS