Lompat ke isi

Gula-gula Pecas Ndahe

Agustus 26, 2008
oleh Ndoro Kakung

Baiklah perempuan gula-gula, kan kujawab senandikamu dengan biji-biji pelangi yang kusemai di musim semi. Di sini.

Ya, di sini; di tempat kita biasa meringkus jemu jadi batu. Di tepian sungai yang deras airnya melarungkan untaian keluhmu.

Tentu kau belum lupa pada larik-larik irisan sembilu yang tertoreh saat itu. Bahwa kita mungkin tak akan melancong ke mana-mana. Tak juga di titik nol, tanpa koma. Sebab, jalan kita merayau di antara kelimun deru debu-debu senja.

Memang hanya aku yang bisa mendusin tidurmu di tubir-tubir malam yang lengas. Cuma suaraku pula yang menggiring bahagiamu di hari-hari sepanas Gurun Gobi.

Tapi, ya sebatas itu. Tidak lebih.

Aku rama-rama dengan sayap retak. Menari setengah hati tak sampai pagi. Hatiku gamam. Luka pedih yang kian teruk, seperti gladiol yang rubuh sebelum cahaya.

Harapan mungkin memang durkarsa. Ia datang berduru-duru untuk pergi lagi buru-buru. Tinggalkan kita dalam kelu. Sungkurkan kita dalam kubangan pilu.

Kita pun kerap melating seperti pesenam jengkelitan di atas trampolin. Tak sempat meringkas hari menjadi jam, melatas menit menjadi detik. Tersaruk-saruk mengikut jejak sang waktu yang lindap.

Ingin kuajak kau mengarungi sunyi, mendengar lamunan megatruh banal dan desah suara bangsi. Tapi, kutakut kau tak sudi. Sedang kepada merdu buluh perindu pun kau sangsi.

Entah, mungkin nanti, kalau kau sudah tak merenyeh lagi …

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Semoga hari ini sampean mendapatkan pencerahan dari posting ini. Kalau belum paham juga, silakan mengecek beberapa lema dan diksi arkaik di sini.

56 Komentar leave one →
  1. Agustus 26, 2008 6:02 am

    lanjuuuuuttttt :lol:

  2. Agustus 26, 2008 6:13 am

    Cari : “merenyeh”
    Hasilnya : Tidak menemukan kata yang sesuai dengan kriteria pencarian.

    jadi opo merenyeh iku ndoro? kekeke…

  3. Agustus 26, 2008 6:16 am

    eh ketemu ding, gak boleh pake awalan me ternyata hehehe
    “me·re·nyeh v meminta sesuatu terusmenerus dng kata-kata yg tidak begitu jelas; merengek”
    semacam bawel ya :-D

  4. Agustus 26, 2008 6:27 am

    Takjub… hm.. pilihan kata yang tidak lazim

  5. Agustus 26, 2008 6:44 am

    Pagi-pagi udah dihibur tulisan ndoro…….

  6. Agustus 26, 2008 7:31 am

    iya nih, banyak lema yang baru aku dengar….

  7. Agustus 26, 2008 7:58 am

    kata yg ndak umum membuat orang penasaran. top markotop ndor!

  8. Agustus 26, 2008 8:31 am

    merenyeh = riwil? hihihihi. wah, saya masih tunggu lanjutannya :D nanti saya balas. hahaha tapi untuk yang satu ini… saya menjura pada ndoro

    dari: aspri-mu.

  9. Agustus 26, 2008 9:05 am

    dari hanny berlanjut ke ndoro :D tetap saja saya masih ngga mudeng hihihi

  10. Agustus 26, 2008 9:11 am

    wah wah wah,
    kata-katanya indah,
    membuat hatiku megah,
    dan selalu mewah..

    tanpa ingat sawah,
    yang bermandikan kuah…

    wih.. kata bersayap yang membuatku wah wah wah..

    lanjut, kung!!

  11. Agustus 26, 2008 9:49 am

    ahh..ndoro memang bisaaa aja..

  12. Agustus 26, 2008 10:14 am

    opo tho kui?
    ^mripate kiyip” lan ora nyandak pikirane^

  13. Agustus 26, 2008 10:32 am

    Mantra…
    *kupipes aaah…, mayan buat modal kopdaran*

  14. Agustus 26, 2008 10:46 am

    mantab ndoro..wah,bnr buayawan ndoro satu ini.salut…

  15. Agustus 26, 2008 10:47 am

    sampeyan lagi kesambet setan apa sih ndoro… kok nulisnya jadi uedan gini… :P

  16. Agustus 26, 2008 11:14 am

    /cult
    ndoro sekarang ngomongin cinta melulu, nda di blog, nda di plurk, keren..

  17. Agustus 26, 2008 11:35 am

    Manisnya gula-gula yang membuai, menggelitiku tuk mencicipi manisnya tebu hitam….

  18. Agustus 26, 2008 11:55 am

    Ternyata, lebih enak baca posting ini daripada makan gula-gula.

    Kalau makan gula2 bisa berujung di sakit gigi, kalau baca tulisannya ndoro bisa berujung ke….posting selanjutnya….hehehe..

    Salut buat postingannya yang bikin mrinding disko, ndoro.

  19. Agustus 26, 2008 11:55 am

    Puber ke ? :D
    Mantab!

  20. Agustus 26, 2008 12:22 pm

    merenyeh…. *ngambil kamus dulu*

    pengen kenal perempuan gula2

  21. Agustus 26, 2008 12:38 pm

    selamat hari seloso kisanak, bahasa-nya puitis, ra ngerti aku ker.

  22. titik adianingsih tautan tetap
    Agustus 26, 2008 1:50 pm

    Terima kasih, sudah kasih link berguna ke KBBI.
    http://www.globalwarmingsolution.wordpress.com
    Peace!

  23. Agustus 26, 2008 1:50 pm

    romantisnya ;)
    eh ntar ini jadi blognista nih.. bersambung :D

  24. Agustus 26, 2008 1:54 pm

    Kt2 ne mbilungke. Pecas mdahku mocone.

  25. alief28 tautan tetap
    Agustus 26, 2008 1:54 pm

    pemilihan bahasa yang bagus…

    keren

  26. Agustus 26, 2008 2:24 pm

    Saya selalu bingung melihat para pemerhati bahasa Indonesia menggunakan kata ‘arkais’. Apakah ‘kuno’ atawa ‘antik’ tidak lagi mencukupi definisinya? Padahal generasi muda kita saja sudah cukup kreatif untuk menciptakan kata ‘jadul’. :P

  27. Agustus 26, 2008 3:31 pm

    ThinxXx: piye kabhare diadjeng ndoro di tunggu gula gulanya di tikungan berikutnya.

  28. Agustus 26, 2008 3:38 pm

    Sepertinya saya memerlukan bantuan dari Pakde dan Paman Budayawan itu untuk menterjemahkan kata serta maksud dari postingan Ndoro Calon Budayawan ini.

    .::he509x::.

  29. Agustus 26, 2008 3:40 pm

    apapun bahasanya sing penting ngerti dan smp amanahnya…. meskipun baca tulisan ndoro ber x2 … baru nyandak… :)
    btw ditunggu (orang banyak) lanjutannya.

  30. Agustus 26, 2008 4:49 pm

    oh ternyata begitu to rahasia cerpen2 sastra yg canggih2 itu hehehe, thx ndoro dah sharing :)

  31. Agustus 26, 2008 4:54 pm

    Aku ga ngudeng amat deh ndoro…ap terlalu wong ndeso…hiks…hiks malu :’(.

