Muchdi Pecas Ndahe

Pada dasarnya, saya baik dengan semua orang. Kalau orang baik kepada saya, saya bisa bersikap lebih baik kepadanya. Sebaliknya, kalau orang jahat kepada saya, saya bisa lebih jahat kepada orang itu. — Muchdi Purwoprandjono [mantan Deputi V/Penggalangan Badan Intelijen Negara] dalam wawancara dengan majalah Tempo.

Aha, kebaikan dan perbuatan baik rupanya membutuhkan prasyarat. Ini seperti kalimat yang biasa menyembur dari bibir pasangan yang sedang dimabuk asmara, “Kalau kau mencintaiku, aku akan mencintaimu dua kali lebih banyak. Tapi, kalau kau tak cinta, mana sudi aku mencintaimu.”

Well, hidup rupanya tak mengajarkan kita kesediaan memberi lebih dulu, dengan tulus. Kebajikan baru terlaksana setelah ada kebaikan yang mendahuluinya.

Adakah Muchdi beroleh ilmu yang sama seperti itu sehingga kalimatnya terdengar kering? Entah. Saya bukan hakim yang berhak memutuskan dia bersalah atau tidak.

Sejauh yang terbaca, Muchdi bisa berbuat lebih jahat kepada orang yang [dianggapnya] berbuat jahat kepada dirinya.

Apakah almarhum Munir telah berbuat jahat kepadanya? Munir, pejuang hak asasi manusia, meninggal di atas pesawat Garuda dalam penerbangan menuju Belanda. Mungkin dia dibunuh. Siapa pembunuhnya? Apakah Muchdi, intel kawakan itu, terlibat? Adakah Muchdi memiliki motif?

Muchdi, Prabowo Subianto, dan Chairawan [ketiganya pernah di Kopassus], disebut-sebut terlibat penculikan aktivis anti-Orde Baru pada 1997. Almarhum Munir adalah salah satu tokoh yang gencar mengungkap kasus penculikan itu.

Sejarah mencatat, tiga perwira itu lalu diajukan ke Dewan Kehormatan Perwira yang diketuai [waktu itu] Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Subagyo H.S. Dan akhirnya, mereka dibebastugaskan.

Apakah Muchdi dendam pada Munir? Apakah dia punya motif?

Ah, kalimat itu terus berputar di ingatan saya. “Kalau orang jahat kepada saya, saya bisa lebih jahat kepada orang itu … “

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah sampean masih punya dendam pada seseorang hari ini?

Tag: , , , , , ,

32 Tanggapan ke “Muchdi Pecas Ndahe”

  1. emyou Berkata:

    Ngapain juga dendam disimpan,Ndoro. Capek…

  2. pema Berkata:

    Ya…ya…ya…intel konon katanya emang begitu Ndoro!!! Dendam??? Jangan Ndoro…saya ga dendam hari ini!!!

  3. anusapati Berkata:

    hahaha….feel kita sama ndoro waktu mbaca kalimat itu. Quote itu sudah menjelaskan banyak hal sebetulnya. …tapi saya pribadi yakin ada yang lebih punya kapabilitas daripada Muchdi

  4. sluman slumun slamet Berkata:

    kirain ada poto lagi :D

  5. saesa Berkata:

    yah gitu namanya manusia..
    tidak lepas dari kekurangan..

  6. bootdir Berkata:

    Ngomongin soal BIN kok situsnya terus error?
    Kebetulan?

  7. mayssari Berkata:

    Apa di bumi ini yang tak membutuhkan prasyarat Ndoro?

  8. ngodod Berkata:

    kebenaran itu tak selalu baik…

  9. amril Berkata:

    Ah..quote Muchdi PR yang Ndoro kutip, bikin batin saya nyeri.

    Ngomong-ngomong, kok situs http://www.ndorokakung.com malah masuk ke http://www.ndorokakungmu.wordpress.com ? Situsnya error ya Ndoro? Jangan-jangan…ada seseorang yang merasa ndoro telah berbuat jahat kepadanya ? Hehehe…:D

  10. hanny Berkata:

    lho, layout-nya ganti? segeran yang lama, ah :D dendam? saya sih tak punya dendam. semoga ndoro juga tak punya hihihihi :D

  11. suprie Berkata:

    jadi sepertinya gara - gara ngomongin intel , ndorokakung.com langsung ngejengking, wah wah …

    dendam ? saya dendam kemaren dateng telat jadi gak dapet kaos firefox …

  12. sawung Berkata:

    Om Chairawan sempat jadi komandan korem 011/lilawangsa pasca tsunami.
    setelah itu die menjadi kepala BIN wilayah NAD, kalo tidak slah sampe saat ini.
    saya pernah bertemu muka om-om tersebut, entah om-om tersebut ingat saya atau tidak. maklum saya hanya orang kecil

  13. dewa Berkata:

    kalo saya ndak ada dendam, ndoro. Ndak baik dendam itu buat kesehatan.. :D

  14. o'on Berkata:

    dendam apa dendam??

  15. tunggonono Berkata:

    Saya udah mbaca semua di majalah TEMPO nya, Ndoro…
    Sampe merinding aku… sangar tenan ya orang itu hihihi..

    Dendam? Tanpa dendam, kadang hidup jadi tak terlecut untuk bergerak lebih cepat lagi!

  16. jalansutera Berkata:

    kok nggak ada gambarnya Muchdi. mana sih orangnya?

    yang itu tuh .. :D

  17. antobilang Berkata:

    dendam sama ndoro? rugi… :lol:

    eh dek anto ada lagi. ke mana aja, nto? ke lampung atau bogor? :P

  18. leksa Berkata:

    2 orang lagi masih punya dendam??

    ah,.. sudahlah..
    2009 nanti, 2 orang lainnya jadi pemain juga :D

  19. Silly Berkata:

    ngiri dotkom sama yg selalu nolongain ndoro…

    mbok suruh bantuin aku menyelesaikan masalahku ndoro… :(

    lah masalahmu apa to, nduk? :D

  20. aRuL Berkata:

    pindah ngeblog yah ndoro :D

  21. Ismawan Berkata:

    Dendam? Nggak ah Ndoro, saya itu cepat melupakan hal-hal yang sudah lalu koq…

    Kadang bernasalah juga sih, hal-hal yang perlu diingat malah ikut terlupa…:-D

  22. Aki Herry Berkata:

    Yah..saya dendam sama Ndoro, karena ngga datang ke Bandung kemarin ini…

    haduh, ampyun aki … maapken :D

  23. dedidwitagama Berkata:

    Ampiuuun Ndoro … jangan dendam pakiu :D

  24. -tikabanget- Berkata:

    lha ya emang gitu tho?
    secara reflek kita mesti jadi sebel sama yang jahat ma kita.
    secara reflek kita mesti mau ndak mau punya beban harus baik sama yang ramah banget ke kita.

  25. CY Berkata:

    baik dan jahat itu kan relatif Ndoro.. :lol:

  26. den Koplak Berkata:

    dendam kesunat…. waduh sakit…:D

  27. sofhaljamil Berkata:

    Dendam, ya iya lah… masa iya iya dong, hehehe

  28. petak Berkata:

    Dendam numpuk bisa sontoloyo tuh om :D

  29. Mihael "D.B." Ellinsworth Berkata:

    Persisnya kita itu, kalau orang minta tolong ‘kan kita maunya ditolong dulu… :lol:

  30. ika Berkata:

    muchdi sontoloyo!

  31. sawung Berkata:

    chairawan sempat menjadi komandan korem 011/lilawangsa pasca tsunami. Kalo tidak salah sekarang masih menjadi kepala BIN wilayah NAD.

  32. yoga permana kusumah Berkata:

    wah sontoloyo tenan

Tinggalkan Balasan