Berapa gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia? Apakah pendapatan mereka cukup layak untuk hidup atau terlalu kecil sehingga mereka harus mencari tambahan?
![]()
[sumber: ePaper Koran Tempo, edisi 19 Agustus 2008]
Layak dan tidak itu mungkin relatif, tergantung dari mana kita melihat. Yang jelas, menurut koran yang ringkas dan cergas itu, beginilah rincian uang yang masuk dan keluar dari kantong para wakil rakyat kita di Senayan.
Pendapatan:
1. Take-home pay: Rp 45 juta/bulan.
2. Dana kunjungan ke konstituen: Rp 2 juta/bulan.
3. Uang reses (empat kali dalam setahun): Rp 31,5 juta/reses
Angka itu masih ditambah dengan pendapatan lain, baik resmi maupun tak resmi, misalnya pesangon perjalanan, uang hadir di setiap rapat pembahasan undang-undang, uang saku dari sebuah kunjungan ke departemen, dan sebagainya. Angka ini tak terlacak, tapi diperkirakan cukup besar, bisa puluhan juta per bulan.
Potongan (setiap partai berbeda-beda), misalnya:
1. Setoran ke fraksi: rata-rata Rp 2 juta.
2. Setoran ke dewan pengurus pusat partai: Rp 7,1 juta
3. Membiayai aneka kegiatan konstituen: Rp 10 juta
Lantas, sebagai anggota dewan legislatif yang tugasnya menyusun dan membuat undang-undang, bagaimana kinerja mereka? Ternyata seperti ini …
![]()
[sumber: ePaper Koran Tempo, 19 Agustus 2008]
>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah hari ini gaji sampean masih ada sisanya?
Tag: dpr, korupsi, suap, gaji, anggota, kelakuan, tercela, parodi
Agustus 19, 2008 pukul 8:04 am
kayak gitu kok msh protes yak
Agustus 19, 2008 pukul 8:05 am
Kapan ya kisah2 di atas diangkat ke layar lebar. hihihi
Dijamin pasti masuk bokofis tuh.
Agustus 19, 2008 pukul 8:26 am
Hahaha….saya geli lihat gambarnya
Agustus 19, 2008 pukul 8:41 am
Semoga makin banyak yang sadar & disadarkan akan tugas,kewajiban & amanah yang diemban.
Agustus 19, 2008 pukul 8:47 am
andai saja ada orang seberani gusdur dan bung karno
pasti dewan itu udah d bubarin
Agustus 19, 2008 pukul 9:13 am
Singkatannya DPR itu loh….hahaha…
Agustus 19, 2008 pukul 9:25 am
Edian ya … ora kalap tenan.
pantas sampai artis pun lebih milih jadi anggota DPR, lha wong gaji gede, ndak perlu repot-repot nyangkem jadi MC, nyanyi ataupun main sinetron.
Wangun!
Agustus 19, 2008 pukul 9:52 am
DPR,
kadang dihujat,
kadang dipuji,
kadang di jelek-jelekan,
but,
berjuta orang berebut ingin masuk ke sana.
Agustus 19, 2008 pukul 10:10 am
jah, banyak butul!
Agustus 19, 2008 pukul 11:01 am
gaji gede rokok rokokan .. kadang dirokok enak tenaaaan
Agustus 19, 2008 pukul 11:12 am
sebenernya gak boleh generalisasi sih, tapi kok banyak yang seperti itu ya??
Agustus 19, 2008 pukul 12:39 pm
* tak bisa berkata2*
Agustus 19, 2008 pukul 12:56 pm
komiknya lucu ndoro
Agustus 19, 2008 pukul 1:17 pm
kuraaaaang ndoro, kita kan perlu donasi sana sini…
apalagi sekarang musim kampanye ndoro, harga jadi caleg juga ikut-ikutan naik karena minyak dan inflasi. Kok ndoro tidak perhatikan dua variabel itu. Bukan cuma APBN dong yang bengkak-bengkak.
Agustus 19, 2008 pukul 1:26 pm
Belum mampu menabung ndoro
Agustus 19, 2008 pukul 1:46 pm
komik e apik, Bajigur! tenan…
Submit wae ndoro ke bajigurkreatif@yahoo.com
Agustus 19, 2008 pukul 2:54 pm
sisa menipis ndoro…ngepass
komiknya sumpah kocak
Agustus 19, 2008 pukul 3:55 pm
Pas…
abis tenan komiknya 
ndoro… ndoro…
Agustus 19, 2008 pukul 4:20 pm
Gaji?
*mana…mana…mana*
Agustus 19, 2008 pukul 4:36 pm
ga ada komentar,soale aku jga kbagean.
lumayan wat nyambung idup sampe bulan depan.
Agustus 19, 2008 pukul 5:21 pm
tempo keren dan kreatip! juga berani!
saluuut! tivi harusnya juga berani nih.
Agustus 19, 2008 pukul 6:07 pm
Kalo gajinya kecil..ga bakal ada yg mo nyalon lagi Ndoro,*ngebayangin,gajinya kecil,dimaki2 pula ma orang se- Endonesah…..*
Agustus 19, 2008 pukul 6:11 pm
DPR = Dewan Pemerasan Rakyat. (tendang DPR)
Agustus 19, 2008 pukul 6:30 pm
hari ini saya beli koran tempo sampe kaget kok tebel banget…
dan… gak nyesal deh hari ini beli.
Koran Tempo oyee
Agustus 19, 2008 pukul 6:31 pm
kritik sosialnya mantap
Agustus 19, 2008 pukul 7:05 pm
Gajinya guede, tapi teuteup…. maruk yak. Moga2 aja tambah banyak yg ketangkep :p
Komiknya kocak, kekekek
Agustus 19, 2008 pukul 7:09 pm
Dewan Perselangkangan maRiaozawa
Agustus 19, 2008 pukul 7:41 pm
menjawab pertanyaan Ndoro Kakung, gaji saya 10 koma. Tanggal 10 sudah koma.
Agustus 19, 2008 pukul 8:10 pm
Gaji belumlah tiba, namun sudahlah ia habis… wakakaka!
Agustus 19, 2008 pukul 8:20 pm
pendapatan tak resmi? apa itu??
Agustus 19, 2008 pukul 9:28 pm
OOT.
Koran Tempo makin hip aja tampilannya!
Illustrasi-nya bagus, pak Ndor. Komiknya juga lucu, ahahah, dalem..
Agustus 19, 2008 pukul 10:07 pm
kalo gaji saya 45 juta pasti bingung mau buat apa…
Agustus 19, 2008 pukul 10:13 pm
huahahahahahahahahahhahahahaha….
brilliant comic!
Agustus 20, 2008 pukul 8:28 am
koran tempo hari selasa kemarin bener2 sangar ndoro..
salut!
Agustus 20, 2008 pukul 8:45 am
njijiki.. aku mending golput ketimbang milih wakil rakyat koyo ngono kuwi
Agustus 20, 2008 pukul 9:05 am
menyedihkan ya… saya mengetahui beberapa anggota dewan yang benar-benar berjuang dan melaksanakan tugasnya dengan baik… menerima siapa pun yg dtang menemuinya, bahkan ke kantor pun kadang naik motor ketika yang lain belum datang (jam 7an)… tp anggota spt ini skali lagi hanya bisa dihitung dengan jari…, ia tenggelam di tengah hiruk pikuk perilaku korup dan tak mengenal etika, salam kenal ndoro kakung…
Agustus 20, 2008 pukul 9:37 am
wah, dpr-nya gitu, yang pecas ndahe kan rakyate.
dah digaji gede juga masih kurang aja.
Agustus 20, 2008 pukul 10:25 am
Yamg milih mereka anda-anda juga kan?, makanya kalau milih, cari yamg amanah, saranku mari kita-kita ini bisa mendirikan lembaga independent yang bisa mengawasi dan mempresur parpol sbg tempat mereka bernaung, jika kita oke! mari kita pikirkan bentuknya, dibicarakan, diproses dan dilaunching. trims. http://www.jukok.wordpress.com
Agustus 20, 2008 pukul 10:26 am
Konon katanya, Ndoro, para anggota DPR yang terhormat itu juga sebenarnya diporotin oleh para petinggi partainya serta ‘konstituen’ yang dulu mendukung mereka dan kini kerapkali datang ke senayan minta sumbangan
Agustus 20, 2008 pukul 12:57 pm
Wah, jadi pengen “migrasi” daftar “caleg” biyar merubah “gaya hidup”
Agustus 20, 2008 pukul 3:34 pm
jadi gedung parlemen dah jadi sarang kondom bekas ndor?
bener juga bea cukai melarang import kondom bekas… wong dimasing-masing laci ituh banyak
jd gak perlu import pun dah banyak
Agustus 20, 2008 pukul 10:59 pm
Keren,…keren!
Kepengen jadi anggota dewan nih,….
Dapat duit banyak,..bisa dapat yang baju putih juga..
Agustus 21, 2008 pukul 11:08 pm
uebaattt
enak jadi anggota dewan
gaji gede..
itung2 ngurangi angka pengaangguran..
usulll mbahhhh
kita angkat ja pengangguran jadi anggota dewan..
wkwkwkwk
solusi cerdas mengatasi masalah pengangguran
seperti saiia..
dapet ce cantik lagi… hehehehe
Agustus 22, 2008 pukul 1:16 pm
DPR…oh DPR…
pantes pada seneng masuk ksono…mulai dari “pemimpin” tingkat kampung sampe artis2 pada “ngimpi” jadi anggota dewan.
Dewan…oh dewan…
Agustus 27, 2008 pukul 9:13 am
Sebagai wakil rakyat tentunya sangat wajar mendapat gaji gede. Tetapi apakah sudah benar-benar bisa mewakili suara rakyat, ini sepertinya yang masih harus dipertanyakan….
Agustus 29, 2008 pukul 5:06 pm
Gaji menurutku gak masalah kalo kinerja juga bagus.. Tapi kinerjanya itu bikin malu bener..
September 9, 2008 pukul 11:06 pm
Manusia memang tidak pernah puas…