  32. Agustus 26, 2008 5:13 pm

    Salam
    Hmm baca sambil mikir apa maknanya but ditunggu lanjutannya ya Ndor

  33. gambarindu tautan tetap
    Agustus 26, 2008 7:58 pm

    Kutak kan berletih…
    Kutak kan bersedih…
    Kutak katiklah…
    Kutak kan bertanya, mana gula-gulanya…?
    Susah buat puisi :(

  34. Agustus 26, 2008 8:18 pm

    Terimakasih atas link nya. *mempelajari kata kata*

  35. Agustus 26, 2008 8:22 pm

    :gueleng-gueleng: saiah tak mengerti maksudnya…

  36. Agustus 26, 2008 9:11 pm

    BTT… Bahasa Tingkat Tinggi… makasih untuk lema-lema yang baru Ndoro…
    Sangar!

  37. Agustus 26, 2008 11:06 pm

    Najong banget ndoro….najong !!

  38. Agustus 27, 2008 12:29 am

    ora mudeng ndoro :P

  39. Agustus 27, 2008 2:45 am

    whoooaaaa…………dohhh pake bahasa planet yaa?……hikss……..GA MUDENG!……….payah drehh ekke!………….betewehhh………mo nanya tapi malu keliatan ajaibnye…..DURKARSA? MEGATRUH? TERDURUDURU? BANAL?………..WEHHHHHHHHH…….kok horor gitu bahasanye?

  40. Agustus 27, 2008 6:50 am

    Lha, baru mau mampir … kok ketemunya posting yang ruwet gini bahasanya … he he he … salam kenal Ndoro Kakung … :)

  41. Agustus 27, 2008 9:30 am

    Waduh, tulisannya Ndoro kakung penuh dengan kata-kata yang berbahasa tingkat tinggi, susah sekali untuk mencernanya…

  42. Agustus 27, 2008 10:20 am

    pilihan kata yang cihuy Ndoro..termehe mehe bacanya :P

  43. Indah Sitepu tautan tetap
    Agustus 27, 2008 11:20 am

    mbacanya sambil buka kamus Besar Bahasa Indonesia… :D keren

  44. Agustus 27, 2008 11:26 am

    top markotop , memang pantas menjadi lelaningan jagad…*menjura*

  45. Agustus 27, 2008 11:58 am

    bener2 rangkaian kata yg indah :)

  46. Agustus 27, 2008 2:21 pm

    emang ndoro pernah ke gurun gobi? :)

  47. umbara tautan tetap
    Agustus 27, 2008 2:56 pm

    emang perempuan itu manis kayak gula ya.. lha wong seorang lurah aja sampai memeperkosa anak SMP, ya saking menariknya tiu makhluk yang namanya perempuan. Video lengkap peristiwa pemerkosaan oleh pak lurah itu bisa anda saksikan di DISINI

  48. apidd tautan tetap
    Agustus 27, 2008 3:26 pm

    salut ndoro..salut..tp nggak dong saya ndoro..maksudnya apa ya?
    :p

  49. Agustus 27, 2008 3:29 pm

    salutt ndoro..kedengerannya romantis dan melankolis skali..tapi saya ndak ngerti ndoro..pake bahas planet mana ni ndoro?

  50. Agustus 27, 2008 5:07 pm

    kapan ganti topik ndoro…
    saya nggak bisa komen nih…

  51. Agustus 27, 2008 7:55 pm

    Indah…
    Tapi gak mudeng… :P

  52. Agustus 27, 2008 8:53 pm

    ora mudeng…hahaha

  53. Agustus 28, 2008 12:22 am

    wekekek ga ngeh mbah, wekeke ini semacam pantun dan sejenisnya ya hehehe

  54. September 2, 2008 12:42 am

    Bahasa Kalbu :D

Lacak Balik

  1. :: teruntuk rama-rama bersayap retak « Di Sini.
  2. mengapa kalian bisa begitu indah dalam bertutur?? « Rahmadisrijanto’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS