Tilang Pecas Ndahe

2008 Agustus 11
by Ndoro Kakung

Jalan di depan rumah saya memang satu arah. Pengguna jalan hanya boleh melintas dari barat ke timur. Mereka yang melanggar, jika tepergok pak polisi, ya kena tilang.

tilang

Begitulah yang terjadi siang itu. Ketika sedang menanti taksi yang hendak membawa saya bandar udara, tiba-tiba sepasang polisi memepet pengendara sepeda motor persis di depan rumah saya. Polisi lalu meminta surat-surat si pengendara sepeda motor itu.

Apa kesalahan si pengendara motor?

Rupanya dia melaju dari timur ke barat, alias melanggar aturan satu arah yang berlaku di jalan depan rumah saya.

Samar-sama saya mendengar percakapan antara polisi dan pengendara sepeda motor itu. Rupanya pengendara sepeda motor itu meminta maaf atas kesalahannya seraya menjelaskan bahwa dia sebetulnya warga di jalan itu.

Ajaib. Pak Polisi itu ternyata memaafkan dan membiarkan pengendara sepeda motor melanjutkan perjalanan tanpa kena tilang. Tak lupa polisi itu wanti-wanti agar pengendara sepeda motor hati-hati di jalan.

Dalam hati saya bertanya-tanya, mengapa pak polisi begitu baik hati? Apakah memang polisi di Yogyakarta pada umumnya baik? Apakah peraturan itu tak berlaku untuk warga setempat?

>> Selamat Senin malam, Ki Sanak. Apakah sampean pernah bertemu polisi yang baik hati?

57 Responses leave one →
  1. 2008 Agustus 11

    mungkin karena itu bukan jalan protokol

  2. 2008 Agustus 11

    Jadiingat lagu kang Iwan:

    Tawar-menawar,… harga pas, …tancap gas…

    Ada adegan itu ndak, ndoro

  3. 2008 Agustus 11

    kok baik bgt sih….. tanya kenapa?

  4. 2008 Agustus 11

    @Kardjo: melihat Jogjanya kok kayaknya ndak ada harga pas gitu.. gratis..:)
    Saya pernah ketemu polisi yang baik hati, kemarin jumat di prapatan ring road – jakal sedang membantu menyeberangkan si buta…

  5. 2008 Agustus 11

    kayaknya orang yg ditilang, ternyata anaknya komandan si pak polisi :P

    *jadi balik nilang*

  6. 2008 Agustus 11

    kemarin saya niat membuntuti pulisi dines malam yang nyari mangsa, tapi lampu belakangnya ga nyala. harusnya dia nilang dirinya sendiri. kampret sialnya ga dapat potonya, syit!

  7. 2008 Agustus 12

    Hongib yang kayak gitu sewu siji ndor…
    Tp saya salut buat mereka yang bersih

  8. 2008 Agustus 12

    soalnya pak polisi takut,.. ibu2 di foto udah siap pentungan

  9. 2008 Agustus 12

    di Jogja, toleransi adalah ketika tidak ada yang menabrak..

  10. 2008 Agustus 12

    polisi yg berbudi mulia? Ato pengendara yg beruntung? Terserah kisanak saja.

  11. 2008 Agustus 12

    Dan malam ini sang polisi membuka internet dirumahnya, dalam hati dia berkata “tuh kan beneran yang tadi diseberang adalah ndoro lelaning blog….untung siang tadi ndak macem-macem saya, bisa jadi pergunjingan buruk di blog ini”
    huehehehehe

  12. 2008 Agustus 12

    Saya jadi ingat sewaktu itu menonton acara tentang polisi yang enggan menulis surat tilang. Hukuman yang sering dia berikan kepada pelanggar tata tertib adalah dengan cara membuang kunci mobil ke selokan atau ke atas truk. Pokoknya dibuat sedemikian rupa sehingga sang pengemudi kapok dan pengalaman menerima hukuman tersebut teringat sepanjang masa. Kadangkala perbuatan baik dari polisi lebih kental untuk diingat dibandingkan dengan hukuman berupa uang.

  13. 2008 Agustus 12

    mungkin pak polisinya tetanggaan, masih satu propinsi. :)

  14. 2008 Agustus 12

    kenapa baik hati? lha kok sampeyan heran ada polisi baik hati? memang begitu kan?

  15. 2008 Agustus 12

    mungkin masih sodara kali, Ndoro ;) )

  16. 2008 Agustus 12

    Lha, di mana-mana polisi juga pasti tiba-tiba jadi baik kan kalau di dekatnya ada wartawan…bawa kamera pula! :lol:

  17. 2008 Agustus 12

    Mau tanya alamat mungkin polisinya ndoro…..

  18. 2008 Agustus 12

    tuh polisi kali aja udah pernah baca postingan ndoro tempo hari :P elanggaran Pecas Ndahe. Jadi dia takut untuk bikin ulah lagi. Apalagi ngeliat Ndoro bawa2 kamera.. waahhh keder dia :) :)

  19. 2008 Agustus 12

    Wah, ini pasti pasti karena ada Ndoro…
    mbawa kamera lagi…
    **pengen terlihat baik ON eta mah**

  20. 2008 Agustus 12
    masbadar permalink

    Motor yah? Pagi ini saya juga udah ribut karena tetangga saya ribut-ribut perkara kecelakan motor, anaknya yg SMA dituduh menabrak seseorang yg mengaku anak si tertabrak di sebuah jalan di warung bambu-, karawang. Sang anak yg juga anak didik privat les english saya tidak terima karena ia merasa terfitnah, justeru dia-lah yang menolong si korban, sementara sang penabrak yg kaburlah yg sesungguhnya telah melemparkan kambing hitam.

    Celaka, batin saya. Melihat wajah jujur anak tetangga saya, saya pun turut campur, maklum pagi tadi ayah sang anak tidak ada di rumah sehingga sayapun terpaksa turun tangan untuk mengusir sang penuntut yg konon anak sang tertabrak.

    “Jika benar anak kami yg menabrak ibu situ, kami bersedia mengganti pengobatan sang korban, tolong anda datang lagi nanti setelah ayah anak ini sudah pulang. Kalo perlu kita selesaikan secara hukum.. jika benar anak kami yg menabrak biar polisi yg menentukan, jika ternyata salah, maka kami akan balik menuntut anda..!!

    Ternyata saya bisa menggertak juga. Sambil melirik kurang suka terhadap saya dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, sang penuntut yg mengaku anak korbanpun beranjak memutar motornya dan pulang setelah saya katakan alamat kami jadi jaminan.

    Fiuh.. mudah-mudahan cerita ini ada perkembangannya esok..sehingga ada bahan nge-blog lagi..

    “Halo pak polisi warung bambu..? Ada yg baca tulisan ini..?
    klik ini utk melihat: video terbaru saya..

  21. 2008 Agustus 12
    oon permalink

    adaapa diselipan surat2 motornya tuw….kalau ama pulisi, kudu tetap bermuka manis sambil mengangsurkan kedamaian dalam lipatan surat2 kendaraan…kalau pake muka ndongkol…hiks…belum nyoba :p

  22. 2008 Agustus 12

    fiuh, pengendara motor yang beruntung :D

  23. 2008 Agustus 12

    Mohon maap, anak buah saya lalai. Harusnya semua pelanggaran ditindak. Namanya juga polisi, lalai adalah hal biasa. Sama kayak waktu ayin mainin hp di dalam tahanan. Maklumlah lha saya pernah poto bareng je!
    Wuakakakak…

  24. 2008 Agustus 12

    lho polisi kan ga boleh langsung represif :P

  25. 2008 Agustus 12

    tumben pak polisinya baik :D loh kok “tumben” emang biasanya gimana? hehehehe :D

  26. 2008 Agustus 12

    polisi itu anomali seperrtinya

  27. 2008 Agustus 12

    Mungkin keliatannya sang kutilang ndak punya uang…

  28. 2008 Agustus 12

    wah tumben.. :) tanya kenapa?

  29. 2008 Agustus 12
    anonimous permalink

    Baru tgl 12, jadi belum perlu uang kali ndoro ;) )

  30. 2008 Agustus 12
    dondanang permalink

    Kan warga situ, jadi gak bawa dompet :D

  31. 2008 Agustus 12

    saya juga pernah alami hal serupa. waktu dr bantul kan ada razia. saat itu kan wajibnya pengendara motor pake 2 spion standard, tapi ada pengendara yg hanya pake 1 spion di kiri. Pak polisi bilang ” Mas, besok spionnya dipindah ke kanan ya…” …. baik bener ya….

  32. 2008 Agustus 12

    Lho, Ndoro rumahnya di situ tho? Lha tiap hari lewat dong saya …

  33. 2008 Agustus 12

    itu di jalan apa ya?

  34. 2008 Agustus 12

    …ditilang?? pernah
    …uang damai? pernah
    …jadi polisi? ga ahhhhh…

  35. 2008 Agustus 12

    ….oya ada yg kelupaan, ntar lain kali saya aplod rekaman negoisasi sama polisi.:-)

  36. 2008 Agustus 12

    polisi baik hati? emang ada?

  37. 2008 Agustus 12

    Saya selalu ketemu polisi baik ya. Pernah pas ada razia, semua motor dihadang untuk kenalan, saya yang saat itu sedang boncengin bekas pacar dan bawa anak di depan gak di stop. Sampe 3 kali malah. Disitu-situ juga, jalan dekat setu ke arah pemda cibinong. :P

  38. 2008 Agustus 12

    Andai semua polisi baik hati, pasti pelanggaran merajalela dimana-mana

  39. 2008 Agustus 12

    munkin takut sama ndoro yang lagi bawa poto ..

  40. 2008 Agustus 12
    habibhasan permalink

    kalo di jakarta namanya polese,
    di jogja namanya mpolosi,
    di arab namanya folisi,
    aneh yah…hahahahahahha….

  41. 2008 Agustus 12

    itu diskriminasi bukan, ndoro..?

  42. 2008 Agustus 12
    Novi permalink

    sebelumnya tuh polisi udah tau kalo lagi di liatin ma ndoro…takut di posting beritanya…eh ternyata beneran wakakakak….

  43. 2008 Agustus 12
    ning permalink

    kemarin sya yang digertak pak polisi ndoro….
    untung bisa kabur.

  44. 2008 Agustus 13

    Berapa ya gaji polisi dan tunjangannya di negara yang ideal menurut panjenengan? Ada yang tahukah kisanak???

  45. 2008 Agustus 13

    Eh ternyata yang ditilang itu ortu cewe polisinya…pantes baik bangeeet..:$

  46. 2008 Agustus 13

    baca komen nya alle :
    huahaahahahahaha..iya tuh..kyknya takut ma ibu2 itu ndoro….hihihihihihi….

  47. 2008 Agustus 13

    btw rumahnya dimn to? kyk pnh liat disekitar LPP jlan solo atau di sekitar purawisata..?

  48. 2008 Agustus 13

    Yahh, kalo yang kayak gini mahhh dah gak heran ndoro, dah jamak banget.

    Dulu pernah tuh ndoro saya di daerah senayan, polisinya sepertinya tidak ada, trus udah lampu KUNING… dan saya sedang terburu2… DAn seprtinya gak ada polisi yg jaga didaerah sana siang2 gini… “hmm, pada makan siang kaliii”

    Saya pikir, gapapa deh… masih ada beberapa detik, masih kuning ini, belum merah… Ehhhh, ternyata saya salah perhitungan… Tahu2 ada polisi menggunakan motor “CHIPS” wannabe… yg mengejar saya dan memberhentikan mobil saya…

    Pas dia tanya mbak tahu kesalahan mbak… dengan memelas saya menajwab, “Maap pak, saya gak liat”… Polisi nanya, “Gak liat kalo lampunya udah kuning?… mo merah???”

    Saya bilang, “Enngghhh, enggak pakkkk, Saya gak liat tadi bapak ada dimana…”, Trus dia bilang…”Jadi kalau saya gak keliatan, anda mau seenaknya nerobos lampu merah?”

    “Ih, itu khan tadio masih kuning pak”

    “tidak bisa mbak. Coba saya lihat STNK anda…”

    Nahhh, ini yg saya tunggu2 kok dari tadi… kasih lihat… trus menikmati matanya terbelalak sebentar, mulutnya menganga, lalu bilang sama saya,

    “Eng.,.. INI KARTU NAMANYA siapa mbak, Errr… maksud saya apanya Embak… ”

    “Ohh, itu Adik Papa saya, silahkan pak kalo mo ditilang, nanti biar paman saya aja yang ngeluarin, Saya udah deket ini… cuma mo kesenayan kok, TILANG AJAH… ”

    Lahhh, dengan tersipu2 malu dia bilang, “Gak usah mbak, bawa aja… TAPI LAIN KALI HATI2 yach… bahaya loh nembus lampu kuning gitu”

    Baik Pak, Makasih banyak pak, saya pergi dulu…

    Dan saya segera ngacir… tanpa menoleh lagi. hakahakhakahakhakahak..

    Anyway…

    Soal kartu nama itu… SUMPAH MAMPUS, GUE GAK KENAL SAMA YG PUNYA KARTU NAMA… gak sengaja saya nemuin kartu nama itu di dompet papa saya… trus saya ambil aja, taruh di STNK… buat “JAGA-JAGA”, hakahakahakhakahakahakahak… :P

  49. 2008 Agustus 13
    soldieroffortune permalink

    Semoga makin banyak polisi yang baek hati. Asal tetap tegas menjalankan tugas aja tapinya, tapi susah pastinya…

  50. 2008 Agustus 14

    saatnya memberi sedikit apresiasi pada polisi–

  51. 2008 Agustus 15

    ternyata polisinya juga orang sekitar situ ndoro… wkakakakak,,, ngacir…..

  52. 2008 Agustus 15

    Takut ndoro. Polisinya takut kena keroyok orang sekitar. Kan kalo keroyokan dia tetep kalah. Lha wong cuma sendiri. Kali aja yg ditilang ketua preman situ. Biar kata polisi, pasti takut lah.

  53. 2008 Agustus 16

    Kesalahan kecil ga pa pa lah

  54. 2008 Agustus 19

    @silly
    Kartu nama siapakah itu?
    Kartu nama nDoro ya?

  55. 2008 Agustus 19

    Huadoh, pak. Orang lagi sial malah difoto..

    Di daerah rumah saya juga begitu.
    Ada rambu-rambu dilarang belok kanan, tapi malah pada belok kanan.
    Alasannya sama, biasanya yang berani belok kanan itu penduduk sekitar — termasuk saya. Haha!, jadi ngerasa ngga enak.

  56. 2008 Agustus 26

    jadi inget pengalaman jaman dulu. kna tilang gara-gara ngelanggar verbooden. stnk di bawa ama pak plokis. gw uber mpe kantor plokis. gw disuruh masuk ke ruangan. di tanyain macem-macem. cerita kalo gw nak fak. hukum. terakhirnya dimaafin. cuma di bilang jangan di ulangin lagi. heE,, beruntungnya dirikuw ini

Trackbacks & Pingbacks

  1. Tempelan « k.a.n.g.t.u.t.u.r

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS