Matikanlah TV sampean pada 20 Juli 2008 selama sehari. Untuk apa? Mengikuti kampanye Hari Tanpa TV?
Bukan hanya itu, Ki Sanak. Menurut saya, lebih baik lagi kalau sampean mematikan semua peralatan elektronik yang bertenaga listrik. Selain untuk menolong Pabrik Setrum Negara, sampean berarti sudah menghemat konsumsi listrik.
Saya juga mendorong sampean untuk sering-sering membuat hari tanpa ini dan itu. Hari tanpa blog, tanpa posting, tanpa plurk, tanpa notebook, tanpa PC, tanpa Internet, tanpa kopdar, tanpa koran, tanpa radio, tanpa marah, tanpa berbohong, tanpa kendaraaan bermotor, tanpa tembakau, tanpa rokok, tanpa jajan, tanpa politikus, tanpa seks, tanpa pacar, tanpa …
Makin sedikit kita mengkonsumsi apa pun, kian sedikit kita tergantung pada sesuatu, barangkali hidup akan jadi lebih baik.
>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Sampean mau bikin “hari tanpa apa” sekarang?
Juli 18, 2008 pukul 1:22 am
pasang iklan di tv murah gak ya tanggal 20 itu ?
Juli 18, 2008 pukul 1:52 am
ya sudah, saya matiken tipi. khan bisa streaming lewat inet ini…
Juli 18, 2008 pukul 2:03 am
CK : matikan PC juga
Juli 18, 2008 pukul 2:38 am
Selamat hari Jum’at juga ndoro.
Saya pengen sekali punya hari tanpa notebook, PC, koneksi internet, dering HP, dering telepon dan laporan rating. *menghela nafas panjang*
Juli 18, 2008 pukul 2:53 am
itulah kenapa kadang2 semedi, iqtikaf, meditasi, menyepi dibutuhkan manusia sewaktu2…
Juli 18, 2008 pukul 4:23 am
Asal jangan hari tanpa wanita Ndoro, beraaat
Juli 18, 2008 pukul 4:27 am
hari tanpa NYAWA???
Juli 18, 2008 pukul 5:36 am
nDoro, saya mendambakan hari tanpa menipu rakyat..
cape melihat kenyataan bahwa penipu2 intelektual itu makin pinter aja mencari celah untuk membodohi orang lain..
*mo berliburlah.. wiken ke timbuktu perbatasan jabar-jateng..*
Juli 18, 2008 pukul 6:03 am
Saya sudah mencoba hari tanpa ngenet di hari Sabtu Minggu…susah, hanya berhasil beberapa jam.
Hari tanpa makan sejak sebelum Subuh sampai Magrib dua hari seminggu, selain lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kauasa, juga meringankan beban belanja.
Juli 18, 2008 pukul 6:45 am
saya mau bikin hari tanpa celana…
Juli 18, 2008 pukul 6:49 am
Hari Tanpa Pecas Ndahe…
Juli 18, 2008 pukul 7:02 am
Mo bikin Hari tanpa “Tanpa”.
Juli 18, 2008 pukul 7:22 am
Udah setiap hari ni ndoro,hari tanpa sangke *sangkekasih* halahh..
Memang susah ndoro kalo kita udah kecanduan,dimana t4 rehab utk ketergantungan listrik internet hape dll.. Di hutan?
Juli 18, 2008 pukul 7:39 am
susye deh kl hari tanpa notebook, trus buat apa hidup ini
Juli 18, 2008 pukul 7:59 am
saya sudah sering sekali mencoba ‘hari tanpa pacar’ dan sukses..
huehehe..
Juli 18, 2008 pukul 8:04 am
kl ‘hari tanpa nama’ udah ada yg pernah nyoba ?
Juli 18, 2008 pukul 8:21 am
saya ga punya tipi ndoro…
Juli 18, 2008 pukul 8:24 am
Hari tanpa listrik ndoro….. sudah mencakup semuanya…. alias kena pemadaman listrik bergilir…..
Juli 18, 2008 pukul 8:24 am
Tanpa busana, kapan?
Juli 18, 2008 pukul 9:23 am
pake bernafas nggak ndoro?
Juli 18, 2008 pukul 9:34 am
Hari tanpa komen di blog, terutama blognya ndoro kangkung
Juli 18, 2008 pukul 9:56 am
saya jarang nonton tipi, ndoro…
Juli 18, 2008 pukul 10:03 am
na ini yg saya tunggu ndoro, matikan juga tipi pas acara sinetron2 gk nggenah itu :d
Juli 18, 2008 pukul 10:06 am
*baca komen kang slamet
Ngakak sampe ngompol2 =))
Juli 18, 2008 pukul 10:18 am
met jum’atan ndoro…
pengen hari tanpa mbayar… ( alias hari semua gratis!)
*uenak…..tenan*
Juli 18, 2008 pukul 10:48 am
klo gitu klo kira ngurangin ngeblog, maka…(jawab dewe deh, hehehe…)
Juli 18, 2008 pukul 10:51 am
kalau yang sering tanpa jadi hari me-
kalau yang sering me- jadi hari tanpa
hehehe..
Juli 18, 2008 pukul 11:02 am
tanpa bertuhan juga ndoro? wah….
hahahaha
Juli 18, 2008 pukul 11:03 am
Dan ketidakadilan sosial akan terus berlanjut.
Juli 18, 2008 pukul 11:05 am
wow bagus juga tuh.. sekali2 primitif oye kali ya
Juli 18, 2008 pukul 11:47 am
tanpa apapun brarti MATI dong ndoro
Juli 18, 2008 pukul 12:07 pm
Kapan ada hari tanpa mikir duit yach ?????
Juli 18, 2008 pukul 12:09 pm
hari tanpa “Ndorokakung.com”
Juli 18, 2008 pukul 12:46 pm
Hari tanpa takut mikirin listrik, Ndoro
Juli 18, 2008 pukul 1:03 pm
Hari tanpa komentar juga, Ndoro…?
Juli 18, 2008 pukul 1:32 pm
asal jangan tanpa buang air besar aja. Bisa repot…
Juli 18, 2008 pukul 1:34 pm
Mau bikin hari tanpa kesedihan.
Juli 18, 2008 pukul 2:04 pm
kabel TV saya udh lama rusak.
jd udh lama jg “terpaksa” membiasakan diri tanpa TV. huff…
kayaknya yg paling enak tuh hari tanpa beban!
Juli 18, 2008 pukul 2:21 pm
Saya mau.
bikin hari tanpa istri-istri.
Juli 18, 2008 pukul 3:02 pm
lha hari ini aku hari tanpa pacar ndoro.. piye…
kalau tanpa pacar berarti tanpa seks dan hari tanpa kenikmatan..
bisa dapet seks sih dari yang lain, tapi khan gak bisa ikutan hari tanpa keluar uang..
piye ki ndoro?
Juli 18, 2008 pukul 3:18 pm
baru-baru ini Malaysia punya hari tanpa belanja…. no shopping day… ibu-ibu masuk pasar swalayan dengan kereta belanja kosong… dan keluar kosong..
sbg protes thd tingginya harga-2..
yg lucu saya lihat di berita itu, kasirnya ada yg petanan (nyari kutu) dg temannya lantaran nganggur…
Juli 18, 2008 pukul 3:25 pm
trus kita ngapain ndoro? tidur? hehehe
Juli 18, 2008 pukul 3:57 pm
Saya mo bikin “hari tanpa huruf R”
Juli 18, 2008 pukul 4:33 pm
mematikan rasa, ah. loh, curcooollll hahahahahahahah :))
Juli 18, 2008 pukul 4:33 pm
kalo hari pecas ndahe perlu ubacara pendera ndak ndoro ?
Juli 18, 2008 pukul 6:12 pm
Hari tanpa Siska, pacarnya si Hari namanya Siska soalnya.
Juli 18, 2008 pukul 11:31 pm
Hari tanpa energi. Antara lain energi listrik, energi kalor, hingga energi kehidupan.
Juli 18, 2008 pukul 11:46 pm
hari tanpa berbuat baik….
pada jahat semua dah orang..
Juli 19, 2008 pukul 2:10 am
TV ndoro pecah?
Woooo… pantesan ndoro nggak nongtong TV
TV saya bagus2 aja je ndoro, ya terpaxa saya tongton
Juli 19, 2008 pukul 6:23 am
sehari tanpa sapu ama kalin lap apa bisa yak??
Juli 19, 2008 pukul 6:53 am
Hari tanpa nonton film tanpa DVD tanpa judul..
Juli 19, 2008 pukul 7:16 am
Kalo hari tanpa busana ada ndak ya?
*kabuuur*
Juli 19, 2008 pukul 7:33 am
[...] yaitu lemah, lesu, lunglai, loyo, letoy, lungkrah & low batt. Setiap pulang kantor bawaannya nonton TV, kalo nyamperin leptop palingan juga blogwalking sebentar aja. Dan salah satu imbas dari [...]
Juli 19, 2008 pukul 8:23 am
Hari tanpa login …
Juli 19, 2008 pukul 8:37 am
Wah, siapa yang buat ide ‘hari tanpa TV?’ itu ide yang jelek sekali, ndoro…
Kalau ada hari tanpa TV, berarti tidak ada yang nonton sinetron & infotainmentnya. Kalau tidak ada yang nonton, nanti rating Nielsen mereka turun. Kalau rating Nielsen turun, pendapatan iklan stasiun TV berkurang. Kalau pendapatan stasiun TV berkurang, imbas akhirnya tentu ke penghasilannya production house dan para artis sinetron kita.
Nah, apa ndoro nggak kasihan sama artis-artis sinetron kita dan juga production house seperti Multivision? Kan kasihan loh mereka (artis & production house), ndoro. Nanti periuk nasi mereka terganggu, padahal mereka cuma sekedar mencari sesuap nasi.
Apa ndoro sudah pikirkan, bagaimana kalau misalnya Raam Punjabi sampai mengurangi jumlah produksi sinetron dan infotainmentnya gara-gara imbas No-TV-day? Mau dikemanakan industri sinetron & infotainment kita? Bisa-bisa banyak artis & crew sinetron & infotainment yang terpaksa dirumahkan….
Di saat sekarang, akibat krisis listrik, sudah cukup banyak industri yang mesti menanggung beban dalam operasinya, baik dari pihak pengusaha maupun pekerjanya.
Jangan sampai karena ajakan ‘No TV day’ Ndoro, daftar industri yang menderita itu bertambah lagi dengan industri sinetron & infotainment (yang begitu besar manfaatnya bagi setiap orang….terutama ibu-ibu rumah tangga)
Lagipula kasihan ndoro, nanti masyarakat kita jadi terganggu arus informasinya. Dimana lagi mereka bisa mendapatkan informasi penting seperti misalnya celebriti mana yang akan cerai besok, apa yang dimakan celebriti X utk makan siangnya, dan berbagai info krusial lainnya.
Maaf ya, ndoro.. kali ini terpaksa ‘berseberangan’ dengan ndoro. Saya pikir harusnya kita malah buat ‘hari maraton Sinetron dan Infotainment’ dimana setiap orang diajak untuk nonton sinetron dan infotainment secara marathon (non stop 24 jam).
Gerakan seperti itu akan lebih bermanfaat karena bisa mendukung industri persinetronan dan infotainment negara kita….
Edison on janganserakah.com
Juli 19, 2008 pukul 9:55 am
hari tanpa ndoro yang usil.. sepertinya bakal seru..
*mlayu**
Juli 19, 2008 pukul 11:02 am
minggu susah tanpa tipi.. ada GP ndak yaks
Juli 19, 2008 pukul 12:33 pm
Kulonuwun, salam kenal (sugeng tepang).saya masih baru di ranah blog.tolong buat rekan2 dibantu. untuk hari tanpa TV, saya setuju coz. TV t4 ku lagi rusak je…
Juli 19, 2008 pukul 8:29 pm
kalo lagi mo solat jumat, “bagi yang mempunyai hape harap dimatikan”
nah loh yang dimatiin bukan orangnya kan?
Juli 20, 2008 pukul 12:05 am
@edison: hmmmm…., sepertinya anda sangat nggak sepakat ya. Kalo saya menilainya bgini, simpel aja. Mungkin dari sudut pandang yang berbeda aja ya. Dalam dunia komunikasi, kita kenal yang namanya TV itu juga mempunyai kewajiban moral, yakni “EDUKASI”.
Nah, hari ini TV kita sudah tidak seperti itu. Terlalu banyak sampah visual disana yang bisa membahayakan masyarakat kita. Tentunya kita tidak mau dong diajak bergosip melulu, nonton tayang tidak mutu (baca: mistik, setan2an, dsb), atau beberapa sinetron yang nggak jelas lainnya.
So, kenapa sampai ada hari seperti ini? saya pikir selain hemat listrik sebagai alasan utamanya, konsumsi informasi berlebihan juga harus dibatasi. Karena yang namanya berlebihan juga pasti tidak baik. Kalo saya nulis komentar terlalu panjang juga nggak baik, sungkan sama Ndoro.
Untung saya tidak punya TV
piss
Juli 20, 2008 pukul 8:58 am
apa gak terlalu banyak “gerakan” itu ndoro. kalau bisa sih, pengennya bikin tahun tanpa kerja.
Juli 20, 2008 pukul 9:41 am
asal gk “hari tanpa internet” aja ndoro :d
Juli 20, 2008 pukul 10:51 am
sepakat ndoro!
Juli 20, 2008 pukul 12:24 pm
tipi oh tipi…
mungkin bukan salah tipinya, tapi ya acara2 yang mendidik itu.
tapi kl matikan tipi, lumyan lah bisa ngemat listrik.
Juli 20, 2008 pukul 3:50 pm
@bro antown
komen yg saya tulis itu rencana awalnya adalah komentar berbau ‘komedi satir’… penyampaiannya jelek ya?
hahaha… sebenarnya saya itu mau ngledek industri televisi di indonesia…. mesti belajar lagi nih dari ndorokakung, kalau si ndoro jago penyampaian idenya…
Juli 20, 2008 pukul 4:30 pm
satu lagi
hari tampa bernafas
gampang kan itu satu satu cara untuk membuat hari tampa ..ini dan itu
Juli 20, 2008 pukul 7:44 pm
hari tanpa ndoro… ahhh, ndak mungkin atuhhh…
khan aku padamu, ndoro
Juli 20, 2008 pukul 11:37 pm
Yup, tanpa TV sanggupkah kita?
Juli 21, 2008 pukul 7:22 am
ThinXXX:: Yang belum ada dan sepertinya semuanya juga menginginkannya (meskipun didalam hati) yaitu hari tanpa dosa ndoro ….
Juli 21, 2008 pukul 8:10 am
Apa tidak bisa ya di sampaikan ke pemutar acara2 tv yg tidak berkualitas seperti sinetron itu supaya lebih meningkatkan kualitas tayangannya?
Sudah banyak buktinya. Masyarakat menjadi malas dan bodoh. Sinetron always S**CKing brain of Indonesian people…..
Mari demo untuk anti sinetron!!!!!
Juli 21, 2008 pukul 11:58 pm
saya mau buat hari tanpa mandi…
Juli 24, 2008 pukul 10:33 pm
setuju televisi bikin kita jadi malas berpikir
Juli 26, 2008 pukul 1:35 pm
Hari tanpa…tanpa anak2….yuuhuu
Alias libur panjaaang.
Wah gawat niy kl smw guru kyk genee.
He5